KabarNet

Aktual Tajam

Ironis! Indonesia Masih Impor Garam

Posted by KabarNet pada 07/08/2015

Jakarta – KabarNet: Indonesia seharusnya bisa mandiri sendiri dalam hal pangan, terutama garam, mengingat wilayah perairan Indonesia yang begitu luas. Namun faktanya Indonesia masih bergantung terhadap impor

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sjachrani Mataja mengatakan ketergantungan Indonesia terhadap garam impor memang menyedihkan dan perlu ditindaklanjuti.

Menurut informasi terakhir yang ia terima, pada kuartal pertama tahun 2015 Indonesia masih mengimpor sekitar 4 ton garam dari Singapura. Dan untuk memenuhi kebutuhan nasional saat ini, Indonesia tidak hanya mengimpor dari Singapura tapi juga dari beberapa negara lain.

“Menyedihkan bila mengingat luas negara Singapura tidak lebih besar dari Kota Jakarta, tapi untuk kebutuhan garam saja kita bergantung kepada mereka,” ujar Sjachrani dalam keterangannya, Jumat 7 Agustus 2015.

Ia menambahkan mustahil Indonesia bisa mandiri jika secara pangan masih bergantung kepada negara lain. Menurutnya, pangan merupakan elemen paling penting daripada kemandirian suatu bangsa.

“Saya kira mustahil target pemerintah kemandirian pangan terwujud jika kondisi masih seperti ini. Harus ada langkah ‘radikal’ yang dilakukan bangsa ini untuk merubah nasib kita semua. Bayangkan kalau perut kita saja dikontrol asing, bagaimana bisa bangsa ini kuat dan mandiri?” tegas legislator asal Kalimantan Selatan II ini. [KbrNet/Slm]

Source: rmol.co

9 Tanggapan to “Ironis! Indonesia Masih Impor Garam”

  1. Paulus Nabi Palsu said

    Gimana mau mikir garam wong Pemerintah gk kerja2x, Presidennya sibuk merengek2x diaktifkan pasal yg mengkritik presiden dgn pasal penghinaan, wakilnya lebih parah bukanya urus rakyat sibuk urus mic sm speaker mesjid makanya gk heran ekonomi makin carut marut, rupiah makin terpuruk, perusahaan dan pabrik byk tutup, phk merajalela, pengangguran meningkat, subsidi unt rakyat dicabut, hutang luar negeri melambung tinggi unt mermbangun ‘infrastruktur’ bagi2x proyek balas budi buat para TS alias tim suksesi meskipun musti berhutang sm asing dan aseng CINA, toh nanti yg nanggung rakyat sm pemerintah yg baru setelah 5 thn.

    Siapa suruh milih J&J, skrg rasakan akibatnya.

    Gitu aza kok repot

  2. Siti Anisa said

    inilah bukti dan fakta bahwa mental bangsa ini tidak baik, sebanyak dan sekaya apapun negeri kita, namun bangsa ini lebih memilih untuk menggunak produk dari luar, padahal kekayaan alam kita apabila dimanfaatkan dan diolah hasilnya akan jauh lebih baik dibanding produk-produk luar negeri. Selain itu apabila bangsa ini lebih memiliki pemenuhan hidpunya menggunakan produk bangsa sendiri akan lebih terjamin kualitasnya, sebab di buat, di awasi dan dikonsumsi oleh bangsa kita sendiri, masa untuk bangsa sendiri mau curang atau meracuni? tapi lagi-lagi fakta membuktikan mental bangsa kita masih dipertanyakan?

  3. sungguh betul-betul ironis, dengan Sumber daya alam kita yang melimpah dan banyak masyarakat bingung dengan pekerjaannya, pemerintah malam membuat peluang bagi para pengusaha besar, buka membuka peluang bagi masyarakat kecil yang ada di berbagai daerah pesisir.

  4. Sepertinya negara kita sudah masuk kategori negara konsumtif, mau sampai kapan? semoga hal ini tidak berlarut-larut, pemerintah dan semua pihak sadar akan potensi dan keadaan bangsa ini

  5. Artikel yang bermanfaat.

    Terimakasih

    Just Info :
    Software Klinik Online
    http://www.franiksoft.com

  6. Semua Orang mengaku dan menyadari bahwa negara Indonesia negara yang kaya, namun kenyataannya bangsa kita belum tergolong bangsa yang kaya, baik kaya dengan ilmu, jiwa apalagi kaya harta, semoga kekayaan negara kita berimbas pada kayanya bangsa kita.

  7. benar-benar ironis .. dari sabang hingga merauke itu panjang garis pantainya saja sudah ribuan kilometer. Mau berapa juta ton garam ada di Indonesia. tapi apa gak salah Indonesia ngimpor gaeam dari tetangga … aneh

  8. wong kendal said

    Upayanya dengan memproduksi sendiri garam. Kalau kurang ditingkatkan usahanya. Munculnya petani petani garam indonesia. Hidup petani indonesia

  9. Wardani said

    Sayang banget,garam aja masih impor

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: