KabarNet

Aktual Tajam

Protes Halal-Haram, Warga Bali Buka Warung 100% Haram

Posted by KabarNet pada 09/11/2014

Bulengleng – KabarNet: Kebijakan pemerintah dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, disalahartikan oleh sejumlah pengusaha kecil di Kabupaten Buleleng, Bali. Mereka ramai-ramai memasang label haram pada usahanya, terutama mereka yang menjual produk makanan bahan daging babi.

Kasus ini mencuat ketika Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Buleleng mewajibkan setiap usaha makanan harus mengantongi sertifikasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bali dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Peraturan itu disampaikan tanpa mengurangi maksud dan tujuan serta jenis produk apa saja yang dikategorikan untuk aturan tersebut.

Dampaknya sejumlah makanan Babi Guling, Lawar Bali, Siobak dan bakso babi memasang label nyeleneh, salah satunya dengan tulisan; Ini makanan Haram. Ada juga yang menulis 100 Persen Haram, serta Dijamin Haram, dan sebagainya.

Menyikapi ini, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Buleleng Made Arnika mengatakan, pihaknya tidak menampik bahwa para UKM yang menggunakan atau menghasilkan produk berbahan dasar babi memang tidak bisa masuk dalam Pasar MEA secara global.

“Ya, memang sertifikasi kehalalan itu dikeluarkan oleh MUI. Tapi, bukan berarti produk mereka tidak bisa berjalan. Tetap bisa jalan, tapi hanya sebatas pasar lokal saja, dan untuk masuk pasar modern itu tidak akan bisa,” kata Arnika kepada wartawan, Rabu 5 Nopember 2014.

Lebih jauh Arnika juga menjelaskan, produk-produk yang berhak mendapatkan sertifikasi kehalalan, hanyalah produk di luar berbahan dasar Babi. Jadi, lanjut Arnika menerangkan, khusus untuk para UKM yang menggunakan atau menghasilkan produk berbahan dasar babi jangan takut untuk ikut bersaing dalam MEA nanti, walaupun hanya dalam lingkup lokal.

“Jangan takut untuk ikut bersaing dengan pengusaha-pengusaha luar yang lebih modern dan sudah mendapat pengakuan kehalalan, walaupun itu tidak bisa masuk dalam pasar modern. Usaha mereka harus tetap berjalan seperti biasa,” tandas Arnika.

Salah seorang pengusaha krupuk babi di Buleleng saat dimintai tanggapannya terkait hal ini merasa terkejut. Pasalnya, produk yang dihasilkannya tersebut merupakan produk yang berbahan dasar babi, sehingga untuk lebih mudah memasarkan produk tersebut saat menghadapi MEA, dirinya mengaku pasti mengalami kesulitan.

“Masak sih pak kayak gitu?, padahal produk saya ini kan berbahan dasar babi, gimana cara saya nanti untuk memperoleh sertifikasi kehalalan. Padahal, saya sangat ingin hasil produk saya bisa dikenal masyarakat luas, dan bisa masuk ke pasar modern,” ujar Widiana. [KbrNet/Merdeka/adl]

9 Tanggapan to “Protes Halal-Haram, Warga Bali Buka Warung 100% Haram”

  1. Anonim said

    Kalau mau produknya mendapat pasar lebih luas. Ganti saja semua bahan baku dari babi dengan ikan atau hasil laut.
    Lebih sehat, halal dan variatif.
    Malu dong, masak negara maritim malah makannya babi, bukannya ikan.

  2. Beau Masul said

    Ora mikir

  3. Anonim said

    kalau di Thailand produk makanan kering dalam plastik atau tetra pack selain label Halal (yang halal) juga dicantumkan gambar nya, antara lain, gambar sapi, ayam, babi atau ikan…Jadi meski kita ga bisa bacanya (krn huruf thai)..mungkin ini bisa membantu masuk dalam pasar MEA secara Global…

  4. Pelancong said

    Setidak-tidaknya fear dan umat Islam jadi gak ketelanjuran, thanks ya bank.

  5. bejoisme said

    klo babi ada yg halal ga??…..mungkin babi jd mualaff = halal he3…., masalah makanan aje diributin…mo mkn babi kek mkn sapi, or makan sama kambing di kandangnya yg penting minumnya teh botol sosro.

  6. bejoisme said

    gw heran….negara2 yg makan babi kok lebih pinter/maju yeee….jepang,amrik,china, dll ga usah dsbutin lg uda byk yg tersungging….he3…ternyata babi….kokk bisa. trs satu lg mereka yg makan babi ternyata lbh baek….beneran dechhh tanya nohhh ma org acehhh waktu sunami sapa yg dateng duluan??..trs golongan negara2 mana aje yg paling byk nyumbang pasti yg mkn babi he3….ternyata babi bisa bikin pinter,maju,tp juga baek….suka nolong org. hebattttttt…..

  7. bejoisme said

    knp sichhhh org2 yg ngakunya beriman, suka makanan halal, sampe jidadnya ada logo halal sangking fanatiknya. yg selalu menghina kafir dan benci kafir. tapi mereka ini mo di timur tengah yg selalu bergejolak saling bunuh, saling bantai padahal katanya seiman….cuma ga se pendirian. saling benci. uda byk mesjid yg kena bom bunuh diri….itu gw heran apa sichhh yg di ajarkan sampe2 berani bunuh org di rumah ibadah mereka sendiri. bgmna klo dirumah ibadah kafir yeee….kebayang ga sichhh??….inikah contoh org beriman?? yg ternyata dibanding org atheis mereka tidak lebih baik tp pastinya mereka lebih fanatik dan jahat…..si org yg mengaku beriman dan mayoritas di negara yg damai pun mereka gelisah….mereka berusaha menegakkan syariat nya…berusaha menonjol diri….berusaha memerangi dgn berbagai cara thd minoritas. sebenarnya apa sichhh artinya beriman?….gw pikir artinya = 1.lebih fanatik, 2.keras kepala, 3.lebih benar (apapun dalih itu kafir pokoknya kalian salah dan kami benar)…

  8. Anonim said

    si Bejoisme pemakan babi terbukti omongannya bodoh banget.

  9. Anonim said

    Jd vegetarian saja. Enak

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: