KabarNet

Aktual Tajam

KPK Diminta Periksa Indikasi Korupsi Jokowi-Ahok

Posted by KabarNet pada 11/03/2015

Jakarta – KabarNet: Aktivis 98 Iwan Sumule meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memeriksa dan kalau perlu menangkap pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada masa itu, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

“Indikasi korupsi Ahok dan Jokowi ini perlu ditelusuri lagi. Audit BPK dengan jelas dan tegas menyatakan telah terjadi indikasi dan potensi kerugian negara dalam pelaksanaan APBD DKI Jakarta 2012 maupun 2013,” kata Iwan Sumule di Jakarta, Sabtu 7 Maret 2015.

Bahkan lebih jauh, Iwan Sumule menduga hasil audit BPK itu juga digunakan oleh oknum pimpinan KPK Abraham Samad sebagai alat tawar untuk mendapatkan posisi calon wakil presiden. “Kuat dugaan Abraham Samad juga menggunakan kasus audit BPK tersebut sebagai bargaining (tawar menawar) untuk menjadi wapres Jokowi ketika itu dengan t tidak melakukan penyelidikan dan penyidikan atas temuan BPK tersebut,” katanya lagi.

Bulan Juni 2014 lalu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pernah menyampaikan indikasi kerugian senilai Rp 1,41 triliun dalam Laporan Keuangan APBD DKI Jakarta 2013. Tetapi entah mengapa hasil audit BPK itu seakan lenyap ditelan bumi. “Seolah audit yang telah dilakukan BPK itu hilang misterius,” ujar Iwan.

Diberitakan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat 86 temuan dengan indikasi kerugian senilai Rp1,41 triliun dalam Laporan Hasil Pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2013. “Kerugian itu diperoleh dari adanya temuan yang berindikasi kerugian daerah senilai Rp85,36 miliar serta temuan berpotensi kerugian daerah sebesar Rp1,33 triliun,” kata Anggota V BPK Agung Firman Sampurna dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta.

BPK juga menemukan kekurangan penerimaan daerah Rp95,01 miliar dan temuan tidak ekonomis, tidak efisien dan tidak efektif (3E) senilai Rp23,13 miliar. “Temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan terhadap penggunaan APBD DKI 2013 senilai Rp50,1 triliun. Hasilnya, terdapat 86 temuan dengan indikasi dan potensi kerugian,” ujar Agung.

Dia menuturkan bila dibandingkan dengan tahun 2012, jumlah temuan dan indikasi kerugian daerah tahun ini lebih banyak. Dalam Laporan Keuangan APBD DKI 2012, ia menjelaskan, BPK memperoleh 65 temuan yang meliputi temuan dengan indikasi kerugian daerah Rp11,05 miliar, temuan potensi kerugian daerah Rp7,15 miliar, kekurangan penerimaan daerah Rp18,52 miliar dan temuan 3E senilai Rp117,82 miliar.

Agung juga menjelaskan bahwa ada tiga buku Laporan Hasil Pemeriksaan BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi DKI Tahun Anggaran 2013 yang diserahkan langsung kepada Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta dan Ketua DPRD DKI hari ini. BPK meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menindaklanjuti temuan tersebut sesuai rekomendasi BPK. [KabarNet/http:/ http://kabarnet.in /FastNews/adl]

Satu Tanggapan to “KPK Diminta Periksa Indikasi Korupsi Jokowi-Ahok”

  1. Wong Indonesia mentalnya mental pengecut walau korupsinya besar kalau sudah menjadi pemimpin umumnya penegak hukum menjadikan mereka adalah Dewa yang tidak layak dipanggil atau diperiksa, apalagi di iming-imingi uang sudah Istrinya aja bila perlu dikasihkan,

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: