KabarNet

Aktual Tajam

Ketua Gentari: Presiden Harus Peka Hadapi Tuntutan Umat Islam !

Posted by KabarNet pada 07/11/2016

Jakarat – KabarNet: Aksi damai bela Al-Qur’an yang berlangsung pada Jum’at 4 November 2016 lalu, mendapatkan respon yang sangat besar dari berbagai kalangan. Hal ini tampak dengan banyaknya tokoh yang hadir baik dari kalangan umat islam seperti para petinggi MUI, Ustad Abu Jibril, Ustad Bachtiar Natsir, Ustad Arifin Ilham, KH Kholil Ridwan, Syekh Ali Jaber, maupun tokoh nasional seperti Rahmawati Soekarno Putri, Amien Rais, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Fahira Idris dan masih banyak lagi.

ulama

Aksi yang begitu damai berjalan sejak pagi hingga sore hari, memperlihatkan suatu keadaan yang sangat indah, dimana bersatunya umat islam dan elemen bangsa dalam satu gerakan damai. Tapi dipenghujung aksi, ternyata ada pihak-pihak yang menjadi provokator berusaha merusak aksi damai ini dengan tindakan memancing pertikaian. Entah siapa yang memulai, karena jelas provokasi bukan datang dari pihak yang melakukan aksi.

Terkait hal ini, Ketua Umum Generasi Cinta Negeri (GENTARI), Bapak Umar Moch Alhamid, menuturkan bahwa bukti-bukti telah banyak beredar yang memperlihatkan bahwa tindakan provokasi bukan berasal dari peserta aksi damai. Mungkin saja ini ulah aparat keamanan yang sengaja ingin merusak suasana aksi, sehingga aparat punya alasan untuk menyerang peserta aksi. Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Hal ini menunjukkkan ketidak dewasaan aparat dalam menangani aksi damai. “Saya menduga kuat ini ulah aparat yang sengaja memancing dan memprovokasi agar terjadi anarkis, sehingga aparat punya alasan untuk menyerang umat islam”, kata Umar Alhamid, kepada KabarNet, Ahad 6 November 2016, di Markas Rumah Rakyat, kawasan Tebet Jak-Sel.

Keadaan yang memburuk juga dipastikan muncul karena rakyat yang melakukan aksi TIDAK MENDAPAT PERHATIAN DARI PRESIDEN. Tuntutan mereka hanya satu, yaitu tindakan tegas terhadap Ahok yang telah menistakan Ayat Suci UMAT ISLAM YANG INGIN DISAMPAIKAN LANGSUNG KEPADA PRESIDEN. Selama ini Ulama, Kyai, Habaib dan rakyat Indonesia yang mayoritas muslim menunggu hukuman yang tegas bagi penista agama. Tapi harapan umat islam SAMA SEKALI TIDAK DIRESPON PRESIDEN BAHKAN TERKESAN DIREMEHKAN. Tentu sangat wajar umat Islam marah, kecewa dengan keadaan ini.

“Presiden seharusnya peka menghadapi tuntutan umat Islam, jangan menutup mata, harus pandai menilai, bahwa yang sedang berunjuk rasa banyak dari kalangan Ulama’, Kyai bahkan Habaib. Presiden harus menjaga kehormatan mereka…”, ujar Bapak Umar dengan nada kecewa.

Kasus penistaan Al-Qur’an ini sudah membesar menjadi kasus yang mendunia. Semua umat Islam dari berbagai negara akan ikut tersakiti dengan ulah Ahok. Untuk itu jangan ada lagi rekayasa-rekayasa hukum yang berusaha melindungi Ahok dari penegakan hukum. Ahok mungkin bisa lolos dari pengadilan negara, tapi Ahok tidak akan lolos dari pengadilan rakyat bersama kroni-kroni dan pembantunya. “Ahok ini sudah berapa kali lolos dari jeratan hukum.. dia bisa saja lolos dari pengadilan negara, tapi nggak akan lolos dari pengadilan rakyat. Umat Islam akan terus mengejar walaupun Ahok sembunyi di lubang naga”, kata Bapak Umar lagi.

Tindakan kurang ajar Ahok kali ini sudah mencapai puncaknya. Kalamullah yang menjadi pegangan umat Islam sudah dinistakan. Kapolri tentu mengetahui kedudukan Kitab Suci Al-Qur’an yang sangat dimuliakan oleh umat Islam. Jangan sampai ada usaha memelintir kasus hukum kali ini menjadi hal yang tidak bisa dijerat secara hukum dan jangan sampai rakyat melihat jelas keberpihakan Polri dalam melindungi Ahok. Tentu tidak layak bagi Polri untuk membela seseorang yang sudah membuat rakyat marah, hanya karena ada hubungan pertemanan. “Pihak kepolisian jangan sampai melindungi Ahok walaupun dia adalah teman dekat.. ini udah masuk ke urusan yang sensitif buat umat Islam, jangan bermain api, nanti bisa terbakar” lanjut Umar.

Tindakan aparat pada peserta aksi damai yang lalu, khususnya dari pihak kepolisian yang represif terhadap umat Islam dan para ulama, dapat mengindikasikan keberpihakan yang nyata dari Polri. Kondisi yang berbeda ditunjukan oleh TNI, yang dapat dijadikan pelajaran oleh Polri. Seharusnya pihak aparat berjuang bersama rakyat untuk penegakan hukum, bukan menjadi backing penista Kitab Suci Alqur’an. “Kebrutalan aparat kepolisian terhadap umat Islam yang sedang aksi damai sudah mencoreng kewibawaan negara. Seharusnya Polri belajar dari TNI yang berhasil mendampingi dan melindungi umat Islam saat aksi 4 november kemarin” tutup Bapak Umar. [KbrNet/Slm]

2 Tanggapan to “Ketua Gentari: Presiden Harus Peka Hadapi Tuntutan Umat Islam !”

  1. Islam sedari mulainya TIDAK PERNAH MENGENAL PERSATUAN dan BUKTI adalah bahw UKUWAH ISLAMIAH ADALAH HOAX. Di izamn apa dan dimana saja didunia. Jadi presiden memyg mengacaukan.ang sudah mendengarkan tuntutan umat teta[pi ISLAM YG MANA?.KArp ena setia[ GOLONGAN mempunyai I tuntutannya sendiri-sendir

  2. Koreksi;Islam sedari mulainya TIDAK PERNAH MENGENAL PERSATUAN dan BUKTI adalah bahwa UKUWAH ISLAMIAH ADALAH HOAX. Di zaman apa dan dimana saja didunia. Jadi presiden memang sudah mendengarkan tuntutan umat tetapi ISLAM YG MANA?.Karena setiap GOLONGAN mempunyai tuntutannya sendiri-sendiri yg mengacaukan.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: