KabarNet

Aktual Tajam

Inilah Kata-Kata Kasar yang Pernah Dilontarkan Ahok

Posted by KabarNet pada 22/03/2015

Jakarta – KabarNet: Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok dikenal sebagai figur yang ceplas-ceplos ketika ditanya. Bahkan mantan Bupati Belitung Timur ini tak jarang mengumbar kata-kata yang mengundang telinga panas jika sedang emosi.

Sejak menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta, Ahok kerap mengeluarkan kata yang dinilai kasar di telinga publik. Mau tahu apa saja? Berikut ini laporannya.

AHOK SEBUT WARGANYA KOMUNIS

Berawal dari kekesalannya terhadap warga di bantaran Waduk Pluit, Jakarta Utara yang tidak mau pindah dari tanah ilegal. Ahok yang ketika itu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2013 lalu menyebut warganya sendiri dengan melontarkan kata komunis.

“Kalau saya bangun rumah di tanah yang bukan milik saya tanpa izin, dibongkar P2B, saya minta ganti rugi nggak sama pemerintah? Dapat? Mana ada? Ya, mampus semuanya. Udah bangun salah, dikasih duit gitu, lho. Terus saya bangun di tanah negara, terus saya sewa-sewain sama orang, dibongkar, minta ganti rugi. Mana ada hukumnya? Itu komunis namanya,” ujar Ahok ketika itu.

Ahok tidak terima dengan aksi warga yang secara sembarang menempati Waduk Pluit. Bahkan ia juga mengancam akan melaporkan warganya ke polisi.

“Kalau nggak mau kita tangkap lapor polisi, enak saja emangnya komunis main duduk-dudukin. Kalau legal tanda tangan surat perjanjian,” pungkasnya.

AHOK SEBUT WARGANYA MISKIN

Masih dalam suasana penggusuran Waduk Pluit, Jakarta Utara, Wakil Gubernur Ahok emosi menanggapi warganya yang tidak mau direlokasi dari bantaran Waduk Pluit ke rumah susun yang telah disediakan Pemprov DKI Jakarta.

Suami dari Veronica Tan ini meminta kepada warga Waduk Pluit agar sadar diri dengan kondisi perekonomiannya yang dinilai miskin.

“Dikasih rusun nggak mau, maunya rumah yang rata. Ya kalau miskin tahu dirilah,” tandasnya.

AHOK SEBUT ANAK BUAHNYA BAJINGAN

Mengetahui jajarannya tidak bisa menyesuaikan ritme kerjanya, Ahok merasa kesal dan menyebut anak buahnya munafik dan bajingan. Karena ia beranggapan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta tidak ada lagi yang berani ‘bermain’ dengan uang rakyat.

“Saya sudah betul-betul muak dengan kemunafikan. Pejabat-pejabat DKI ini luar biasa santun sekali kalau ngomong sama saya, tetapi ternyata mereka bajingan semua,” kata Ahok yang merasal kesal saat mengetahui adanya pejabat DKI yang melakukan jual beli unit rusun.

Ia juga merasa kesal dengan aksi calo dan pejabat yang bermain dalam penyewaan rusun yang diperuntukkan bagi warga DKI Jakarta.

“DKI sudah susah-susah bangun ribuan rumah, yang menikmati malah calo-calo dan pejabat, warga miskin setoran ke mereka. Saya nanti minta Pak Heru (Kepala Biro KDH DKI) menambah sembilan pistol isi 21 peluru buat tembak di tempat karena di Jakarta ini bajingannya dari rakyat jelata sampai para pejabat,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Ahok juga pernah menyebut bajingan kepada pelajar yang terlibat pembajakan bus pada 2013 lalu.

“Sekolah negeri dipakai oleh pelajar yang sok-sokkan. Pertama dikasih kesempatan bolehlah. Kalau masih diulangi lagi, kamu sudah bukan anak, kamu calon bajingan,” ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (14/11/2013).

AHOK SEBUT ANAK BUAHNYA BRENGSEK

Ahok pernah melontarkan kata brengsek yang ditujukan kepada anak buahnya di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang dinilai telah memfitnah dirinya. Tudingan itu muncul seiring pengakuan pegawai pintu air Manggarai yang belum digaji.

“Minta tolong kalau wawancara sama PNS, catat nama dan pangkatnya siapa, kalau rekamannya jelas, saya kasih sanksi. Brengsek sekali main fitnah,” kata Ahok.

Bahkan ia menuding ada oknum di Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta yang sengaja menahan uang gaji pegawainya.

“Saya khawatir ada oknum di PU, sengaja nahan uang ini supaya sampah berantakan di mana-mana,” tegasnya.

AHOK SEBUT BEGO KE POLITISI YANG DATANG KE PARANOR

Kata-kata bego keluar dari mulut Ahok saat menjelang pemilu yang ketika itu banyak politisi yang bertandang ke paranormal untuk bisa mendulang suara pemilih.

“Kita bisa pura-pura jadi dukun kalau banyak orang bego gitu kamu bisa dapat duit banyak. Dung dung pret. Itu film Benyamin dukun palsu,” ujarnya ketika itu.

Dirinya menegaskan bahwa ia tidak mempercayai paranormal. Sebab, jika masih banyak yang mempercayai maka sama saja membuka peluang banyaknya dukun palsu.

“Saya sih dari dulu nggak percaya gituan,” tandasnya.

AHOK SEBUT TA*K SAAT DIWAWANCARAI STASIUN TV

Dan yang terbaru adalah, Ahok melontarkan bahasa toilet di sebuah stasiun televisi swasta yang ditayangkan secara live atau langsung.

Kejadian itu terjadi saat mantan Bupati Belitung Timur itu diwawancarai oleh Aiman Witjaksono di salahsatu stasiun televisi swasta pada Rabu (19/3/2015) kemarin secara live.

Ahok terlihat sangat kesal ketika ditanyakan seputar kegiatan istrinya, Veronica Tan yang mengikuti rapat pembahasan Revitalisasi Kota Tua di Gedung Balai Kota DKI Jakarta.

Ahok juga emosi atas rencana hak angket yang digalang sebagian anggota DPRD DKI. Dirinya pun menantang DPRD untuk terus mengajukan hak angket terhadap dirinya.

“Makanya gue bilang kapan panggil hak angket. Gue bukain ta*k…ta*k semua itu seperti apa,” ucapnya.

Meski si pemandu acara telah meminta untuk memperhalus bahasanya, namun Gubernur Ahok tetap meneruskan bahasa kasarnya.

Namun kini Ahok sudah meminta maaf atas perkataan yang telah diucapkannya ketika siaran langsung di stasiun televisi swasta tersebut. [KabarNet/ http://kabarnet.in /Inilah.com/adl]

9 Tanggapan to “Inilah Kata-Kata Kasar yang Pernah Dilontarkan Ahok”

  1. adem said

    Begitulah kl babi berwujud manusia….

  2. Anonim said

    Semua yg dikatakan Ahok kan memang betul dan apa adanya. Kata2 yg jujur, tidak munafik.
    Allah mengajarkan kita untuk jujur dan tidak munafik.
    Kalau bajingan ya bilang bajingan.
    Gitu aja kok repot.

  3. Paulus Nabi Palsu said

    Namanya juga Babi, ya semuanya kotor apalagi mulutnya, kotoranya sendiri aza pun diembat kok.

    Gitu aza kok repot

  4. orang2 yg mendukung/membela ahok
    urat syarafnya uda pada konslet semua

  5. Anonim said

    Pihak yang lebih biadab dari ahok adalah media masa, para pemimpin redaksi yang menjadi alat propaganda pencitraan ahok, seperti kompas, tempo, metro, media indonesia, satunet, detikcom dll.

    Paling tidak media alat propaganda ahok tersebut harus dilumpuhkan, sebagai hukuman karena memberhalakan koruptor seperti ahok ( kasus pertambangan di Belitung, kasus taman BMW, kasus Busway karatan, kasus reklamasi pantai, kasus nepotisme dll).

    Media massa tersebut sangat biadab, seperti membunuh bangsa Indonesia, karena mempromosikan racun mematikan sebagai obat.

    Hukuman publik yang dapat diterapkan kepada media seperti kompas, tempo, metro, media indonesia, satunet, detikcom dll. antara lain :

    1. Kampanye habis-habisan memboikot media-media tersebut.
    2. Mempromosikan media-media alternatif yang kontra terhadap media2 tersebut.
    3. Membuat database kebobrokan berita-berita media tersebut, untuk dijelaskan ke masyarakat, betapa bobroknya media seperti kompas, tempo, metro, media indonesia, satunet, detikcom dll.
    4. Aksi demo tak yang masiv dan kontinue, ke kantor-kantor media tersebut.
    5. Menyeret media-2 tersebut. dengan ratusan dakwaan ke ranah pengadilan hukum. Lebih baik ke hukum perdata, dengan tuntutan ganti rugi triliuan rupiah untuk membangkrutkan media-media tersebut.
    6. Operasi intellijen terhadap para pemimpin media-2 tersebut dan para wartawannya.
    7. Tentu tidak lupa, untuk membasmi media-media tersebut ke akar-akarnya, para cukong-cukong dan donaturnya harus diberi pelajaran yang efektif.

    Bagi yang setuju dengan usulan di atas, silakan di copy paste dan sebarkan kemana saja. Saatnya masyarakat menolak dibodohi media, saatnya masyarakat melawan media masa.

  6. Paulus Nabi Palsu said

    @anonimous atas

    Pendapat sodara sangat TIDAK SALAH sekali dan sekaligus sbg pelajaran memalukan bagi media 2x hitam lainya yg mencari makan dgn menipu publik.

    Gitu aza kok repot

  7. nabi cabul said

    begitulah kalo babi berwujud manusia.

  8. db jancukan said

    hasil dari survey yang dilakukan seseorang urutan teratas hasilnya bahwa rata2 orang indonesia penuh dengan kemunafikan..

  9. verdi said

    Ahok bener…, harus begitu… Masyarakat dah kemanjaan ga disiplin dan malas mau enaknya aja… , Itu bukan kata2 kasar krn sesuai konteksnya.. Malah sebenarrnya begitulah watak orang betawi asli.. Blak2an…

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: