KabarNet

Aktual Tajam

Kapolri Dicopot, Keluar Surat Larangan Polwan Berjilbab

Posted by KabarNet pada 21/01/2015

Jakarta – KabarNet: Penggunaan jilbab bagi Polisi Wanita (Polwan) tampaknya tak akan terwujud. Seiring dengan dicopotnya Jenderal Polisi Sutarman dari posisinya sebagai Kapolri, kini muncul larangan Polwan berjilbab yang dikeluarkan Mabes Polri.

Polwan muslimah yang melaksanakan kewajiban berjilbab sesuai syariat Islam kini dihadapkan pada pilihan. Yakni mau menerima hukuman atas pilihannya menggunakan jilbab atau mencopot hijabnya dengan mengikuti telegram yang datang dari Mabes Polri.

Pekanbaru Pos (Grup JPNN.com) menemukan surat larangan berjilbab yang ditujukan kepada Kapolda Riau. Surat larangan itu tertanggal 19 Januari 2015.

“Adanya penggunaan jilbab bagi Polwan tidak dibenarkan karena belum ada regulasinya,” demikian bunyi surat tersebut seperti dirilis oleh JPNN, Selasa 20 Januari 2015..

Surat Edaran dari Mabes Polri perihal Larangan Polwan Berjilbab

 

Wacana pemakaian jilbab pada polisi wanita bukan hal baru. Sutarman saat menjabat Kapolri berjanji Agustus atau September 2015 ini Perkap itu akan rampung. Setelah itu, pengadaan jilbab bagi polwan akan dilaksanakan.

“Nanti tahun 2015 sudah selesai,” ungkap Sutarman di Mabes Polri, Jumat (9/1/2015) lalu.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menambahkan, saat ini perkap jilbab polwan sudah sampai perencanaan dan pengadaan anggaran. Anggaran yang disiapkan Rp 1,2 triliun.

Menurut Sutarman, pemakaian jilbab merupakan hak asasi manusia yang tidak boleh dilarang.

Namun di era Plt Kapolri Komjen Badrodin Haiti, belum juga dituntaskan aturan ini, tapi malah membuat surat edaran yang ditujukan Polda untuk menertibkan para Polwan berjilbab yang dinilai berseragam tidak sesuai dengan ketentuan korps Bhayangkara tersebut.

Mengenai temuan surat edaran larangan berjilbab bagi Polwan ini, belum ada penjelasan resmi. JPNN masih berusaha untuk mendapatkan konfirmasi dari Mabes Polri. [KabarNet/ http://kabarnet.in /JPNN/adl]

38 Tanggapan to “Kapolri Dicopot, Keluar Surat Larangan Polwan Berjilbab”

  1. Pembeda said

    Dasar polisi sekuler!
    Kl ingin ngajak perang Ummat Islam ya silahkan, lain kl jgn bicara HAM lg ya kl HAM Ummat Islam kalian acuhkan!

  2. Banyak mengaku moslem pemimpin di negeri ini tapi dia tdk tahu apa itu islam ,, sungguh naif

  3. Anonim said

    do’ain aja mudah mudahan cepet masuk surga bila perlu besok……secepatnya…..

  4. taUbat said

    Menjadikan Pelajaran :

    https://kabarnet.in/2012/06/08/nurul-arifin-diminta-jaga-mulut/

    https://kabarnet.in/2010/02/21/surat-terbuka-jurnalis-wanita-kristen-untuk-wanita-muslim/

  5. Anonim said

    Hati-hati melarang berjibab…bisa-bisa yang melarang berjilbab kepalanya akan terbakar api….atau kena cancer otak…

  6. Anonim said

    sadarlah,kepatuhan kpd Alloh,tdk bisa di ganggu gugat.. Hati2 buat yg melarang berjilbab!! Maju trus buat polwan muslimah..

  7. dimas said

    Subhanallah. Peraturan apa lagi ini. Semoga kalian segera disadarkan. Amien.

  8. opegraphy said

    peraturan gak jelassss…..pemimpin bodoh yg membiarkan peraturan seperti itu….

  9. Anonim said

    klu anda emang umat beragama,,apa lg di KTP ngaku2 islam hargain dong orang yg memakai jilbab,itu udah kewajiban mereka menutup auratnya,

  10. Pembeda said

    Petinggi Polri dan TNI saat ini pada Anti Islam gan, kita harus bersatu dan saling peduli antar sesama Islam…. Waspadai Org2 munafik ditubuh 2 institusi tsb.

  11. Triana said

    Sy istri dr slh 1 anggota polri, sy sndiri berjilbab & ktika ada TElegram bagi polwan yg diperbolehkan mmakai jilbab, sy sngt antusias sekali mendengar hal tsb.
    Mndengar bpk jend sutarman mmberikan kebijakan untk para polwan yg muslim mmakai jilbab, tp knapa stlh jend sutarman diberhentikan oleh presiden & digantikan oleh kapolri PLT yg baru kluar lg kebijakan sprti ini ?
    Tdk semestinya kluarkan kebijakan sprti ini, krna di islam pun mmakai jilbab adalah kewajiban pagi sluruh umat muslimah .
    Hrsnya PLT yg baru ini meneruskan kebijakan yg sprti jend sutarman lakukan pd saat mnjabat mnjdi kapolri.

  12. adem said

    Presidennya aja kan anti sm muslim, ya pstnya nga bolehlah para polwan berjilbab…..selamat ya yg udah milih sijokodok

  13. Pembeda said

    Para Polwan dan Istri polisi Muslimah harus bersatu menuntut hak nya dlm kebebasan melaksanak agama, jangan mau dipermainkan agama kita oleh institusi yg bermain durja…
    Kita mayoritas, kita seharusnya tak ditindas oleh musuh2 Allah…..
    Takbiiir!!!!!!!

  14. Anonim said

    Negara Thogut ya begini ni, jika nasehat sudah di sampaikn kepada penguasa Thogut, tetapi juga tak memperdulikan hukum Allah di tegakkan , semoga gerakan yang seperti ISIS hadir di bumi Indonesia ini.

  15. mbahmukri said

    Makanya pak sutarman di gantikan.
    Udah kliatan yang benar tidak di pakai yang rusak di pakai.
    Kok bisa begini ya

  16. Dimas said

    Gambar surat tidak jelas, buram.. Saya tidak percaya, memperkeruh suasana saja!

  17. Anonim said

    Semoga Pimmpin kita dpt hidayah dari Allah . Shg tdk buat kebijaksn yg bertentangan dg syariat islam (baca : Ketentuan Allah)

  18. …semoga anggota berpangkat menengah kebawah kompak..bila perlu somasi petinggi yang yg td setuju dengan peradaban islam…

  19. Maha Dewa said

    Kan Masih Lama Jabatanya Blm Ada 1 Tahun, Jd Menyampingkan Islam, Nanti Juga Klo Mau Jd calon Lagi Pasti Boleh (4 Tahun Lagi), Biar Kepilih Lg.

  20. b3d0n said

    Hadduehhh situs berita gak jelas lagi, liat aja suratnya emang bisa dibaca, hadeuh

  21. Anonim said

    ha itu tandingan untuk mengalahkan KPK aja,

  22. Pembeda said

    Surat telegram tdk bs dibaca krN difoto dr koran disumber diatas, tdk langsung…
    Gimana sich kalian ini?

    Tinggal cari aja sumber lain yg jg membahas ini, atau lgsg kesitus koran tsb.
    Cerdaslah sedikit kawan!

  23. Anonim said

    Melarang berjilbab sm halnya menentang perintah Allah tentu imbalnnya neraka

  24. Anonim said

    Salah satu tanda2 kiamat sudah dekat di
    angkatnya pemimpin yg zolim
    Astaghfirullah……azab APA lagi yg akan menimpa Negri.

  25. jobles said

    Berpikir cerdas…semua agama baek…itu institusi jgn kalian ikut campur urusan institusi…

  26. Abd Mukti said

    Sejak rezim Jokowi nmpaknya negara semakin sekuler. Polwan gagal pakai jilbab, pengosongan klm agama dlm KTP (untung gak jadi karena diprotes), Perda bernuansa syariah dipermasalahkan, larangan nikah beda agama juga dipermasalahkan, UU penistaan agama akan direvisi, dan masih bnyk lgi….. Jangan mimpin rezim ini akan memajukan Islam

  27. Pembeda said

    To jobles@
    1. Berpikir cerdas…semua agama baek…

    @_@
    Kl semua agama itu baek lalu knp tidak kau peluk semua agama?
    Atau minimal kau masuk agamaku(Islam) saja, toh semua agama baek?
    Iya kan? Hii hiii bahlul !

    2. itu institusi jgn kalian ikut campur urusan institusi…

    @_@
    Lha itu institusi milik siapa?
    Bukan milik rakyat kah?
    Kl gak boleh ikut campur institusi lantas ngapain institusi itu hrs ada?
    Dan ngapain jg mereka ikut campur dlm menzalimi agama Islam ku?

    Bisa kau jelas kan?

    Lain kali kl bicara itu pake akal, jgn pake dengkul!

  28. Pembeda said

    Gan abd mukti@
    Memang tragis nasib Ummat Islam dinegeri ini, akibat dipecah belah kita yg mayoritas jd bulan2an umat kafir dan munafik minoritas!

    Mmg benar sabda Nabi kita bhw akan ada masa dimana Ummat beliau yg mayoritas dianggap spt buih dilautan sj bagi kafir minoritas, 2 penyebabnya adlh penyakit cinta dunia dan takut mati dlm membela agama Allah!
    Na’udzubillahi mindzalik, smg para pejabat kita yg muslim pd sadar dan diberi hidayah oleh Allah SWT hingga Ummat Islam menjadi merdeka dan tentram dinegerinya sendiri. Aamiin….

  29. Anonim said

    boleh kalian tak suka dg Islam tp hormatilah HAK ASASI orang yang menta’ati kehidupan beragamanya..

  30. Anonim said

    Untuk para penipu rakyat, pejabat dholim dan para koruptor, sana senang2 dg janji2 palsu setan dajjal laknatulloh, semua itu akan ada akhirnya, ada pertanggung jawabannya nanti, saat mulut tdk lagi bisa berdalih tipu, saat tangan, kaki, telinga, mata dan hati bicara lugas tanpa ada kebohongan, rasakan bahwa balasan siksa akherat dari Allah Swt sungguh pedih bagi para pengikuti setan dajjal laknatulloh.

    Masih berani dholim?

  31. Anonim said

    jika polwan dilarang pke jilb napa gak ya cwok aja pke jilb.dah bgus sh polwan pke jilb ndk keliatan bagian yg menôjol2.

  32. Anonim said

    Sanksi Hukum Jika Menghalangi Orang Melaksanakan Ibadah
    Saya mau tanya pada Hukumonline, bagaimana penjelasan apabila ada pihak yang melarang seseorang ketika hendak melaksanakan ibadah? Terima kasih.
    PRIANTORO
    Jawaban:
    LETEZIA TOBING, S.H.

    Pada dasarnya, Negara Republik Indonesia menjamin kebebasan beragama setiap orang dan hak setiap orang untuk beribadah sesuai dengan agamanya. Hal ini tercermin dari beberapa pasal dalam peraturan perundang-undangan berikut ini:

    1. Pasal 28 E ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 (“UUD 1945”)

    “Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.”

    2. Pasal 29 ayat (2) UUD 1945

    “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

    3. Pasal 4 Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (“UU HAM”)

    “Hak. untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun.”

    4. Pasal 22 UU HAM

    “(1) Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
    (2) Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

    5. Pasal 80 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”)

    “Pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada pekerja/buruh untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya.”

    Sayangnya, UU HAM tidak ada memberikan sanksi bagi orang yang melanggar ketentuan dalam Pasal 22 UU HAM.

    Akan tetapi, bagi orang yang menghalang-halangi kegiatan ibadah yang dilakukan di tempat ibadah, dapat dijerat dengan Pasal 175 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”):

    “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan merintangi pertemuan keagamaan yang bersifat umum dan diizinkan, atau upacara keagamaan yang diizinkan, atau upacara penguburan jenazah, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.”

    Mengenai Pasal 175 KUHP ini, R. Soesilo dalam bukunya yang berjudulKitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan:
    1. “pertemuan umum agama” adalah semua pertemuan yang bermaksud untuk melakukan kebaktian agama;
    2. “upacara agama” adalah kebaktian agama yang diadakan baik di gereja, mesjid, atau di tempat-tempat lain yang lazim dipergunakan untuk itu;
    3. “upacara penguburan mayat” adalah baik yang dilakukan waktu masih ada di rumah, baik waktu sedang berada di perjalanan ke kubur, maupun di makam tempat mengubur.

    Lebih lanjut, R. Soesilo mengatakan bahwa syarat yang penting adalah bahwa “pertemuan umum agama” tersebut tidak dilarang oleh negara.

    Sedangkan, pelanggaran atas Pasal 80 UU Ketenagakerjaan, mengenai hak pekerja melakukan ibadah agamanya, juga dapat dipidana sebagaimana terdapat dalam Pasal 185 UU Ketenagakerjaan:

    Pasal 185 UU Ketenagakerjaan
    (1) Barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 68, Pasal 69 ayat (2), Pasal 80, Pasal 82, Pasal 90 ayat (1), Pasal 143, dan Pasal 160 ayat (4) dan ayat (7), dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 400.000.000,00 (empat ratus juta rupiah).
    (2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan tindak pidana kejahatan.

    Jadi pada dasarnya negara menjamin kebebasan semua orang untuk beribadah menurut agamanya masing-masing. Akan tetapi memang mengenai pelanggaran atas Pasal 22 UU HAM, tidak ada ketentuan sanksinya. Ketentuan dalam KUHP pun terlihat kurang mengakomodasi perbuatan seseorang yang melarang orang lain melaksanakan ibadah agamanya dalam hal pelaksanaan ibadah tersebut dilakukan secara individu (bukan dalam bentuk kebaktian atau ibadah yang dilakukan bersama-sama dengan orang lain dalam suatu tempat ibadah).

    Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

    Dasar Hukum:
    1. Undang-Undang Dasar 1945;
    2. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
    3. Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia;
    4. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

  33. Anonim said

    Baguslah..kalau polwan pakai jelbab. Karena islam anjukan . Setiap umat muslim wajib menutup aurat..silakan ! Silakanlah. Wahai kaum muslim dan muslimat..kapan lagi aurat mu …g jaman aurat masih di buka.

  34. Anonim said

    dengan pemakaian jilbab barang kali bisa menciptakan perubahan yang baik bagi POLRI “bravo polisi”

  35. Harjo Ngatimin.o said

    Astaqfirllah…ya Allah…sadarkanlah pemimpin negeri ini untuk selalu mau melakukan apa yang Engkau perintahkan, serta menjauhi yang Engkau larang……berikanlah hidayah Mu Ya Allah, ampuni dosa nya, amin.

  36. Punk Anarki !!!! said

    hahahaha..
    selebaran begini mahh banyak dtemui dtukang potong rambut..
    liat aja tanpa tanda tangan..
    semua peraturan resmi dkeluarkan pasti ada tanda tangan penanggung jawab..
    masih pada bocah nihh..gak bisa mahamin seauatu dengan teliti..

    uua tik ?????
    hahahahaha..

  37. semoga peraturan larangan berjilbab polwan tidak akan terwujud..karna dengan polwan berjilbab mungkin akan memperbaiki citra polisi dinata masyarakat,,,

  38. dilihat fotonya polwan berjilbab sangat pantas sekali…

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: