KabarNet

Aktual Tajam

Mabes Polri : Pemda Harus Buat Perda Larangan Miras

Posted by KabarNet pada 07/05/2016

IMG_20160507_171059Mabes Polri menyesalkan terjadinya aksi pemerkosaan berujung kematian remaja SMP, Yuyun (14) di Padang Ulak Tanding, Bengkulu, 5 April 2016 lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Pol Agus Rianto, mengatakan pemerintah daerah (Pemda) wajib bertanggung jawab atas tragedi itu, khususnya terkait larangan peredaran minuman beralkohol. “Pemda harus segara membuat Perda terkait larangan mengkonsumsi minuman beralkohol, termasuk tuak,” kata Rianto, Sabtu (07/5/2016).

Menurut Agus, jika Pemda menjalankan Perda Anti Miras dengan baik, tindak kriminal diharapkan bisa ditekan. Sebab banyak kasus kejahatan dilatari karena pelakunya dalam kondisi mabuk. “Tidak hanya dapat mempengaruhi nafsu seksual tetapi bisa sampai bertindak kriminal, membunuh dan merampok,” tutur Agus.

Yuyun tewas dengan kondisi mengenaskan di dasar jurang sedalam lima meter di pinggir hutan Desa Kasie Kasubun. Hasil penyelidikan polisi, pelajar kelas VII SMP itu tewas akibat diperkosa secara bergiliran oleh 14 lelaki yang rata-rata berumur di bawah 20 tahun.

Sebanyak 12 pelaku sudah diamankan di Polres Bengkulu. Sedangkan dua pelaku lainnya, JS dan EN masih berstatus buron. Tujuh pemerkosa dan pembunuh Yuyun yang berusia di bawah umur dituntut hukuman 10 tahun penjara.

Sumber : Rmol.co

3 Tanggapan to “Mabes Polri : Pemda Harus Buat Perda Larangan Miras”

  1. Investmen asing sedang digalakkan yg membawa INVESTOR ASING yaitu bangsa asing yg TERBIASA dgn miras tetapi sudah LAMA bisa menguasai tindkakan kriminal karena mabuk.POLISI dan PEMDA hari bikjasana dan bisa MENGONTROL pen jualan miras, bukan sejara bodoh berdasarkan ajaran agama ,hanya melarang saja.

  2. Paulus Nabi Palsu said

    @Parno

    Haha.. Anak ingusan baru bisa ngomong meskipun blepotan

  3. Anak Kecil juga tau said

    Kenapa segelintir orang barat mendukung merajalelanya miras di negara duniaketiga ? Karena, bukan sekedar agar ketiga dia berkunjung sebagai turis bisa dengan mudah mendapatkan miras sesuai dengan kebutuhan dan kebiasannya, melainkan agar mental manusia di negara-2 berkembang lemah sehingga mudah dikuasai. Jadi mentah koloniallisme tetap saja kolonialisme cuma dalam bentuk yang berbeda sekarang. Tapi endingnya tetap sama, yakni melebarkan pengaruh (hegemioni) nyaagar mudah mengatur negar ketiga dan mengeruk sebesar-besarnya kekayaan alam negara ketiga yang luar biasa dengan sedikit pengorbanan. Gampang nebaknya kan ……..

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: