KabarNet

Aktual Tajam

“Jokowi Presiden Boneka” Kembali Populer di Masyarakat

Posted by KabarNet pada 19/01/2015

Jakarta – KabarNet: Sebutan “presiden boneka” kembali ramai merebak di kalangan masyarakat yang menyematkan predikat tersebut ke jidat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebutan itu kembali mencuat pasca pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai calon kapolri yang disinyalir adalah pesanan Megawati Sukarnoputri.

Sejumlah pengamat politik menilai, masalah pencalonan seorang tersangka kasus dugaan korupsi seperti Budi Gunawan sebagai calon tunggal kapolri yang diajukan Presiden dapat menjadi pembuktian bagi kepemimpinan Jokowi. Pasalnya, keputusan yang diambil Jokowi dapat membentuk asumsi terhadap kepemimpinannya.

“Jangan sampai asumsi ‘presiden boneka’ melambung lagi,” jelas Pakar ilmu politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro pada Republika Online, Jumat 16 Januari 2015.

Zuhro melihat posisi Jokowi memang dilematis karena ia tak sendiri. Ada partai dan koalisi pendukung di belakangnya yang selama ini selalu menyetir Jokowi untuk menggolkan berbagai kepentingan mereka. Sehingga dalam mengambil keputusan, Jokowi dipastikan tidak akan bisa bertindak seorang diri, akan selalu ada tekanan dari berbagai pihak yang ikut menanam investasi politik ketika Jokowi maju sebagai capres dalam plipres 2014.

Terlepas dari semua tekanan, sebagai orang nomor satu di Indonesia, Jokowi merupakan pihak yang sepenuhnya bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Satu hal yang perlu diperhatikan Jokowi ialah menjaga kepercayaan rakyat.

Menurut Zuhro, kepercayaan rakyat merupakah hal yang sangat mahal. Sekali seorang pemimpin kehilangan kepercayaan rakyatnya, maka akan sulit bagi pemimpin tersebut untuk meraih kembali kepercayaan itu, ibarat menegakkan benang yang basah.

Terkait figur Budi Gunawan sendiri, Zuhro melihatnya dengan simpel. Ia menyatakan orang yang baik dan tidak terstigma tidak mungkin tiba-tiba dijadikan tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Zuhro, seseorang yang tak melakukan tindak pidana, tidak mungkin bisa menjadi tersangka begitu saja.

“Ini polisi loh. Masa menjadi tersangka (tapi) nggak ngapa-ngapain. Gampang saja rumusnya,” tandas Zuhro.

Sebutan “presiden boneka” terhadap Jokowi sudah muncul sejak pertama kali ia dicalonkan sebagai capres oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pernyataan Ketua Umum PSIP Megawati Soekarnoputri yang menyebut Jokowi merupakan ‘petugas partai’ menuai reaksi negatif dari banyak pihak. Pernyataan tersebut dinilai membongkar kedok Megawati dan PDIP yang betul-betul berniat menjadikan Jokowi sebagai capres boneka bagaikan robot yang dikendalikan oleh remote control.

Saat deklarasi sebagai capres, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpesan serius kepada Joko Widodo untuk tak melupakan perannya sebagai kader jika terpilih sebagai presiden.

“Saya pesan ke Pak Jokowi, sampeyan tak (saya) jadikan capres, tapi jangan lupa ingat capres-nya saja. Anda adalah petugas partai yang harus melaksanakan apa yang ditugaskan partai,” tandas Mega serius dalam pidatonya saat deklarasi koalisi PDIP, Partai NasDem, dan PKB di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (14/5/2014) silam. KLIK BERITANYA DISINI.

Banyak kalangan menilai pernyataan tersebut sebagai bukti kebenaran bahwa Jokowi hanyalah “capres boneka” yang setiap langkahnya dikendalikan oleh Megawati, PDIP, dan berbagai unsur koalisi pendukungnya. [KabarNet/ http://kabarnet.in /Tempo/Inilah.com/ANT/adl]

5 Tanggapan to ““Jokowi Presiden Boneka” Kembali Populer di Masyarakat”

  1. taUbat said

    JOKOWI HARUS TUNJUKAN DIRI BUKAN ‘BONEKA’ ELITE

    MUFTI SHOLIH – 19 JANUARI 2015 08:59 WIB

    METROTVNEWS.COM, JAKARTA: PRESIDEN JOKO WIDODO PERNAH MENJADI BULAN-BULANAN TABLOID OBOR RAKYAT SAAT MAJU MENJADI CALON PRESIDEN, PERTENGAHAN TAHUN LALU.

    PRESIDEN JOKOWI KERAP DISEBUT SEBAGAI BONEKA POLITIK DARI ELITE KEKUASAAN YANG DITUDING BERADA DI BALIK JOKOWI.

    TUDINGAN JOKOWI BONEKA PUN MULAI NYARING TERDENGAR SAAT PUBLIK MENUNGGU KETEGASAN PRESIDEN SOAL WACANA PELANTIKAN KOMJEN POL BUDI GUNAWAN KAPOLRI.

    BUDI ADALAH CALON TUNGGAL KAPOLRI SEKALIGUS TERSANGKA DUGAAN SUAP DAN GRATIFIKASI DI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI.

    PENGAMAT POLITIK DARI LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI), SITI ZUHRO MENILAI, PRESIDEN HARUS MENUJUKAN DIRI JIKA DIA BUKAN BONEKA.

    “APA YANG DISAMPAIKAN MEREKA (OBOR RAKYAT-RED) ITU KAN BARU DI TATARAN ASUMSI. KARENA JOKOWI MASIH MENCALONKAN PRESIDEN. SEKARANG SAATNYA JOKOWI MENUNJUKKAN BAHWA DIRINYA BUKAN BONEKA SIAPAPUN,” UJAR WIWIEQ, SAPAAN SITI, DALAM PERBINCANGAN DENGAN METROTVNEWS.COM, SENIN (19/1/2015) PAGI.

    WIWIEQ MENILAI, JOKOWI PERLU MENGAMBIL LANGKAH TEGAS TERKAIT POLEMIK BUDI GUNAWAN.

    SEBAB, JOKOWI ADALAH PRESIDEN RI YANG MEMPUNYAI HAK DAN KEWAJIBAN YANG HARUS DILAKSANAKAN.

    “KALAU DALAM 100 HARI INI JOKOWI TAK MAMPU MENUNJUKKAN KETEGASANNYA SEBAGAI PRESIDEN DAN TERNYATA KALAH PAMOR DENGAN PIMPINAN PARTAI PENDUKUNGNYA, MAKA PUBLIK AKAN SANGAT KECEWA,” IMBUH DIA.

    KETEGASAN ITU PUN, KATA WIWIEQ, AKAN MEMBUAT JOKOWI TIDAK DIOMBANG-AMBINGKAN KEKUATAN KOALISI PENDUKUNG.

    “KARENA KETIDAKTEGASAN JOKOWI AKAN MEMBUATNYA MUDAH DIOMBANGAMBINGKAN KEKUATAN-KEUATAN POLITIK YANG ADA,” TEGAS DIA.

    DIKETAHUI, PRESIDEN JOKO WIDODO AKHIRNYA MENUNDA PELANTIKAN BUDI GUNAWAN SEBAGAI KAPOLRI.

    JOKOWI MENUNJUK KOMJEN POL BADRODIN HAITI SEBAGAI PELAKSANA TUGAS KAPOLRI MENGGANTINKAN JENDERAL POLISI SUTARMAN.

    PENUNDAAN DILAKUKAN MENYUSUL PENETAPAN BUDI GUNAWAN SEBAGAI TERSANGKIA DUGAAN SUAP DAN PENERIMAAN GRATIFIKASI TERKAIT KEPEMILIKAN REKENING TIDAK WAJAR.

    BUDI DITETAPKAN KPK PADA SELASA, 13 JANUARI LALU. BUDI DIDUGA MELANGGAR PASAL 12A ATAU B, PASAL 5 AYAT 2, PASAL 11, ATAU PASAL 12B UNDANG-UNDANG (UU) NOMOR 31 TAHUN 1999 SEBAGAIMANA DIUBAH DENGAN UU NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI JUNCTO PASAL 55 AYAT 1 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA.

    TII

    palingaktual.com/1375686/jokowi-harus-tunjukan-diri-bukan-boneka-elite/read/

  2. Lengserkan Presiden Boneka!! said

    Bhuakkakkakkak :mrgreen:

    ini juga ketemu arsip lama
    http://regional.kompas.com/read/2014/04/05/1719285/Megawati.Jokowi.Petugas.Partai.yang.Saya.Perintah.Jadi.Capres

  3. Anonim said

    presiden yg merakyat baru aj jd presiden udah memasyarakatkan sengsara rakyat dan merakyatkan kesengsaraan, bagi” esemka nya mana????

  4. history said

    KENAPA YA ,TIDAKKAH RAKYAT TERBUKA MATANYA…..SEMUA YG DIHADIRKAH JOKOWI HANYALAH PENCITRAAAN BELAKA……

  5. history said

    SAATNYA BANTENG JADI KERBAU DAN SEKARANG KERBAU BAGAIKAN NYUSU GUDEL

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: