KabarNet

Aktual Tajam

Kecewa, Sekolah-Sekolah Enggan Pasang Foto Jokowi-JK

Posted by KabarNet pada 26/11/2014

Bandung – KabarNet: Sejumlah sekolah dasar dan menengah di berbagai daerah dilaporkan enggan memasang foto Presiden dan Wakil Presiden RI di depan kelas seperti biasanya. Alasan mereka beragam, dari mulai merasa tidak percaya diri (PD) hingga berdalih belum membeli fotonya.

Hal itu terjadi antara lain di SDN Mongor, Kabupaten Garut. Setelah lebih dari satu bulan pemimpin negara ini dilantik, hingga sekarang foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla belum juga dipasang. Alasannya karena para murid merasa enggan dan malas memasangnya.

Di SDN Mongor bukan hanya para murid yang enggan, para guru pun ikut malas memasang foto Presiden dan Wapres. Sehingga yang tersisa hanyalah gambar Burung Garuda yang terpasang sendiri pada dinding di atas papan tulis. Aksi ini dilakukan atas dasar kekecewaan para siswa dan guru karena langkah Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla yang dinilai tidak memihak kepada rakyat dengan menaikkan harga BBM bersubsidi.

Hal serupa juga terjadi di SMP PGRI Limbangan, Garut. Ketika ditanya alasan tidak mau memasang foto Presiden dan Wapres, para murid dengan terus terang menyatakan karena kekecewaan mereka kepada pasangan Jokowi-Jusuf Kalla yang dinilai tidak perduli dengan penderitaan rakyat karena tega menaikkan harga BBM bersubsidi. “Ongkos angkot ke sekolah kan naik gara-gara BBM naik. Padahal uang saku mah tetep aja enggak nambah” keluh Farli, murid SMP PGRI Limbangan Garut, seperti dikutip Republika, Senin 24 Nopember 2014.

Sebagai bagian dari penduduk provinsi Jawa Barat, keluarga Farli justru mengaku bahwa bantuan sekolah banyak datang dari Pemerintah Provinsi, bukan dari pemerintah pusat. Oleh sebab itu orang tuanya ikut kecewa dengan kenaikan harga BBM karena dampaknya pada sektor pendidikan.

Lain halnya dengan pengakuan Fahmi Dini, Mahasiawa Kedokteran Universitas Padjadjaran, ia berkata, “Kemarin di aula kampus saya juga belum ada foto presiden dipasang”.

Fahmi tidak tahu menahu apa alasan kampusnya belum memasang dua foto pemimpin tersebut. Namun sepertinya masih banyak tempat-tempat lain yang belum memajang foto presiden dan wapres di tempat biasanya dengan alasan yang sama. Yakni lantaran kecewa dengan langkah pasangan Jokowi-Jusuf Kalla yang dinilai tidak perduli dengan nasib rakyat kecil yang kini menjadi semakin menderita dengan kenaikan harga BBM karena berbuntut pada kenaikan seluruh harga-harga barang dan jasa di semua sektor.

Ungkapan kekecewaan dari kalangan sekolah terhadap Jokowi-Jusuf Kalla juga dilontarkan melalui media sosial. Hal itu disampaikan oleh Ahmad Nurodin, Guru salah satu SMAN di Garut dalam status Facebook-nya. Ia menuliskan kisah nyata percakapan antara dirinya dengan murid di sekolah terkait foto Presiden dan Wakil Presiden RI yang tak juga kunjung dipasang. Berikut tulisannya:

“Kejadian nyata di sebuah sekolah.

Guru : Anak-anak cepat pasang itu foto Presiden.

Murid : Enggak mau Pa. Enggak PD masangnya.

Guru : Kenapa? Jangan gitu kalian teh, gitu-gitu juga Presiden kalian.

Murid : Enggak mau ah Pak. Soalnya yang satu peot, yang satu sudah kakek-kakek. Ditambah BBM naik. Saya naik angkot ke sekolah mogok lagi.

Guru : beuuh”.

[KabarNet/ http://kabarnet.in /ROL/adl]

17 Tanggapan to “Kecewa, Sekolah-Sekolah Enggan Pasang Foto Jokowi-JK”

  1. Pembenci Kaum Munafik said

    Krn Jkw n JK adlh Presiden Pilihan KPU N MK, bukan Presiden pilihan RAKYAT!

  2. Masalah mental pengkhianatnya begitu kental jauh dari kesan seorang presiden yang berbudi luhur dan cerdas

  3. Anonim said

    kepada pemerintah indonesia ini saran saya bagaimana kalau anak sekolah transportasinya gratis,ini saya bandingkan dengan bermuda island yang mana semua anak sekolah tidak dipungut bayaran untuk angkutan umum terima kasih

  4. Man Ferza said

    Percuma komen toh juga c peot ma c jompo gk bakal ngedengernya

  5. uus said

    Yg ogah pasang foto pres/wapres resmi itu ga realistis. Hal sama trjd di era transisi dari Habibi ke Gusdur. Sy msh ingat saat itu seorang Bupati menyampaikan (di sela sambutannya di aula kantor sebuah kementerian tingkat kabupaten) ketidaksenangannya atas terpilihnya Gusdur. Dlm sesi tanya jwb, sy kritik
    beliau , “Pak Bupati kan abdi negara. Siapapun presidennya, hrs bpk hormati. Kecuali klo bpk abdi orang, abdi suharto, abdi habibi. Izinkan sy utk lht ruang kerja bpk. Apakah foto Gusdur sdh dipasang atau blm?. Krn di aula ini pun fotonya msh habibi. Pdhl Gusdur sdh mnjbt lbh dr dua bln. Masa iya kementerian setingkat kabupaten ga py dana beli poster presiden. Klo aparat bekerja atas dasar like n dislike, bkn demi bangsa n negara, bgmn jadinya negeri ini. “. Sy kecewa py pemimpin yg berjiwa kerdil spt Pak Bupati. Bongan Pak Bupati ngumumkeun kecewa atas trrpilihnya Gusdur. Abong abong Gusdur lain anggota partai bpk. Asal Pak Bupati tahu, kekeceaan bpk blh bpk sampaikan di intern komunitas bpk n bkn sbg bupati. Di aula ini yg hdr majemuk, kpstsnya sbg msyrkt, bkn kader dr partai bpk.” bbrp hr kmdn peg pemda n peg kntr ngasih tahu sy bhw poster Gusdur sdh dipasang.

  6. Anonim said

    kebanyakan manusia sekarang itu seperti pepatah lempar batu sembunyi tangan….dulu memihak,tapi kini menghujat..memang tidak pernah ada penyesalan di awal..penyesalan itu datang pada akhirnya..cuma yang saya sesalkan,,kenapa dia dulu di pilih,padahal keislamannya di ragukan…ayat2 pendek alqur an aja dia gak afal…..

  7. zainal abidin said

    Boleh-boleh saja zaman demokrasi mengejek Presidennya. Apapun anggapan seseorang realitanya presiden RI sekarang Jokowi-JK. Sebaik-baik manusia adalah manusia taqwa: tawadhu, qona’ah dan wara’, yaitu yang rendah hati, bersyukur dan merasa diawasi Allah.

  8. Anonim said

    bapak presiden kita ngirit duit, sementara anaknya foya,2 di negeri singa anehhhhhhhhhhhh

  9. Anonim said

    Memang ada kewajiban memasang gambar-gambar itu? Katanya Indonesia negara hukum, artinya kalau diwajibkan ya harus ada dasar hukumnya, kalau tidak ada dasar hukumnya ya berarti tidak usah dipersoalkan kalau seseorang atau suatu lembaga tidak memasang gambar-gambar itu.

  10. sekalian burung garuda dicat merah…..

  11. Anonim said

    di sekolah udah dipasang …. ad ada saja

  12. Anonim said

    Yang salah tu bukan PRESIDENYA tapi RAKYATNYA yang salah memilih,,,

    Indonesia makin kacau,2015 krj diluar negri pun ditutup,,,,

  13. Anonim said

    Gusur aja lgi turunin Jokowi n Jk nya. Bila perlu Revolusi/Kudeta secara damai

  14. albbert said

    Lebih tertarik pasang photo preweding Rafi achmad kali……

  15. Handayani said

    Mohon maaf kalo saya beda komentar nya,saya sangat bersyukur punya Presiden spt Bp Jokowi, ya jadi bangsa besar harus banyak bersyukur dan sabar, mau makmur dan sejahtera Ga bisa kayak membalikkan tangan , kalo Allah Presiden nya sedetik pun langsung sejahtera, pleAse deh ini negara besar dengan segudang permasalahan yg dibuat oleh pemerintahan yg dulu, saya kira Pa Jokowi punya alasan yg jauh lebih luas dg menaikkan BBM , coba nonton youtube mata najwa Disitu jelas kenapa BBM harus naik walaupun harga minya dunia turun…..tetap semangat bapak 2 ibu2 yg komentar……

  16. Anonim said

    saabar aja pak

  17. merry said

    pemerintah skarang mah NGGRAGAS bin RAKUS , tahun 2015 semuanya serba naik…

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: