KabarNet

Aktual Tajam

Mana Mungkin Dwi Soetjipto Berantas Mafia Migas

Posted by KabarNet pada 05/12/2014

Jakarta – KabarNet: Pengangkatan Dwi Soetjipto sebagai Dirut PT Pertamina oleh Menteri BUMN menuai banyak kritikan dari berbagai elemen masyarakat, Dwi dianggap tidak memiliki reputasi di dunia perminyakan dan gas, namun hanya bermodalkan keahlian manejerial semata.

“Setali tiga uang dengan pengangkatan beberapa direksi baru Pertamina yang disinyalir merupakan titipan atau orang dekat Ari Soemarno kakak kandung Mentri BUMN Rini Soemarno memperpanjang mata rantai kecurigaan publik akan mau dibawa kemana Pertamina”, kata Koordinator Indonesia Energy Watch (IEW), Syarif Rahman Wenno, kepada KabarNet, Rabu 3 Desember 2014.

Terlepas dari berbagai tudingan dan kontroversi, Dwi harus bisa membuktikan dirinya layak memimpin perusaahan plat merah tersebut. Mengingat pekerjaan rumah yang akan dihadapi Dwi kedepan cukup banyak khususnya pemberantasan mafia minyak dalam internal pertamina, keberadaan Petral sebagai anak perusahaan Pertamina yang berdomisili di Singapura disebut-sebut sebagai tempat bermain mafia migas, hingga dalam berbagai kesempatan wapres JK saat debat kandidat Capres Cawapres beberapa waktu silam mengatakan bahwa salah satu sebab Indonesia gagal mencapai ketahanan energy karena adanya permainan mafia migas ditubuh pertamina.

Menurut Syarif Rahman, Pertamina masa kepemimpinan Karen Agustiawan di sektor hulu migas berhasil meningkatkan produksi minyak Pertamina dari 121.000 barel perhari pada 2010 lalu menjadi 224.000 barel perhari 2013. Di sektor hilir Pertamina memperkokoh penguasaan pangsa pasar BBM non subsidi dan pelumas di pasar domestic dan gencarnya ekspansi pasar beberapa produk, seperti aviasi, pelumas dan BBM industri ke luar negeri. Ekspor pelumas produk Pertamina telah berhasil menebus 24 negara dan tetap memperkokoh penguasaan pangsa pasar dalam negeri sebesar 65 persen.

Dari sisi kinerja perusahaan, tahun 2009 ketika dia baru memimpin, pendapatan Pertamina masih sebesar Rp 378,35 triliun. Tahun 2013 sudah naik hamper dua kali lipat menembus angka Rp 743,11 triliun. Bahkan laba bersih Pertamina selama era Karen berhasil naik dari Rp 15,8 triliun pada 2009 menjadi Rp 32,05 triliun pada 2013 lalu atau naik 102,89 persen. Capaian-capaian tersebut merupakan progress yang luar biasa ditengah tren penurunan produksi minyak nasional.

Ada beberapa tantangan yang akan dihadapi Dwi Soetjipto. “Pertama harus piawai dalam mengorganisir pertamina sehingga menjadi perusahan bertaraf global. Ini bukan pekerjaan yang sederhana. Kedua, kemampuan untuk melakukakan koordinasi dan negosiasi dengan parlemen”, ujar Syarif Rahman.

Hal ini memngingat Pertamina mau tidak mau dan suka tidak suka akan selalu terseret dalam masalah politik terkait perencanaan dan realisasi APBN, khususnya tentang keberadaan subsidi BBM. Disini, Pertamina menghadapi dilemma serius terkait kepada siapa seharusnya BBM itu diperuntukan, karena banyak penyelundupan terjadi dan target subsidi yang tidak tepat. Padahal sebetulnya ini rana pemerintah.

“Ketiga, pimpinan BUMN dalam banyak kasus sering dijadikan sapi perahan bagi partai politik atau partai berkuasa. Dan ini sering menjadikan hubungan Pertamina dan Pemerintah panas dingin dalam mengekspresikan segala kebijakan Pertamina sebagai sebuah perusahaan bisnis”, lanjutnya.

Dari sekelumit masalah yang dihadapi maupun nanti akan dihadapai, Idealnya Pengganti Karen Agustiawan ini setidaknya memiliki kompetensi dibidang energy dan tentu terbiasa menghadapi tekanan politik, apalagi di sektor hulu yang sangat rentan diobrak-abrik oleh berbagai kepentingan politik bisnis. Demikian disampaikan oleh Koordinator Indonesia Energy Watch (IEW) Syarif Rahman Wenno. [KbrNet/Slm]

3 Tanggapan to “Mana Mungkin Dwi Soetjipto Berantas Mafia Migas”

  1. taUbat said

    Permasalahan di Migas sepertinya begitu kompleketed ….. (revolusi mental)

    https://kabarnet.in/2011/06/09/sejak-1970-blok-migas-sudah-dikuasai-asing/comment-page-1/

  2. taUbat said

    MIGAS

    ICP JUNI 2014 SEBESAR US$ 108,95

    KAMIS, 03 JULI 2014 12:55 WIB

    JAKARTA – HARGA RATA-RATA MINYAK MENTAH INDONESIA PADA BULAN JUNI 2014 BERDASARKAN PERHITUNGAN FORMULA ICP MENCAPAI US$ 108,95 PER BAREL, NAIK US$ 2,75 PER BAREL DARI BULAN MEI 2014 YANG MENCAPAI US$ 106,20 PER BAREL.

    SEDANGKAN HARGA MINAS/SLC PADA JUNI 2014 MENCAPAI US$ 111,61 PER BAREL ATAU NAIK US$ 3,44 PER BAREL DARI BULAN SEBELUMNYA YANG MENCAPAI US$ 108,17 PER BAREL.

    KENAIKAN HARGA MINYAK MENTAH INDONESIA INI SEJALAN DENGAN KENAIKAN HARGA MINYAK MENTAH UTAMA DI PASAR INTERNASIONAL YAITU:

    BRENT (ICE) NAIK SEBESAR US$ 2,73 PER BAREL DARI US$ 109,24 PER BAREL MENJADI US$ 111,97 PER BAREL.

    BASKET OPEC NAIK SEBESAR US$ 2,42 PER BAREL DARI US$ 105,44 PER BAREL MENJADI US$ 107,86 PER BAREL.

    WTI (NYMEX) NAIK SEBESAR US$ 3,36 PER BAREL DARI US$ 101,79 PER BAREL MENJADI US$ 105,15 PER BAREL.

    KENAIKAN HARGA MINYAK MENTAH UTAMA DI PASAR INTERNASIONAL DISEBABKAN OLEH BEBERAPA FAKTOR YAITU:

    1. KEKHAWATIRAN PASAR ATAS GANGGUAN PASOKAN MINYAK MENTAH AKIBAT MENINGKATNYA KETEGANGAN GEOPOLITIK DI NEGARA-NEGARA NON OPEC SEPERTI RUSIA DAN UKRAINA SERTA DI NEGARA-NEGARA OPEC SEPERTI IRAK.

    2. BERDASARKAN LAPORAN INTERNATIONAL ENERGY AGENCY (IEA) BULAN JUNI 2014, PROYEKSI PERMINTAAN MINYAK MENTAH DUNIA TAHUN 2014 MENINGKAT SEKITAR 10 RIBU BAREL PER HARI DIBANDING BULAN SEBELUMNYA DAN SESUAI LAPORAN OPEC BULAN JUNI 2014, GRAFIK KUARTALAN PERMINTAAN MINYAK MENTAH DUNIA MENUNJUKKAN PERTUMBUHAN POSTIF/PENINGKATAN PADA KUARTAL KE 2 TAHUN 2014.

    3. BERDASARKAN LAPORAN ENERGY INFORMATION ADMINISTRATION (EIA) BULAN JUNI 2014, TINGKAT STOK MINGGUAN MINYAK MENTAH KOMERSIAL AMERIKA SERIKAT PADA BULAN JUNI 2014 MENGALAMI PENURUNAN SEBESAR 1,4 JUTA BAREL DIBANDINGKAN BULAN SEBELUMNYA.

    4. BERDASARKAN LAPORAN OPEC DAN LAPORAN IEA BULAN JUNI 2014, TERDAPAT PENINGKATAN RATE OPERASIONAL KILANG-KILANG PENGOLAHAN DI AMERIKA SEBESAR 0,7 PERCENTS POINT DIBANDING BULAN SEBELUMNYA DAN KONDISI MUSIMAN DRIVING SEASON YANG DIMULAI BULAN JUNI.

    5. BERDASARKAN LAPORAN OPEC BULAN JUNI 2014, KONDISI PEREKONOMIAN DUNIA TERUS MENGALAMI PERBAIKAN. PROYEKSI PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN DUNIA TAHUN 2014 SEBESAR 3,4% LEBIH TINGGI DARI TAHUN 2013 SEBESAR 2,9%.

    UNTUK KAWASAN ASIA PASIFIK, KENAIKAN HARGA MINYAK TERJADI KARENA PEREKONOMIAN YANG STABIL DAN CENDERUNG MEMBAIK DI CHINA DAN INDIA SERTA PENINGKATAN PERMINTAAN MINYAK MENTAH DI CHINA DAN PERMINTAAN NAPHTA DI KOREA SELATAN UNTUK KEBUTUHAN PETROCHEMICAL. (TW)

    ADMINISTRATOR

    esdm.go.id/berita/migas/40-migas/6870-icp-juni-2014-sebesar-us-10895.html

  3. hahahahahaha

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: