KabarNet

Aktual Tajam

Ahok Naikkan Pajak Progresif Mobil Mulai 1 Januari 2015

Posted by KabarNet pada 14/12/2014

Jakarta – KabarNet: Gubernur DKI Jakarta. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan segera memberlakukan secara resmi kenaikan tarif pajak progresif kendaraan bermotor mulai 1 Januari 2014. Langkah tersebut setelah Pemprov DKI Jakarta menolak permohonan penangguhan pemberlakuan pajak progresif yang diajukan warga DKI melalui sejumlah LSM. Konsekwensinya, warga ibu kota yang memiliki mobil lebih dari satu harus merogoh kantong lebih dalam.

Kadis Pelayanan Pajak Prmprov DKI Jakarta, Iwan Setiawandi menjelaskan, warga ibu kota yang memiliki kendaraan lebih dari satu harus siap-siap menghadapi perubahan kebijakan.

’’Itu risiko. Kalau bisa beli mobil lebih dari satu, kan berarti harus bisa bayar pajak,’’ ujar Iwan Setiawandi, Sabtu 13 Desember 2014.

Kenaikan besaran pajak progresif dituangkan dalam perda perubahan dari Perda Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Progresif Kendaraan Bermotor. Iwan mengatakan, evaluasi Kemendagri terhadap perda itu kini memasuki tahap finalisasi. “Desember ini sudah selesai dan langsung diundangkan,” tuturnya.

Aturan tersebut berlaku surut. Artinya, seluruh pemilik kendaraan lebih dari satu, baik baru maupun lama, tetap dikenai pajak progresif. “Jadi, aturan ini tidak hanya berlaku bagi yang baru beli mobil pada Januari. Ini berlaku untuk semua,” tegas Iwan.

Iwan menerangkan, untuk kendaraan bermotor pertama, tarif pajaknya menjadi 2 persen dari yang sebelumnya 1,5 persen. Sementara itu, pajak untuk kendaraan kedua naik dari 2 persen menjadi 4 persen dari nilai jual.

Lalu, pajak kendaraan ketiga yang semula hanya 2,5 persen menjadi 6 persen. Kemudian, pajak kendaraan keempat dan seterusnya naik dari 4 persen menjadi 10 persen. ’’Potongan pajaknya dipungut dari besaran nilai jual,’’ terang Iwan. ‎Dia yakin kenaikan pajak progresif akan meningkatkan pendapatan daerah yang terakumulasi pada akhir 2015. Dia memperkirakan, jumlah pajak yang terkumpul nanti menembus Rp 1,8 triliun.

Iwan mengaku telah melakukan sosialisasi kepada pemilik kendaraan. Dia mengatakan, hingga kini belum ada skema untuk memberikan potongan pajak bagi pemilik kendaraan. ”Masak bisa beli mobil banyak nggak bisa bayar pajak,” ucapnya. Kenaikan pajak progresif tersebut, lanjut Iwan, menjadi rangkaian kebijakan untuk mengendalikan pertambahan jumlah kendaraan. Bila pajak kecil, masyarakat tidak akan segan menambah jumlah kendaraan pribadi. “Padahal, itu biang kemacetan,” ujar dia.

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kala itu masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta menyatakan akan menaikkan pajak progresif ini merupakan salah satu cara untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota dengan membatasi kepemilikan kendaraan.

Ahok mengatakan rancangan perubahan perda itu akan mengaplikasikan tarif pajak maksimum dari UU Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah.

“Kami ingin pakai tarif tertinggi dari UU 28/2009 dengan tujuan membatasi kepemilikan kendaraan bermotor untuk orang pribadi dengan pajak yang tinggi. Instrumen pajak ini juga untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah dan mengurangi kemacetan,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (20/6/2014) lalu.

Ahok yakin cara ini juga akan meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan. “Tahun 2013 dengan asumsi kendaraan bermotor terdaftar di DKI sebanyak 4,7 juta Pemprov DKI membukukan penerimaan pajak sebesar Rp4,6 triliun. Dengan Raperda ini maka di tahun 2014 ditargetkan penerimaan pajak dari kendaraan bermotor sebesar Rp6,4 triliun,” papar Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan bahwa salah satu alasan pihaknya menaikkan tarif pajak progresif kendaran bermotor karana tarif yang berlaku saat ini tidak optimal menahan laju kepemilikan kendaraan bermotor di Jakarta. Dia berpendapat, salah satu penyebab kemacetan Jakarta, tingginya pertumbuhan kepemilikan kendaraan baru.

Berikut daftar tarif baru pajak kendaraan bermotor untuk wilayah DKI Jakarta:

Kepemilikan kendaraan pertama: naik dari 1,5 persen menjadi 2 persen.

Kepemilikan kendaraan kedua: Naik dari 2 persen menjadi 4 persen.

Kepemilikan kendaraan ketiga: naik dari 2,5 persen menjadi 6 persen.

Kepemilikan kendaraan keempat dan seterusmya: naik dari 4 persen menjadi 10 persen. [KabarNet/ http://kabarnet.in  /jawapos/adl]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: