KabarNet

Aktual Tajam

Puluhan Ribu Umat Islam di Jawa Timur Desak Polri Tangkap Ahok

Posted by KabarNet pada 22/10/2016

demo-malangJatim – KabarNet: Puluhan ribuan umat Islam Surabaya yang terbagung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Jatim dan Kejati Jatim, Jumat 21 Oktober 2016.

Aksi bertajuk ‘Tabligh Akbar Aksi Bela Islam’ ini kembali dilakukan terkait kasus dugaan penodaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sampai saat ini belum terlihat perkembangannya.

Puluhan ribu umat Muslim Surabaya  merupakan gabungan dari 70  ormas Islam. Diantaranya; NU, Muhammadiyah, Al Irsyad, Hidayatullah, FPI, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Pelajar Islam Indonesia, HMI, FUI, Dewan Masjid Indonesia, Dewan Dakwah Islamiyah, Fatayat NU, Albayyinat Jatim, Persatuan Islam (Persis), Muslimat NU dan Forum Madura Bersatu (Formabes) dan masih banyak yang lain.

Sekjen GUIB Jawa Timur Mohammad Yunus mengatakan, “Aksi Bela Islam” yang bertemakan “Tangkap dan Penjarakan Ahok Penista Al Quran”, ini merupakan bentuk pengawalan institusi Polri agar serius menangani kasus Ahok yang dianggap menistakan agama dan telah meresahkan umat Islam se Indonesia. “Ini tidak terkait PILKADA Jakarta atau etnis China. Tapi murni penistaan agama. Sebab, umat Islam di seluruh Indonesia marah,” ujarnya Saat dikelilingi wartawan.

Aksi massa yang berjalan damai diawali longmarch dari Masjid Al Akbar Surabaya menuju Kantor Mapolda Jawa Timur dan Kantor Kejaksaan Tinggi Jalan Ahmad Yani Surabaya. Sepanjang jalan, ibu-ibu pengajian dari Al Barakah Sidoarjo menyambut mereka dengan ikut ambil bagian membagi-bagian air minum dan nasi bungkus. Gemuruh teriakan takbir menggema saat ribuan massa umat Islam tiba di Mapolda Jatim. Massa baru berhenti di depan Mapolda dan melakukan serangkaian orasi  yang mendesak Polri untuk mempidanakan Ahok karena telah melakukan penistaan agama dengan menghina Al-Quran.

Sebelumnya, ribuan perwakilan santri, ulama dan habaib Madura dan Wilayah Tapal Kuda  (Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso,  Banyuwangi dan Malang) Senin 17 Oktober 2016 siang, menggelar aksi demo di Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mendesak Kapolri memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, karena dinilai telah menistakan agama Al-Quran.

Massa bernama Aliansi Ulama Madura dan Tapal Kuda (AUTADA) ini melakukan aksi unjuk rasa dengan berjalan kaki dimulai dari Masjid Al Akbar Surabaya menuju Polda Jawa Timur untuk menuntut penuntasan proses hukum atas dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta saat pidato di Kepulauan Seribu yang dinilai telah menghina Al-Quran dan ulama. Ulama dan habib berjanji akan ke Jakarta jika proses hukum terharap Ahok tidak berjalan.

Aksi Umat Islam Kota Malang

demo-malang1Hal yang sama juga terjadi di kota Malang, puluhan ribu umat Islam usai menunaikan Shalat Jumat yang terdiri dari gabungan majelis taklim, dan Pondok Pesantren di Malang, melakukan long march dari Masjid Agung Jami’ menuju Balaikota Malang, Jumat 21 Oktober 2016.

Demonstran melakukan orasi sepanjang jalan hingga di depan Balaikota Malang. Mereka meminta dugaan penistaan yang dilakukan Ahok diusut tuntas, dengan menangkap dan mengadili Ahok.

Demonstran menganggap Ahok telah menghina dan melecehkan keagungan dan kesucian Alquran yang merupakan wahyu dari Allah. Dengan menyebut jangan mau dibodohi dengan surat Al-Maidah ayat 51 itu. “Kita minta Ahok ditangkap dan diadili, andai 10 hari kedepan polisi tidak menangkap dan mengadili Ahok, kita akan datangkan masa 5 kali lipat dari sekarang,” kata Hisa Al Ayubi humas aksi.

Sementara itu Wakil Walikota Malang, Sutiaji menyampaikan rasa terimakasihnya kepada ribuan masyarakat dari gabungan majelis taklim, dan Pondok Pesantren di Malang, atau Gerakan Aswaja Malang (Gamal), di Balaikota Malang.

Sutiaji, mengucapkan terimakasih kepada demonstran atas pembelaan mereka terhadap agama Islam. Ia berpesan pada demonstran sebagai umat islam dilarang menyakiti orang lain baik melalui ucapan ataupun tindakan. “Kita buktikan islam itu damai. Kita ingatkan jangan sampai menyakiti hati dan perasaan umat islam. Kita pun tidak akan menyakiti hati orang yang tidak seiman dengan kita,” ujar Sutiaji saat berorasi didepan demonstran.

Sutiaji mengungkapkan, dirinya mewakili Pemerintah Kota Malang, akan mendukung segala penindakan hukum kepada orang yang diduga melecehkan agama. Ia juga berharap meski permintaan maaf sudah dilakukan Ahok, tapi proses hukum harus tetap berjalan. “Ucapan maaf kita terima, karena kita negara hukum maka proses hukum tetap berlanjut. Seandainya ada saudara kita berbuat kriminal minta maaf apakah proses hukum berhenti ? Tidak, tetap berjalan. Maka kita kawal bawa hukum harus tajam ke atas dan ke bawah, bukan hanya ke bawah,” kata Sutiaji, seperti dikutip beritajatim.com.

Aksi Umat Islam Jabar

Hal serupa juga terjadi di Jawa-Barat. Ribuan massa dari berbagai ormas dan lembaga Islam se-Jawa Barat menggelar “Aksi Bela Islam” di depan Gedung Sate Bandung, Jumat 21 Oktober 2016. Aksi tersebut untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dijebloskan ke penjara akibat penistaan agama yang dilakukannya.

Salah satu orator dalam aksi tersebut menegaskan bahwa Indonesia adalah negara beragama, hal tersebut dicantumkan dalam Pancasila sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. “Jelas itu menjadi dalil bahwa Indonesia negara agama, oleh karena itu siapapun menghina agama berarti dia menghina negara, dia melecehkan negara,” ungkapnya.

Menurutnya, Ahok telah menghina agama, melecehkan Alquran dan ulama, dan itu sudah ditegaskan Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Oleh sebab itu, apabila pemerintah dan polisi ingin suasana tenang di Indonesia, tangkap Ahok, adili sekarang juga,” tegasnya. “Apabila polisi tidak sanggup, biarkan kami yang menyelesaikannya,” tambahnya.

Aksi tersebut dihadiri massa gabungan yang terdari dari FPI, GARIS, ANNAS, Laskar Mujahidin, Hidayatullah, Pemuda Persis, KAMMI, Laskar Al Manar, FUI, BKPRMI, NU, Muhammadiyah, Hizbul Watun, Syarikat Islam dan gerakan Islam lainnya.

Dalam aksi tersebut, diperagakan pula pertunjukkan pencak silat dari tataran Sunda sebagai simbol perlawanan terhadap penistaan agama oleh Ahok. Usai berorasi di depan Gedung Sate, massa melakukan longmarch menuju Gedung Merdeka di Jl Asia Afrika Kota Bandung dan melanjutkan aksinya, seperti diberitakan Suara-Islam Online. [KbrNet/Slm]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: