KabarNet

Aktual Tajam

Kasasi Ditolak, Akil Mochtar Dipenjara Seumur Hidup

Posted by KabarNet pada 13/03/2015

Mantan Ketua MK, Akil Mochtar

Jakarta – KabarNet: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar akan menjalani hukuman penjara seumur hidup di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung. Eksekusi terhadap Akil dilakukan setelah kasasi yang diajukan ditolak Mahkamah Agung (MA).

‪”Karena telah berkekuatan hukum tetap, hari ini dilakukan eksekusi terhadap Akil Mochtar ke Lapas Sukamiskin Bandung,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, melalui pesan singkat kepada awak media, Kamis 12 Maret 2015 .

Akil adalah terpidana kasus suap penanganan perkara sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di MK serta tindak pidana pencucian uang. Pengadilan Tipikor sampai Mahkamah Agung tetap memutuskan bahwa Akil dipidana selama seumur hidup.

Priharsa menambahkan, proses eksekusi Akil untuk bergabung dengan para terpidana korupsi di Lapas Sukamiskin telah dilakukan sejak siang hari. “Proses eksekusi selesai sekira pukul 5 sore ini,” jelasnya.

Seperti diketahui, MA menolak kasasi yang diajukan mantan Ketua MK, Akil Mochtar sehingga menguatkan putusan penjara seumur hidup. Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta juga menolak banding yang diajukan Akil Mochtar dan menyatakan Akil tetap mendapatkan hukuman seumur hidup.

Majelis Hakim Tipikor menyatakan Akil terbukti menerima suap terkait empat dari lima sengketa pilkada dalam dakwaan kesatu, yaitu Pilkada Kabupaten Gunung Mas (Rp 3 miliar), Kalimantan Tengah (Rp 3 miliar), Pilkada Lebak, Banten (Rp 1 miliar), Pilkada Empat Lawang (Rp 10 miliar dan 500.000 dollar AS), dan Pilkada Kota Palembang (sekitar Rp 3 miliar). [KabarNet/ http://kabarnet.in /FastNews/Ant/adl]

3 Tanggapan to “Kasasi Ditolak, Akil Mochtar Dipenjara Seumur Hidup”

  1. Pembeda! said

    Pak Akil Mochtar adlh korban musuh2 politiknya, saat menjelang diseleksi,beliau menegaskan ANTI pernikahan sejenis, dan ada org2 yg tak senang dg keputusanya tsb,

    Pak Akil Mochtar yg terkenal tegas dan jujur juga disingkirkan agar Pemilu rekayasa kubu jokowi aman saat tim KMP menggugat kecurangan PilPres 2014 kemaren ke MK dg ketua yg baru .

    Pak Surya Darma Ali ,Pak Akil mochtar dan Anas Urbaningrum Serta pejabat2 baik putra terbaik Pribumi bangsa lainya adlh bagian dari contoh KORBAN2 dr sepak terjang politik Abraham S dkk dibalik intitusi KPK nya yg dikendalikan mafia cina.

    Abraham S dkk telah banyak membunuh karir2 politik putra-putri pribumi terbaik calon pemimpin bangsa kita.
    Hancur nama baik calon pemimpin Pribumi dibuatnya oleh fitnahan oknum yg memanfaatkan Institusi KPK tsb!
    Sementara kasus BLBI dan Century yg jelas2 pelaku korupnya kebanyakan melibatkan cukong2 China bebas melanggang melalang buana tanpa tersentuh hingga berpuluh2 tahun.

    (Ini adlh bukti bhw KPK hanya jd alat Konspirasi dan Propaganda ASING dan ASENG serta pengkhianat bangsa utk menghancurkan pemimpin2 pribumi MUSLIM).

    Oknum KPK menetapkan tersangka hanya utk membunuh karakter lawan politik dan pesanan politik serta balasan sakit hati!

    Jadi, kita Jangan mdh terhasut untuk membenci pejabat pribumi kita sendiri.
    Sudah byk pejabat2 pribumi terbaik kita dimatikan karir politiknya dg memanfaatkan link oknum KPK.

    So,Mari Cintai pejabat2 pribumi kita, Jangan benci mereka. Apalagi jika mereka Muslim, wajib kita membela dan mencintai mereka.

    #‎JANGAN_sampai‬ misi mereka utk MENGIKIS rasa kepercayaan kita pada pejabat pribumi tsb berhasil, sbb disaat hal itu terjadi, mereka para mafia cina akan masuk dan mengambil alih jabatan pejabat pribumi tsb, ini sangat BERBAHAYA!

    Ingat!
    Bila mafia cina menjadi pejabat pribumi, maka sdh PASTI rakyat PRIBUMI akan DIGUSUR!
    Dg berbagai cara dan dalih, mereka akan terus2an MENGUSIR Pribumi dr tanah pribumi tsb, disaat pribumi sdh diusir, lihat dan perhatikan, bangunan2 mal,Indomaret dan sejenisnya, apartemen2 dan bisnis2 property serta pabrik2 mafia cina berdiri ditanah pribumi yg dirampas tsb.

    Lihatlah sepak terjang Ahok dijakarta, pribumi semakin mengenaskan nasibnya,mereka diusir dan dikerangkeng dirumah susun, sementara org2 cina semakin MAKMUR hidup mewah diatas tanah dan penderitaan rakyat Pribumi.

    Contoh lain, lihat Ignatius Jonan saat menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI dula, dia mengusir pedagang kecil Pribumi (yg notabene Muslim ) dari stasiun kereta dengan alasan stasiun bukan tempat berjualan. “Tapi setelah pribumi diusir, Bangunan2 Starbucks, Seven Eleven, dan lain-lain yg dimiliki pengusaha cina didirikan disitu.
    Dimana hak dan keadilan buat warga pribumi?
    Masihkan ada yg sampai hati tetap membela mafia2 cina diatas penderitaan warga pribumi ini?

    Tempat-tempat kayak Seven Eleven dan lain lain itu laku kalau penumpang kecapekan menunggu. Supaya penumpang lama menunggu bagaimana caranya?
    Maka dibikinlah KRL-nya telat terus.
    Jadi, Ignatius Jonan itu bisnis kereta api dan jg mal stasiun dg mengorbankan rakyat pribumi!
    Dan skrg sipenghisap darah pribumi itu sdh dijadikan Menteri Perhubungan oleh jokowi, dan lihat lg manuvernya apa?
    Air asia digembosi dan dikebiri saat diterpa kasus kecelakaan, sementara Lion air yg pemiliknya pengusaha cina didiamkan kasusnya.

    Masih blm mengerti betapa jahatnya mafia2 cina bila berkuasa dinegeri ini ?
    #‎Mereka‬ hanya akan memikirkan etnis dan bisnis mereka, mereka tdk akan acuh pd Pribumi, percayalah dan renungkanlah wahai saudara-saudari Muslimku Pribumi.
    Ini zamanya fitnah dan pembunuhan karakter, jd kita harus jeli dan berilmu !

    Menjelang pemilu 2014 lalu, PDIP memanfaatkan Abraham Samad untuk memenangkan Jokowi. PDIP menggandeng KPK untuk menjegal Prabowo lewat pendakwaan korupsi Suryadharma Ali.
    Ingat Suryadharma Ali (SDA)? Ya mantan Menteri Agama ini dijegal lewat permainan kasar PDIP-KPK menjelang pemilu 2014. Suryadharma dituduh sebagai koruptor oleh KPK hanya 55 hari sebelum pemilihan presiden berlangsung.

    Tepatnya ia diumumkan sebagai tersangka pada 23 Mei 2014.
    Kenapa harus Suryadharma yang dicemarkan namanya ke publik?

    Karena mantan Menteri Agama ini yang pertama kali mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Dengan digandeng Suryadharma, maka nama Prabowo menjadi ‘harum’ di kalangan umat Islam.

    Karena Suryadharma selama ini dikenal punya track record yang bagus dalam menyelesaikan masalah umat. Terutama ketika ia bersikap tegas melarang Ahmadiyah, meski mendapat tekanan yang keras baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

    Media-media pendukung Jokowi saat itu riang gembira menyaksikan peristiwa ini. Metro TV menampilkan berita ini terus menerus dengan berbagai wawancara. Kompas pun menjadikan berita headline dengan judul ‘Suryadharma Ali Terkejut’ (23 Mei 2014) lima kolom. Bandingkan dengan Republika, meskipun menjadikan berita itu di halaman pertama, tapi hanya satu kolom dengan judul : “Suryadharma Tersangka Korupsi Haji.”

    Di kasus ini Suryadharma dituduh korupsi penyelenggaraan haji 2012-2013. Tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi itu antara lain: audit BPK menemukan indikasi penggelembungan harga katering untuk jemaah haji, alokasi dana setoran calon jemaah haji yang mencapai Rp 50 triliun tidak jelas dan permainan dana pengadaan haji di Arab Saudi bernilai lebih dari Rp 100 miliar. Negara diduga rugi Rp 200-an miliar.
    Modusnya adalah permainan selisih kurs dalam pengadaan barang dan jasa dan penggelembungan harga pengadaan katering dan wisma pondokan jemaah. Menteri Agama Suryadharma Ali mengharapkan hal itu cuma kesalahpahaman belaka.

    Pertanyaan besar adalah mengapa KPK menetapkan tersangka pendukung kuat Prabowo menjelang pemilihan presiden?

    Mengapa tidak ditetapkan setelah pemilihan presiden?

    Padahal banyak kasus yang sebenarnya harus cepat ditangani KPK, seperti kasus BLBI yg melibatkan Megawati dan konglomerat2 mafia CHINA, kasus Bank Century jg yang sudah bertahun-tahun sampai kini ‘tidak nambah’ tersangkanya. Budiono dan Sri Mulyani dan mafia2 China yang terlibat dalam penggelontoran uang triliunan itu kini lenggang kangkung hanya menjadi saksi.

    Bila dulu tahun 1998, Prabowo berhasil dijegal naik menjadi petinggi TNI dengan berbagai tuduhan, terutama karena mengucapkan Allahu Akbar di Markas Kopassus, maka dalam pemilu presiden 2014 lalu Prabowo berhasil dijegal karena mengucapkan Allahu Akbar dan siap berjihad di markas besar umat Islam PPP.

    Suryadharma memang menjadi target bagi PDIP dan kaum minoritas di negeri ini. Selain pembelaannya yang kuat terhadap Islam–dengan melarang Ahmadiyah- ia juga menentang kaum Kristen yang semena-mena dalam pendirian tempat ibadah.
    Sehingga dalam artikelnya di Koran Tempo, 11 April 2013 kemarin, Victor Silaen mengecam keras Menteri Agama RI dalam masalah ini.

    Menurut pendeta Victor, Dosen di Universitas Pelita Harapan ini: “Intinya, Menteri Agama Suryadharma menyalahkan umat Kristen dalam kaitan dengan penutupan, penyegelan dan pembongkaran gedung gereja yang terjadi belakangan ini. Menurut Suryadharma: “Mereka telah mempolitisasi masalah administratif masalah pembangunan gedung gereja. Orang Kristen bukan satu-satunya yang memiliki masalah dalam mendapatkan izin untuk membangun tempat ibadah, tetapi mereka mendapat perhatian karena mereka berbicara kepada media atau pers. Umat Islam di beberapa daerah, seperti di Bali, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur juga kesulitan untuk membangun masjid; tapi mereka tidak bicara kepada pers. Mereka juga tidak protes atau melakukan doa di depan istana presiden.”

    Setelah menyalahkan Menteri Agama atas pernyataannya itu, Victor di akhir tulisannya menyatakan: “Yang jelas, fakta berbicara bahwa praktek kekerasan dengan mengatasnamakan agama dalam beberapa tahun terakhir ini meningkat. Penyebabnya?

    Pertama, adanya kecenderungan meningkatnya intoleransi di tengah masyarakat.

    Kedua, absennya negara dalam menyelesaikan kasus-kasus tersebut secara tegas. Inilah yang disebut kejahatan dengan melalui tindakan pembiaran (crime by omission), yang pelakunya adalah negara dan yang salah satu pemimpinnya adalah SDA.”

    Entah dari mana datanya–mungkin dari laporan sepihak Setara Institute- umat Islam Indonesia makin tidak toleran. Menteri Agama pernah menyatakan bahwa Indonesia tingkat toleransinya sangat tinggi. Suryadharma pernah meluncurkan data bahwa pertumbuhan gereja persentasenya jauh lebih besar dari masjid.

    “Data pembangunan rumah ibadah dari tahun 1977 sampai dengan 2004, pembangunan yang paling rendah itu masjid,” kata Suryadharma. “Dari 392.044 menjadi 643.834 buah. Kenaikannya hanya 64,22 persen,” kata Menag pada 21 September 2010.

    Sementara pertambahan Gereja Kristen, kata Suryadharma, dari 18.977 buah menjadi 43.909 buah atau naik 131,38 persen. Gereja Katolik dari 4.934 menjadi 12.473, naik 152,8 persen. Pura Hindu dari 4.247 menjadi 24.431 atau naik 475,25 persen. Wihara Buddha dari 1.523 menjadi 7.129, naik 368,09 persen.

    Begitulah Surydharma Ali (SDA). Ia begitu tinggi komitmennya terhadap Islam. Di samping itu ia ketika menjabat sebagai Menteri Agama, sebenarnya telah berhati-hati sekali dalam masalah keuangan negara. Ia mengangkat M Yasin mantan pejabat KPK sebagai Irjen di Kemenag, adalah untuk menjaga Kemenag dari kasus korupsi.
    Tapi karena permainan politik dari PDIP dan Abraham Samad, akhirnya Suryadharma menjadi korban. Dan Prabowo pun juga. Kalau Koalisi Merah Putih serius ingin mempermasalah pemilu curang 2014, maka kasus PDIP-Samad bisa menjadi titik masuk untuk mempermasalahkan keabsahan pemilu presiden 2014.

    Semua adalah permainan politik hitam megahitam dan china hitam dkk yg sdh dipersiapkan secara sistematis!

  2. Pembeda said

    Pak Akil Mochtar adlh korban musuh2 politiknya, saat menjelang diseleksi,beliau menegaskan ANTI pernikahan sejenis, dan ada org2 yg tak senang dg keputusanya tsb,

    Pak Akil Mochtar yg terkenal tegas dan jujur juga disingkirkan agar Pemilu rekayasa kubu jokowi aman saat tim KMP menggugat kecurangan PilPres 2014 kemaren ke MK dg ketua yg baru .
    Semua hanyalah permainan politik hitam megahitam dkk yg sdh dipersiapkan secara sistematis!

    Akil Mochtar: Saya Bukan PENGKHIANAT!

    Demi Allah Yang Maha Menyaksikan saya akan menghadapi ini dengan tabah dan yakin terhadap semua ini. Tiada pertolongan yang lebih baik kecuali dari Allah.

  3. Paulus Nabi Palsu said

    @ Pembeda

    Mantaaab… Tenan, udeh telanjang bulet Koalisi Indonesia Hancur.

    Gitu aza kok repot

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: