KabarNet

Aktual Tajam

Istana Undang Aguan Terduga Kasus Suap Reklamasi

Posted by KabarNet pada 24/09/2016

Jakarta – KabarNet: Presiden Jokowi mengadakan pertemuan dengan kalangan pengusaha di Istana Negara pada 22 September 2016, untuk mensosialisasikan tax amnesty. Dalam pertemua itu, Sugianto Kusuma alias Aguan Bos Agung Sedayu Group itu ikut serta hadir sebagai tamu kehormatan di Istana Negara.

aguan

Kehadiran bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan di Istana Kepresidenan atas undangan Presiden Joko Widodo mengindikasikan Istana telah dikuasai cukong dan taipan. Pasalnya, Aguan telah dicekal KPK.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen 23 September 2016. “Seharusnya KPK segera menjadikan Aguan tersangka. Ini justru Aguan hadir di Istana. Ini menunjukkan kepada publik bahwa Aguan punya pengaruh di Istana,” tegas Muslim Arbi.

Menurut Muslim, jika orang-orang bermasalah justru diberikan “karpet merah”, secara politik bisa dikatakan Istana sudah jatuh. ” Istana seharusnya steril dari orang-orang yang bermasalah secara hukum. Kalau orang bermasalah hukum masuk Istana, secara politik sudah jatuh Istana-nya,” jelas Muslim.

Muslim mengaku pesimis penegakan hukum bisa maksimal jika Istana dikuasai para taipan dan cukong. “Rakyat semakin tak percaya pada penegakan hukum di Indonesia. KPK yang diharapkan memberantas korupsi justru jadi alat penguasa,” papar Muslim.

Seperti diketahui, KPK telah mencekal Aguan sejak 1 April 2016. Pencegahan itu dilakukan untuk kepentingan penyidikan KPK dalam kasus skandal pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara. [KbrNet/Intelijen]

Satu Tanggapan to “Istana Undang Aguan Terduga Kasus Suap Reklamasi”

  1. Paulus Nabi Palsu said

    Kek ginilah model pemerintahan KORPORATOKRASI hehehe… Pemodal membiayai capres untuk membayar suara2x rakyat yg harga dirinya cuman dihargai 100 rb perak hehehe… Setelah menjabat ya jd petugas partai sm petugas korporat hehehe… Giliran rakyat diperas bayar pajak berlipat2x unt balikin uang pemodal sm buat modal nyapres lg cukup dgn 100 rb perak per suara hehehe…

    Mantab tenan, belajar dari zionis yahudi unt menguasai negara lain dgn kolusi dgn pemerintahan boneka.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: