KabarNet

Aktual Tajam

Selamatkan “Sampurasun” Tolak “Campur Racun” !!

Posted by KabarNet pada 25/11/2015

Bismillaah wal Hamdulillaah …
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah …

Sampurasun1Jakarta – KabarNet: Sampurasun adalah ucapan selamat masyarakat Sunda yang sangat terkenal dan mengandung unsur penghormatan kepada sesama.

Sampurasun sebagai ADAT Sunda yang punya makna sangat baik dan amat bagus, serta boleh digunakan untuk menyapa sebagai penghormatan, selama tidak dijadikan sebagai pengganti SYARIAT “Assalaamu ‘Alaikum”. Jadi, jangan adu domba ADAT dan SYARIAT, karena masing-masing ada tempat dan syarat serta cara penggunaan. 

SALAM NUSANTARA
Di masyarakat Indonesia ucapan Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Sore, Selamat Petang dan Selamat Malam merupakan salam pergaulan nasional untuk penghormatan terhadap sesama. Tentu sah-sah saja digunakan oleh masyarakat Indonesia, sebagaimana di masyarakat Arab ada ungkapan “Shobaahul Khoir” di pagi hari dan “Masaa-ul Khoir” di petang hari.

Namun, ketika ada pihak yang ingin menjadikan salam pergaulan nasional sebagai pengganti “Assalaamu ‘Alaikum” di tengah umat Islam, dengan alasan karena “Assalaamu ‘Alaikum” hanya merupakan Adat dan Tradisi Arab yang tidak ada kaitan dengan ajaran Islam, tentu jadi persoalan yang sangat serius.

ASSALAAMU ‘ALAIKUM
Salam masyarakat Arab Jahiliyyah pada mulanya adalah “Wa Shobaahaa”, atau yang sejenisnya, lalu datang Islam mengajarkan umatnya untuk menggunakan “Assalaamu ‘Alaikum” sebagai Tahiyyatul Islam yaitu salamnya kaum muslimin.

Sejak itu “Assalaamu ‘Alaikum” adalah Salam Islam bukan Salam Arab. Dan Salam Islam menjadi salah satu rukun Shalat yang tidak sah Shalat tanpanya.

Nah, jika “Assalaamu ‘Alaikum” mau diganti dengan salam pergaulan nasional, lalu apakah nanti salam Shalat Shubuh jadi Selamat Pagi, dan salam Shalat Zhuhur jadi Selamat Siang, serta salam Shalat Ashar jadi Selamat Sore, kemudian salam Shalat Maghrib jadi Selamat Petang, sedang salam Shalat Isya jadi Selamat Malam ??? Camkan … !!!

BUPATI PURWAKARTA
Bupati PurwakartaBupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, sejak memimpin Purwakarta terus berusaha menghidupkan kembali ajaran “Sunda Wiwitan”, sehingga ia menghiasi Purwakarta dengan aneka patung pewayangan seperti patung Bima dan Gatotkaca, bahkan ditambah dengan aneka patung Hindu Bali.

Dia pun mengaku telah melamar Nyi Loro Kidul dan mengawininya. Selanjutnya, ia membuat Kereta Kencana yang konon katanya untuk dikendarai sang isteri, Nyi Loro Kidul. Kereta Kencana tersebut dipajang di Pendopo Kabupaten Purwakarta, dan diberi kemenyan serta sesajen setiap hari, lalu dibawa keliling Purwakarta setahun sekali saat acara Festival Budaya, dengan dalih untuk membawa keliling Nyi Loro Kidul buat keberkahan dan keselamatan Purwakarta.

Dedi juga menganjurkan agar siapa yang mau selamat lewat di jalan Tol Cipularang agar menyebut nama Prabu Siliwangi. Dan beberapa tahun lalu, Dedi juga pernah menyatakan bahwa suara seruling bambu lebih merdu daripada membaca Al-Qur’an.

Selain itu, pohon-pohon di sepanjang jalan kota Purwakarta diberi kain “Poleng”, yaitu kain kotak-kotak hitam putih, bukan untuk “Keindahan”, tapi untuk “Keberkahan” sebagaimana adat Hindu Bali, dan Dedi pun mulai sering memakai ikat kepala dengan kembang seperti para pemuka adat dan agama Hindu Bali.

Dedi tidak bangga dengan Islamnya, tapi ia bangga dengan patung, sesajen dan takhayyulnya, yang dikemas atas nama Kearifan Lokal (Local Wisdom).

Saat banyak Ulama dan para Da’i mulai memprotes dan mengkritik peri laku “Syirik” Dedi, maka serta merta Dedi membuat Perbup (Peraturan Bupati) tentang larangan ceramah provokatif yang menentang kebijakannya.

Belakangan, Dedi mulai sering meninggalkan Salam Syariat Islam “Assalaamu ‘Alaikum” dan diganti dengan Salam Adat Sunda “Sampurasun”. Dimana saja dan kapan saja, Dedi terus mengkampanyekan aneka budaya “Syirik” nya yang dibungkus dengan nama “Adat” dan “Budaya”, serta dikemas dengan salam santun masyarakat Sunda “Sampurasun”.

Bahkan Dedi dalam salah satu bukunya yang berjudul SPIRIT BUDAYA menyebut bahwa Islam adalah BUDAYA. Padahal, Islam adalah Aqidah, Syariat dan Akhlaq yang bersumber dari WAHYU ALLAH SWT, sedang Budaya bersumber dari akal pemikiran dan perilaku manusia.

Pada halaman latar belakang buku tersebut tertulis : “Warga Baduy mengajarkan kepada kita untuk tidak melawan alam. Dalam pemahaman saya (Dedi Mulyadi, red) merekalah yang beragama dan yang bertuhan secara benar.”

Selanjutnya di halaman 16 tertulis : “Kebudayaan itu derajat manusia, persis seperti agama.” Lalu pada halaman 17 : “Saya sendiri menginginkan Sunda yang sesuai dengan wiwitan atau identitas awalnya, Sunda yang menyerahkan diri terhadap alam yang tidak mengenal simbolisasi penyembahan.”

Akhirnya, banyak kalangan pemuka masyarakat Islam Purwakarta menyebutkan bahwa Dedi bukan sedang memasyarakatkan “Sampurasun”, tapi sedang merusak umat Islam Purwakarta dengan “Campur Racun”.

Tentu kita setuju, bahwasanya Dedi Mulyadi memang bukan sedang memasyarakatkan kesantunan salam Sunda “Sampurasun”, tapi dia memang sedang merusak umat Islam Purwakarta dengan “Campur Racun”, yaitu meracuni aqidah umat dengan aneka perbuatan “Syirik”.

Karenanya, kami serukan jaga kesantunan ADAT “Sampurasun” dalam rawatan SYARIAT “Assalaamu ‘Alaikum”, sehingga ADAT dan SYARIAT tetap seiring sejalan.

Ayo, selamatkan “Sampurasun”, dan tolak “Campur Racun”.
Hasbunallaahu wa Ni’mal Wakiil …
Ni’mal Maulaa wa Ni’man Nashiir …

[KbrNet/Slm]

16 Tanggapan to “Selamatkan “Sampurasun” Tolak “Campur Racun” !!”

  1. Paulus Nabi Palsu said

    Banyak x skrg pejabat goblok di indonesia.

    Gitu aza kok repot

  2. Paulus Nabi Palsu said

    Inilah akibat Revolusi Mental ke Muka sendiri hehehe…

    Gitu aza kok repot

  3. Hanya provinsi KALIMANTAN TENGAH yg bertani menolak FPI masuk daerahnya karena mereka bukan antek Arab dan bukan pengecut.

  4. Hanya provinsi KALIMANTAN TENGAH yg berani menolak masuknya FPI ke daerahnya karena mereka bukan antek Arab dan bukan pengecut.

  5. anak kampung said

    berita setia novanto koq nggak nongol2 yha dsitus ini..hahahahaha..

  6. makan tuh budaya SYIRIK warisan nenek moyang
    nenek moyang orang2 sunda(termasuk yg lainnya) adalah musyrik
    penyembah selain ALLAH

    Al Baqaroh: 170
    Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?”

  7. Bupati Purwakarta adalah Pahlawan bangsa dan Agama Sunda yg mau dihancurkan oleh agama Arab.Ada bukti lain?

  8. Kepada Taufirah Manshaurah.
    Kalau Anda mengatakan bangsa-banga PREMITIF(LILAR) itu tetap hidupnya pendek karena makan daging babi. ITu disebabkan karena kehidupan mereka KOTOR( tidak hiegienis). Apa Anda mau disamakan kehidupan orang Islam sama dengan oprang liar dan sekotor orang tersbut? Orang Yahudi biar bagaiman lebih cerdik karena nabi-nabinyamulai dari nabi ADAM, di JIPLAK orang Kristen dan Islam.Dan orag Yahudi dimusui Islam karena MENOLAK dijajah Islam.Sebab dalam AGAMA Kristen dan Islam ada DOKTRIN KOMUNIS yaitu GOSPEL dan DAKWAH yg megajarkan untuk menjajah secara spiritual semua manusia di duia menjadi Kristen dan Islam. Ajaran agama itu tidak ada di agama apapun juga.

  9. Setuju segala budaya yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat harus kita lestarikkan, dan budaya yang bertentangan dengan syariat kita tolak, tinggalkan bila perlu kita musnahkan.

  10. Paulus Nabi Palsu said

    Paulus Nabi Palsu said
    25/11/2015 pada 20:47

    Banyak x skrg pejabat goblok di indonesia.

    Gitu aza kok repot

    Amin yuk raba raba kel amin..

  11. Paulus Nabi Palsu said

    Hehehe… Rupanya ada Paulus Nabi Palsu KW lg komen. Cuman ada satu aja bedanya antara komen Paulus Nabi Palsu yg ASLI dgn yg KW yaitu Paulus Nabi Palsu KW hobi mainin kelaminnya terinspirasi cerita porno si ONANI orang Yahudi didalam bibel porno.

    Hehehehe… Makanya kl sering bc bibel porno otak jd ngeres mulu.

    Gitu aza kok repot

  12. Anonim said

    di Madiun alhamdulillah tidak ada FPI

  13. Anonim said

    Kalau dilokalisasi pelacuran yg Islamiah di Puncak tak akan diterima masuk kalau tidak mengucapkan assalammu alaikum.!

  14. Kalau di lokalisasi pelcuran Islamiah di Puncak ,tak akan diterima masuk kalau tidak mengucapkan assammualikum!

  15. Hidup FPI, si penjaga akidah Islam.

  16. Terserah kepada masing-masing suku di Indoneia apakah masih ada yg punya kebanggaan terhadap adat istiadat dan AGAMA sukunya .Akidah Islam bukan urusan bangsa Indoneia.Hdup FPI sama dengan hidup ISIS yg didukung oleh 21 ormas Islam Indonesia.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: