KabarNet

Aktual Tajam

Di Indonesia, Setiap Menit Satu Pasangan Bercerai

Posted by KabarNet pada 22/12/2014

Jakarta – KabarNet: Berdasarkan data dari Kementerian Agama per November 2014, tingkat perceraian sebanyak 354 ribu di negeri ini. “Ini artinya setiap menit ada satu pasangan yang bercerai,” kata Pengurus Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Retno Sukmaningrum di Jakarta, Ahad 21 Desember 2014.

Retno melanjutkan, ibu yang bekerja biasanya memiliki waktu yang sedikit untuk keluarga. Sehingga terjadi banyak permasalahan antara suami, istri, dan anak. Tererbukti dari tingginya angka perceraian yang terjadi di Indonesia.

Menurut Retno, seharusnya wanita diberi ruang khusus untuk mengurusi keluarganya. Jika terus terjadi seperti ini, yang dikhawatirkan adalah kondisi generasi bangsa ke depannya. Mental mereka bisa rusak karena tidak memperoleh bimbingan yang baik bagi orang tuanya.

Kekayaan Indonesia seharusnya mampu membiayai seluruh pendidikan anak-anak di negara ini. “Dari hasil laut saja Indonesia sudah bisa menghasilkan 9,2 juta ton ikan pertahun. Ini harusnya mampu membiayai seluruh pendidikan anak-anak di Indonesia dari SD hingga kuliah,” ujar Retno Sukmaningrum.

Dia menyatakan, setiap tahunnya Indonesia bisa memproduksi emas sebanyak 200 ribu ton. Namun kekayaan tersebut hanya lewat begitu saja, dengan kondisi bangsa yang semakin sengsara. Terutama paska kenaikan harga BBM. Hal itu jelas menyulitkan kaum ibu.

Biaya serba mahal, termasuk anggaran untuk sekolah ikut naik. “Hal ini yang kemudian menyebabkan kaum wanita harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarga,” tutur Retno. Banyaknya kaum ibu yang bekerja inilah yang mengakibatkan ibu-ibu memiliki sedikit waktu untuk keluarga. Sehingga terjadi banyak permasalahan antara suami, istri, dan anak. Fenomena tersebut terbukti dari tingginya angka perceraian yang terjadi di Indonesia.

Sementara itu, Juru Bicara Muslimah HTI Iffah Ainur Rochmah mengatakan bahwa kebijakan pemerintah yang memberi pengurangan jam kerja bagi kaum wanita masih belum diimplementasikan secara serius.”Sedangkan kebijakan pengurangan jam kerja saat ini pun tampak setengah hati,” tutur Iffah. Bahkan pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak pun juga menyangsikan efektifitas kebijakan tersebut. [KabarNet/ http://kabarnet.in /ROL/adl]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: