KabarNet

Aktual Tajam

Tiga Jenis Manusia Diseret ke Dalam Neraka

Posted by KabarNet pada 07/12/2014

Semua manusia yang beriman kepada hari akhir, tentu mendambakan surga sebagai tempat terakhir mereka kelak. Setiap saat seorang mukmin berusaha berbuat amal kebaikan sebanyak mungkin untuk bekal akhiratnya.

Namun dibalik itu semua ada hal yang sangat penting untuk diketahui, bahwa niat merupakan esensi utama yang akan menentukan apakah amal baik itu diterima atau tertolak.

Amalan-amalan seperti Jihad Fii Sabilillah, Menuntut Ilmu dan mengamalkannya, Mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya, serta bersedekah menginfaq-kan harta di jalan Allah Ta’ala adalah amalan-amalan ahli surga dan pasti akan mendapat balasan dari Allah Ta’ala. Namun bisa terjadi sebaliknya, yaitu orang yang mengamalkan amalan-amalan baik justru diseret ke dalam neraka.

Diceritakan dalam sebuah riwayat, maksud hadits: “Pada hari qiamat kelak, diperlihatkan seorang laki-laki yang mati dalam keadaan peperangan fii sabilillah. Kemudian diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat Allah Ta’ala hingga ia mengakuinya. Selanjutnya ia ditanya, “Apa yang telah engkau perbuat di dunia?” Ia menjawab, “Aku telah berperang demi Engkau (Allah Ta’ala) hingga aku terbunuh”.. Allah Ta’ala menjawab, “Bohong! Engkau berperang bukan karena aku, tapi agar engkau disebut pahlawan. Kini gelar itu telah engkau peroleh”.. Lalu orang itu diseret ke neraka dengan wajah tersungkur.

Kemudian diperlihatkan orang yang kedua, yaitu seorang laki-laki yang sering membaca Al-Qur’an, rajin menuntut ilmu, dan senantiasa mengajarkan pengetahuannya kepada orang lain. Lalu ia ditanya, “Apa yang telah engkau perbuat (selama di dunia)?” ia menjawab, “Aku mempelajari berbagai ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain, dan aku juga sering membaca Al-Qur’an karena Engkau”.. Allah Ta’ala menjawab, “Bohong! Engkau belajar dan mengajar bukan karena Aku. Bacaan Al-Qur’anmu juga bukan karena Aku. Engkau belajar dan mengajar agar disebut orang pandai dan ‘alim. Kini sebutan itu telah engkau peroleh. Bacaan Al-Qur’anmu pun bukan karena Aku, tetapi agar engkau mendapat gelar sebagai Qori’. Itu juga telah engkau peroleh.” Akhirnya ia juga diseret ke neraka dengan wajah tersungkur.

Kemudian diperlihatkan orang ketiga. Yakni, laki-laki yang diberi kemewahan hidup dan berbagai jenis harta kekayaan. Lantas diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat Allah Ta’ala hingga ia mengakuinya. Kemudian ia ditanya, “Apa yang telah engkau lakukan?” “Aku telah menginfaq-kan seluruh hartaku di jalan yang Engkau sukai dan semuanya karena-Mu.” jawabnya. Allah Ta’ala berkata, “Bohong! Engkau melakukan itu agar dikatakan sebagai orang yang dermawan. Dan itu pun telah engkau peroleh.” Akhirnya ia diseret ke neraka dengan wajah tersungkur”. [Hadits Muslim]

Dalam riwayat lain, baginda Rasulullah SAW bersabda, maksud hadits: “Pada hari qiamat nanti, dunia akan dibawa, kemudian dipisah-pisahkan, apa yang dikerjakan karena Allah Ta’ala dan apa yang dilakukan bukan karena Allah Ta’ala, lalu dicampakkan ke dalam api neraka”. [Baihaqi]

Hadits di atas menjelaskan pentingnya niat, setiap amalan tergantung pada niat awal masing-masing pelakunya. Apakah amalan Jihad itu diniatkan semata-mata karena mengharap ridha Allah Ta’ala ? Apakah amalan menuntut ilmu agama dan mempelajari Al Qur’an serta mengamalkannya diniatkan hanya karena Allah Ta’ala ? Apakah ia berinfaq juga karena Allah Ta’ala ?

Shahabat Umar bin Khatthab ra, meriwayatkan sebuah hadits (gharib), bahwasannya baginda Rasulullah SAW, bersabda, maksud hadits: “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan diganjar) sesuai apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (menadapat keridhaan) Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia agar mendapatkannya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.” [Bukhari & Muslim]

Imam Abu Hamid Al-Ghazali dalam kitabnya “Al-Ihya” menjelaskan tentang pentingnya niat. Beliau mengatakan, bahwa seseorang tidak akan mencapai ke tingkat kebahagiaan kecuali dengan ilmu serta ibadah. Dan hendaknya ihklas dalam beramal/ ibadah dan mengamalkan ilmunya. Adapun orang yang berilmu dan tidak mengamalkannya denga keikhlasan, menurut Al-Ghazali sebagai orang yang celaka. “Semua manusia itu akan binasa kecuali orang yang berilmu, dan orang yang berilmu pun akan binasa kecuali yang mengamalkan ilmunya, dan orang yang mengamalkan ilmunya pun akan binasa kecuali orang yang ikhlas, dan orang yang ikhlas pun dalam marabahaya besar”. [Al-Ghazali].

Banyak riwayat yang menjelaskan tentang di hari qiamat kelak, sekelompok manusia membawa amalan sebesar gunung-gunung, namun amalan itu lenyap tidak bermanfaat sama sekali bagi dirinya, mereka beramal tidak didasari dengan persyarat yang paling penting, yaitu Ikhlas. Maksud firman Allah Ta’ala: “…dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan”. [Al-Furqan: 23]

Niat dan keikhlasan adalah hal yang sangat penting, merupakan syarat dan sebagai penentu diterima atau tertolaknya amal perbuatan terlebih dalam ibadah. Amalan tidak akan mendatangkan pahala kecuali didasari dengan niat karena Allah Ta’ala. Oleh karenanya, kita harus menjaga bersihnya niat semata hanya karena mengharap ganjaran dari Allah Ta’ala saja (tanpa pamrih), karena jika tidak demikian nasib kita tak lebih seperti tiga manusia yang tergambar dalam hadits Nabi SAW di atas, sudah berbuat dengan keyakinan akan mendapat surga, malah terlempar ke dalam neraka… Wa Iyadzubillah..

Salim Syarief Abdul Qadir

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: