KabarNet

Aktual Tajam

Tengah Malam Sekda DKI Diusir Warga Luar Batang, Begini Kronologinya

Posted by KabarNet pada 03/05/2016

Selasa (3/5/2016)

Jakarta  – KabarNet: Sebelum terjadi kebakaran pada Selasa pagi (03/05/2016),rupanya ada kejadian menegangkan pada Senin malam (02/05) di kawasan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Sekda Pemprov DKI Jakarta, Saefullah, yang datang ke Masjid Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin malam (02/05/2016) mendapatkan penolakan keras dari Pengurus Masjid, Pengurus RW, RT dan warga setempat.

IMG-20160503-WA0007

Pejabat ketiga di DKI Jakarta ini datang pada malam hari ini diduga sebagai wujud provokasi dan melahirkan perpecahan,serta menganggu kenyamanan hidup masyarakat Luar Batang yang merupakan penduduk DKI Jakarta.

Saefullah datang ke Masjid Keramat Luar Batang pada Selasa (02/5) sekitar pukul 22:30 WIB. Warga yang melihat kedatangannya merasa geram, dikarenakan beberapa catatan yang melatarbelakangi.

Pada Sabtu, 30 April 2015 ada informasi Pemprov DKI mau mengelar komunikasi yang isinya tidak akan ada penggusuran.

Lokasi pertemuan awalnya diinginkan oleh Pemprov DKI Jakarta di Balaikota,namun pihak Pengurus Masjid,RT/RW dan tokoh masyarakat menginginkan tempat di kantor Kecamatan Penjaringan. Tapi lagi-lagi pihak Pemprov DKI menginginkan pertemuan diadakan di Masjid Keramat Luar Batang, keinginan itu ditolak oleh pihak Masjid lantaran khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan akan keselamatan warga kampung. Akhirnya disepakati pertemuan terjadi di Kantor Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara.

Pada Selasa (02/5) digelar pertemuan antara Sekda Saefulloh, Plt Walikota Jakarta Utara, Wahyudi, Camat Penjaringan, Kholid, Lurah Penjaringan, Suranta dan pihak RW 1, 2, 3, 4, Kel. Penjaringan, pada akhirnya di sepakati pertemuan dilakukan di Kantor Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara pada 2 Mei 2016,pukul 20.30 WIB hingga sekitar pukul 22.00.WIB

Dalam pertemuan tersebut Sekda Saefulloh berbicara berbeda dengan apa yang selama ini dikabarkan pihak Kecamatan Penjaringan kepada Ketua Masjid, Ketua-ketua RW dan Ketua-ketua RT.

Saefullah, yang merupakan putra Betawi itu menegaskan sejumlah hal diantaranya: penggusuran tetap akan dilakukan, akan dibangun Plaza di sekitar Masjid dan akan dibangun jalan-jalan besar sebagai kesatuan dari Kota Tua sampai Luar Batang.

Pengurus Masjid, Ketua-ketua RW, Ketua-ketua RT dan tokoh masyarakat yang mendengarnya kaget dan protes serta menolak, seraya menyampaikan bahwa soal urusan hukum pihak warga tidak akan memberikan jawaban. Sebab soal hukum sudah dikuasakan kepada pihak Prof Yusril Ihza Mahendra. Hasil pertemuan pun tidak jelas dan warga merasa dibohongi oleh Pemerintah Prov. DKI Jakarta.

Usai Rapat, Sekda menyampaikan keinginannya untuk meninjau Kampung Luar Batang dan ke Masjid Keramat Luar Batang untuk memberikan bantuan uang sebesar satu milyar rupiah dan seragam bagi marbot masjid.

Namun Pengurus Masjid menolak. Selain itu juga Pengurus Masjid, RT, RW dan Tokoh Masyarakat menyarankan agar Sekda tidak usah datang ke Kampung Luar Batang dan juga ke Masjid mengingat sudah malam dan kondisi kampung sedang tegang pascapenggusuran Aquarium, Pasar Ikan.

Selepas penolakan Ketua Masjid, Ketua-ketua RW, Ketua-ketua RT dan Tokoh Masyarakatpun pergi meninggalkan Kecamatan dan melanjutkan pertemuan di Rumah Ketua RW.02 Rupanya tanpa sepengetahuan Pengurus Masjid dan RT, RW serta Tokoh Masyarakat,Sekda nyelonong datang ke Kampung dan Masjid Luar Batang, dimana pada saat itu Ketua Masjid, RT, RW dan Tokoh Masyarakat sedang melakukan pertemuan lanjutan di rumah Ketua RW 02.

Saefullah datang ke Masjid Luar Batang sekitar pukul 22.30 WIB. Warga yang melihat langsung bereaksi dan berupaya melakukan pengusiran terhadap Saefullah beserta rombongannya Di tengah Rapat, Ketua Masjid, RT, RW dan tokoh Masyarakat mendapat laporan terjadi ketegangan akibat kedatangan rombongan Sekda, saat sampai di lokasi kondisi sudah memanas Pengurus Masjid dan RT, RW serta tokoh Masyarakat langsung mengamankan Sekda dan Rombongannya agar terhindar dari amuk massa yang lebih buruk.

Atas pertemuan tersebut, pengurus Masjid, RT,RW dan tokoh masyarakat merasa kecolongan dan sangat menyesalkan tindakan Sekda yang tidak mengindahkan saran mereka dan dianggap cenderung memprovokasi warga.

Pengurus Masjid, RT, RW, tokoh masyarakat menduga bersikerasnya Sekda ini sudah didesain agar ada legitimasi bagi Ahok untuk menyudutkan masyarakat Kampung Luar Batang dan ada alasan untuk mendatangkan Pasukannya ke Kampung Luar Batang.

Source : Suara Islam 

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: