KabarNet

Aktual Tajam

Rupiah Tak Berdaya, Pengusaha Panik, Kadin ‘Putus Asa’

Posted by KabarNet pada 29/03/2015

Jakarta – KabarNet: Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan melemahnya nilai rupiah terhadap dolar dinilai memberatkan kalangan pengusaha menengah ke bawah. Hal tersebut karena sebagian besar perusahaan di Indonesia mengandalkan bahan baku dari impor.

“Contohnya, pengusaha sarung terpaksa menurunkan separuh atau 50 persen dari produksinya karena 75 persen bahan bakunya dari impor,” ujarnya dalam sebuah diskusi pada Ahad 29 Maret 2015.

Ia melanjutkan, contoh lain adalah pengusaha tempe yang memang tidak menaikkan harga, namun memperkecil ukuran tempe yang diproduksi karena bahan baku kedelainya impor. Begitu juga dengan perusahaan farmasi yang dikatakannya kewalahan dengan hantaman pelemahan kurs mengingat porsi 94 persen hingga 95 persen bahan baku obat dibeli dari luar negeri.

Sarman mengaku heran dengan pemerintah yang sampai saat ini hanya bisa mengatakan jangan panik terhadap kenaikan nilai tukar dolar. Padahal, para pengusaha sudah sangat amat bertahan untuk tidak panik.

“Kalau dolar terus-menerus menguat, bagaimana kami tidak panik,” katanya.

Situasinya, lanjut dia, pengusaha pun punya tanggugan pengeluaran di antaranya menggaji para karyawan. Jika kondisi terus merugi karena rupiah, UKM kerap melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai langkah efisiensi perusahaan.

“Ini yang sebetulnya tak mereka inginkan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia Jakarta Natsir Mansyur menambahkan, rupiah saat ini masih dikondisikan agar bergantung pada dollar. Makanya, rupiah menjadi lemah dan terombang-ambing.

Situasi tersebut adalah akumulasi dari banyaknya perusahaan-perusahaan swasta hingga Badan Usaha Milik Negara yang bertransaksi dalam jumlah besar dengan menggunakan mata uang dollar AS.

“BUMN saja di Tanjung Priok (transaksi) pakai dollar,” kata Natsir Mansyur.

Oleh karena itu, Natsir meminta pemerintah jangan sampai membuat para pengusaha kecil putus asa. Pemerintah harusnya segera melakukan langkah nyata terkait terus melemahnya nilai rupiah. Sebab imbauan yang dilakukan pemerintah selama ini, menurut Natsir, tidak cukup untuk menyelesaikan masalah perekonomian. [KabarNet/ http://kabarnet.in /ROL/adl]

2 Tanggapan to “Rupiah Tak Berdaya, Pengusaha Panik, Kadin ‘Putus Asa’”

  1. Gakmaudibodohi said

    Panik ???????

    Ngapain lagi panik !
    Negara kita Indonesia adalah negara terkaya di dunia jauh mengalahkan negara-2 terkaya di dunia barat sekalipun !
    Gal percaya ???

    Coba tebak berapa ratus tahun kita dijajah barat ?
    Betul kurang lebih 400 tahun lamanya !

    Tapi apa yang terjadi ?

    Sampai gini hari cukong-2 barat dan asia masih tetap rajin menggerogoti kekayaan alam Indonesia dari sabang sampai Merauke, terutama emas, batubara, gas alam, minyak buni, nikel, tembaga, bauksit, timah, kayu, bahkan pasir !

    Semuanya masih banyak tersedia, gak abis-abis !

    Jadi cuma satu kata kuncinya untuk lepas dari kesulitan karena mata uang asing Dollar, yakni ucapkan SELAMAT TINGGAL DOLLAR !!! Dan kembali pada mata uang RUPIAH SEBAGAI MATA UANG KEBANGGAAN NEGERI INI yang dijamin emas sepenuh KEKAYAAN ALAM INDONESIA.

    Gitu aja kok repot, gan !

  2. KeadiLaN said

    Reblogged this on dhajzal666's Blog.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: