KabarNet

Aktual Tajam

Tidak usah sok toleran mengucapkan selamat Natal!

Posted by KabarNet pada 24/12/2014

Terkait perayaan natal yang akan berlangsung di bulan ini, isu lama kembali ramai dibicarakan, yakni masalah pengucapan selamat natal yang diharamkan bagi umat Muslim. Segelintir orang menganggap fatwa dan ketentuan yang sebenarnya dalam agama Islam ini adalah bentuk intoleran islam terhadap agama lain.

Fatwa haram ucapan selamat natal yang dikeluarkan MUI itu tidak pernah sepi dari kritikan. Banyak media dan pihak yang mengaitkan fatwa itu sebagai perusak toleransi dan disharmoni antarumat beragama. Tentu para pengkritik itu adalah orang yang lemah agamanya dan tidak memahami aqidahnya dengan benar. Betapa bodoh dan rendahnya iman seorang Muslim bila ia menggadaikan aqidahnya hanya untuk mendapat stempel sebagai muslim ‘toleran’.

Masyarakat khususnya umat muslim sudah sangat perlu mengetahui batasan-batasan aqidah yang diatur dalam syariat, sehingga dalam bertindak dan bersikap secara sosial dengan penganut agama lain tidak akan melampaui batas yang telah jelas ditetapkan dalam Syariat Islam.

Untuk mengetahui sebab haramnya pengucapan natal, tentu harus dipahami terlebih dahulu apakah definisi dan makna perayaan natal itu sendiri. Mengapa masalah ucapan saja, seperti ucapan merry christmas and happy new year, dipersoalkan serius dalam ajaran Islam?. Tentu saja dipersoalkan! Sebab ucapan selamat natal adalah persoalan yang sangat prinsip dalam Islam, yang dapat menjerumuskan seseorang menjadi kafir. Memberi ucapan selamat natal berarti menyakini kebenaran atas kelahiran penjelmaan anak tuhan bernama Jesus Kristus kepada pemeluk agama Nashrani. Ucapan itu otomatis secara sadar atau tidak, mengakui bahwa Tuhan punya anak lelaki.

Hari Natal adalah bagian dari prinsip-prinsip agama Nasrani, mereka meyakini bahwa di hari inilah Yesus Kristus dilahirkan. Dalam bahasa Inggris disebut dengan christmas, Christ berarti Kristus sedangkan Mass berarti masa atau kumpulan jadi bahwa pada hari itu banyak orang berkumpul merayakan hari kelahiran Kristus. Dan Kristus menurut keyakinan mereka adalah Tuhan meskipun terlahir sebagai manusia. Bahkan ada fakta baru menyebutkan, bahwa tanggal 25 Desember merupakan hari kelahiran Dewa Matahari, jadi hari natal sama sekali tidak bisa disambung-sambungkan kepada hari kelahiran nabi Isa AS. Umat nasrani sendiri tidak seluruhnya sepakat bahwa tuhan mereka lahir pada 25 Desember, lalu mengapa kita dengan bodohnya mengucapkan selamat atas sesuatu yang bahkan tidak diketahui kebenarannya.

Ucapan selamat natal bukan sekedar penghormatan atau bagian dari toleransi beragama, namun merupakan persoalan yang sangat prinsip dalam agama Islam dan jika diucapkan oleh seorang muslim dapat merusak aqidahnya. Bagi umat Islam, bertoleransi kepada mereka bukan dengan ikut memberikan selamat Hari Natal, akan tetapi dengan tidak mengganggu mereka didalam merayakannya. Tentu saja pemberian ucapan selamat Natal baik dengan lisan, telepon, maupun sms adalah perbuatan kufur karena orang tersebut sudah memberikan pengakuan terhadap ketuhanan yesus dan rela dengan prinsip-prinsip agama nasrani.

Ada sebagian tokoh islam yang sembrono berfatwa, bahwa mengucapkan natal jika diniatkan untuk kelahiran nabi Isa AS, maka ucapan tersebut dibolehkan. Ini pendapat orang bodoh yang tidak memahami hakikat ritual hari natal. Orang nasrani sendiri tidak pernah mengatakan, bahwa natal adalah kelahiran seorang Nabi, namun mereka berkeyakinan bahwa natal adalah hari kelahiran tuhan dan ritual natal adalah perayaan sukacita/ kegembiraan umat nasrani atas lahirnya tuhan mereka, bukan kelahiran seorang nabi Isa AS. Sehingga mengucapkan natal dengan niat turut bergembira atas kelahiran nabi Isa AS adalah bathil, karena mereka tidak bersukacita dengan niat yang sama. Islam menganggap Isa AS adalah nabi, nasrani menganggap Isa AS adalah tuhan. Kesimpulannya kita berbeda jelas dan tidak ada hal yang dapat dikompromikan termasuk ucapan selamat sebagai bentuk toleransi, karena dasar keyakinan kita tentang nabi Isa as jauh berbeda.

Coba saja kita berbalik meminta mereka untuk merasa senang dengan agama Islam, mengucapkan dua kalimat syahadat, mengakui bahwa Allah itu Esa dan Muhammad adalah utusan Allah, apakah mereka akan rela melakukannya atas dasar toleransi? tentu tidak. Mereka tidak akan mau melakukannya, maka mengapa kita tidak berprinsip sama..? tidak akan melakukan hal-hal yang melanggar prinsip dasar agama kita.

Iman Kristiani tidak mungkin mengakui Muhammad SAW adalah seorang nabi. Ketika mereka menyatakan Muhammad SAW adalah seorang nabi, maka lenyaplah ke-Kristenan-nya. Ketika lenyap ke-Kristenan-nya maka secara otomatis, menurut iman Kristiani dia termasuk orang-orang yang tidak diselamatkan oleh Yesus alias masuk neraka.

Alhasil, seorang Muslim yang mengucapkan selamat natal, walaupun tidak ada niat pengakuan terhadap ketuhanan yesus, tetap saja hal itu dilarang. Sebab Allah Ta’ala sangat murka dengan ritual penyekutuan Allah, seperti peringatan hari kelahiran yesus. Bagaimana seorang muslim ikut serta mengucapkan selamat kepada mereka yang jelas-jelas melecehkan Allah Ta’ala?…Maka jelaslah sudah, sekali pun dalam ucapan itu tidak ada niat, pantaskah kita ikut rela dan senang terhadap mereka yang melecehkan dan ingkar terhadap ke-esaan Allah Ta’ala dengan alasan toleransi?.. Apalah artinya mengucapkan sepatah kata dengan alasan toleransi, namun akhirnya sepatah kata itu pula yang akan menjerumuskan kita ke dalam jurang jahannam. Na’udzubillah Min Dzalik!..

Maksud hadits: “Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu ucapan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat”. [Hadits Muslim]

Saudara-saudaraku se-Iman, Islam tidak melarang bekerja sama dan bergaul dengan Umat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan, namun ada batas-batas yang tidak boleh diterjang, seperti jika terdapat hal-hal yang bertentangan dengan syari’at termasuk ucapan yang bersifat pembenaran keyakinan agama mereka.

Maksud firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” [Al-Ma’idah: 72]

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” [Al-Ma’idah: 73]

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al-Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dila’nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling.” [At Taubah: 30]

Bahkan orang-orang kafir yang menyebut Allah yang esa mempunyai anak telah mengguncangkan langit dan bumi: “Hampir saja langit pecah dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh (karena ucapan itu) karena mereka menganggap allah yang maha pemurah mempunyai anak,” [Maryam: 90-91].

Ingat! ucapan Selamat Natal maupun merayakan Hari natal bukan bentuk toleransi antarumat beragama, tapi bentuk pencampur-adukkan aqidah antara haq dengan bathil. Seorang muslim wajib bersikap tegas dan jelas kepada mereka yang menuduh dan meyakini bahwa Allah Ta’ala punya anak. Mana mungkin seorang muslim sejati akan ikut serta merayakan, mengucapkan selamat atas perayaan natal yang jelas-jelas menyekutukan Allah?..

Oleh karena itu, saudara-saudaraku se-Iman, berhati-hatilah dalam urusan aqidah. Karena perbuatan, ucapan maupun isi hati semua akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Ta’ala. Apalagi terkait hal yang sangat prinsip dalam Islam.

Apalah artinya seorang Muslim mengucapkan sepatah kata dengan alasan toleransi, namun akhirnya sepatah kata itu pula yang akan menjerumuskannya ke dalam jahannam. Na’udzubillah Min Dzalik!..

Penulis Salim Syarief MD

Source: arrahmah.com

14 Tanggapan to “Tidak usah sok toleran mengucapkan selamat Natal!”

  1. Paulus Nabi Palsu said

    Mantaaabz.

    Hanya org2x fasik dan munafik yg mau mengucapkan selamat hari natal.

    Bagi orang2x kristen pelajarilah agama kristen dgn teliti dan dari byk sumber niscaya kelen akan terperanjat bahwa ternyata kelen semua sdh ditipu mentah2x sm si penipu ulung Paulus Tarsus yg telah mengobok2x ajaran asli Nabi Isa As dgn berjanji gombal akan memberikan jaminan sorga bg yg cuman PERCAYA BUTA bahwa Yesus mati di tiang jemuran unt menebus dosa manusia.

    Padahal ketika nanti Yesus akan turun ke dunia unt kedua kalinya akan MENGUSIR org2x yg telah MENTUHANKAN yesus seraya berkata ENYAHLAH KALIAN SEMUA DARI HADAPANku, KALIAN SEMUA PEMBUAT KEJAHATAN, begitu yg tertulis didalam BIBEL.

    Lantas, mana jaminan keselamatan yg dijanjikan sm si Paulus Tarsus? Tak lain dan tak bukan adalah jaminan kesesatan menyesatkan yg nyata karena telah MENYEKUTUKAN Tuhan Bapa Allah di sorga dgn menTuhankan Yesus melalui menghadiri dan mengucapkan selamat Hari Lahir Tuhan Yesus sebab yg namanya Tuhan ALFA dan OMEGA alias gk punya tanggal hari ultah.

    Gitu aza kok repot

  2. Tontonan palsu said

    SELAMAT NATAL 2014

  3. irfan said

    Bapak Salim Syarif ini hatinya penuh dengan kebencian dan kekotoran, masa hanya karena mengucapkan Selamat Hari Natal masuk Neraka Jahanam, logika ngawur dari seorang yang sakit moral

  4. Pemburu07 said

    Bos dlm agama islam tauhid dn aqidah itu yg nmr satu paham??

  5. Anonim said

    @Irfan situ yang sakit moral, klo anda muslim, lebih dalami Islam.

  6. Richard Kristiadi said

    Sabar ya Mas Irfan ….. barang-barang import dari arab itu seharusnya tidak ditelan mentah-mentah dengan menggunakan pola pikir jahiliah …… apalagi sudah jaman internet lagi: Merry Christmas, Sahabatku ….. Insya Allah siapa saja yang hatinya penuh kasih sayang dijamin masuk surga karena Allah sendiri Maha Pengasih Maha Penyayang. Aqidah dan Tauhid itu isinya hanya penuh kasih dan sayang. Tidak ada yang lain.

  7. Anonim said

    Mengucapkan selamat natai = mengucapkan selamat terjerumus dalam kesesatan.

  8. taUbat said

    HEBOH FOTO KETUM FPI BERSAMA PEMIMPIN GEREJA BETHEL

    MONDAY, 22 DECEMBER 2014, 08:12 WIB

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — LINI MASA DIHEBOHKAN DENGAN FOTO KETUA UMUM (KETUM) FRONT PEMBELA ISLAM (FPI), HABIB RIZIEQ SHIHAB TAMPAK MENGGANDENG PEMIMPIN GEREJA BETHEL INDONESIA (GBI) GLOW FELLOWSHIP CENTER, PENDETA GILBERT LUMOINDONG.

    FOTO TERSEBUT DIUNGGAH DI AKUN TWITTER, @PASTORGILBERTL DAN @DPP_FPI PADA 15 DESEMBER LALU. HAL ITU DITUJUKAN SEBAGAI SALAH SATU BENTUK TOLERANSI BERAGAMA YANG DILAKUKAN ALUMNUS KING SAUD UNIVERSITY TERSEBUT.

    “TANPA HARUS MENGORBANKAN AKIDAH, HABIB @SYIHABRIZIEQ TETAP MENYAMBUT HANGAT KEDATANGAN PASTOR @PASTORGILBERL,” TULIS AKUN RESMI FPI.

    PASTOR GILBER MEBALAS MELALUI AKUNNYA. IA MENGATAKAN, “BERSAMA HABIB @SYIHABRIZIEQ @DPP_FPI PERBEDAAN BUKAN ALASAN TDK BERGANDENG TANGAN, DAMAI ITU INDAH.”

    PARA PENGGUNA TWITER PUN MERESPON HAL TERSEBUT. “INI TOLERANSI YG BENAR,” KATA AKUN @ANDHIKA_LSMN.

    SELAIN MENGUNGGAH FOTO TERSEBUT, DPP FPI MELANJUTKAN PANDANGANNYA TERKAIT TOLERANSI BERAGAMA. DI ANTARANYA, “MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL ITU HARAM. TAPI MENGGANGGU UMAT NASRANI MELAKSANAKAN NATAL JUGA HARAM.”

    DALAM KICAUAN SELANJUTNYA AKUN DPP FPI MENJELASKAN BAHWA UCAPAN SELAMAT NATAL DAPAT MERUSAK AQIDAH, WALAUPUN HAL TERSEBUT HANYA KATA-KATA. BEGITU PULA DENGAN KATA SYAHADAT, MESKI SEKADAR KATA-KATA, NAMUN BISA MEMBUAT SESEORANG MASUK ISLAM.

    MAKA ITU JANGAN PERNAH PAKSA NON-MUSLIM UNTUK MENGUCAPKAN DUA KALIMAT SYAHADAT. “TOLERANSI ITU SIMPLE,” UNGKAP AKUN DPP FPI.

    C97 | ERIK PURNAMA PUTRA

  9. mikir said

    Dasar si Gilbert carmuk, org bodoh. Awas srigala berbulu domba

  10. Yakso said

    Selamat Natal 2014 bagi kita semua

  11. si kafir2 membantu said

    10 tahun Tsunami Aceh. Mendengar salah satu pendapat pemerhati. Dana utk rebabilitasi Rp. 72 Triliun. 63% dana dari non pemerintah, termasuk asing. Dan Aceh waktu itu termasuk daerah yang tertutup. Asing2 ternyata tidak tutup mata.

  12. taUbat said

    TSUNAMI 4: KEAJAIBAN SEPUTAR EVAKUASI JENAZAH KORBAN

    SELASA, DESEMBER 30TH, 2008 AT 10:41

    SAMPAI 45 HARI PASCA BENCANA (8 FEBRUARI 2005 –PEN.), SEDIKITNYA 112.000 JENAZAH KORBAN TSUNAMI SUDAH DITEMUKAN DAN DIKUBURKAN. DIPERKIRAKAN MASIH BANYAK JENAZAH YANG BELUM DITEMUKAN, BAIK YANG ADA DI BAWAH RERUNTUHAN, GEDUNG, RUMAH, ATAU TERENDAM RAWA-RAWA.

    SELAIN SATKORLAK NASIONAL, FRONT PEMBELA ISLAM (FPI) SANGAT GIAT MENGIRIM RELAWAN UNTUK MELAKUKAN EVAKUASI JENAZAH. SEJAK BENCANA, FPI TELAH MENGIRIM 1.300 ANGGOTANYA. MEREKA BERTUGAS SECARA BERGILIRAN. SETIAP HARI RATA-RATA TERDAPAT 600 RELAWAN FPI YANG MENCARI JENAZAH KORBAN DI SELURUH WILAYAH ACEH. DALAM SEHARI MEREKA BISA MENEMUKAN 100 HINGGA 300 JENAZAH.

    SEKJEN FPI, HUSNI HARAHAP, MENGEMUKAKAN ALASAN DI BALIK PENGIRIMAN RELAWAN EVAKUASI KE ACEH. “ALASAN KITA TERUS MENCARI MAYAT, KARENA MENYELESAIKAN JENAZAH HUKUMNYA FARDU KIFAYAH. KITA YAKIN ORANG YANG MATI TENGGELAM ADALAH SYAHID. KITA TIDAK MAU MEMBIARKAN ORANG MATI SYAHID, DIBIARKAN BEGITU SAJA. DI ACEH INI MASIH BANYAK MAYAT DENGAN KONDISI RUSAK, BAHKAN ADA YANG DIMAKAN ANJING. ITU TIDAK BISA KITA BIARKAN, MAKA FPI TERUS BERUSAHA MENCARI MAYAT-MAYAT DISINI.”

    PROSES EVAKUASI JENAZAH MERUPAKAN PEKERJAAN YANG BERAT. SELAIN JUMLAH JENAZAH YANG DICARI BEGITU BANYAK, MEDAN YANG HARUS DILALUI PARA RELAWAN JUGA SANGAT BERAT. BISA DIKATAKAN, TINGKAT KESULITAN YANG DIHADAPI RELAWAN SAMA SULITNYA ANTARA HARI PERTAMA PASCA BENCANA DENGAN HARI KE-45. NAMUN PARA RELAWAN ITU SEPERTI TIDAK KENAL LELAH. SETIAP HARI MEREKA MENCARI, MENGAIS-NGAIS DI ANTARA RERUNTUHAN, UNTUK KEMUDIAN MENGANGKAT DAN MENGUBURKAN JENAZAH-JENAZAH DI TEMPAT YANG SUDAH DISEDIAKAN. MEREKA TIDAK DIBAYAR. BAHKAN MEREKA DATANG KE ACEH DENGAN ONGKOS SENDIRI, SETIAP HARI MAKAN DENGAN UANG SENDIRI.

    DI BALIK TUGAS BESAR MENGEVAKUASI JENAZAH-JENAZAH KORBAN BENCANA, LALU MENGUBURKANNYA SECARA LAYAK, MUNCUL BEGITU BANYAK KEAJABAN-KEAJAIBAN. HAL ITU DIAKUI OLEH BERBAGAI PIHAK YANG MELAKUKAN PROSES EVAKUASI, BAIK DARI RELAWAN FPI, SAR NASIONAL DAN PIHAK-PIHAK LAIN. DI BAWAH INI BEBERAPA CONTOH KEAJAIBAN TERSEBUT, YAITU SEBAGAI BERIKUT:

    [1] PENGALAMAN HERU, SEORANG RELAWAN FPI DARI JAKARTA KETIKA MENGEVAKUASI JENAZAH DI DAERAH LAMPEUK, KECAMATAN LHOKNGA, KABUPATEN ACEH BESAR. KETIKA ITU EVAKUASI SUDAH MEMASUKI MINGGU KE-3. HERU BERSAMA REKAN-REKAN SEDANG MENGANGKAT MAYAT-JENAZAH YANG MASIH BERSERAKAN. DISANA DIA MENEMUKAN SATU JENAZAH YANG MASIH UTUH, PADAHAL SETELAH MINGGU KE-3, JENAZAH-JENAZAH LAIN SUDAH RUSAK. JENAZAH ITU TERLIHAT MASIH BERUSIA MUDA DAN IA MENEBARKAN AROMA HARUM. “SAAT MENGANGKAT MAYAT ITU, KITA SEMUA TERTEGUN. BIASANYA, MAYAT-MAYAT YANG LAIN SAAT DIANGKAT BAUNYA MENUSUK HIDUNG. TAPI MAYAT YANG SATU INI, MALAH HARUM. SAYA YAKIN, ALLAH TELAH MENJAGA JENAZAH ITU,” KENANG HERU.

    [2] RELAWAN LAIN BERNAMA AGUS, DIA MEMILIKI PENGALAMAN BERBEDA. SUATU HARI DIA MENEMUKAN JENAZAH BERTUBUH BESAR. SEHARUSNYA JENAZAH ITU BERAT, TAPI KETIKA DIANGKAT IA TERASA RINGAN. AGUS SEMPAT BERPANDANGAN DENGAN REKAN-REKANNYA. MEREKA MENGAKU JENAZAH ITU RINGAN SEKALI. “APAKAH MUNGKIN TERTOLONG OLEH AMALANNYA YANG BANYAK, SEHINGGA MAYATNYA RINGAN,” TANYA AGUS. DI LAIN WAKTU DIA MENDAPATKAN JENAZAH BERTUBUH KURUS, TAPI BERATNYA BUKAN MAIN.

    [3] RELAWAN LAIN BERNAMA KURNIA. SUATU HARI KURNIA MENGANGKAT JENAZAH SEORANG IBU YANG TERJEPIT POHON. SETELAH MEMOTONG POHON ITU DENGAN SUSAH PAYAH, AKHIRNYA JENAZAH BISA DIANGKAT. SETELAH KEJADIAN ITU DIA BERMIMPI ANEH. “MALAMNYA, SAYA BERMIMPI ORANG ITU HADIR. DIA TERSENYUM DAN MELAMBAIKAN TANGANNYA. SEPERTINYA ORANG ITU MENGUCAPKAN TERIMA KASIH,” KATA KURNIA.

    [4] PENGALAMAN-PENGALAMAN LAIN DIALAMI MUHAMMAD IQBAL, RELAWAN DARI TIM SAR NASIONAL. DI HARI KE-3 SETELAH BENCANA, IQBAL TURUN MENCARI JENAZAH DI LHOKNGA, ACEH BESAR. DISANA DIA MENEMUKAN JENAZAH SEORANG IBU YANG SEDANG MEMELUK ANAKNYA. MEREKA TERTIMBUN POHON BESAR, RAMBUT ANAKNYA TERGULUNG KAWAT, KAKI IBUNYA TERJEPIT POHON. KARENA POHON SULIT DIANGKAT, KAKI IBU ITU DIPOTONG, BEGITUPUN DENGAN RAMBUT ANAKNYA. SETELAH ITU JENAZAH KEDUA KORBAN, BERIKUT POTONGAN TUBUHNYA DIMASUKKAN KE DALAM KANTONG JENAZAH. KANTONG JENAZAH ITU KEMUDIAN DINAIKKAN KE DALAM TRUK UNTUK DIKIRIM KE TEMPAT PEMAKAMAN MASSAL. SEBELUM DIMAKAMKAN, SEMUA JENAZAH BIASANYA DIFOTO TERLEBIH DAHULU. SUBHANALLAH, KETIKA KANTONG JENAZAH BERISI IBU DAN ANAK ITU DIBUKA, POSISI KEDUA JENAZAH KEMBALI SEPERTI SEMULA KETIKA PERTAMA DITEMUKAN OLEH TIM SAR. MEREKA BERPELUKAN, SEPERTI SAAT DITEMUKAN. LALU BAGIAN KAKI SANG IBU YANG DIPOTONG, SEPERTI TERPASANG LAGI, ALIAS MENYAMBUNG. “KITA SEMUA BENAR-BENAR TERPERANJAT. TAPI ITULAH KEAGUNGAN DARI YANG MAHA KUASA,” KATA MUHAMMAD IQBAL YANG JUGA KEHILANGAN BANYAK KELUARGANYA.

    [5] DALAM KEJADIAN LAIN, MUHAMMAD IQBAL BERSAMA TIMNYA MASUK KE LEUPUNG, ACEH BESAR. DI DAERAH ITU DIPERKIRAKAN TERDAPAT 12.000 ORANG MENINGGAL AKIBAT TSUNAMI. KETIKA ITU IQBAL MENCARI JENAZAH DI ANTARA RERUNTUHAN BANGUNAN. DISANA DIA MENEMUKAN JENAZAH SEORANG USTADZ. KEPASTIAN BAHWA IA SEORANG USTADZ DIPEROLEH DARI KETERANGAN WARGA SETEMPAT YANG SELAMAT. KETIKA DITEMUKAN, JENAZAH ITU MASIH UTUH, PADAHAL IA TERGELETAK HAMPIR SEBULAN. “LUAR BIASA SEKALI, KARENA DARI SEKIAN RIBU MAYAT YANG KITA TEMUKAN SETELAH 20 HARI BENCANA BERLALU, MAYAT-MAYAT ITU SUDAH MEMBUSUK DAN HANCUR. TAPI INI, BENAR-BENAR UTUH. SAYA YAKIN, ALLAH TELAH MENJAGANYA,” KATA IQBAL YANG PERNAH IKUT LATIHAN KHUSUS SAR SAAT DI AKEDEMI PERHUBUNGAN.

    [6] PENGALAMAN LAIN DARI KANDA, REKAN MUHAMMAD IQBAL DI TIM SAR NASIONAL. DI HARI KE-5 PASCA BENCANA, KANDA SUDAH TURUN IKUT MELAKUKAN EVAKUASI JENAZAH. KETIKA ITU KANDA MENEMPUH PERJALANAN SEJAUH 4 KILOMETER, SAMBIL BERJALAN KAKI. KEBETULAN DIA DAN TEMAN-TEMANNYA KEHABISAN BEKAL MAKANAN DAN MINUMAN. DALAM SITUASI NORMAL, APALAGI KONDISI ACEH SAAT ITU SANGAT TERIK, KANDA DAN TEMAN-TEMANNYA BISA MENGALAMI DEHIDRASI (KEKURANGAN CAIRAN DALAM TUBUH –PEN.). KETIKA SUDAH BERJALAN JAUH DAN KEHAUSAN, TIBA-TIBA KANDA MENEMUKAN BUAH KELAPA YANG DATANG ENTAH DARI MANA. DARI BUAH KELAPA ITULAH, KANDA, MUHAMMAD IQBAL, DAN REKAN-REKAN RELAWAN BISA MENGOBATI HAUS DAN LAPARNYA. MEREKA PUN BISA BERJALAN LAGI SEPANJANG 3 KM. MEREKA BISA KUAT BERJALAN, PADAHAL KETIKA ITU MEREKA SAMBIL MENGGOTONG JENAZAH YANG SUDAH DITEMUKAN.

    PARA RELAWAN PENCARI JENAZAH KORBAN TSUNAMI ITU PATUT DIBERI PENGHARGAAN. TANPA MEREKA, SULIT RASANYA ACEH BISA SEPERTI SEKARANG, RELATIF LEBIH BERSIH DAN RIBUAN JENAZAH SUDAH DIKUBURKAN. WAJAR JIKA MENKO KESRA ALWI SIHAB, SELAKU WAKIL PEMERINTAH, SECARA KHUSUS MEMBERI UCAPAN TERIMA-KASIH KEPADA MEREKA. “SAYA SALUT DAN UCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA PARA RELAWAN,” KATA ALWI SAAT IKUT EVAKUASI JENAZAH DI KEDAH, KOTA BANDA ACEH.

    abisyakir.wordpress.com/2008/12/30/tsunami-4-keajaiban-seputar-evakuasi-jenazah-korban/

    ========================

    @ Si Kafir2 Membantu

    Pada saat itu hampir setiap warga negara indonesia tergerak hatinya untuk menyumbangkan segala sesuatunya yang dianggap bermanfaat.

    Disetiap Pegawai Negeri dan BUMN rela di potong gaji disamping memberikan sumbangan dalam bentuk lainnya.

    Terima kasih juga pada negara2 asing yang telah memberikan bantuannya.

    Dan tak lupa jasa para relawan tanpanya tak banyak berarti, yang selalu di bully oleh media hanya untuk mendapatkan manfaat dan citranya serta memanfaatkan “Live” sebagai komersial dan membuka rekening sumbangan.

    Relawan jasa2nya dihilangkan oleh media (tidak adil)

  13. Paulus Nabi Palsu said

    @All

    Biasalah kebiasaan si kapir sm media mainstream lainya dan jokowi cs termasuk SBY yg GILA pencitraan diri menunjukan sifat asli yg suka PAMER dan gk IKHLAS sebaliknya kaum MUKMIN suka menyembunyikan prestasi dan amal kebaikan yg telah dilakukan semata2x agar bersih amalanya dari sifat takabur dan ria sehingga amal kebaikanya sia2x disisi Allah.

    Gitu aza refot bener.

  14. bella said

    Sebenarnya tidak ada keterangan dalam ritual penyekutuan adalah termasuk Mengucapkan selamat hari natal.Tidak ada bukan?Semua ini pendapat manusia,Daripada ragu-ragu,dan daripada menyimpulkan lalu atau mengikuti pendapat seorang manusia yang berbeda-beda,Lebih baik tak usah diucapkan,ini Netral bukan?Karena dosa atau tidak pun kita tidak tau mengenai hal ini,Lebih baik diam bukan?

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: