KabarNet

Aktual Tajam

Polri Pasang Badan Bela Jokowi Jika Rakyat Demo BBM

Posted by KabarNet pada 05/11/2014

Jakarta – KabarNet: Kapolri Jenderal Pol Sutarman menegaskan bahwa Polri siap pasang badan kalau sampai program-program yang akan dijalankan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla diprotes oleh rakyat. Kapolri menjelaskan, bukan tidak mungkin kebijakan pro-rakyat yang akan diterapkan pemerintah justru direspons dengan aksi anarkistis oleh sekelompok masyarakat.

Kapolri mencontohkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Menurut dia, kenaikan harga BBM tersebut bertujuan baik agar anggaran dapat dialihkan untuk pembangunan yang lebih bermanfaat bagi rakyat.

Namun, lanjut dia, tetap saja akan ada kelompok masyarakat yang kecewa hingga melakukan aksi anarkistis.

“Kalau ada aksi protes, kami yang akan menghadapi masyarakat. Tujuan kami adalah untuk kesejahteraan mereka juga,” tandas Sutarman dalam Rapat Koordinasi Nasional Kabinet Kerja dalam Rangka Sinergitas Kinerja Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2014, di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa 4 Nopember 2014.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago, serta gubernur, kapolda, dan kabinda dari seluruh Indonesia.

Sutarman juga meminta kepada kepala daerah untuk tidak ragu menjalankan program-program yang berpotensi terjadi gejolak sosial. Menurut dia, pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah tak jarang menimbulkan konflik sosial. Namun, kepolisian daerah harus siap menghadapi hal itu.

“MRT dampak sosialnya ada, kita yang menghadapi. Pembangunan waduk di Indramayu, banyak premannya, kita yang menghadapi,” ujar Kapolri. [KbrNet/Kompas/adl]

2 Tanggapan to “Polri Pasang Badan Bela Jokowi Jika Rakyat Demo BBM”

  1. Paulus Nabi Palsu said

    TOLAK KENAIKAN BBM, Gasak Kapolri dan cecunguk2x polri bila mendukung kenaikan BBM, Rakyat yg bayar tiap sen gaji kelen bukan si joko, masih byk kok polisi2x dan TNI2x yg baik dan jujur yg siap membela kepentingan rakyat dibandingkan segerombolan kecil yg memikirkan kepentingan pribadi

    Gitu aza kok repot

  2. Fx Hananto said

    Mahkamah Konstitusi yang telah menguji Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Mahkamah Konstitusi pada 15 Desember 2004 mengeluarkan putusan, menyerahkan harga minyak pada mekanisme pasar bebas adalah bertentangan dengan UUD. Bagi yang tidak setuju naik ajukan seja ke MK, dari pada demo kalo ricuh digebukin polisi.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: