KabarNet

Aktual Tajam

SAYANG SEKALI, BUKAN FPI

Posted by KabarNet pada 01/02/2016

gambar1Jakarta – KabaraNet: Perang baku bunuh antara 2 ormas PP dan IPK di Medan yang menewaskan 1 orang dan menyebabkan aneka kerusakan di beberapa tempat, beritanya tidak terlalu heboh di media seperti Metro TV, Kompas TV dan lain-lain.

Andai yang bentrok itu adalah FPI, bisa dipastikan mereka bakal siarkan BREAKING NEWS 24 jam. Lalu berminggu-minggu berikutnya akan terus diputar  beritanya berulang-ulang dengan menampilkan gambar-gambar sadis penuh kekerasan.

Pengamat pun diundang untuk dimintai komentarnya. Pejabat negara ikut heboh, mulai dari DPR, Menteri, bahkan Presiden akan ikut berkomentar.

Keseruan ini makin heboh ketika Karni Ilyas membawa masalah ini ke acara ILCnya yang tersohor. Diundanglah beberapa tokoh dan pengamat. Mulai dari pejabat, anggota DPR, budayawan, aktivis HAM, aktivis Liberal, sampai dengan kelompok Islam Nusantara, tidak ketinggalan Romo Beny dan Frans Magnis Suseno ikut nimbrung.

DPR akan ngomong perlu adanya revisi Undang-Undang Ormas. Ormas yang melanggar bisa langsung dibubarkan.  Aktivis HAM akan bicara tindakan FPI itu melanggar HAM, layak dibubarkan. Budayawan akan berpendapat tindakan FPI itu, bukan budaya kita, tidak sesuai budaya ketimuran. Bubarkan FPI!

Lalu Kelompok pengusung Islam Nusantara akan berbicara “kita ini Islam Nusantara bukan Islam Arab, jangan bawa konflik Timur Tengah ke Indonesia. Bubarkan FPI!”

Lebih lanjut, di internet akan keluar petisi online pembubaran ormas anarkis. Hastag #BubarkanFPI akan menjadi trending topik berhari-hari. Netizen heboh luar biasa.

Tak mau ketinggalan, Nusron Wahid akan ikut bicara di TV dengan memakai kaos Bansernya. “Negara tidak boleh kalah dengan kekerasan. Banser siap perang lawan FPI! Bubarkan FPI!”

Ketua PBNU, Said Aqil Siraj juga tidak kalah galak. Saat diwawancarai TV ia akan bicara, “Sejak lama saya sudah menginginkan ormas itu dibubarkan. Saatnya sekarang membubarkan ormas anarkis itu!”

Namun sayang seribu sayang, dalam bentrok di Medan itu FPI sama sekali tidak terlibat. Sehingga semua pada mingkem. Diam seribu bahasa, seolah tidak terjadi apa-apa.

Tidak ada kata ISLAM di belakang ormas-ormas yang baku bunuh di Medan itu, sehingga media-media yang notabene banyak dimiliki non Muslim, kurang begitu bergairah memberitakan.

Sayang sekali, bukan FPI…

Penulis : Hasan Al-Haddad, Kota Malang (Aktivis dan Pengamat Da’wah)

12 Tanggapan to “SAYANG SEKALI, BUKAN FPI”

  1. Sebelum, UANG OPERASI TIDAK TURUN, Baik PEMDA,POLISI maupun TNI tidak akan berbuat apa-2. Dan akan bertulang lagi Ada bukti lain?

  2. BoloFPI said

    Pengamat dakwah bukan pelaku dakwah yg nulis hehe jadi ya gini…..

  3. Paulus Nabi Palsu said

    @ Wak Parno

    Lo ngomong opo kumur2x, ngomong blepotan entah apa maksudnya.

    @All

    Inilah yg disebut dgn STANDAR GANDA, makanya kita umat islam perlu membuat stasiun tv sendiri yg dpt menjangkau seluruh wilayah indonesia dan membuat acara2x yg dpt ‘MENCERDASKAN’ rakyat atas seluruh fenomena2x baik politik, sosial, budaya dan dakwah agar rakyat gk bodoh, bisa dibodohi sm pejabat2x pengkhianat, politikus busuk, kaum sepilis provokator, islam liberal tukang tipu dan penggalang HAM dan demokrasi tukang adu domba. Hal ini sebagai penyeimbang informasi agar tdk terjadi penyesatan opini publik karena selama ini mereka menggunakan media sebagai senjata unt membentuk opini sbg penyesatan publik dgn tujuan penggerakan massa unt memaksakan kehendak mereka.

    Jd kesimpulanya jika rakyat cerdas otomatis ormas2x preman yg cari makan dgn memeras pedagang2x kecil di pasar, membekingi judi dan pelacuran, memalaki PKL, mengusai lahan2x parkir, membekingi rentenir dan pengusaha, dan mengintimidasi rakyat spy menjual tanahnya dgn murah buat cukong dengan sendirinya akan bubar karena seluruh rakyat akan bersatu menghadapi mereka gk perlu pake UU yg dibuat pemerintah dan DPR juga gk perlu TNI dan Polri turun ke lapangan karena mereka semua sahabat karib sm para preman2x itu dgn sumbangan uang upeti tiap bulan cukup mereka pake ROK sama Duduk manis aja.

    Gitu aja kok repot

  4. sepertin inilah negera antah berantah, kebenaran selalu menjadi perhatian dan di tentang banyak orang, berbeda dengan kemaksiatan

  5. Wah bagus banget nih artikelnya.. Up to date banget.. Ijin share ya min Sayang sekali, bukan FPI

  6. Pemuda pancasial dan Ikatan Pemuda Karya adalah ormas pancasial garis keras, pancasial radikal, ekstrimis pancasial

  7. Anonim said

    Ormas Vs Ormas ( Yang Rugi Kan Orang Ormas Sendiri )
    FPI Vs Masyarakat ( Yang Di Rugikan Masyarakat Sipil )
    Sebenernya Itu Pembedanya..
    Kecuali FPI Vs Ormas Lain ( Itu Juga Kalo FPI Punya Nyali )

  8. Anonim said

    Ormas Vs Ormas ( Yang Rugi Kan Orang Ormas Sendiri )
    FPI Vs Preman a/n Masyarakat ( Pengusaha maksiat )
    Sebenernya Itu Pembedanya..
    Kecuali FPI Vs Ormas Lain ( Itu Juga Kalo Ormas lain Punya Nyali),Dulu ada pasukan berani dari N*,FPI bikin serdadu berani matiin,.eh belum sampe medan perang dah WO tuh ormas
    FPI VS Ormas Patung (pada mabuuuur tuuuuh)
    Fakta broo
    Pemerhati FPI

  9. Jhoniindo said

    Ormas Vs Ormas ( Yang Rugi Kan Orang Ormas Sendiri )
    FPI Vs Preman a/n Masyarakat ( Pengusaha maksiat )
    Sebenernya Itu Pembedanya..
    Kecuali FPI Vs Ormas Lain ( Itu Juga Kalo Ormas lain Punya Nyali),Dulu ada pasukan berani dari N*,FPI bikin serdadu berani matiin,.eh belum sampe medan perang dah WO tuh ormas
    FPI VS Ormas Patung (pada mabuuuur tuuuuh)
    Fakta broo
    Pemerhati FPI

  10. Anonim said

    tapi kan nggak dsiarin di tv..
    jadi bukan masalah fpi atau ormas lain yg ribut..yg penting masyarakat nggak jadi korban..pasti nggak bakalan rame di tv..

  11. itulah dinamika kehidupan, hal umum dianggap biasa, namun ketika sesuatu khusu (keagamaan) selalu menjadi sorotan publik

  12. Biar gimanapun, ini kebenaran salah satu dari jutaan ayat Al’Quran, sedikit kutipan ” mereka tidak akan senang dengan kalian sebelum kalian mengikuti mereka.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: