KabarNet

Aktual Tajam

Tugas Polri Mengayomi Rakyat, Bukan Jadi Pembela Penguasa!

Posted by KabarNet pada 24/11/2016

tito-jokowiJakarta – KabarNet: Dalam beberapa hari terakhir, kita rasakan suasana negeri tampak semakin tegang seiring dengan adanya Aksi Super Damai III, yang akan digelar pada tanggal 2 Desember 2016. Reaksi yang timbul dari berbagai kalangan pun beragam. Ada yang terserang phobia dengan reaksi yang berlebihan menyikapi Aksi Damai III, khususnya dari pihak pemerintahan Presiden Jokowi. Banyak yang membuat pernyataan berpihak dan mendukung aksi ini dan ada juga yang tidak berpihak.

Gelombang dukungan mulai tampak dengan banyaknya tokoh-tokoh nasionalis yang ikut bersatu dan menyatakan siap hadir dalam Aksi Damai III. Belum pernah terjadi sejak kemerdekaan negeri ini, adanya satu gairah kebersamaan dalam persatuan langkah Bhineka Tunggal Ika, yang mampu menggabungkan berbagai elemen anak bangsa ikut dalam satu gerakan. Gabungan aksi kali ini mengingatkan semangat saat pertama dulu para tokoh bangsa bersama rakyat, berjuang dan saling mendukung dengan harapan bangsa ini dapat tumbuh dengan baik dan persatuan akan makin kuat.

Saat ini, bersamaan dengan globalisasi, akhirnya para tokoh dan rakyat menyadari bahaya komunis yang dulu pernah mengacau, kini mulai bangkit dan mengancam NKRI. Sehingga para tokoh bangsa dan agama secara bersama merasa perlu untuk bersatu demi mencegah sejarah kelam akan kejahatan PKI terhadap bangsa kita terulang kembali.

Namun kekecewaan masyarakat timbul dari respon Polri, khususnya Kapolri dalam menyikapi suasana negeri yang sudah diambang bahaya ini. Ketua Generasi Cinta Negeri (GENTARI), Umar Much Al Hamid, mengatakan bahwa Kapolri dipilih oleh Presiden sesuai dengan hak prerogatif pimpinan negara yang disetujuui DPR RI karena ia adalah calon tunggal. Tetapi Kapolri harus sadar bahwa tugas utamanya adalah menjadi pelayan masyarakat, mengayomi rakyat, memberikan keamanan dan ketentraman bagi rakyat. Bukan menjadi pembela golongan atau pihak tertentu atau Presiden itu sendiri. “Seharusnya polri itu jadi pengayom rakyat, melayani masyarakat dan memberikan rasa aman kepada rakyat, bukan malah jadi pembela penguasa dan golongan tertentu”, kata Umar Al Hamid, kepada KabarNet di Markas Rumah Rakyat – Tebet, Kamis 24 November 2016.

Pernyataan-pernyataan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian justru dinilai memancing massa menjadi kian militan. Demikian juga Aksi Damai III menjadi lebih besar gaungnya karena ditabuh sendiri ‘gong’-nya oleh Kapolri Tito Karnavian, yang makin lama semakin keluar dari koridor. Ini sudah melanggar posisinya sebagai pembela kepentingan rakyat dan berbalik menjadi pelindung penguasa. Sebagai Kapolri, seharusnya ia terbuka dengan aspirasi apa pun yang datangnya dari rakyat selama tidak merusak suasana bernegara. “Pernyataan Kapolri ini sangat membahayakan, karena sudah keluar dari jalur Undang-undang yang ada, seperti melarang aksi damai, melakukan intimidasi-intimidasi kepada rakyat”, ujarnya.

Terkait Aksi Damai III yang akan digelar pada 2 Desember 2016 mendatang, sudah dijelaskan bahwa ini adalah aksi super damai oleh pihak GNPF MUI sebagai penyelenggara. Kegiatan hanya akan diisi dengan ibadah sholat Jum’at akbar, istighosah, dzikir dan sholawat serta berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara. Menurut Bapak Umar Al Hamid, kalau hal ini dihalangi, berarti ada sesuatu yang tidak benar dan perlu dipertanyakan. “Umat Islam berkumpul berdoa agar terhindar dari murka Allah Ta’ala, sehingga sangat aneh bila Aksi Damai III ini dihalang-halangi oleh Kapolri. Hal ini akan berdampak buruk bagi Kapolri dan Institusi Polri secara keseluruhan”, tuturnya.

Perlu dipahami, alasan umat Islam melakukan aksi kali ini karena mereka telah berusaha menyampaikan aspirasi untuk menghukum penista agama tapi tidak mendapat tanggapan. Aksi yang pertama belum mendapat respon yang berarti. Dilanjutkan dengan aksi yang kedua, setelah didatangi 2 juta umat islam pun Presiden masih belum memenuhi tuntutan mereka. Kini mereka akan melakukan Aksi Damai III, dengan berserah kepada Allah Ta’ala Yang Maha Kuasa melalui sholat, berdoa dan bermunajat.

“Kurang baik apa umat islam Indonesia ini? Mereka terbaik !.. berkumpulnya mereka ini dalam kebaikan… demi kebaikan dan keutuhan bangsa. Tolong jangan dipelintir-pelintir lagi seolah aksi ini untuk menghancurkan bangsa!… jangan diisukan sebagai aksi untuk makar menggulingkan Presiden… jangan diisukan untuk menduduki DPR RI”, tegas Umar Al Hamid. [KbrNet/Slm]

Satu Tanggapan to “Tugas Polri Mengayomi Rakyat, Bukan Jadi Pembela Penguasa!”

  1. john said

    Kan sudah digelar perkara Ahok si penista agama islam dan akan disidsngkan dinpengadilan

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: