KabarNet

Aktual Tajam

Indonesia Tandatangani Pinjaman Rp 520 Trilyun Dari China

Posted by KabarNet pada 19/06/2015

Jakarta – KabarNet: Menteri BUMN Rini Soemarno pekan ini meneken perjanjian kerjasama bantuan pendanaan terhadap sejumlah BUMN di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, nilai pinjaman yang diboyong Rini mencapai US$ 40 miliar, atau sekitar Rp 520 triliun.

“Saya katakan kepada BOC (Bank of China) Aviation tadi, saya juga kemarin baru saja dari Beijing. Kami sudah mempunyai kesepakatan pembiayaan US$ 40 miliar dari China Development Bank dan ICBC,” kata Rini, usai menghadiri penandatanganan perjanjian antara Garuda Indonesia dengan BOC Aviation, di sela-sela Paris Air Show 2015, Le Borguet, Perancis, Selasa (16/6/2015).

Pinjaman dari China belum sampai di situ, ada juga perjanjian diteken oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo dengan Chief Executife Officer BOC Aviation, Robert Martin. Perjanjian dengan BOC itu melibatkan dana US$ 4,5 miliar, atau sekitar Rp 58 triliun. Rini datang ke Paris menyaksikan penandatanganan ini.

Dalam kesempatan sebelumnya, Rini juga pernah mengungkapkan mengenai misinya untuk menyerap dana dari China. Hal itu disampaikan saat dia mengumpulkan tiga bank pelat merah yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Dari pertemuan tersebut, 3 Bank BUMN dan Menteri Rini sepakat dana dari China dipakai untuk membiayai kredit (refinancing) pada proyek-proyek infrastruktur yang telah dibiayai oleh perbankan BUMN, seperti Jalan Tol Atas Laut Bali. Artinya proyek yang telah dibiayai oleh Bank BUMN selanjutnya kreditnya ditalangi oleh dana dari China.

Dana dari talangan untuk proyek yang sedang atau sudah berjalan selanjutnya diputar kembali oleh bank BUMN, untuk membiayai proyek infrastruktur lain. Program refinancing akan lebih banyak menyasar proyek pembangunan pembangkit listrik yang sedang berjalan.

sumber: finance.detik.com

Kain Sarung Produk Gajah Duduk

19 Tanggapan to “Indonesia Tandatangani Pinjaman Rp 520 Trilyun Dari China”

  1. cina lagi, cina lagi
    bus untuk transjakarta(busway) dari cina, padahal kualitasnya sampah
    surya paloh bikin Gedung Indonesia 1 berlantai 59 di Jalan MH Thamrin Jakarta, kerjasama dg cina
    nah sekarang ngutang pun sama cina juga

    benar2 hancur

  2. Kenapa harus berhutang mulu … kasian anak cucu mendapatkan warisan hutang dari bapak-bapak nya.

  3. Cinaaaaaa ooh Cinaaaaa, berbahagialah kau Cinaaaa, Uangmu boleh masuk Indonesia, tapi warga / bangsamu jangan kau hijrahkan ke Tanah Airku!

  4. Nitip Info Gan :
    Pabrik Kelapa Sawit, take over 4.33Ha, SHGB, Produksi 10Ton tbs/jam, Lokasi&Akses terbaik Lampung Utara Trans Sumatra, Murah Jelas Untung. More Information : Milik Keluarga H. Sultoni 081319618899 / 08561881977

    https://jualpabrikkelapasawit.wordpress.com/2015/06/16/jual-pabrik-kelapa-sawit/

  5. apakah kita tidak bekerja sama dengan negara-negara islam? sperti arab, berunai dll. kenapa harus bergantung pada negara-negara yang jelas-jelas mempunyai latar belakan kurang baik terhadap negara dan bangsa kita.

  6. apakah pemerintah kita tidak bisa menjalin kerjasama dengan negara yang memiliki latar belakang yang baik dengan bangsa dan negara kita? buka seperti negara-negara yang memiliki latar belakang yang kurang baik dengan bangsa kita.

  7. Perokok mania said

    Hutang Indonesia kepada Internasional hingga saat ini kabarnya sudah mencapai 2000 trilyun.
    Jadi jika benar negeri tirai bambu itu meminjamkan sebesar 500 trilyun, berarti kedepannya 20% dari hutang kita adalah kepada negeri tersebut.

    Justru negeri tercinta ini idealnya malah TERBEBAS DARI HUTANG LUAR NEGERI agar tidak tergantung kepada siapapun alias mandiri, apalagi kalau sampai didikte.

    Caranya ?

    Gak usah susah-2 pakek cara KEMEJA KERAH PUTIH jika susah, tapi pake saja cara KEMEJA KERAH WARNA-WARNI sbb :

    Jumlah penduduk Indonesia = 250.000.000 jiwa
    Jumlah pria dibanding wanita = 50% x 250.000.000 jiwa = 125.000.000 jiwa.
    Jumlah pria dewasa = 50% x 125.000.000 jiwa = 62.500.000 jiwa.
    Jumlah perokok = 50% x 62.500.000 jiwa = 31.250.000 jiwa.
    Harga sebungkus rokok = Rp 10.000,-
    Rokok yang dihisap per hari = 2 bungkus.
    Biaya hisap rokok per hari = 2 x Rp 10.000 = Rp 20.000.-
    1 tahun = 365 hari
    Biaya rokok per orang setahun = 365 x Rp 20.000,- = Rp 7.300.000,-
    Total biaya rokok 31.250.000 jiwa = Rp 7.300.000 x 31.250.000 jiwa = Rp
    = Rp 228.125.000.000.000,-

    LUAR BIASA !!!

    Dengan hanya mengenakan pajak atau cukai rokok sebesar 100% kepada setiap perokok di Indonesia yang berjumlah 31.250.000 jiwa, maka Pemerintah berpeluang mendapatkan dana pelunasan hutang LN sebesar 228,125 trilyun !!!

    Atau setara dengan 11,4 % dari ttal hutang LN yang berjumlah 2000 trilyun !

    Jika ini dilakukan , maka tak ayal lagi dalam tempo kurun waktu = 2000 trilyun : 226 trilyun = 8,7 tahun, maka Indonesia AKAN TERBEBAS DARI HUTANG LN !

    Itu baru OLEH PARA PEROKOK SAJA lho, apalagi kalau sampai mampu melibatkan KOCEK SELURUH KOMPONEN BANGSA ini !!!

    Jadi jelas TINGGAL NIAT SAJA ya ……………………..

  8. Hutang lagi hutang lagi …. pendapat di atas saya keren , dari rokok kaga sampai 10 tahun lunas ….

  9. Jujurihing said

    Beah hutang lagi … sungguh semiskin itu kah negri ku ini hiks hiks

  10. Anonim said

    Di masa depan, percayalah dunia akan segear tahu kalau Indonesia dahulu kala adalah pusat peradaban dunia dan suatu ketika pasti akan kembali lagi. Jadi tenag-tenag sajalah sambil menonton.

  11. hanya dg KHILAFAH ‘ala minhaj an-nubuwwah lah umat ISLAM di Indonesia dan di seluruh dunia bisa terbebas dr penindasan orang2kafir laknatullah
    kalo dg NKRI, umat ISLAM selalu ditindas
    dijaman penjajahan, ditindas kafir salibis belanda
    dijaman sukarno,ditindas oran2 komunis
    dijaman suharto s/d sby, ditindas oleh teroris kafir amerika
    bahkan dijaman diktator petugas partai yg bernama jokowi, umat ISLAM ditindas lagi oleh kaafir CIRENG(cina berengsek)

  12. Melek said

    Kalo saya dipercaya jadi pemimpin di negeri tercinta ini, maka program pertama dan yang utama yang akan saya lakukan sebagai pemimpin adalah MELUNASI HUTANG LUAR NEGERI !

    Kenapa ?

    Karena dengan memiliki dan mengandalkan hutang Luar Negeri, maka negeri ini cenderung tidak bebas dari campur tangan Luar Negeri yang seringkali tidak sejalan dengan kepentingan dalam negeri.

    Padahal dengan hanya menerapkan pajak atas rokok sebesar 100% saja, negeri ini bisa terbebas dari hutang Luar Negeri dalam waktu kurang dari 10 tahun ! Apalagi kalau benar-2 melibatkan semua potensi dan kocek bangsa Indonesia, bisa dipastikan dalam waktu KURANG DARI 1 TAHUN saja INDONESIA BISA TERBEBAS DARI HUTANG LUAR NEGERI !

    Ayo kita mulai rajin latihan MENABUNG untuk membebaskan negeri ini dari HUTANG LUAR NEGERI !

  13. memet said

    luarrrrrr biasa……..program jokowi berjalan mulus dgn melilitkan hutang china maka suatu saat secara perlahan tapi pasti indo akan bergantung pd china dan dgn leluasa china akan mendikte indo krn sdh tersandera hutang………….udah lu olang jangan banyak omong negala lu sdh owe beli dgn halga mulah……owe untung….owe untung besal…..hayyaa….

  14. wong ndeso said

    ha, , ha, ,ha, , jumlahnya kok mirip BLBI yang dirampok cukong hitam ya, jangan2 hasil rampokan di negeri ini buat beli negeri ini, makin hancur negeriku

  15. Sungguh makin kacau indonesia

  16. Wasiat said

    TREND PENJAJAHAN saat ini adalah lewat KURS MATA UANG !

    Gak percaya ?

    Ayo sama-sama mendalami.

    PERMASALAHAN UTAMA ekonomi dan ksejahteraan rakyat di negara-2 berkembang dan miskin saat ini apa sih ?

    Yakni :
    1. KEMELARATAN karena TAK MAMPU hidup berkecukupan atau layak.
    2. KEMISKINAN karena TAK MAMPU mendapat apalagi menambah kekayaan dan tabungan.
    3. KEMODOHAN karena TAK MAMPU meningkatkan pendidikan dan pengetahuan
    4. KETERGANTUNGAN karena TAK MAMPU menghasilkan sendiri tanpa bantuan pihak lain.
    5. KETERBATASAN karena TAK MAMPU meningkatkan kemampuan diri.
    6. KELEMAHAN karena TAK MAMPU melindungi dan menutup kelemahan diri.

    Percaya atau tidak, semua permasalahan di atas akan bermuara pada satu titik saja, yakni URUSAN DAYA BELI EKONOMI.

    Apa itu DAYA BELI ?

    Daya beli adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhannya dari pihak lain. Ukuran kemampuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini adalah UANG. Jika NILAI UANG saat ini adalah 1 Dollar = Rp 13.000,- maka DAYA BELI Rp 13.000,- hanya akan mendapatkan selembar uang asing 1 Dollar. Itu artinya secara kebalikannya, orang asing dengan uang 1 Dollar nya bisa mendapatkan 13.000 lembar uang 1 rupiah kita. Betapa kuatnya nilai uang Dollar asing terhadap uang rupiah kita ya. Katakanlah jika harga sebuah mobil = Rp 130,000.000,-, kana orang Indonesia harus mengeluarkan koceknya sebanyak 130 juta lembar uang 1 rupiah, sedangkan orang asing cukup mengeluarkan 10.000 lembar uang 1 Dollarnya.

    10.000 lembar : 130.000.000 lembar = 1 : 10.000
    1 Dollar = Rp 13.000,-

    APA SIH YANG BIKIN DOLLAR JADI 13.000 KALI LEBIH KUAT DARIPDA RUPIAH ?

    Banyak faktor, yang antara lain adalah CADANGAN EMAS SUATU NEGARA yang membekingi jumlah UANG KERTAS YANG DICETAK untuk perekonomiannya.

    DARIMANA CADANGAN EMAS DIPEROLEH ?

    Antara lain dari :
    1. EMAS dari hasil pertambangan sendiri.
    2. DEVISA atau KEUNTUNGAN BISNIS dari luar negeri seperti ekspor barang dan jasa.
    3. KEUNTUNGAN DARI JUAL BELI MATA UANG ASING

    —————————————————————————

    AKAR MASALAH
    =============

    KEBODOHAN -> menyebabkan KETERGANTUNGAN karena ketidakmampuan untuk menghasilkan sendiri.

    KETERGANTUNGAN -> menyebabkan barang barang kebutuhan hidup harus diimpor dari Luar Negeri.

    IMPOR -> menyebabkan transaksi jual beli harus dilakukan dalam mata uang asing seperti Dollar.

    KEHARUSAN TRANSAKSI DENGAN DOLLAR -> menyebabkan kebutuhan uang asing Dollar tinggi.

    TINGGINYA PERMINTAAN DOLLAR -> menyebabkan NILAI (KURS) DOLLAR NAIK TERHADAP RUPIAH.

    TINGGINYA KURS DOLLAR TERHADAP RUPIAH -> menyebabkan NILAI RUPIAH terus melemah terhadap Dollar.

    LEMAHNYA NILAI RUPIAH TERHADAP DOLLAR -> menyebabkan DAYA BELI RUPIAH lemah.

    RENDAHNYA DAYA BELI -> menyebabkan rendahnya kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya.

    RENDAHNYA KEMAMPUAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN -> menyebabkan :
    1. KEMISKINAN
    2. KEMELARATAN
    3. KEBODOHAN
    4. KETERGANTUNGAN
    5. KETERBATASAN
    6. KELEMAHAN

    Jadi balik lagi seperti LINGKARAN SETAN karena selalu menimbulkan permasalahan yang sama yang SEAKAN TAK PERNAH HABIS ATAU BERUJUNG dari waktu ke waktu.

    Jadi sangat jelas bahwa SUMBER UTAMA PERMASALAHANNYA ADALAH FAKTOR KEBODOHAN !

    Sehingga jika coba menilik 400 tahun ke belakang, maka tak heran jika kolonialisme dulu sangat berupaya mati-matian untuk mencegah bangkitnya KECERDASAN BANGSA yang dijajahnya. Mengapa ? karena mereka tau bahwa BERAWAL DARI KECERDASAN BANGSA inilah suatu bangsa akan sadar akan kondisinya dan segenap potensinya untuk bangkit menjadi BANGSA YANG MAJU yang berupaya untuk :
    1. Lepas dari jerat KEMISKINAN
    2. Lepas dari KEMELARATAN
    3. Lepas dari KEBODOHAN
    4. Lepas dari KETERGANTUNGAN
    5. Lepas dari KETERBATASAN
    6. Lepas dari KELEMAHAN

    Karena tau kalau saat ini urusan KURS MATA UANG bisa mempengaruhi kekuatan ekonomi dan kesejahteraan suatu bangsa, maka pihak asing seringkali menggunakan KEKUATAN KURS MATA UANG ini sebagai senjata untuk menekan negara lain untuk kepentingannya.

    ——————————————————————————-

    BAGAIMANA SOLUSINYA ?

    Jelas solusinya adalah :
    1. LENYAPKAN KEBODOHAN WARISAN KOLONIAL sesegera mungkin dari muka bumi Indonesia.
    2. Sedapat mungkin MENGHINDARI KETERGANTUNGAN DARI LUAR NEGERI TERUTAMA HUTANG LUAR NEGERI.
    3. KERAHKAN SEGENAP POTENSI BANGSA untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
    4. JADIKAN RUPIAH SEBAGAI TUAN RUMAH di negeri sendiri.
    5. TIDAK MENGIKATKAN DIRI DALAM PERJANJIAN APAPUN yang tidak menguntungkan bangsa Indonesia.
    6. BANGGA DENGAN HASIL PRODUKSI DALAM NEGERI SENDIRI.
    7. Mencegah LARINYA KEKAYAAN BANGSA ke luar negeri dalam bentuk apapun.

    JIka hal ini terjadi, maka niscaya yang saat ini 1 Dollar = 13.000 rupiah akan berbalik menjadi 1 Rupiah = 13.000 Dollar !

  17. memet said

    dinar dan dirham akan berlaku lagi sebagai alat pembayaran yang sah sesuai dgn quran dan hadist. akal sehat dimana yg melegalkan kertas ditukar dgn brng?………makanya jangan heran negara2 maju sdh menyimpan cadangan devisanya berupa batangan emas………krn mereka sdh tahu apa yg akan terjadi bila khilafah islam berkuasa.

  18. Halah, hutang yah hutang … hutang haqiqat nya bukan uang milik kita tapi kita yang jadi milik pemberi hutang.

  19. Sepertinya mental bangsa dan pemerintah kita belum berubah, selalu meminjam dan meminjam untuk menutupi kekurangan dan dengan dalih modal, padahal kekayaan negara kita tidak akan kekurangan untuk menutupi kebutuhan bangsa ini, sungguh kondisi yang memiluka.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: