KabarNet

Aktual Tajam

Sang Pahlawan Pendidikan Een Sukaesih Meninggal Dunia

Posted by KabarNet pada 13/12/2014

Sumedang – KabarNet: Inna Lillahi Wa Inna iLaihi Raji’uun.. Een Sukaesih guru pejuang yang dirawat di ICU RSUD Sumedang selama empat hari telah meninggal dunia, pada hari Jumat 12 Desember 2014, pukul 15.20. Almarhumah wafat dalam usia 51 tahun.

Jenazahnya saat ini disemayamkan di rumah duka di Dusun Batukarut RT 01/RW 06, Desa Cibereum Wetan, Kec. Cimalaka. Jenazah Een akan dimakamkan di TPU Lio Desa Cibeureum Wetan, Sabtu 13 Desember 2014, pukul 9.00 WIB.

Ibu Een Sukaesih merupakan pejuang pendidikan asal Sumedang yang tubuhnya lumpuh. Di tengah keterbatasan kondisi dia tetap mengajar, menyebarkan ilmu kepada para muridnya. Een sempat diboyong ke Istana untuk bertemu SBY saat masih menjabat sebagai presiden. Dan juga Ibu Een mendapat kunjungan balasan spesial dari SBY pada Februari lalu.

Een sudah 32 tahun menderita penyakit langka, remathoid artitis atau radang sendi ganas. Penyakitnya itu juga yang membuatnya lumpuh selama 27 tahun. Penyakit ini diderita sejak 1981 ketika ia masih berumur 18 tahun dan sedang menimba ilmu di SPG Sumedang. Namun dalam keterbatasan hidupnya, Een masih tetap bersemangat untuk memberikan yang terbaik untuk orang banyak.

Simpatisan Ibu Een, Idris Apandi menyampaikan, bahwa apa yang dilakukan oleh Een Sukaesih adalah cerminan seorang guru sejati, guru yang berdedikasi, guru yang pantang menyerah, guru yang dengan setulus hati mengabdikan dirinya untuk pendidikan. Cita-citanya untuk mencerdaskan anak bangsa tidak terhalangi oleh penyakit lumpuh yang dideritanya. Kita, para pendidik harus menjadikan apa yang dilakukannya sebagai inspirasi dan contoh teladan. Dalam kondisi fisik yang normal, kita kadang suka mengeluh, melaksanakan tugas asal gugur kewajiban, kurang memiliki tanggung jawab. Lebih lebih sering mendiskusikan telatnya pembayaran tunjangan profesi dan menunggu jadi peserta sertifikasi daripada bagaimana meningkatkan kualitas pembelajaran. Sementara Bu Een, sebutan untuk Een Sukaesih tidak pernah mempertanyakan soal gaji dan honor. Tidak pernah meminta fasilitas dan penghargaan kepada pemerintah sebagai guru berdedikasi ataupun sebagai guru berprestasi.

Een Sukaesih mungkin tidak pernah mengikuti kegiatan-kegiatan pemilihan guru berdedikasi yang suka diadakan pemerintah, tetapi secara substanstif Beliau adalah sosok guru yang memiliki dedikasi yang sangat luar biasa terhadap Pendidikan. Apa yang dilakukannya telah menjadi oase di tengah keringnya dunia pendidikan kita dari ruh pendidikan itu sendiri. Ruh pendidikan adalah mendidik setiap anak didik dengan penuh ketulusan dan kasih sayang….

Selamat jalan Bu Een, sang guru qalbu, sang guru pejuang. Kami mengucapkan terima kasih terhadap pengabdian dan dedikasimu terhadap dunia pendidikan. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmatNya dan memeberikan balasan terbaik atas semua jasa yang telah ibu berikan untuk putra-putri bangsa. Selamat jalan ibu…[KbrNet/ Idris Apandi]

Satu Tanggapan to “Sang Pahlawan Pendidikan Een Sukaesih Meninggal Dunia”

  1. jenkkellinyanti said

    Innalillahi wa innailaihi rojiun…. Smg amal ibadah beliau ditrm di Sisi Allah SWT,diampni sgl dosanya,djadikan kuburnya Roudhoh Mirriyadil Jannah. Amin YRa
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: