KabarNet

Aktual Tajam

TUNTUT PENCABUTAN IZIN USAHA MIRAS , FPI DATANGI DISPERINDAG

Posted by KabarNet pada 03/05/2016

Senin , 2 Mei 2016

IMG-20160502-WA0006Bekasi –  KabarNet: Sejumlah pengurus Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI) Cikarang Utara datangi kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kabupaten Bekasi untuk melakukan audensi perihal perizinan agen miras berkedok warung jamu di Pilar , Cikarang Utara. Senin (2/5).

Kedatangan ketua DPC FPI Cikarang Utara , ustadz M.Rudi woter S.ag, ketua Laskar (Qoid) LPI Markas Cabang (MACAN) Cikarang Utara , ustadz M. Sartono dengan didampingi oleh Ketua Bidang Hisbah DPW FPI Bekasi Raya , Ustadz Dede Sulaiman S.pd.I dan sekitar lima orang pengurus FPI dan LPI lainnya diterima dan disambut baik oleh Sekretaris Disperindag , Bapak Titot dan Kepala Bidang (Kabag) Perdagangan Bapak Mulyadi.

Dalam audensi tersebut pihak Disperindag mengaku telah mengetahui maksud dari kedatangan FPI dan merespon baik maksud dan tujuan tersebut. Karena sekitar seminggu sebelumnya pihak FPI sudah melayangkan surat disertai bukti-bukti tanda tangan penolakan warga dan sejumlah bukti lainnya.

“Pihak Disperindag memang sudah menunggu momen seperti ini. Mereka menunggu laporan dari masyarakat , cuma sampai saat ini belum ada laporan dan kita (FPI) adalah yang pertama kalinya”. Kata salah seorang anggota FPI yang hadir dalam audensi.

Pihak dinas mengaku tidak diberi tembusan dari Menperindag pusat perihal perizinan agen miras berkedok warung jamu Pilar tersebut. “Mengenai PT ini (agen miras Pilar) dia memang mendapat izin langsung dari kementrian industri dan perdagangan”. Ungkap Sekdin ,Titot di hadapan peserta audiensi.

Wakil ketua Bidang Hisbah , Ustadz Dede Sulaiman sangat menyayangkan perihal perizinan usaha miras Pilar itu yang dinilai melangkahi wewenang pemkab Bekasi yang lebih mengetahui tentang kondisi wilayah di Kabupaten Bekasi. “Disperindag kabupaten Bekasi ini justru malah tidak tahu karena si penjual miras ini langsung berurusan dengan (pemerintah) pusat”. Tutur Ustadz Dede.

Mantan ketua DPC FPI Cikarang Barat tersebut juga meminta kepada pihak Pemkab Bekasi untuk mengambil sikap tegas dalam menindak lanjuti laporan dari masyarakat yang sudah sangat resah dengan keberadaan agen miras milik seorang pengusaha etnis Tiong Hoa tersebut.

Selain itu , FPI juga siap bersama-sama menghadap ke kementrian pusat agar izin usaha minuman haram itu segera dicabut. “Kami mohon ketegasan dari pemkab Bekasi untuk men-follow up laporan dari masyarakat. Kalau perlu kita jalan bareng memproses kasus ini ke pemerintah pusat”. Tambahnya.

Usai mendengar tuntutan dari FPI yang mewakili aspirasi masyarakat Cikarang Utara , pihak Disperindag berjanji akan segera mengambil langkah-langkah konkret dengan memanggil Hengdi Jong , si pemilik usaha. Selain itu , Disperindag kabupaten Bekasi juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar usaha miras itu segera ditutup dan pemiliknya segera ditangkap.

FPI memberi waktu hingga tanggal 12 Mei 2016 mendatang kepada pihak disperindag untuk merealisasikan segala janji-janjinya tersebut.

IMG-20160502-WA0006

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: