KabarNet

Aktual Tajam

FPI DKI Gelar Dialog Lintas Agama

Posted by KabarNet pada 13/09/2015

Jakarta – KabarNet: Yayasan Assaadah bekerja sama dengan DPD FPI DKI Jakarta pada Sabtu pagi 5 September 2015, sukses menggelar acara Silaturahim dan Dialog Lintas Agama di Yayasan Pendidikan Assaadah, Poltangan, Jakarta.

Kegiatan yang mengambil tema “Membangun Peradaban Dialog Antar Umat Beragama” ini dihadiri oleh sejumlah ulama, tokoh ormas dan tokoh masyarakat. Nampak hadir pula beberapa perwakilan tokoh agama lain, serta dari perwakilan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) serta sejumlah aparat negara.

Dari deretan pengurus FPI nampak hadir Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab (Imam Besar FPI), KH. Ahmad Shobri Lubis (Ketua Umum), KH. Jakfar Sidiq (Waketum), H. Munarman, SH (Ketua Bidang Organisasi), Habib Muhsin Alatas (Imam FPI Jakarta), Buya Abdul Majid (Ketua DPD FPI Jakarta), serta lainnya. Hadir juga para tokoh dari agama lain, Protestan, Katholik, Hindu, Budha dan Konhuchu.
Selain itu, dari jajaran aparatur negara nampak hadir Kapolda DKI Jakarta, Irjen Tito Karnavian, serta sejumlah Kapolres dan pejabat lainnya.

Tampil sebagai pembicara yaitu perwakilan dari FKUB, KH. Ahmad Syafii Mufid. Lalu Habib Rizieq sebagai pembicara kunci. Beliau menyampaikan materi “10 Pilar Toleransi”.. baca selengkapnya di situs resmi habibrizieq.com

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi dialog. Habib Rizieq mempersilahkan kepada seluruh yang hadir untuk bertanya sebebas-bebasnya dan sekeras-kerasnya soal apa saja, termasuk soal sepak terjang FPI.

Salah seorang peserta menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakannya acara ini. Ia tidak menyangka, FPI kenyataannya berbeda dari apa yang media beritakan. Peserta lainnya mengusulkan agar acara seperti ini rutin diadakan. Bahkan bila perlu sampai ke daerah-daerah. Bahkan ada seorang Pendeta yang mengusulkan agar segera mengupload video rekaman acara. Ia yakin, media tidak bakal memberitakan acara ini.

Acara Dialog Lintas Agama seperti ini bukan yang pertama kali digelar FPI. Beberapa tahun lalu, bekerja sama dengan Forum Arimatea, FPI pernah berdialog dengan 160 pendeta (Video rekaman banyak tersebar di Youtube –red).

Bahkan pada tanggal 12 Agustus 2015 lalu, Markaz Pusat FPI di Petamburan Tanah Abang Jakarta pernah didatangi oleh belasan Pendeta dari Badan Musyawarah Antar Gereja Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG LKKI). Kedatangan mereka untuk berdialog tentang berbagai hal. Tentu saja hal ini disambut baik oleh pengurus teras FPI.

FPI Tidak pernah anti dialog. FPI Justru membuka pintu dialog selebar-lebarnya. Imam Besar FPI, Habib Rizieq selalu menekankan agar senantiasa mengedepankan dialog. Kekerasan adalah jalan paling akhir. Kekerasan adalah jalan paling ujung yang terpaksa ditempuh demi menghentikan kezaliman atau kemungkaran, dengan catatan, jika semua pintu dialog sudah tertutup. [KbrNet/Slm]

Source: fpi.or.id

8 Tanggapan to “FPI DKI Gelar Dialog Lintas Agama”

  1. yah payah FPI
    masak dialog dg orang2 kafir, musyrik, murtad, munafiq, fasiq
    orang2 kafir, musyrik, murtad, munafiq, fasiq dll kan adalah orang2 yg menentang ALLAH SWT danRasul-Nya
    mereka gak layak diajak dialog

  2. Kita Umat Islam harus wajib menebarkan kebaikan ke umat manusia, walopun ke lubang biawak. kita dukung FPI.

  3. Bagus itu FPI, Kebaikan dan kerarahmatan lil A’lamin harus ditumbuhkan. kita beri apresiasi FPI.

  4. Sadar said

    Sebelum urusan akhirat, maka urusan dunia dahulu yang dialami, jadi sebaiknya menjadi orang baik dulu agar diakhirat kelak menjadi selamat juga.

    Ngomong-2 urusan dunia saat ini, tak kalah pentingnya menyoroti masalah KENAIKAN NILAI DOLLAR TERHADAP RUPIAH yang kini telah menembus angka Rp 14.000 per 1 Dollar US !!!

    Kenapa harus sampai pakai TRIPLE TANDA SERU segala ?

    Karena jika disepelekan, maka kelak akan menyesal belakangan, sangat menyesal malah !

    Kok bisa ???

    Gantian kenapa harus pakai TRIPEL TANDA SERU segala ?

    Karena secara logika, NILAI KURS DOLLAR TERHADAP RUPIAH AKAN MEMPENGARUHI TINGKAT KESEJAHTERAAN umat manusia saat ini. Jadi BEDA DENGAN DIJAMAN PURBA ya, gak ngaruh !!! Dan kalo manusia bicara masalah kesejahteraan, maka secara TO THE POINT berarti juga bicara MASALAH PERUT, betul ?

    Logikanya begini :

    Ketika nilai kurs per 1 Dollar = Rp 10,000, maka katakanlah DAYA BELI si A yang berpenghasilan Rp 5.000.000 sebulan terhadap pembelian beras impor untuk makan sehari-hari yang harganya Rp 10.000 per kg, maka :

    = Rp 1.000.000 / Rp 10.000,-
    = 100 kg atau 1 kwintal.

    Dengan naiknya nilai kurs Dollar sekarang menjadi Rp 14.000 per 1 Dollar, maka bisa dipastikan harga beras impor tersebut sampai di tangan si A juga menjadi Rp 14.000 per kg.

    Jika DIASUMSIKAN PENGHASILAN SI A TETAP (TIDAK NAIK), maka WHAT HAPPEN ???

    Betul sekali, DAYA BELI A menjadi :

    = Rp 1.000.000 : Rp 14.000
    = 71 kg saja !

    Yang berarti si A terpaksa harus mengurangi rasa kenyang makannya menjadi :

    = 100 kg – 71 kg
    —————— x 100%
    100 kg

    = 28 kg / 100 kg
    = 0,28 % atau kurang lebih 1/3 nya !

    Jika si A tidak mau mengurangi tingkat kekenyangan makannya, maka otomatis si A harus selang-seling PUASA TERPAKSA setiap hari ketiga ! tangga 1 dan 2 makan kenyang, maka tanggal 3 puasa, tanggal 4 dan 5 makan kenyang, maka tanggal 6 puasa lagui dan seterusnya.

    Terus, opo solusinya dong ???

    Itu merupakan pertanyaan yang sangat manusiawi, karena bisa dipastikan hampir semua orang tidak ingin kenikmatan dunianya berkurang JIKA TIDAK TERPAKSA apalagi menyangkut urusan perut.

    Tidak salah jika :ada yang mengatakan :

    JANGAN MAKAN BERAS IMPOR SAAT RUPIAH LAGI LEMAH,
    Yang berarti beras PRODUKSI BERAS DALAM NEGERI harus mampu ukupi kebutuhan (swasembada beras)

    Implikasi dari kialimat di atas adalah :
    KEMAMPUAN MEMENUHI SENDIRI KEBUTUHANNYA berarti INDONESIA HARUS MAMPU MANDIRI BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI atau TIDAK TERGANTUNG PADA IMPOR DARI LUAR NEGERI !!!

    Jika INDONESIA MAMPU MEMENUHI SEMUA KEBUTUHANNYA khusunya di bidang vital bagi kehidupan seorang manusia, yakni YANG MENYANGKUT HAJAT HIDUP DAN KESEJAHTERAAN, maka bisa dipastikan ACTIO APAPUN YANG DILAKUKAN LUAR NEGERI terutama SIEMPUNYA DOLLAR tiodak akan mampu menggoyang perekonomian Indonesia atau lebih lugas TIDAK AKAN MAMPU MENGGANGGU URUSAN KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA.

    Pertanyaan akhirnya adalah APAKAH INDONESIA BERPELUANG ???

    Cuma mereka yang tidak pernah memperhatikan Indonesia seutuhnya saja yang meragukan kemampuan negerinya sendiri, karena jawabannya adalah 1.000 % bisa !!!

    Oh ya ?

    Ya, karena INDONESIA MEMILIKI SEGALANYA DI DUNIA !!!

    – KESUBURAN TANAH
    – KETERATURAN MUSIM
    – KEKAYAAN BAHAN TAMBANG
    – KESETRAGISAN GEOGRAFIS
    – KERAGAMAN HAYATI
    – KERAGAMAN FAUNA
    – KERAGAMAN BUDAYA
    – KEBESARAN SDM
    – KEHEBATAN HISTORIS

    Bisa dipastikan TIDAK ADA SATUPUN NEGARA DI DUNIA yang bisa menyamai kelebihan Indonesia jika mau jujur dibandingkan.

    Kekurangan Indonesia, yang justru mengakibatkan ketertinggalannya dengan negara-2 yang tidak memiliki kelebihan seperti Indonesia adalah KECERDASAN !!!

    Wajar, karena dulu pernah DIJAJAH SELAMA 4 ABAD DALAM MASA KOLONIALISME yang memang menginginkan negara jajahannya bodoh agar tidak sadar kekayaannya terkuras.

    Jadi KATA KUNCI nya bagi Indonesia AGAR MAMPU MANDIRI SEHINGGA KESEJAHTERAANNYA TIDAK BISA DIPERMAINKAN OLEH MATA UANG LUAR NEGERI manapun adalah :

    TERUS MENINGKATKAN KECERDASAN DAN RASA NASIONALISME.

    Karena secara logika, JIKA ORANG CERDAS BERDIRI DI ATAS TANAH YANG BAIK, maka bisa dipastikan IA AKAN MENJADI HEBAT !

  5. Sadar said

    Melanjutkan urusan KENAIKAN KURS DOLLAR TERHADAP RUPIAH :

    Urusan PENTING ini sejatinya bermuara pada pertanyaan :

    =========================================
    – APAKAH DAN KENAPA KITA BUTUH DOLLAR ???
    – APAKAH KITA BISA HIDUP TANPA DOLLAR ???
    =========================================

    Malaysia adalah salah satu negara yang LEBIH AWAL menyadari SERAMNYA TERGANTUNG PADA MATA UANG ASING SEPERTI DOLLAR AMERIKA. Merujuk pada kata TERGANTUNG saja secara logika sudah menunjukan KELEMAHAN KITA sebagai SUBJEK.

    Pertanyaannya :
    APAKAH KELEMAHAN itu tidak bisa dihindari ???

    Jawaban logisnya adalah bahwa satu-satunya kelemahan yang tidak bisa dihindari adalah kelemahan yang sudah menjadi ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa, jadi BUKAN KELEMAHAN YANG DIPERBUAT OLEH MANUSIA SENDIRI.

    KETERGANTUNGAN PADA DOLLAR adalah jelas merupakan kelemahan yang dibuat oleh manusia sendiri, bukan dari Yang Maha Kuasa, karena Yang Maha Kuasa tidak pernah menyuruh hamba-2-Nya untuk MENGGUNAKAN DAN TERGANTUNG PADA MATA UANG DOLLAR, betul ?

    Tapi, kenapa kenyataannya sampai detik ini kita masih tergantung pada Dollar ???

    Untuk menjawab hal ini, maka ada baiknya kita menjawab dahulu pertanyaan-2 strategis di atas.

    APAKAH DAN KENAPA KITA BUTUH DOLLAR ???
    ———————————————————

    Jawabannya YA, NAMUN JIKA DAN HANYA JIKA :
    1. ADANYA KETERGANTUNGAN PADA IMPOR DARI LUAR NEGERI YANG DIHARGAI DENGAN DOLLAR !
    2. RENDAHNYA INOVASI ATAS BARANG-2 YANG SAMPAI SAAT INI DIIMPOR.

    Semua item di atas JIKA DIHARGAI DENGAN DOLLAR, maka menyebabkan kita BUTUH DAN TERGANTUNG PADA yang namanya DOLLAR !!!

    Jadi secara logika, kita TIDAK AKAN BUTUH DAN TERGANTUNG PADA DOLLAR jika kita mampu :

    1. TIDAK TERGANTUNG PADA IMPOR BARANG-2 DARI LUAR NEGERI.
    – Masa negeri yang subur tidak bisa SWASEMBADA BERAS ?
    – Masa negeri yang terdiri dari ribuan pulau tidak bisa SWASEMBADA GARAM ?
    – Masa negeri yang kaya bahan tambang tidak bisa SWASEMBADA BARANG-2 PABRIKAN ?
    – Masa negeri yang kaya flora dan fauna tidak bisa SWASEMBADA MAKANAN, MINUMAN DAN OBAT-OBATAN ?

    2. TINGGINYA INOVASI TERHADAP BARANG-2 KEBUTUHAN YANG DIIMPOR
    – Masa negeri yang berpenduduk besar tidak ada satupun yang bisa menciptakan produk serupa dengan asing ?
    – Masa negeri yang kaya bahan baku tidak bisa mencari dan membuat produk pengganti dengan yang diimpor ?
    – Masa negeri yang kaya budaya tidak mampu membudayakan hasilnya sendiri ?

    Kalau kita mau jurur pada diri sendiri dan menggunakan akal sehat sesehat-sehatnya, maka INDONESIA TIDAK PERLU MENJADI NEGARA YANG TERGANTUNG PADA :
    1. IMPOR BARANG-2 LUAR NEGERI
    2. HUTANG LUAR NEGERI

    Karena KETERGANTUNGAN PADA IMPOR DAN HUATNG LUAR NEGERI AKAN MENJADI BUMERANG manakala SIPEMILIK DOLLAR melakukan ACTION YANG TIDAK PRO KEPENTINGAN NASIONAL. Contoh AKSI MENAIKAN SUKU BUNGA oleh sipemilik Dollar akan menyebabkan para pemilik Dollar di dunia berlomba-lomba menarik Dollarnya dan memindahkannya ke bank-2 sipemilik Dollar. Jika ini dilakukan oleh sipemilik Dollar, maka bisa dipastikan Dollar MENJADI LANGKA DI DUNIA.

    JIKA DOLLAR MENJADI LANGKA di dunia, maka SIAPA YANG MENJADI KORBAN ???

    Benar ! Tentu saja kembali lagi mereka yang :
    1. TERGANTUNG PADA IMPOR, karena terpaksa harus MEMBAYAR MAHAL barang-2 yang diimpornya.
    2. TERGANTUNG PADA HUTANG LUAR NEGERI, karena harus MEMABAYAR TINGGI Hutang Luar Negerinya.

    Apakah kita mau BERNASIB SEPERTI NEGARA YANG PERNAH PUNYA KERAJAAN ROMAWI DULU yang kini menjadi bangkrut karena tidak mengantisipasinya sejak dini ? Tentu saja tidak, bukan ?

    Rasanya SANGAT TIDAK BERALASAN BAGI INDONESIA yang kaya raya dan memiliki SEJUTA KELEBIHAN dibandingkan luar negeri karena memiliki :
    – KESUBURAN TANAH
    – KETERATURAN MUSIM
    – KEKAYAAN BAHAN TAMBANG
    – KESETRAGISAN GEOGRAFIS
    – KERAGAMAN HAYATI
    – KERAGAMAN FAUNA
    – KERAGAMAN BUDAYA
    – KEBESARAN SDM
    – KEHEBATAN HISTORIS

    untuk menjadi negeri yang :
    1. TERGANTUNG PADA IMPOR DARI LUAR NEGERI
    2. HUTANG LUAR NEGERI.

    Jika hal ini dapat diwujudkan, maka insya Allah AKSI JOGET DOLLAR TIDAK AKAN BERPENGARUH PADA PEREKONOMIAN INDONESIA. Indonesia akan menjadi negara YANG MANDIRI dan TIDAK DAPAT DIDIKTE OLEH SIAPAPUN termasuk oleh GOYANG JOGET DOLLAR.

  6. Sadar said

    SOLUSI JENAKA MELUNASI HUTANG LUAR NEGERI
    ==========================================

    Pasti ad yang bertanya-tanya, BAGAIMANA YA CARANYA MELUNASI HUTANG LUAR NEGERI SECARA CEPAT DAN MUDAH ?

    BAGAIMANA …… BAGAIMANA …… BAGAIMANA YA ?!?

    Gak usah bingung-bingung bro !

    Apa coba yang INDONESIA GAK BISA ?!
    Di negara AJAIB WARISAN ATLANTIS dan RAJA SULAIMAN ini TIDAK ADA KATA YANGTIDAK BISA !!!

    Gak percaya ?!?

    Mari sama-2 kita buktikan ya …….

    Pernahkan anda mendengar kata GOTONG ROYONG ?
    Oh tentu saja pernah, bahkan sering malah, sejak masih SD ya, kan……..

    Kata ajaib yang pernah digunakan oleh Bapak Proklamator kita untuk menyebut kabinet pemerintahannya di jaman Orde Lama ini jika di OTAK-ATIK DENGAN AKAL SEHAT ternyata dan sangat meyakinkan MAMPU MENYELESAIKAN BERBAGAI MASALAH DI DALAM NEGERI termasuk HUTANG LUAR NEGERI sekalipun !

    Apakah ini berarti kita harus RAME-RAME SENGAJA MENGUMPULKAN UANG untuk membayar Hutang Luar Negeri ?

    Oh tentu saja TIDAK PERLU, masih banyak jalan menuju Mekah untuk sekedar MENGEMAS KATA GOTONG ROYONG AGAR DAPAT MEMBANTU MELUNASI HUTANG LUAR NEGERI INDONESIA yang konon kabarnya sudah mencapat 2000 s/d 2500 Trilyun ini.

    Dalam konteks MELUNASI HUTANG LUAR NEGERI, kata GOTONG ROYONG sebagai kata AJAIB yang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari TARIKAN NAFAS bangsa Indonesia sejak jaman nenek moyangnya dulu ini dapat juga dikemas dalam bentuk yang MODERAT DAN SANGAT MENDIDIK bagi bangsa terkaya alami di dunia ini, yakni antara lai dalam bentuk KEWAJIBAN MEMBAYAR PAJAK LEBIH dari biasanya untuk pembelian produk-2 ekslusif seperti : rokok, barang dan fasilitas mewah dan lain-lain.

    ROKOK, siapa yang gak kenal dengan produk yang satu ini ? Saat ini bisa diperkirakan sekitar 10% dari total penduduk Indonesia masih termasuk KAUM PEROKOK AKTIF ! Perokok Aktif adalah mereka yang belum bisa meninggalkan kebiasaan merokoknya minimal sebungkus dalam sehari. Walaupun kampanye ANTI ROKOK terus digencarkan. Ya itulah reality kehidupan, ada yang masih senag merokok dan ada yang sudah tidak atau tidak pernah sama sekali.

    Nah jika sambil kampanye dilaksanakan, kondisi ini juga dimanfaatkan untuk MENARIK PAJAK ATAU CUKAI ROKOK YANG LEBIH TINGGI dari biasanya, misalnya sampai level 100% dari harga jual rokok, maka dapat kita hitung sbb :

    JIka diasumsikan saat ini :
    ===================

    PENDUDUK INDONESIA
    ——————————
    – Jumlah penduduk Indonesia = 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta) jiwa.
    – Jumlah kaum pria …………….= 50% x 250.000.000 = 125.000.000 jiwa.
    – Jumlah pria dewasa ………….= 50% x 125.000.000 = 62.500.000 jiwa
    – Jumlah perokok ……………….= 50% x 62.500.000 = 31.250.000 jiwa
    – Jumlah perokok aktif ………..= 50% x 31.250.000 = 15.625.000 jiwa

    ROKOK
    ———-
    Harga rata-2 sebungkus rokok = Rp 15.000
    Kebutuhan rokok 1 hari = 2 bungkus

    HARI
    ——
    Jumlah hari dalam setahun ……= 360 hari

    PAJAK/CUKAI ROKOK
    —————————
    Jika pajak/cukai rokok dikenakan sebesar 100 %, maka jika harga sebungkus rokok = Rp 15.000, maka pajak atau cukai rokok pun akan sebesar :

    = 100% x Rp 15.000
    = Rp 15.000

    HASIL PERHITUNGAN
    —————————-
    Belanja rokok sehari ……………. = 2 bungkus x Rp 15.000 = Rp 30.000
    Belanja rokok setahun …………. = 360 hari x Rp 30.000 = Rp 10.800.000
    Belanja rokok kaum perokok …. = 15.625.000 jiwa x Rp 10.800.000 setahun
    Jumlah konsumsi rokok setahun = Rp 168.750.000.000.000
    Atau …………………………………… = 168 trilyun 750 milyar rupiah !!!

    LUUUUUUUUUUUAAAAAAR BIASA, bukan !!!

    PELUNASAN HUTANG LUAR NEGERI
    ———————————————–
    Jika hutang luar negeri Indonesia = 2.500.000.000.000.000
    Atau ………………………………………= 2.500 trilyun rupiah

    Maka :
    DIPASTIKAN AKAN LUNAS dibayar dengan uang dari hasil pajak atau cukai rokok sebesar Rp 168.750.000.000.000 per tahun DALAM WAKTU sbb :

    = 2.500.000.000.000.000 : 168.750.000.000.000
    = 14,81 tahun

    Sekali lagi LUUUUUUAAAAAAAR BIASA bukan !!!
    Hanya dengan menggunakan hasil dari kenaikan pajak rokok sebesar 100 % INDONESIA AKAN MAMPU MELUNASI HUTANG LUAR NEGERI nya dalam waktu kurang lebih 15 TAHUN !!!

    Ini pun jika diasumsikan JUMLAH PEROKOK TETAP SELAMA 15 TAHUN lho !

    BAHKAN APALAGI JIKA MELIBATKAN PRODUK-PRODUK EKSLUSIF LAIN DI LUAR ROKOK, seperti PAJAK BARANG ATAU FASILITAS MEWAH (yang tidak umum) seperti : motor, mobil, HP, rumah, barang-2 elektronik, tiket pesawat, pesiar dll.

    BISA DIPASTIKAN HUTANG LUAR NEGERI INDONESIA jika berjumlah 2.500 TRILYUN sekalipun akan LUNAS DALAM HITUNGAN WAKTU BEBERAPA TAHUN SAJA !

    Itulah KEAJABIAN kata GOTONG ROYONG dan SALAH SATU KELEBIHAN INDONESIA DARI SISI JUMLAH PENDUDUK, bisa menjadi SOLUSI JITU UNTUK MELUNASI HUTANG LUAR NEGERINYA TANPA TERASA DAN TIDAK TERLALU MENYUSAHKAN BANYAK PENDUDUKNYA. karena yang dibebani cuma KAUM PEROKOK DAN ORANG KAYA saja.

  7. Sadar said

    JIKA HUTANG LUAR NEGERI SUDAH LUNAS dan TIDAK TEGANTUNG PADA IMPOR DARI LUAR NEGERI, insya Allah INDONESIA TIDAK AKAN BISA DIDIKTE ATAU DOGOYANG OLEH SIAPAPUN DAN NEGARA MANAPUN !

    Bahkan Indonesia akan MENJADI SALAH SATU NEGARA TERDEPAN DALAM EKONOMI DAN SISTEM PERPOLITIKAN DUNIA yang kian MENGGLOBAL dari waktu ke waktu, dimana batasan antar negara menjadi makin tipis dan persaingan makin ketat. KEMENANGAN DALAM PERSAINGAN dimulai dari KEMANDIRIAN DALAM BERSOLUSI DAN BERTINDAK.

    Lawan dari KEMANDIRIAN ADALAH KETERGANTUNGAN yang saat ini membelenggu Indonesia karene :
    1. KETERGANTUNGAN IMPOR
    2. HUTANG LUAR NEGERI

    Jadi harus secepatnya diatasi SEBELUM TERLAMBAT dengan PRINSIP KEMANDIRIAN DALAM BERSOLUSI DAN BERTINDAK.

    KEMANDIRIAN DALAM BERSOLUSI DAN BERTINDAK membutuhkan :
    1. MODAL DASAR = KEKAYAAN ALAM INDONESIA YANG LIMPAH RUAH.
    2. KECERDASAN = AKAL SEHAT, WAWASAN DAN PENDIDIKAN
    3. KEKOMPAKAN = GOTONG ROYONG, RASA KEBERSAMAAN DAN CINTA TANAH AIR
    4. KEYAKINAN = RESTU DARI YANG MAHA KUASA.

  8. Sadar said

    TANTANGAN DALAM MENCAPAI SWASEMBADA
    ======================================

    Urusan duniawi yang satu ini memang SANGAT KOMPLEK karena menyangkut banyak kepentingan di dalamnya. Tapi kalaulah kepentingan itu SEJALAN DENGAN KEPENTINGAN NASIONAL, maka tidak menjadi masalah bahkan sangat bagus. Namu sebaliknya, jika tidak maka akan menjadi PENGHAMBAT UTAMA CITA-CITA MENUJU SWASEMBADA NASIONAL !!!

    Kok bisa ?!?

    Kira-2 begini ilustrasinya :

    SWASEMBADA BERAS adalah kemandirian bangsa untuk menghasilkan atau memproduksi berasnya sendiri untuk memenuhi kebutuhannya, kelebihannya baru untuk dijual atau diekspor.

    Jika DIASUMSIKAN kebutuhan beras nasional sebanyak 1.000.000 ton per kwartal (4 bulan), maka bangsa ini harus mampu DALAM PRODUKSI BERAS :
    a. Panen sebanyak 3 kali setahun dengan produksi beras sebanyak 1.000.000 ton sekali panen.
    b. Panen sebanyak 2 kali setahun dengan produksi beras sebanyak 1.500.000 ton sekali panen.
    c. Panen sebanyak 1 kali setahun dengan produksi beras sebanyak 3.000.000 ton sekali panen.

    Pertanyaannya : MUNGKINKAH ?

    Ya tentu saja SANGAT MUNGKIN ! Wong dari JAMAN NENEK MOYANGNYA negeri ini adalah NEGERI AGRARIS SANGAT SUBUR kok !

    ========================================================================
    Pertanyaan selanjutnya : LALU MASALAHNYA APA, KOK BELUM SWASEMBADA BERAS ?
    ========================================================================

    Merupakan pertanyaan PAMUNGKAS yang dapat mengurai AKAR PERMASALAHAN DALAM KEGAGALAN MENCAPAI SWASEMBADA BERAS !

    LOGIKA 1 :
    ————
    SWASEMBADA = KEMANDIRIAN DALAM BERPRODUKSI (bukan berdagang atau berjual beli) !

    LOGIKA 2 :
    ————-
    BERPRODUKSI = MEMPROSES ATAU MENANAM SENDIRI PADI HINGGA MENGHASILKAN BERAS !

    LOGIKA 3 :
    ————
    MENANAM = MENGGUNAKAN BIBIT, TANAH, SDM DAN PERALATAN PERTANIAN

    LOGIKA 4 :
    ————
    BIBIT -> HASIL YANG BAIK = membutuhkan bibit yang unggul !
    TANAH -> HASIL YANG BAIK = membutuhkan lahan pertanian yang subur !
    SDM -> HASIL YANG BAIK = membutuhkan tenaga manusia yang terampil di bidang pertanian !
    PERALATAN -> HASIL YANG BAIK = membutuhkan dukungan peralatan pertanian yang sempurna !

    Jadi pertanyaan logis nya :
    ———————————
    Sudah TERSEDIAKAH bibit padi YANG UNGGUL ???
    Sudah TERSEDIAKAH tanah pertanian YANG SUBUR ???
    Sudah TERSEDIAKAH tenaga pertanian YANG AHLI DI BIDANGNYA ???
    Sudah TERSEDIAKAH peralatan pertanian YANG BAIK ???

    LOGIKA PERTANYAAN SEBALIKNYA adalah JIKA BELUM TERSEDIA, maka APAKAH YANG MENGHAMBAT TERSEDIANYA :
    – BIBIT PADI yang unggul ?
    – TANAH PERTANIAN yang subur ?
    – TENAGA PERTANIAN yang ahli dibidangnya ?
    – PERALATAN PERTANIAN yang lengkap ?

    JIKA MEMANG TERDAPAT HAMBATAN, maka menjadi PR UTAMA bagi PENYELENGGARA DI BIDANG INI UNTUK MENDOBRAK BERBAGAI HAMBATAN tersebut agar INDONESIA DAPAT MENJADI NEGARA AGRARIA YANG SWASEMBADA BERAS !

    =================
    TANAH YANG SUBUR
    =================

    TANAH YANG SUBUR = KESUBURAN TANAH UNTUK DITANAMI

    Mengapa point ini mendapat tempat khusus ?

    Karena TANAH YANG SUBUR menjadi SYARAT DAN FASILITAS UTAMA sehat atau tidaknya tanaman padi untuk menghasilkan beras yang baik sesuai harapan, sedangka sisanya adalah obat penangkal hama untuk mencegah penyakit tanaman.

    Oleh karena masalah KESUBURAN TANAH menjadi syarat utama yang dijaga, maka konsekuensinya menjadi berhubungan TIMBULNYA BIAYA ATAU COST PRODUKSI, bahkan menjadi yang utama jika diperhatikan !

    BIAYA ATAU COST = pada akhirnya MENENTUKAN BESAR KECILNYA KEUNTUNGAN PARA PETANI JIKA PADINYA DIJUAL.

    Oleh karena masalah KESUBURAN TANAH PERTANIAN berhubungan dengan BIAYA atau COST UTAMA disamping SDM, maka WAJIB ADA PENGKAJIAN DALAM TEKNIK DAN BIAYA UNTUK MENINGKATKAN DAN MEMPERTAHANKAN KESUBURAN TANAH dengan arah :
    a) TEKNIK PERTANIAN = KE ATAS atau teknik pertanian semakin canggih !
    b) BIAYA PERTANIAN = KE BAWAH atau biaya pertanian semakin kecil !

    Jika masalah ini berhasil dicapai, maka Insya Allah INDONESIA AKAN MENJADI NEGARA SWASEMBADA BERAS YANG MENSEJAHTERAKAN PETANI DAN SELURUH RAKYAT INDONESIA SEBAGAI KONSUMENNYA, karena kebutuhan beras yang tercukupi dengan harga yang murah atau sangat terjangkau oleh kalangan bawah sekalipun !

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: