KabarNet

Aktual Tajam

Video Tewasnya Muhammad Arif Saat Tolak Kenaikan BBM

Posted by KabarNet pada 28/11/2014

Makassar – KabarNet: Bentrokan mahasiswa dengan polisi di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, menwaskan seorang bernama Muhammad Arif (20 thn), warga Jalan Pampang 1 Makassar.

Aksi mahasiswa yang dilakukan BEM Hukum UMI itu untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Arief ditemukan tewas dengan luka berlubang di area kepala dalam posisi telungkup. Saksikan tayangan berikut ini:

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutarman membantah keras bahwa Muhammad Arief terlindas water canon dan “Bukan, bukan (tertabrak water canon). Kalau itu jauh. Itu (Arief) masih 200 meter dari itu (water canon). Jadi itu mungkin ketimpuk batu, terus keinjak-injak, warga yang diusir,” jelas Sutarman di Mabes Polri, Jakarta Selatan, seperti dikutip okezone.com, Jumat 28 November 2014.

Melihat foto di atas, rasanya lebih tepat lubang di kepala Almarhum akibat luka tembak. Mustahil sebuah batu bisa melubangi kepala Almarhum dan membuatnya tewas seketika di tempat. Semoga kebenaran kasus ini akan segera terungkap. [KbrNet/Slm]

11 Tanggapan to “Video Tewasnya Muhammad Arif Saat Tolak Kenaikan BBM”

  1. ainun said

    Polisi pandai berkilah …untuk itu pecat kaplori, kapolda makasar, pimpinan keamanan aksi dan srluruh polisi yg brutal

  2. Anonim said

    Polisi smuany tidak beres..

  3. Anonim said

    Ni bukan batu pak polisi,seperti.a ni peluru pak polisi..

  4. Smoga kabar[dot]net,,,adalah redaksi yg amanah trhadap rakyat,,,saya sudah tidak percaya trhdp kompas,,okezone,,tvone,,,dan redaksi kapitalis lainnya…

    Nanti tgl 10-11 desember 2014,,,akn ada mogok nasional,jangn tutup2i kebenaran,,,saya harap kabarnet hadir dan slalu amanah dengn kebenaran.

    Hidup mahasiswa,,hidup buruh,,hidup rakyat indonesia,,hidup rakyat indonesia,,HIDUP RAKYAT INDONESIA

  5. buang said

    Kepolisian di gabung lg dng angkatan darat spy di mengayomi masyrakat

  6. Anonim said

    wahai pemimpin bangsaku korban sangat mengenaskan apakah masih akan ditambah lagi

  7. Adoh kenapa sampai ada korba jiwa, seharusnya sebagai mahasiswa kalo ingin menolak harga BBM bisa dengan cara yang arif, adakan dialog, utarakan alasan kenapa menolak kenaikan harga BBM dan berikan ide yang bagus jika BBM tidak di naikkan

    http://www.infokerja-terkini.tk

  8. Anonim said

    itu seh emang sudah dibidik polisi, semenjak almarhum mengarahkan ketepelnya ke barisan polisi, lihat saja tayangan slow motionnya polisi mengeluarkan senjata laras panjang dari atas mobil.

  9. Anonim said

    Kalo peluru kenapa tidak ada bekas peluru di dalam kepala muhammad arif ? pabila itu peluru otomatis akan di jumpai selongsong peluru di dalam tengkorak kepala beliau ..!

  10. dor said

    Kalau diliat divideo kayaknya pake ketapel dah. Bener kena tembak, batu ketapel. Kalo lom percaya, coba aja ketapel kepala temennya sendiri pake batu kalo ga langsung bocor.

    Yang pasti, yang salah keliatan lah. Kenapa demo malah menutup jalan, membajak dump truck dsb. Kalo gitu ya jelas merugikan kepentingan umum. Bensin dah naek, kena macet, bensin kebuang percuma dan sekarang korban jiwa.

    Ya salahkan pada korlaps yang merencanakan demo kacau sehingga harus ditertibkan. Kalau demo tertib, aman kok smua kecuali memang ada pembungkaman politik seperti era orde baru. Demo biasa langsung di dor.

    Gitu aja kok repot mikirnya.

  11. Tukang Listrik bandung

    Video Tewasnya Muhammad Arif Saat Tolak Kenaikan BBM « KabarNet.in

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: