KabarNet

Aktual Tajam

Pembunuh Munir ‘Pollycarpus’ Hirup Udara Bebas

Posted by KabarNet pada 29/11/2014

Bandung – KabarNet: Pollycarpus Budihari Prijanto, terpidana kasus pembunuhan terhadap aktivis hak asasi manusia Munir Said Thalib, mendapatkan pembebasan bersyarat terhitung hari Jumat 28 November 2014.

Pollycarpus sempat divonis 20 tahun penjara oleh Mahkamah Agung pada Januari 2008. Dia menghuni LP Kelas I Sukamiskin, Bandung, sejak Mei 2008 silam. MA pun mengabulkan permohonan peninjauan kembali Pollycarpus. Namun akhirnya hukuman buat Pollycarpus berubah, dari 20 tahun menjadi 14 tahun penjara.

Ia mendapat pembebasan bersyarat setelah menjalani delapan tahun masa hukuman dari vonis 14 tahun penjara melalui putusan PK terbaru dari MA. Mantan pilot Garuda Indonesia itu kini bisa keluar Lapas Sukamiskin dan pulang ke rumahnya.

Informasi tentang pembebasan bersyarat Pollycarpus dibenarkan oleh Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bandung, Budiana. Menurut Budiana, Pollycarpus sudah melakukan registrasi ke Kantor Bapas di Jalan Ibrahim Adjie, Bandung, Jumat 28 November 2014, sekitar pukul 11.00 WIB.

Pollycarpus terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap aktivis HAM Munir Said Thalib pada 7 September 2004. Munir diracun oleh Pollycarpus saat dalam perjalanan dengan pesawat Garuda rute Jakarta-Singapura-Amsterdam.

Pollycarpus sudah menerima 11 kali remisi dengan total pengurangan masa pidana selama 42 bulan atau 3 tahun 6 bulan. Rincian remisinya, Polly beroleh remisi Hari Kemerdekaan RI selama sebulan dan hari raya Natal 2008 sebulan. Pada 2009, dia mendapat remisi Hari Kemerdekaan RI selama 3 bulan dan Natal 1 bulan. Pada 2010, dia diganjar remisi Hari Kemerdekaan RI selama 7 bulan 10 hari dan Natal 2 bulan. Pada 2011, Polly kembali mendapat remisi Hari Kemerdekaan RI 9 bulan 5 hari dan Natal 1 bulan 15 hari. Polly diganjar remisi Hari Kemerdekaan RI selama 6 bulan 20 hari dan Natal 1 bulan 15 hari pada 2012. Pada 2013, bekas pilot ini beroleh remisi Hari Kemerdekaan RI selama 8 bulan dan Natal 2 bulan.

Seperti diketahui, Polly divonis 20 tahun penjara potong masa tahanan oleh Mahkamah Agung pada Januari 2008. Dia menghuni LP Kelas I Sukamiskin, Bandung, sejak Mei 2008. Tahun lalu, MA mengabulkan permohonan peninjauan kembali Pollycarpus. Putusan PK tersebut mengubah hukuman buat Polly dari 20 tahun menjadi 14 tahun penjara. [KbrNet/Slm]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: