KabarNet

Aktual Tajam

Jokowi Undang BEM Se-Indonesia Makan di Istana

Posted by KabarNet pada 19/05/2015

Keterangan foto: Sejumlah Pimpinan BEM ketika memasuki halaman Istana Negara untuk menghadiri undangan makan malam bersama Presiden Joko Widodo (Senin, 18/5/2015)

Jakarta – KabarNet: Menyikapi wacana unjuk rasa mahasiswa pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2015, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang puluhan perwakilan pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia dalam sebuah acara makan malam bersama di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2015) sekitar pukul 19.15 WIB.

Dengan memakai jas almamater masing-masing hadir antara lain perwakilan BEM UI, Trisakti, UGM, Telkom University, ITS (Surabaya). Mereka ingin berdialog langsung dengan Jokowi.

Sejumlah isu dan tuntutan kepada Presiden Jokowi dari masing-masing BEM. Seperti disampaikan Ketua BEM UI, Andi Aulia Rahman.

“Kita ingin berdialog langsung dengan Presiden. Kita membahas mengenai banyak persoalan kerakyatan yang ada sekarang ini. Seperti kenaikkan harga BBM, kenaikkan harga bahan pokok,” ungkap Aulia.

Aulia berjanji akan menyampaikan apapun isi dan kesimpulan pertemuan dengan Presiden malam ini. Kata dia, puluhan mahasiswa dari BEM UI dan Trisakti juga tengah berkumpul dan menantikan hasil pertemuan dengan Presiden Jokowi di depan istana Merdeka.

Sebelumnya, sore tadi Presiden Jokowi juga telah menggelar pertemuan dengan HMI dan alumni lintas Perguruan Tinggi, Kagama, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Alumni ITB, dan Alumni Trisakti, Alumni UI, di Kantor Presiden Jakarta, Senin (18/5/2015) petang. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam.

Usai pertemuan, Ketua Umum HMI M Arief Rosyid Hasan mengungkapkan sejumlah isu dibahas bersama Presiden Jokowi. Salah satu diantaranya kekecewaan terhadap Presiden Jokowi yang awalnya diharapkan membawa perubahan bagi bangsa ini. Namun, Sepanjang tujuh bulan terakhir tanda perubahan itu, menurutnya, belum juga terlihat signifikan.

Malah, tegasnya yang tampak ketegangan politik dan gesekan diantara lembaga-lembaga pemerintahan. Diantaranya antara KPK dan Polrin Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial, Kemenpora dan PSSI.

Selain itu, imbuhnya, kinerja kementerian juga tak optimal. Bahkan beberapa kementerian belum tuntas melakukan restrurisasi, sehingga peforma pemerintahan sampai saat ini masih mengecewakan.

“Rakyat banyak ingin perubahan yang cepat dan terasa. Namun pemerintah ternyata tidak mampu memenuhinya. Rakyat kecil malah harus menghadapi kesulitan ekonomi karena harga-harga bahan pokok naik akibat kenaikkan harga BBM,” tandasnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin 18 Mei 2015.

Karena itu, tegas dia, HMU mendesak Presiden Jokowi menjaga stabilitas politik, tidak membiarkan penumpang gelap di dalam pemerintahan yang membawa agenda berbeda. Bahkan melangkahi hak presidensial.

“HMI meminta Para anggota kabinet agar lebih fokus berkerja, mengurangi pencitraan dan kontroversi serta mempercepat penyerapan anggaran dan belanja pemerintahan agar perekonomian yang kini lesu bisa segera bergairah dan pulih kembali,” tegas Arief.

Selain itu, HMI juga mendesak Presiden Jokowi menjaga stabilitas ekonomi. Ditegaskan, pemerintah harus ekstra hati-hati saat menaikkan harga BBM, Tarif Dasar Listrik dan Gas. Pasalnya, ketiga kebutuhan pokok ini sangat mempengaruhi kehidupan rakyat banyak secara langsung.

“Karena itu setiap kenaikkan harga harus menyesuaikan dengan daya tahan dan psikologis mayarakat,” cetusnya.

Lebih lanjut dia tegaskan, HMI meminta Presiden Jokowi mengarus-utamakan pemuda dalam kebijakan pembangunan manusia. Dengan jumlah pemuda usia 16-30 tahun sekitar 64 juta jiwa, imbuhnya, mereka merupakan tulang punggung dalam pemanfaatan bonus demografi.

“Presiden harus memimpin langsung kordinasi strategis linta kementerian dan lemebaga dalam pengarus-utamaan pembangunan pemuda dengan membuat kebijakan yang terencana, menyeluruh dan berkelanjutan,” tandasnya.

Tetap lakukan aksi

Pertemuan dengan Presiden Jokowi, tidak menyurutkan niat kader HMI se-Indonesia dan mahasiswa untuk mengadakan aksi pada 20 Mei mendatang.

Arief katakan, PB HMI tetap menyerukan kepada seluruh kader HMI beserta organisasi Mahasiswa untuk turun ke jalan pada peringatan gerakan reformasi pada 20 Mei mendatang.

“Ini untuk memperingati gerakan reformasi, menyerukan tuntutan perbaikan dan menjaga gerakan mahasiswa tetap menjadi garda depan gerakan moral-intelektual dalam mengawal jalannya pemerintahan demokratis,” cetusnya. [KabarNet/ http://kabarnet.in /Tribunnews/Sindonews/adl]

2 Tanggapan to “Jokowi Undang BEM Se-Indonesia Makan di Istana”

  1. ADA CARA YANG TIDAK SEHAT PADA DIRI PEMERINTAHAN, FACEBOOK YANG SEHARUSNYA SEBAGAI MEDSOS SATU-SATUNYA YANG BISA MENJEMBATANI ATURAN DEMOKRASI ANTARA REZIM DENGAN RAKYAT, TETAPI KENYATAANYA BARISAN CHINA DARI TIONGKOK YANG DITUNJUK JAMES READY UNTUK MERUSAK KOMUNIKASI ANTAR MASYARAKAY DI MEDSOS SEPERTI FACEBOOK,
    SAYA PERCARA NEGARA INI SUDAH DIKUASAI OLEH AGEN-AGEN MAFIA DARI CHINA YANG SUDAH MENGUASAI JANTUNG NKRI,
    SEHINGGA APAPUN YANG PALING STRATEGIS SECEPAT ITU FACEBOOK YANG MENJADI ALAT KOMUNIKASI ANTAR GERAKAN MAHASISWA SUDAH DIACAK-ACAK
    DI MESIR SAJA KETIKA HUSNI MUBARAK DILANDAKAN GERAKAN MASSA TIDAK PERNAH MENGGUNKA CYBER UNTUK MEMBLOKIR MEDSOS,
    TETAPI KALAU DI INDONESIA INI BUKAN JOKOWI YANG MEMBUAT FACEBOOK TERKESAN EROR, TETAPI SEMUA YANG TERJADI DENGAN KONSPIRASI ADALAH KELAKUAN-KELAKUAN CHINA MAFIA YANG SANGAT ADA KESEMPATAN MENGUASAI JANTUNG REPUBLIK INI,
    TIDAK BISA DIBIARKAN DALAM KEPEMIMPINAN JOKOWI SANGAT DOMINAN DENGAN KONSPIRASI JAHAT CHINA,
    DALAM HAL INI BUKAN RAHASIA LAGI DENGAN CARA-CARA KELEMPOK PENGANGGURAN DIREKRUT DIJADIKAN CYBER TROOP JOKOWI YANG DIMAINKAN AGEN MAFIA CHINA DIDALAM MEMERANKAN JOKOWI SEBAGAI PRESIDEN BONEKA MEREKA,
    TIDAK ADA CARA UNTUK MENGHADAPI JOKOWI KECUALI TURUBKAN SEKARANG DAN ADILI SEBAGAI AKTOR PERUSAK PEMILU,

  2. Jokowi nggak perlu takut dengan Gerakan Mahasiswa 20 Mei,kalau memang Jokowi benar, jokowi kan punya manusia-manusia Anjing musiman yang seperti ditampilkan di Jambore kemarin, Kecuali Jokowi itu benar-benar jongos james Riady, Medsos jangan diorat aritkan seperti Gerakan PKI aja ,

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: