KabarNet

Aktual Tajam

Wajah Petugas Kebersihan JIS Hancur Penuh Lebam

Posted by KabarNet pada 08/11/2014

Almarhum Azwar

Jakarta – KabarNet: Fakta-fakta baru tentang kejanggalan kasus dugaan pelecehan terhadap murid Taman Kanak-Kanak Jakarta International School (JIS) semakin melebar.

Diduga kuat, adanya rekayasa dalam kasus ini demi kepentingan dan keuntungan pihak tertentu (dalam hal ini pihak pelapor, yaitu Ibu Theresia Pipit Widowati Kroonen). Dan lagi-lagi yang menjadi korban adalah rakyat kecil yang tak mampu berbuat apa-apa, yaitu para petugas kebersihan JIS.

Mereka mendapat perlakuan tidak adil dari pihak penyidik kepolisian. Mereka diintimidasi dengan sejumlah tindak kekerasan agar mengakui perbuatan (melakukan asusila terhadap MAK dan korban lainnya) yang sebenarnya tidak mereka perbuat.

Kabar intimidasi ini bukan isapan jempol semata. Kabareskrim Mapolda Metro Jaya, pernah membantah seperti diberitakan oleh media massa, bahwa tidak ada tindakan intimidasi khususnya atas kematian Azwar. Padahal sesuai dengan fakta, tindakan intimidasi itu sungguh-sungguh terjadi.

Hati rakyat semakin teriris dengan adanya fakta baru tentang adanya tindak kekerasan terhadap Azwar, petugas kebersihan yang diduga telah melakukan sodomi terhadap murid Taman Kanak-kanak Jakarta Internasional School (JIS), sebelum ia tewas di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 26 April yang lalu.

3 November 2014 lalu, pukul 22.00, stasiun televisi swasta TV One dalam program acara Di Balik Tabir, menyiarkan foto mayat Azwar yang hancur dan lebam. Karena itu, sangat diduga bila Azwar tewas bukan karena meminum cairan pembersih lantai, seperti yang diberitakan sebelumnya. Tapi karena ia tidak sanggup lagi menerima intimidasi dari pihak penyidik.

Sungguh sangat ironi. Dan semakin ironi lagi karena beberapa waktu sebelumnya, polda Metro Jaya menegaskan tidak ada luka lebam atau bekas penganiayaan pada tubuh Azwar. “Kabar yang mengatakan ada bekas lebam ditubuh Azwar, itu tidak absolut dan tidak scientific,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Senin, 28 April.

Rikwanto melanjutkan, Azwar meninggal karena meminum cairan pembersih lantai ketika izin untuk ke kamar mandi di sela-sela pemeriksaan penyidik Polda Metro. Dari tayangan TV One, masyarakat dapat menilai sendiri, bagaimana Azwar tewas. Mengapa harus ada intimidasi atau penganiayaan dalam penyidikannya? Apakah memang harus ada intimidasi berupa penyiksaan dalam setiap penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian? Ada apa sebenarnya di balik kasus JIS ini? Azwar dan juga teman-temannya yang dituduh telah melakukan sodomi adalah warga negera Indonesia yang mempunyai persamaan kedudukan di depan hukum.

Kontras Menemukan Kejanggalan Dalam Kasus JIS

Pengakuan para petugas kebersihan tersebut bahwa mereka tidak melakukan tindakan sodomi seperti yang dituduhkan oleh Ibu Pipit, bukan omong kosong belaka. Bukti visum dari beberapa rumah sakit, termasuk RSCM dan Rumah Sakit Pondok Indah, terhadap korban, MAK, tidak membuktikan adanya tindakan sodomi tersebut.

Dengan berlarut-larutnya kasus JIS ini, maka akan semakin terkuak ke masyarakat akan ketidak profesionalan polisi, dan juga rekayasa kasus oleh Ibu Pipit.

Dalam jumpa pers, Selasa 05 November 2014, di Cikini, Jakarta, di hadapan wartawan, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban tindak Kekerasan (Kontras) menyatakan kekecewaannya dengan ketidak profesionalan institusi Polri ini dalam menangani beberapa kasus, di antaranya kasus JIS, sehingga fakta-fakta yang sesungguhnya terjadi tidak menjadi pertimbangan bagi penyidik Polri.

Koordinator Kontras Haris Ashar mengatakan, dalam kasus JIS ini, sebanyak enam orang petugas cleaning service yang bekerja di JIS, ditangkap setelah adanya laporan dari orangtua murid TK yang yang menyatakan anaknya mengalami kekerasan seksual di sekolah.

Polisi juga menangkap petugas administrasi dan seorang pengajar JIS berkewarganegaraan Amerika Serikat yang juga diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual tersebut. Namun demikian, terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses hukum terhadap para tersangka, yaitu dalam proses penyidikan di Polda Metro Jaya, para tersangka mengalami sejumlah tekanan dan penyiksaan, bahkan salah seorang tersangka (Azwar) akhirnya meninggall di dalam tahanan.

Polri menyatakan bahwa tersangka melakukan aksi bunuh diri dengan meminum pembersih lantai saat meminta izin untuk ke toilet pada waktu proses BAP berlangsung, meski ada saksi yang menyatakan bahwa tidak ada seorang tersangka pun yang pergi ke toilet selama proses interogasi berlangsung.

Kejanggalan lainnya adalah adanya hasil visum dari laboratorium yang menyatakan bahwa tersangka tidak mengalami penyakit herpes dan adanya hasil visum anak pelapor (murid TK) dari RSCM yang tidak membuktikan adanya luka-luka kekerasan pada lubang pelepas (anus). Namun fakta dan bukti tersebut tidak menjadi pertimbangan bagi penyidik Polri sehingga kasus kemudian tetap diproses hingga ke pengadilan negeri Jakarta Selatan.

Hal ini menunjukkan bahwa aparat Polri terbukti masih belum mampu bekerja secara profesional dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai penegak hukum, masih menggunakan pendekatan kekerasan serta tidak cermat dalam memberikan penghukuman sehingga berpotensi mengkriminalisasikan warga masyarakat.

Demikian berita ini disampaikan oleh pemerhati kasus JIS, Siti Marwiyah (Mamay), kepada KabarNet, Kamis 6 November 2014. Semoga saja keadilan untuk mereka dapat ditegakkan. Dan kasus JIS ini pun segera diselesaikan. [KbrNet/Slm]

3 Tanggapan to “Wajah Petugas Kebersihan JIS Hancur Penuh Lebam”

  1. Anonim said

    Berani bayar pero????

  2. Fx Hananto said

    Kok saya duga Antasari Azhar dulu spt di kriminalisasi juga baca : https://kabarnet.in/kasus-antasari-azhar/

  3. PemburuDajjal said

    Satu kata kriminalisasi lagi..

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: