KabarNet

Aktual Tajam

Setelah Bertemu Prabowo, Jokowi Diusir Megawati ?

Posted by KabarNet pada 31/01/2015

Jakarta – KabarNet: Kondisi politik di tubuh PDIP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) semakin panas setelah Jokowi mengadakan pertemuan dengan Prabowo Subianto di Istana Bogor, Kamis 29 Januari 2015.

Dalam pertemuan itu berlangsung satu jam dan ada beberapa yang tidak diungkapkan di media saat kedunya memberikan keterangan kepada wartawan. Setelah pertemuan Jokowi dengan Prabowo, Kubu Megawati dan KIH langsung mengadakan pertemuan.

Para wartwan sempat melihat sebuah mobil innova hitam masuk ke dalam rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Jumat 30 Januari 2015 malam. Anehnya, mobil itu hanya masuk 5 menit dan keluar. Kabar yang beredar orang yang di dalam mobil itu Presiden Jokowi.

Beberapa wartawan sempat mencoba mencegat mobil innova, tetapi tanpa memperdulikan para pencari berita. Sempat beredar kabar, Megawati marah dan mempersilahkan Jokowi untuk keluar dari pertemuan itu.

Politikus PDIP Hasto Kristiyanto membantah, bahwa pertemuan tertutup di rumah Megawati itu dihadiri Presiden Jokowi. Hasto pun membatah ada pengusiran terhadap seseorang yang hadir dalam pertemuan itu. Ia justru meminta menunjukkan sumber informasi bahwa ada pengusiran terhadap seseorang dalam pertemuan itu.

Memang dalam pertemuan itu anggota Wantimpres Rusdi Kirana juga hadir. Kemungkinan besar pertemuan itu membahas manuver yang dilakukan Jokowi bertemu dengan Prabowo dan BJ Habibie.

Selain itu, Pertemuan itu juga membahas calon Kapolri Komjen Budi Gunawan termasuk rekomendasi tim independen yang meminta Jokowi tidak melantik mantan ajudan Megawati itu.

Source: Durjono Wisonggeni

13 Tanggapan to “Setelah Bertemu Prabowo, Jokowi Diusir Megawati ?”

  1. Anonim said

    Di negeri ini, yang benar presiden siapa sih, rakyat atau partai ???

  2. Anonim said

    Presiden di Indonesia dipilih oleh rakyat dan ia adalah Kepala Negara, Kepala Pemerintahan dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, jadi sangat berdaulat. Kedaulatannya hanya dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat yang memilihnya. Titik !

  3. Mata Elang said

    Jokowi sebagai Presiden dan Palima dinegara ini,
    Tidak sepantasnya kalau megawati sebagai ketua Partai,
    harus menekankan Jokowi hanya sekedar menuruti ambisinya,
    memaksakan BG menjadi Kapolri supaya bisa melindungi dirinya
    dalam sekandal BLBI,

  4. adem said

    Wkwkwkwkwkwk……namanya jg petugas partai mana bisa ngapa”in, trus otaknya jg tumpul ya gini ini nih pilihan rakyat….

  5. Anonim said

    peresiden indonesia tak guna baby

  6. jarot sakti buana said

    Setelah meninggal suaminya Taufik Kemas konon paling banyak hadir kenduri dari Kepolisian dipimpin BG di samping mantan ajudan Ibu Mega jg konon BG adl org yg sanggup mengungkap kasus Bank Century dan kasus Hambalang. krnnya proses feed and profer di Komisi III DPR P. Demokrat tdk menyetujui BG jd Kapolri, diperkuat oleh statemen AS bhw BG sebagai tersangka yg langsung ditangkal Hasto melakukan konpressi pers bhw AS Dendam pd BG yg telah mengusulkan cawapres yg semula AS digantikan JK krn usulan/masukan dari BG pd KIH.

  7. susah juga kalo presidennya masih takut sama partai,,,selalu ragu dalam mengambil keputusan,,

  8. Anonim said

    http://m.kompasiana.com/post/read/720397/1/trio-macan-istana-di-ring-satu-jokowi-.html

  9. Anonim said

    Jarot : mang ada yang aneh ko

  10. Anonim said

    Jangan-jangan cuma ada di negeri ini lagi nih rakyat yang mimpin pemimpin dan bukan sebaliknya.

  11. PANCASILA said

    SILA KE-4 :
    KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSANAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN.

    Apa artinya ?

    Artinya RAKYATLAH YANG BERDAULAT di negeri ini.

    Jadi kalau kemudian rakyat MEMBERIKAN KEPERCAYAAN KEPADA SEORANG SEBAGAI PEMIMPIN baik melaui perwakilan apalagi secara langsung, maka sang Pemimpin tersebut wajib hukumnya HANYA BERTANGGUNGJAWAB KEPADA RAKYAT YANG MEMBERIKAN KEPERCAYAAN PADANYA SEBAGAI PEMIMPIN. Menurut Pancasila dan UUD 45 ini tak bisa ditawar-tawar lagi. Dan sebaliknya, jika ada pemimpin yang tidak bertanggungjawab kepada rakyat yang memilihnya, maka berarti ia bukan pemimpin rakyat dan rakyat berhak memilih dan mempercayai yang lainnya.

    Jadi pelajaran penting bagi kita seua di sini adalah jangan melupakan PANCASILA SEAGAI DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berbangsa maupun bernegara.

    Sekedar sumbang saran.

  12. rakyat indonesia said

    memang membinggungkan rakyat indonesia, demi kepentingan segelitir orang2 elit

  13. […] Kemudian pada hari Jum'at (30/1) esok harinya sempat beredar kabar – pasca Jokowi bertemu Prabowo pada Kamis (29/1) di Istana Bogor – Megawati marah dan mengusir Jokowi. Betulkah? (Baca, Jokowi di Usir Mega) […]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: