KabarNet

Aktual Tajam

IEW Desak Pemerintah Buka Keterlibatan Surya Palo

Posted by KabarNet pada 08/12/2014

Jakarta – KabarNet: Selain menaikkan harga BBM Subsidi, satu lagi langkah kongkrit yang dilakukan Presiden Jokowi untuk memperbaiki sektor migas di Indonesia. Gebrakan pertama dengan menjalin kerja sama migas dengan Angola, sebuah negara di Afrika. Pola G to G yang dilakukan antara kedua negara akan difollow up oleh Pertamina dan Sonangol EP dengan skema B to B, langkah ini patut diapresiasi karena memangkas keberadaan trader atau broker yang selama ini mendominasi peta impor migas Indonesia.

Seiring berjalan sang waktu, kesimpangsiuran informasi mengenai kerjasama Pemerintah Jokowi dengan perusahaan Sonangol terkait impor minyak menimbulkan beragam spekulasi. “Informasi ada yang menyebutkan bahwa Sonangol adalah perusahaan minyak milik Beijing yang bermarkas di Angola”, kata Koordinator Indonesia Energi Watch (IEW), Syarief Rahman Wenno, kepada KabarNet, Senin 8 Desember 2014.

Seperti diketahui publik, Presiden Jokowi telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Wakil Presiden Republik Angola Manuel Domingos Vicente. Kerjasama dijalin antara Pertamina dengan BUMN Angola, Sonangol. Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan kalau pemerintah Indonesia bisa bekerja sama dengan Sonangol karena harga dari Sonangol lebih murah 15 dolar per barel, sehingga ada penghematan hingga 25 persen untuk impor crude oil.

Namun, Sonangol dilaporkan mengirim surat konfirmasi pada 20 November 2014 yang berjudul Counter To The Proposed Contractual Volume 2015 yang menyatakan, tidak memastikan ada diskon USD 15 perbarel dan memastikan tetap mengacu normal-market price. “Isi surat itu mengungkapkan bahwa Sonangol secara tegas menjawab permintaan Pertamina mengenai diskon 15 dolar dari setiap barel yang dibeli Pertamina tidak dapat diberikan dan masih mengacu ke harga normal minyak dunia”, ujar Syarief Rahman.

Keengganan Sonangol EP untuk memberikan potongan harga merupakan sebuah fakta dan pemerintah Indonesia lewat Menteri BUMN dan Menteri ESDM bahwa membeli minyak dengan diskon sekitar 25 persen dibawa market price juga adalah sebuah fakta juga, tidak mungkin dua fakta yang berseberangan ini benar kedua-duanya pasti salah satunya salah.

IEW mendesak Pemerintah dan Pertamina wajib hukumnya mengkaji kembali kerja sama jual beli minyak mentah antara Pertamina  dengan Sonangol EP yang cenderung menutup diri. Proses kerjasama harus transparan karena terkesan ada kepentingan lain yang bermain dibalik rencana itu, terlebih siapa-siapa operator lapangan yang menghubungkan lahirnya kerjasama tersebut terutama Surya Paloh yang disebut sebagai pemain utama yang memiliki hubungan kerjasama sejak lama antara PT Surya Energi milik Paloh dengan Sonongol EP.

Padahal rencana besar pemerintah Jokowi adalah pemberantasan mafia migas. “Kekawatiran kami jika situasi ini dibiarkan maka pemberantasan mafia migas yang digalakkan pemerintah Jokowi sekedar lip service belaka jika tidak dibarengi dengan sikap tranparansi pemerintah dan yang ada mafia hanya berganti peran serta berganti jubah”, terang Syarief Rahman.

Masih kata Syarief Rahman, yang tak kalah penting juga ialah perbaikan sektor migas secepatnya dilakukan dengan menambah pembangunan kilang minyak baru dan ini  harus menjadi langkah prioritas pemerintahan Jokowi-JK. Sejak jaman Presiden Soeharto, jumlah kilang minyak di Tanah Air tidak bertambah, bahkan beberapa kilang merupakan warisan zaman Belanda.

Saat ini jumlah kilang minyak yang ada di Indonesia hanya ada enam yaitu Kilang Dumai, Kilang plaju, Kilang Balikpapan, Kilang Cilacap, Kilang Balongan dan Kilang Sorong. Semua kilang tersebut dimiliki oleh Pertamina. terakhir, perusahaan pelat merah tersebut membangun kilang Balongan. Semua kilang tersebut hanya mampu memproduksi minyak sebanyak 700 ribu bph hingga 800 ribu bph. Sementara, konsumsi bahan bakar minyak Indonesia saat ini berada dilevel 1,5 juta bph hingga 1,6 juta bph dan itu terus meningkat dari tahun ke tahun. [KbrNet/Slm]

2 Tanggapan to “IEW Desak Pemerintah Buka Keterlibatan Surya Palo”

  1. Anonim said

    Botol minuman

  2. untuk memangkas mafia lama dengan cara berubah perusahaan dan akhirnya terbitlah mafia baru….yo biaso itu…yang lama dilaporin ke kpk yang baru lebih baik prosesnya shg terkesan prestasi ntar gitu lagi kalau 5 tahun kedepan gak kepilih ganti perusahaan lagi yang lama di kpk kan yang baru bagus lagi…..ingat pepatah lama ada gula ada semut,,,,kira kira semut makan gula gak ya….kalau dipikir pikir kok mau semut nyari gula terus dia gak makan gulanya,,,,,teryata semut itu robot dia cuma ngabisisn batery saja uangnya beli dr jual gula yang dihasilkan semut…….korupsi tidak bisa di pangkas tapi ganti orang yang memang bersih dalam bekerja karena Allah SWT…..korupsi takut nya bukan sama KPK atasan atau polisi tapi bagi orang yang beriman hanya Takut sama Allah SWT. pililah pejabat yang sisi agamanya bagus tapi disertai data data bukan seolah olah bagus…..selamat memilih. semoga selamat dunia akhirat….amin

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: