KabarNet

Aktual Tajam

Tio Pakusadewo: Gimana Kalau Saya Haramkan MUI ?

Posted by KabarNet pada 03/08/2015

Tio Pakusadewo – Foto: Tribunnews.COM

Jakarta – KabarNet: Beberapa hari terakhir ini Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengeluarkan fatwa tentang haramnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Banyak protes dari berbagai kalangan awam, tak terkecuali kalangan selebritis. Aktor Tio Pakusadewo pun angkat bicara tentang fatwa ini.

Menurut aktor yang membintangi film Berbagi Suami itu, kenapa mesti diharamkan hal semacam ini yang membawa kebaikan untuk umat. Berapa juta orang yang sudah tertolong dengan kartu ini. “Dari kalangan selebritis kayak Ria Irawan pas sakit kanker tertolong BPJS. Dia pakai itu untuk berobat dan kemoterapi,” ucap Tio Pakusadewo saat ditemui di kedai Filosofi Kopi, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 31 Juli 2015.

Tio justru mengatakan kalau MUI ini lembaga tak jelas yang sesuka hatinya mengadili kalau itu haram. Justru Tio memiliki pandangan lain, bagaimana jika MUI itu yang diharamkan. “Sekarang gimana kalau saya mengharamkan MUI di Indonesia. Padahal MUI itu isinya manusia semua, bukan nabi. Tapi kadang orang Indonesia suka enggak masuk akal, siapa sih yang mengangkat dia,” ujar Tio Pakusadewo.

Seharusnya kalau MUI belajar Islam yang benar pasti tahu. Menurut Tio ini ada unsur politik di dalamnya. “Gimana unsur ribanya, ini kan untuk kepentingan rakyat banyak. Kalau dia baca perintah Tuhan dan memahaminya harusnya enggak mesti keluar fatwa seperti itu,” ucapnya, seperti dikutip Tribunnews, Sabtu 1 Agustus 2015.

Menanggapi pernyataan aktor Tio Pakusadewo yang mengharamkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Indonesia, Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Dr. Hamid Fahmy Zarkasi menegaskan bahwa Tio tidak mengerti soal agama sehingga tidak memiliki kapasitas untuk mengatakan sesuatu mengenai agama ataupun majelis ulama.

“Paling utama itu, dia (Tio Pakusadewo, red) ini kan tidak ngerti agama. Jadi, tidak ada hak untuk mengatakan sesuatu mengenai majelis ulama maupun agama. Itu adalah domainnya otoritas keilmuan,” kata Gus Hamid, sapaan akrab Dr. Hamid Fahmy Zarkasi, seperti dikutip Hidayatullah, Ahad 2 Agustus 2015.

Menurut putra pendiri Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo ini, orang-orang yang tidak mengerti bidangnya tidak usah ikut campur. Orang yang tidak mengerti agama, ia sarankan untuk menyerahkan kepada yang lebih mengerti sebagaiamana para ulama di MUI.

Ia mencontohkan, pihaknya yang tidak begitu mengerti masalah kedokteran juga menyerahkan kepada dokter. Soal ini sehat ini tidak sehat, menurutnya, dokter lebih tahu daripada dirinya.

Gus Hamid menegaskan bahwa, umat Islam tidak perlu lagi menentang ijtihad para ulama yang sudah mempunyai ilmu sesuai dengan kapasitas dan domainnya terkait dengan persoalan-persoalan agama seperti para ulama di MUI. [KbrNet/bersamadakwah]

11 Tanggapan to “Tio Pakusadewo: Gimana Kalau Saya Haramkan MUI ?”

  1. Anonim said

    si Tio ga mengerti dengan Syari’ah ga perlu ditanggapi.

  2. Dasar wartawannya aja yg guobllookkk…..orang awam kaya si Tio ini ditanya masalah agama….addeehhhh hancuuurrrr! Tolol!

  3. Zaman sdh ueedaann…..wong geblek ditanyain masalah agama…..ckckckckck

  4. Paulus Nabi Palsu said

    Pepatah tetangga sebelah mengataken, “The Right Man on the The Right Job” diperkuat dgn hadisth Nabi SAW “Apabila sesuatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggu saat kehancurannya”.

    Setiap pekerjaan memiliki kapasitas masing2x dan harus dijalankan secara profesional sesuai kompetensinya.

    Jd kalo ngikutin alur pola pikir si Tio ini mk akan terjadilah kekacauan yg berujung pd kehancuran spt hadist Rasulullah diatas.

    Misalkan bini si Tio udh mengerang2x kesakitan mau melahirkan tapi sm si Tio malah dibawa ke Tukang Jahit khan berabe jdnya khan? Hehehe…

    Itu tk jahit akan geleng2x kepala sambil ngedumel, ” Lo pikir gue dukun beranak? Aya aya wae lo !”

    Tio… Tio kebanyakan bersandiwara lo.

    Gitu aza kok repot

  5. arnol swasanazegger said

    udah kekurangan berita kali ya..omongan orang gaje tukang ciuman bini orang di dengrr ..ini penghinaan intitusi terhormat

  6. Anonim said

    Tio itu gak tahu apa-apa …… sedang MUI gak pernah juga mengharamkan BPJS …. si koran-koran saja yang mengharamkannya.

  7. Tio Pakusadewo, Layak menjadi tokoh PKI, nanti giliran saya yang meibas lehernya,Tio Pakusadewo,,,,,,Oke!!

  8. Anonim said

    BPJS banyak menolong orang. Jangan ditekan seperti itu. Ahli taurat juga banyak yang ada di Neraka sekarang. benar nggak?

  9. idris said

    Ya serahkan kepada ahlinya aja ya. Kita ga usah campur, yg penting tdk ada kepentingan politik. Tio ngurus artis aja ya

  10. Anonim said

    BNN kemana nih??? lg sakaw berat tuh si TIO Pakusadewo…si mantan artis…

  11. Anonim said

    emg engk ada kata yg anugrah lg yah buat (mui) yg tak bersalah malah kena bermasalah
    cuma gara” BPJS ajje di ribut’iin ampe bawa” agama pembicaraan tak premitif sekali semuanyah
    berbicara lah yg reyalistis yg faktanyah ada buat masa depan dan penerus yg lebih baek lg…

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: