KabarNet

Aktual Tajam

Ternyata Film ‘Jokowi Adalah Kita’ Hanya Ditonton 5 Orang

Posted by KabarNet pada 27/11/2014

Jakarta – KabarNet: Baru dilaunching satu hari, film “Jokowi Adalah Kita” langsung ditarik dari peredaran. Alasannya sih, karena situasi politik yang tak menentu pasca kenaikan harga BBM.

Benarkah itu alasannya? Wallahualam, saya tidak tahu. Yang jelas, ada sebuah tulisan di Kompasiana yang cukup menggelitik. Judulnya Menonton Film ‘Jokowi Adalah Kita’, Kita Berlima Saja.

Pada artikel yang ditulis oleh Zulkifli Andi Mandasini tersebut, diceritakan bahwa saat menonton, bioskop sangat sepi. Terlihat dengan jelas kelesuan suasananya:

Saya menonton film yang bercerita tentang Presiden RI ke-7 tersebut di bioskop Hollywood XXI Kompleks Hotel kartika Chandra GatSu Jakarta Selatan. Saat menonton film ini, hanya ada lima orang termasuk saya yang ada dalam studio tersebut. Bisa dibayangkan betapa sepinya hanya berlima dalam bioskop selama sejam lebih.

Pertanyaannya: Ke manakah para pendukung Jokowi yang katanya sangat banyak tersebut? Selama ini mereka sungguh militan bahkan cinta buta terhadap Jokowi. Mereka mati-matian membela idolanya. Sampai-sampai orang yang mengkritik Jokowi langsung dibully, diancam, diteror, bahkan difitnah.

Orang-orang yang seperti itu seharusnya SANGAT FANATIK terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan idola mereka. Secara logika, seharusnya mereka bela-belain nonton film “Jokowi Adalah Kita” di bioskop.

Namun faktanya, jumlah penonton sangat sepi. Hanya lima orang. Ke mana para pendukung Jokowi yang katanya sangat banyak tersebut?

Apakah sepinya penonton film ini merupakan pertanda bahwa jumlah pendukung Jokowi sudah sangat jauh berkurang? Mungkin ya. Tapi kalau kita lihat di social media, mereka sepertinya masih rame saja.

Hm… jangan-jangan itu hanya keramaian palsu. Sebab sudah bukan rahasia lagi, banyak akun pendukung Jokowi yang klonengan. Tidak asli. Jika ada isu pun, mereka membicarakannya dengan heboh. Hanya dibicarakan oleh segelintir orang. Tapi karena heboh, menjadi isu publik yang sangat hits. Sehingga terkesan bahwa jumlah pendukung Jokowi masih sangat banyak.

Namun ternyata, film “Jokowi Adalah Kita” hanya ditonton oleh lima orang. Ke mana larinya para pendukung yang katanya sangat banyak tersebut?

Apakah sudah banyak yang #SalamGigitJari karena semakin ke sini semakin banyak bukti tentang kebohongan, ingkar janji dan kepalsuan Jokowi?

Source: Jonru Ginting/ jonru.com

19 Tanggapan to “Ternyata Film ‘Jokowi Adalah Kita’ Hanya Ditonton 5 Orang”

  1. okem said

    Coba pemeran jokowi di peran Oleh pemainx ganteng2 srigala pasti laku,lantas yg jd istrix personil girlband korea pasti laku,skalian biar tidak tanggung,”pencitraan setengah hati” ahahahahahah

  2. Alasan sebenarnya film itu ditarik dari peredaran karena didalamnya ada adegan Jokowi menolak BBM naik di tahun 2012 🙂

    Jangan mau ditipu bila kelak film tsb ditayangkan kembali setelah di-cut adegan itu.

  3. Anonim said

    ngapain juga nonton Topeng Monyet bayar mahal2….,saweran seribuan di jalan lebih meriah…

  4. anti jokowi said

    ki joko dodo (jokowi) adalah boneka

    bonekanya para mafia china

  5. Pemburu07 said

    Monyet koq d tonton.. Ngpain kaya kurang kerjaan saja!

  6. coba di gartisin kaya tempo dulu….

  7. gue penasaran pingin nonton,,,kayak apa cerita nye,,,

  8. sikopisusu said

    entah kenapa walaupun saya dukung jokowi
    saya tetep ga minat nonton mas

    kayaknya dukung sama nonton karya itu jauh beda
    jauhnya itu seperti dukung dan pawai ke jalan

    beda jauh deh kayaknya
    toh filmnya juga kurang menarik,
    tau sendiri kan, siapa aja sutradara indonesia yg berkualitas

  9. Anonim said

    Klo Jokowi sendiri sebagai pemeran utama, pasti ditonton… apalagi klo nontonnya gratis… atau kalaupun bayar, dananya untuk nambahin subsidi rakyat miskin, dan beli karcis langsung dari atm, dana langsung masuk rekening subsidi, dijamin pasti banyak yang nonton… tapi klo nonton pemerannya bukan Jokowi, harga karcis mahal dan hanya nguntungin kalangan yang memang udah banyak duitnya… ogah ah…

  10. monel said

    buset dah. taglinenya aktual tajam. tp ngambil source artikelnya dr jonru. sedaaappp dah..

  11. Anonim said

    makanya tuh sutradara jangan keburu nafsu bikin film, jangan2 sutradaranya di bayar jokowi buat pencitraan. masa sebulan aja belum keliatan kerjanya uda di sanjung2 dalam film. sekarang masyarakan ogah nonton, gak seuai sama janji kampenyenya sih bbm gak bakal naik kalo dia jadi presiden, eh ternyata malah naik. jangan lupa jokowi juga pernah berbohong pada warga DKI yg mana kalau dia terpilih jadi gubernur dia akan loloskan raperda kebudayaan betawi sama dia mau buat jalan si pitung. mana janjimu jokowow.. salam gigit jari buat pendukung jokowow.. khususnya sleng, iwan fals, dan artis2 lainya yg menjadi tim sukses jokowow.. salam gigit jari..

  12. Anonim said

    SUMBERNYA JONRU? WKWKWKWK

  13. Anonim said

    bisa jadi situkang bikin filem sudah sgt buta hati dan buta matnya,,,, tak lain PENCITRAAN…NIAT JKW DN TKG BKN FILEM NIAT JELEK MAKANYA TDK SUDI ORG MENONTONNYA

  14. abi jjo said

    jokowi adalah kami berlima…”

  15. Buya said

    Jokowi adalah setan penghisap darah

  16. Dede said

    Jokowi adalah iblis

  17. Anonim said

    Terlalu banyak yg sirik.
    Apakah hrs disamakan antara film dengan kita mendukung seorg pemimpin??
    Gak hrs kan. Tdk smua org suka menonton dn gak perlu hrs di tonton. Liat kenyataan saja.

  18. Anonim said

    jokowi adalah setan

  19. Anonim said

    ha ha ha liat aje selama 5 tahun mudahan ade perubahan asal jangan kebablasan pemerintahannye makin terpuruklah tanah air kita????sutradara begok tu bikin film harus jujur bro…

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: