KabarNet

Aktual Tajam

AHY Beberkan 10 Program Unggulan untuk Jakarta

Posted by KabarNet pada 28/11/2016

agus2.pngJakarta – KabarNet: Pasangan calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni menjelaskan tema besar dari pidato politiknya di Balai Kartini, Jakarta selatan, Minggu 27 November 2016. “Saya hari ini, izinkan saya untuk mengingatkan kembali 10 program unggulan yang kami usung saat saya dan Mpok Sylvi mendapat amanah memimpin Jakarta,” kata AHY.

AHY menjelaskan, dirinya yakin 10 program unggulan ini sangat realistis, dapat tercapai dan dapat menjawab semua permasalahan di ibu kota. “Saya dan Mpok Sylvi yakin bahwa 10 program unggulan ini realistis, achievable dan dapat menjawab berbagai permasalahan serta tantangan yang sangat krusial di Jakarta,” tandasnya.

Berikut ini kesepuluh program unggulan yang dijanjikan oleh pasangan calon yang diusung dari Partai Demokrat ini :

  • Program 1 adalah bantuan langsung kepada golongan miskin dan kurang mampu.
  • Program 2 adalah pengurangan pengangguran dan penciptaan lapangan kerja.
  • Program 3 adalah peningkatan pendidikan dan kesejahteraan guru. Kita baru saja memperingati hari guru nasional. Saya dan mpok Sylvi tentu ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat.
  • Program 4 adalah peningkatan pelayanan kesehatan.
  • Program 5 adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi, investasi dan stabilisasi harga.
  • Program 6 adalah peningkatan pembangunan infrastruktur dan perumahan.
  • Program 7 adalah menjadikan jakarta sebagai kota pintar, kreatif dan ramah lingkungan (“smart, creative and green city”).
  • Program 8 adalah peningkatan keamanan kota dan kerukunan warga.
  • Program 9 adalah penegakan hukum dan keadilan bagi semua “justice for all”.
  • Program 10 adalah peningkatan kualitas pemerintahan dan birokrasi.

Source: merahputih.com

Profil Agus Harimurti Yudhoyono,

Biografi, Prestasi Dan Track record

agus3.pngPerjalanan karier militer putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini memang cukup cemerlang. Setelah menempuh pendidikan SMA-nya di Taruna Nusantara tahun 1997 dan Akademi Militer tahun 2000, beberpa prestasi gemilang telah diraihnya.

Seperti dikutip dari Wikipedia, Agus bergabung dengan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Pada tahun 2002, saat menjabat Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak, jajaran Brigif Linud 17 Kostrad, Agus diberangkatkan ke Aceh untuk melakukan Operasi Pemulihan Keamanan.

Di Aceh, Agus terpilih sebagai Komandan Tim Khusus (Dan Timsus) dan ia berhasil melakukan tugasnya dengan baik guna melumpuhkan para separatis. Setahun setelah kembali dari Aceh, Agus mendapatkan kepercayaan sebagai Pasiops di Yonif Linud 305/Tengkorak, usai mengikuti Kursus Pasiops di Pusat Pendidikan Infanteri Pusat Kesenjataan Infanteri Bandung dengan predikat lulus terbaik.

Pada tahun 2006, Ketika perang 34 hari berkecamuk antara Israel dan Hezbollah di Lebanon, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan pasukan perdamaian bila gencatan senjata terjadi. Ketika itu, Agus berangkat ke daerah konflik yang masih rawan berkobar sebagai bagian dari Kontingen Garuda XXIII-A pada November 2006.

Kian hari pengalaman Agus makin bertambah. Setelah menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon, Agus pun mendapat promosi sebagai Komandan Kompi (Danki) di Yonif Linud 305/Tengkorak pada tahun 2007. Kemampuan lapangan Agus diapresiasi Panglima Divif 1 Kotrad sebagai Danki terbaik di jajaran Divisi Infanteri 1 Kostrad pada tahun 2008. Ia pun melengkapi keterampilan militernya dengan mengikuti Kursus Scuba Divers di TNI Angkatan Laut.

Pada tahun yang sama, Agus mendapatkan banyak penugasan khusus, baik dalam mengikuti kursus Scuba Divers TNI-AL di Kepulauan Seribu, 2008. Ia pun memperoleh penghargaan sebagai Komandan Kompi terbaik di jajaran divisi Infanteri 1 Kostrad, 2008 Latihan Gabungan TNI Yudha Siaga di Sangata, maupun Latihan Gabungan Cobra Gold yang diselenggarakan oleh USPACOM di Thailand.

Pada tahun 2008, Agus dimintai kontribusinya oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan), untuk bergabung dalam tim kecil guna merealisasikan gagasan Presiden SBY dalam rangka pendirian Universitas Pertahanan. Meski hanya terdiri dari beberapa orang saja saja, tim ini mampu mewujudkan terbentuknya Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan), setelah melalui proses penyiapan yang cukup panjang selama kurang lebih satu tahun. Peran aktifnya dalam pembentukan Universitas Pertahanan ini, membuat waktu Agus tersita di pasukan, sehingga ia pun dipindahtugaskan ke Kementerian Pertahanan sebagai Kepala Seksi Amerika di Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan.

Setelah mewujudkan terbentuknya Unhan, pada tahun 2010, Agus diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi program master di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Di sana, sebagai mahasiswa dalam bidang Public Administration dan lulus dengan predikat sangat memuaskan pada tahun 2010.

Setelah terpilih sebagai peserta The Young Future Defence Leader Workshop, yang digagas Kementerian Pertahanan, Agus pun ditugaskan kembali ke Amerika Serikat, untuk mengikuti pendidikan Sekolah Lanjutan Perwira di Fort Benning. Penugasan pendidikan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Agus untuk menunjukan tingkat profesionalisme perwira TNI di mata negara maju. Ia terpilih sebagai lulusan terbaik dan berhak atas sejumlah penghargaan dari sekolah tersebut.

Pada tahun 2013, suami dari Anisa Pohan ini berdinas sebagai Kepala Seksi 2 / Operasi di lingkungan satuan elit Kostrad, Brigade Infanteri Lintas Udara 17 seebagai pembantu Komandan di bidang Operasi.

Setahun kemudian, tepatnya bulan Juni 2014, Mayor Agus menempuh tugas pendidikan militer setingkat Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Command and General Staff College (CGSC) di Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat.

Sekolah ini merupakan sekolah yang sama diikuti oleh Ayahnya SBY. Ia menuntaskan tugas pendidikannya selama satu tahun dan lulus pad 12 Juni 2015 dengan hasil sempurna yaitu dengan IPK 4.0. Di saat yang bersamaan, Mayor Agus juga meraih gelar Master of Arts (MA) dalam Leadership and Management dari George Herbert Walker School of Business and Technology, Webster University. Juga dengan IPK 4.0. [KbrNet/Suararakyat]

Satu Tanggapan to “AHY Beberkan 10 Program Unggulan untuk Jakarta”

  1. Warga DKI said

    Secara pribadi, jujur saja sebagai warga negara saya lebih merasa aman jika dipimpin oleh seorang prajurit negara, namun dengan syarat prajurit tersebut tidak boleh lupa kalau :
    1. tdirinya berasal dari rakyat
    2. kalau sudah dipercaya jadi pemimpin, maka semata untuk kebaikan rakyat
    3. setelah selesai memimpin akan kembali ke rakyat,

    Jika pemimpin pilihanrakyat memagang teguh prinsip ini, maka dapat dipastikan ia :
    1. tidak akan dapat dibisiki atau disetir oleh siapapun yang bukan untuk kepentingan rakyat.
    2. tidak akan mementingkan dirinya sendiri dan mengabaikan rakyat yang telah memilihnya menjadi pemimpin.
    3. pantang menekan rakyatnya sendiri apalagi sampai menyengsarakan rakyat.

    Mudah-2an adlam Pilkda DKI ini saya dapat memilih calon pemimpin seperti ini, yang bukan hanya tegas dan cerdas tetapi juga memegang teguh amanah rakyat.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: