KabarNet

Aktual Tajam

Ketua Gerindra: Ahok Jangan Sok Jago Mau Bubarkan FPI

Posted by KabarNet pada 12/11/2014

Jakarta – KabarNet: Penolakan Ormas Front Pembela Islam (FPI), terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Zang Wan Xie alias Ahok, sebagai Gubenur DKI Jakarta harus disikapi secara bijak dan legowo. “Ahok jangan sok jago berkoar-koar mau bubarin FPI itu enggak bijak sebagai seorang pemimpin,” tutur Ketua DPP Partai Gerindra, FX Arief Poyuono SE, Senin 10 November 2014.

Sebab, lanjut Arief, alasan FPI untuk menolak Ahok sebagai Gubenur jangan disalah-artikan oleh karena FPI menolak Jakarta dipimpin oleh orang non muslim. “Itu adalah salah artikan. Justru pernyataan Ahok sendiri yang phobia akibat kuatnya penolakan masyarakat terhadap dirinya,” tandas Ketua DPP Gerindra.

“Di sini justru Ahok yang terlihat ingin menarik sebuah persoalan ke konflik horisontal mengaitkan ketidaksukaan FPI ke arah SARA. Ini sangat bahaya. Coba Ahok cooling down dan percaya saja pada sistim demokrasi kita yang berlandaskan konstitusi UUD 1945 dan Pancasila,” tambahnya.

Sebab, menurut Arief, jika Ahok banyak ‘bacot’ justru ditakutkan akan timbul konflik horisontal atau SARA yang membahayakan persatuan Indonesia dan kelompok minoritas di Jakarta. “Karena sampai hari tidak ada group masyarakat yang mendukung Ahok sebagai Gubenur DKI. Artinya, kepala masyarakat Jakarta itu sama dengan ormas-ormas yang menolak Ahok,” tandasnya.

Kalau sudah begini, tegas Arief, sebaiknya PDIP dan Gerindra duduk bareng untuk menentukan penganti Jokowi. “Ingatlah Ahok itu cuma nebeng popularitas Jokowi untuk jadi Wagub DKI, sebab waktu Pilgub DKI Jakarta Jokowi dipasangkan dengan sandal jepit saja pasti menang kok,” paparnya.

“Kan lebih baik Jakarta dipimpin oleh sosok yang tidak mendapatkan resistensi dari masyarakat Jakarta. Karena jika dipaksakan justru memicu ketidakstabilan politik dan sosial di Jakarta yang akhirnya menganggu kinerja pemerintah pusat juga. Lagian PDIP memperjuangkan Ahok juga tidak ada gunanya kok, apalagi Ahok menolak Boy Sadikin sebagai Wagub dari PDIP,” ungkap Arief.

Penolakan Ahok dari sejumlah kalangan karena perilaku Ahok yang buruk dan dinilai tidak layak memimpin Jakarta dengan tempramen yang tidak karuan, tidak mau mendengar pendapat dan berakhlak buruk.

Kebiasaan Ahok berbicara kasar dan sembarangan bak preman kawasan Glodok Jakarta yang membuat banyak orang tersinggung dan marah. Caci maki Ahok terhadap warga pribumi ini bukan yang pertama, tapi sudah tak terhitung banyaknya. Mulai dari menuding seluruh pejabat DKI bajingan, ormas Islam seperti FPI dan Muhammadiyah yang pernah dijulukinya sebagai Munafik, sampai anak sekolah dan pengendara motor yang disuruhnya ditabrak mati saja jika melanggar aturan.

Bahkan Ahok pernah mengusulkan, untuk menghadapai para pendemo sekali-sekali bisa dengan Water Cannon yang diisi bensin biar kebakaran. “Kita satu lawan satu sudah susah apalagi lawan 3-4 orang. Untuk itu saya minta sediain Water Cannon. “Water Cannon itu diisi bensin sekali-sekali biar kebakaran. Ya kalau rusuh disemprot bensin kira-kira dia teriak-teriak bertobat nggak? Kalau orang bertobat itu, orang-orang bayaran ya, bukan ideologi,” kata Ahok dalam acara silaturahmi bersama Polsek, Babinsa dan lurah se-Jakarta, Kamis 25 September 2014.

Yang lebih parah lagi, Ahok mengaku tidak segan memuntahkan peluru, bahkan membakar hidup-hidup untuk menghabisi kelompok yang suka anarkis saat demonstrasi. “Makanya saya harap pengawal saya pegang pistolnya banyak saja. Jadi saya bisa minjem gitu,” kata Ahok dalam acara ‘Revitalisasi Kring Serse’ Ecopark, Ancol, Jakarta Utara, Selasa 14 Oktober 2014.

Selain tidak ragu tembak para demonstran anarkis, Ahok juga bakal membakar mereka hidup-hidup. “Saya bilang tidak, saya tidak mau mahasiswa hanya nanti pasang lilin, duka cita seorang gubernur terguling di Balai Kota diserbu demonstran yang anarkis. Yang akan saya lakukan, saya bakar hidup-hidup mereka!!” tandas Ahok.

Ahok melanjutkan, jika ada kelompok yang menghambat usaha pemerintah untuk melaksanakan hal yang diamanatkan oleh konstitusi, maka aparat harus bertindak tegas. “Ini tugas pemerintah kalau ada kelompok bertindak anarkis dan justru mengancam nyawa banyak orang, saya minta petugas untuk tindak tegas, bila perlu bunuh di tempat sekali pun ada kamera TV menyorot,” tandas Ahok seperti dikutip Republika, Selasa 14 Oktober 2014 lalu.

Wajar bila sikap bobrok tersebut kini makin menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Namun celakanya, Ahok menganggap perilaku premanisme yang melekat pada dirinya adalah sebuah kebanggaan. [KbrNet/EdisiNews]

18 Tanggapan to “Ketua Gerindra: Ahok Jangan Sok Jago Mau Bubarkan FPI”

  1. Anonim said

    Presiden Soeharto saja mau mundur dari jabatannya ketika rakyat sudah tidak menginginkannya demi tercipta suasana yang lebih baik lagi… Apalagi kalo cuma Gubernur atau Wakil Gubernur… Ahok sudah tidak diinginkan warga jakarta..

  2. PemburuDajjal said

    Lu mundur saja boss.. Biar hidup lu baguss..

  3. Anonim said

    Jangan mundur hok..krn akan memberikan kesempatan para koruptor utk memakan duit DKI yg begitu mengiurkan…coba lihat jaman foke dan sutiyoso..apakah perna bikin pengerukan kali seperti ahok bikin sekarang ?
    Selamatkan uang rakyat hok…
    yg menentang ahok hanyalah koruptor dan pengusaha hitam..

  4. Anonim said

    mudur sja lo hok….
    moso pemimpin kyak gitu…

  5. Anonim said

    singkirkan si bajingan ahok, dasar mulut kurang ajar

  6. ung Basuki said

    Pak Ahok Maju Terus, tak perlu mundur. Jangan memberi kesempatan kepada koruptor yang membodohi bangsa ini.

  7. AHOK itu disayembarakan saja,
    Siapa yang bisa membunuh Ahok
    saya sediakan imbalan 1 Milyard,
    siapa saja yang bisa membunuh tidak harus umat Islam,
    dari kelompok mana pun boleh,,,!!

  8. Semua Demonstran mundur dulu biarkan saya dengan temenku 5 orang yang akan memenggal kepalanya,
    Mengapa BUNG KARNO harus mengusir bangsa CHINA dari Indonesia dengan PP-10 nya,
    dan Mengapa HILTLER harus menyisakan beberapa orang YAHUDI dari kamp pembantaian,,,,????

  9. Anonim said

    Jika pemimpin selama ini kurang TEGAS jadi seperti sekarang ini, berbagai macam premanisme di balik ORMAS dan FORUM. Berbagai macam ORMAS dan FORUM bisa berdiri dengan mudah belakangan di negeri ini, FPI, FBR, dll. di satu sisi ada baiknya TEGAS terhadap seluruh ORMAS dan FURUM.

  10. Tuilan said

    Jika pemimpin selama ini kurang TEGAS jadi seperti sekarang ini, berbagai macam premanisme di balik ORMAS dan FORUM. Berbagai macam ORMAS dan FORUM bisa berdiri dengan mudah belakangan di negeri ini, FPI, FBR, dll. di satu sisi ada baiknya TEGAS terhadap seluruh ORMAS dan FURUM.

  11. Dydykh said

    Mundur aja ahok.. Jgn perasaan jd penguasa kau…. Kl ya tdk di sukai jgn ngotot …

  12. Anonim said

    GPN, said nggk jelas & masih saja hidup pola yang begini ackh….
    Kalau ente hebat & mau, ya bunuh ajah sendiri nggk perlu dong sayembara segala…
    Tunjukkan kalo memang ente mampu…nafsu gede, kemampuan nggk ada…itu namanya bos..
    Pengen lihat ente bisa nggk masuk TV kalo bisa berhasil melampiaskan emosi ente tuh…

  13. Agus said

    Umat islam yg tlh memilih kafir jdi pemimpin dia termasuk dalam golongan nya..

  14. Paulus Nabi Palsu said

    Tau diri sikit kau Hok demi keselamatan segelintir cina yg mau menguasai indonesia.

    Paulus Nabi Palsu is back!

    Gitu aza kok repot

  15. berharap indonesia sejahtra said

    ahok juga warga indonesia di UUD sudah di jamin semua warga indonesia mempunyai hak yang sama
    UUD tidak mengharuskan pemimpin di negara indonesia harus islam
    indonesia jangan disamakan dengan negara arabsaudi UUD nya juda beda

  16. Anonim said

    islam mengajarkan bahwa:ALLAH SWT. menciptakan manusia dg.banyak perbedaan mulai dari bahasa,suku,warna rambut,kulit adat dll.itu semua ada maknanya/maksudnya yaitu agar kita saling mengenal, kenapa FPI Mempermasalahkan ahok u/jadi gubernur? dg.spanduknya:ahok musuh islam, kenapa ada 2 eliit/anggt.DPRD juga TAHU & membiarkan spanduk dg.muatan SARA diumbar?

  17. nanang said

    Mulutmu harimaumu…sewaktu waktu akan menerkammu, maka berbicaralah yang sopan dan santun…..sakiiittnyaaa tuu disiniii, jika hati sudah disakiti, tunggulah gelombang pemberontakan waii pak Ahook

  18. Paulus Nabi Palsu said

    Dinegara mayoritas non muslim, umumnya minoritas muslim dibantai seperti binatang tanpa ada belas kasihan sedikitpun, dimarginalisasi kehidupan sehari2xnya baik pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, kepemilikan barang, bahkan dilanggar HAMnya, dilarang beribadah serta diperlakukan tanpa rasa hormat dan sewenang2x, selalu diawasi dan mendapat image yg jelek karena prasangka yg buruk.

    Sementara sebaliknya, sdh jd fakta yg tak terbantahkan lg kalo minoritas non muslim hidup nyaman tentram damai dan sejahtera di negara mayoritas muslim bahkan menjadi penguasa ekonomi dan menjadi pejabat dikarenakan memanfaatkan kelemahan mayoritas umat islam pd umumnya yaitu PENYAKIT WAHN, dimana mayoritas umat islam skrg sdh jauh meninggalkan nilai2x islam dlm kehidupan sehari2x diganti dgn sifat HEDONISME sehingga hilang Kebesaran islam dlm diri umat islam itu sendiri.

    Makanya gue kagak heran kalo skrg byk org yg ngaku2x muslim bahkan ulama sekalipun yg latah mau mesra sm org kafir tapi keras dan tdk pernah mau bersatu terhadap sesama muslim.

    Naudzubillaah min dzalik.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: