KabarNet

Aktual Tajam

Khawatir Melarikan Diri, Polri Diminta Tangkap Ahok

Posted by KabarNet pada 16/11/2016

agok lari.pngJakarta – KabarNet: Usai mengikuti gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab menegaskan, tidak ada alasan bagi Polri untuk tidak menetapkan Ahok sebagai tersangka. “Perlu saya sampaikan, dari gelar perkara tadi, di sana ada 14 saksi pelapor, kemudian ada 19 saksi fakta dan ada 39 saksi ahli baik dari bidang agama, hukum pidana, maupun bidang bahasa dan sebagainya. Dan kemudian juga ditambah ada 16 alat bukti,” beber Habib Rizieq di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 15 November 2016.

Rizieq menyebut, kelengkapan saksi dan alat bukti serta paparan argumentasi hukum yang disampaikan oleh para ahli, sudah tidak ada alasan lagi bagi pihak kepolisian kecuali segera menetapkan Ahok sebagai tersangka. “Karenanya, kami meminta Mabes Polri bisa segera menyimpulkan dari hasil gelar perkara yang sudah dilakukan hari ini dan bisa membeberkan hasil tersebut secepatnya,” ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta penyidik segera menangkap dan menahan Ahok sebagaimana diatur dalam pasal KUHP pidana yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara. Alasan lain, lanjut Habib Rizieq, Ahok bisa melarikan diri ke luar negeri mengingat jabatan dan posisinya saat ini. “Ini kasus telah menarik perhatian hingga dunia internasional,” katanya.

“Makanya, polisi jangan kasih kesempatan Ahok melarikan diri, mari kita selamatkan keutuhan NKRI, kita harus menjaga kebhinekaan kita, kita harus menegakkan supremasi hukum jangan sampai keselamatan bangsa ini kita gadaikan hanya gara-gara egoisme dari segelintir orang yang ingin melindungi penista agama,” tandasnya.

PELAPOR AKAN SERAHKAN BUKTI BARU PENISTAAN AGAMA AHOK

‎Habib Rizieq Syihab mengatakan, pihak pelapor akan memberikan bukti baru dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Kita akan serahkan bukti baru malam ini, selambat-lambatnya besok pagi. Jadi bukti baru itu akan lebih menguatkan karena itu juga atas permintaan beberapa saksi ahli pidana sehingga mereka bisa merubah dari pada persepsi,” tuturnya usai gelar perkara di Mabes Pokri, Selasa Selasa, 15 November 2016. “Jadi, ada beberapa saksi pidana yang menyampaikan pendapat hukumnya hanya melihat satu rekaman saja,” terang dia.‎

Menurutnya, ada beberapa rekaman video Ahok yang diduga menistakan agama yang diserahkan pelapor ke Mabes Polri. Karenanya, dia meminta semua pihak untuk menunggu hasil gelar perkara dan sekaligus mengingatkan tidak ada yang melakukan tekanan pada penyidik dalam melakukan proses penyelidikan kasus tersebut. “Sementara yang kami serahkan ke Mabes Polri ada beberapa rekaman pada rangkaian peristiwa, sehingga beberapa ahli pidana menyampaikan pendapatnya tidak utuh. Karena itu mereka minta itu dilengkapi supaya pendapat mereka jadi utuh,” tambahnya.

Karena itu dalam kasus ini, semua pihak seharusnya melihat seluruh rangkaian rekaman dari berbagai peristiwa yang dilakukan oleh Ahok ketika membicarakan soal Surat Al Maidah Ayat 51 tersebut. “Itu harus menjadi rangkaian yang utuh supaya nanti terlihat, bagaimana terlihat niat itu ada. Karena mendeteksi niat itu nggak mudah, karena itu kita minta Bareskrim Mabes Polri, pemaparan atau penunjukan penayangan dari barang bukti kepada semua saksi harus utuh,” tutupnya. [KbrNet/TeropongSenayan]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: