KabarNet

Aktual Tajam

Pemerintah Jokowi-JK Cabut Subsidi Listrik 450 VA, Tarif Listrik Naik 238 Persen

Posted by KabarNet pada 31/10/2015

Jakarta – KabarNet: Pemerintah Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, pencabutan subsidi tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga berdaya 450 VA dan 900 VA yang tidak layak lagi mendapat subsidi, akan dilakukan secara sekaligus pada 1 Januari 2016.

Kepala Sub Direktorat Harga dan Subsidi Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu di Jakarta, Rabu 28 Oktober 2015 mengatakan, kebijakan pencabutan subsidi tersebut sesuai kesepakatan dengan Komisi VII DPR. “Kebijakan ini sudah kesepakatan dengan DPR,” ujarnya.

Menurut dia, rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM pada 17 September 2015 memutuskan alokasi subsidi listrik tahun berjalan 2016 sebesar Rp 37,31 triliun. Alokasi tersebut sudah memperhitungkan pencabutan subsidi pelanggan rumah tangga yang tidak layak mendapat subsidi diberlakukan sekaligus atau tidak bertahap pada 1 Januari 2016.

Jisman mengatakan, pencabutan subsidi yang berdampak pada kenaikan tarif listrik tersebut hanya diberlakukan pada pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang memang mampu, sehingga diharapkan semua pihak memahaminya.

“Untuk rumah tangga harapan, di bawah garis kemiskinan, sampai yang mampu tapi rentan miskin tetap diberikan subsidi,” kata Jisman.

Dia melanjutkan, berdasarkan hasil sementara pada diskusi yang digelar di sejumlah wilayah Indonesia, para tokoh, mahasiswa, dan pers memahami kebijakan pencabutan subsidi tersebut.

“Sekali lagi pencabutan subsidi ini hanya pada masyarakat mampu dan pelanggan yang mengakali kWh meternya atau memakai dua kWh meter untuk satu rumah,” lanjut Jisman.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta kebijakan pencabutan subsidi pelanggan rumah tangga berdaya 450 dan 900 VA dilakukan secara bertahap pada 2016, agar tidak memberatkan konsumen kecil tersebut.

“Bisa dibagi dalam tiga sampai empat kali pada 2016 seperti kenaikan tarif sebelumnya pada golongan pelanggan lainnya,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo di Jakarta, Selasa (27/10).

Menurut Sudaryatmo, saat ini, pelanggan 450 VA hanya dikenaikan tarif listrik Rp 400 per kWh dan 900 VA hanya Rp 600 per kWh. Sementara, tarif keekonomian atau nonsusidi pelanggan 1.300 VA yang akan diberlakukan pada pelanggan 450 dan 900 VA, mencapai Rp 1.352 per kWh. Dengan demikian, ada kenaikan 238 persen bagi pelanggan 450 VA dan 125 persen untuk pelanggan 900 VA. [KabarNet/ kabarnet.in /ROL/adl]

10 Tanggapan to “Pemerintah Jokowi-JK Cabut Subsidi Listrik 450 VA, Tarif Listrik Naik 238 Persen”

  1. Paulus Nabi Palsu said

    Tambah satu lagi prestasi besar J&J yg tanpa malu2x krn memang udh putus urat malunya dgn menghapus subsidi listrik yg semakin menunjukan sifat asli kebinatanganya dgn berpihak pada wong licik sekaligus kado hadiah yg sangat indah buat para pegawai PLN yg memang sdh sejahtera makin sejahtera kuadrat diatas penderitaan orang banyak. Biar listrik naik yg penting pemadaman bergilir jalan terus… Hehehe motto PLN.

  2. yang tak pernah naik harga diri bangsa! di dijajah lg asing. freepot. chevron, exxon, newmon (nyet), ausie, cino, dlll

  3. bisa engga yang dinaikkan hanya listrik yang dikonsumsi para pengusaya dan golongan menengah ke atas, sebab masyarakat ke bawah sangat berat dengan kenaikan tarif ini.

  4. Anonim said

    Kalo emang bener-2 mau berhemat negara ini, maka kebijakan pencabutan subsidi apapun idealnya diberengi dengan kebijakan pencabutan tunjangan-2 tambahan di luar gaji, seperti : tunjangan kendaraan, rumah, perjalanan dinas, pulsa dll.

  5. Anonim said

    Kalo emang bener-2 mau berhemat negara ini, maka kebijakan pencabutan subsidi apapun idealnya diberengi dengan kebijakan pencabutan tunjangan-2 tambahan di luar gaji, seperti : tunjangan kendaraan, rumah, perjalanan dinas, pulsa dll.yg paling pokok perpajakan kendaraan bermor/mbl itu wajib di naikan agar indonesia ini tidak menumpuk dijalan{tidak macet dijalan}

  6. Anonim said

    Jangan lupa cabut juga tuh tunjangan buat yang kedue, ketige dst kalo ade he, he …., karena selain bikin pusing kepale, juga bikin nyang lurus jadi bengkok. Ayo hidup hemat !

  7. Semoga saja masyarakat Indonesia semakin baik taraf hidupnya …

  8. Yakin Allah punya rencana yang terbaik buat ummatnya, dan ummat yang berpegang teguh terhadap ajarannya jangan khawatir allah yang akan mensejahtrakannya.

  9. edi budi kusuma said

    Subsidi dicabut gk apa2 yg penting listrik jangan sering mati melulu!

  10. semoga saja masyarakatnya mampu membayar sendiri sehingga bangsa kita dengan sendirinya naik kesejahtraannya dan penghasilannya, Jangan khawatir ingat janji Allah, selama kita mau berdoa dan berusahan Allah akan mengabulkan dan memberi rejeki dari berbagai arah.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: