KabarNet

Aktual Tajam

Listrik Naik, 50 Ribu Buruh Tekstil Terancam PHK

Posted by KabarNet pada 07/05/2015

Jakarta – KabarNet: Dampak negatif langkah rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut subsidi listrik untuk rakyat mulai muncul. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan sebanyak 50 ribu buruh terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) seiring bertambahnya jumlah pabrik yang gulung tikar.

Indikasinya, sepanjang tahun ini, sudah 18 perusahaan tekstil yang bangkrut akibat terdampak penaikan tarif dasar listrik (TDL). Di sisi lain, ekspor tekstil stagnan akibat pelemahan ekonomi dunia.

“Kalau harga listrik naik terus, maka listrik bukan lagi jadi agen pembangunan tapi komoditas masa depan. Dengan penaikan tarif listrik, ada 18 perusahaan tutup di Jawa dari Januari lalu hingga sekarang,” ujar Ketua API Ade Sudrajat di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Rabu 6 Mei 2015.

Bangkrutnya 18 perusahaan tekstil tersebut menyebabkan 30 ribu buruh terkena PHK langsung. Kendati demikian, kata Ade, PHK merupakan gejala temporer pada perusahaan tekstil.

Sebab, kapasitas produksi industri manufaktur Amerika Serikat (AS) sudah kembali menggeliat selama 24 jam penuh. Sehingga kondisi ini akan membawa pengaruh baik bagi Indonesia.

“Dampaknya bakal terasa di Agustus sampai September ini. Tapi kami juga perlu kepastian peraturan,” jelas dia.

Sebelum peristiwa PHK besar-besaran ini, rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) dengan cara mencabut subsidi listrik untuk rakyat.

Kenaikan tersebut dilakukan dengan cara mencabut subsidi listrik untuk 12 golongan pelanggan tertentu termasuk pelanggan rumah tangga 1.300 VA ke atas.

Alasan pemerintah sama persis seperti ketika menaikkan harga BBM, yakni langkah ini diambil untuk mendorong subsidi listrik yang lebih tepat sasaran.

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman menerangkan, penyesuaian tarif akan diperbarui secara rutin setiap bulan per tanggal 1. “Ya pelanggan tersebut akan membayar tarif sesuai dengan harga keekonomiannya,” kata Jarman, Kamis 4 Desember 2014 lalu.

Sementara itu, Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun mengatakan pihaknya menghitung besaran tarif adjustment mengacu pada sejumlah sumber. Data dari Bank Indonesia digunakan untuk melihat besaran nilai kurs rupiah, data dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM guna mengetahui besaran ICP, serta data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melihat tingkat inflasi. “Lalu kami formulasikan besaran tarifnya dan masuk ke aplikasi billing (tagihan). Kami juga laporkan ini ke menteri,” kata Benny.

Benny menjamin tidak akan ada manipulasi tagihan listrik bagi pelanggan yang terkena tarif adjusment. Menurutnya pelanggan golongan ini bisa beralih menggunakan listrik prabayar untuk mengontrol pemakaian daya. Pelanggan tersebut cukup membeli voucher listrik atau yang dikenal dengan token.

Maka sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 31 Tahun 2014 tentang tarif tenaga listrik yang disediakan oleh PT. PLN (Persero), berikut 12 golongan pelanggan tarif non-subsidi yang akan dikenakan tarif adjustment:

  • 1. Rumah Tangga R-1/TR daya 1.300 VA
  • 2. Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA
  • 3. Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500-5.500 VA
  • 4. Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas
  • 5. Bisnis B-2/TR daya 6.600 VA-200k VA
  • 6. Bisnis B-3/TM daya di atas 200k VA
  • 7. Industri I-3/TM daya di atas 200k VA
  • 8. Industri I-4/TM daya di atas 30.000k VA
  • 9. Kantor Pemerintah P-2/TM daya 6.600 VA-200k VA
  • 10. Kantor Pemerintah P-2/TM daya di atas 200k VA
  • 11. Penerangan jalan umum P-3/TR
  • 12. Layanan khusus TR/TM/TT [KabarNet/ http://kabarnet.in  /Merdeka/Liputan6/BeritaSatu/adl]

Satu Tanggapan to “Listrik Naik, 50 Ribu Buruh Tekstil Terancam PHK”

  1. Reblogged this on Agastya Law Firm.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: