KabarNet

Aktual Tajam

Ternyata Ahok Tidak Bisa Otomatis Jadi Gubernur

Posted by KabarNet pada 29/10/2014

Jakarta – KabarNet: Walaupun Jokowi telah meloncat menjadi Presiden, kursi Gubernur DKI Jakarta tidak otomatis langsung diduduki Basuki Tjahaja Purnama alias Zang Wan Xie yang lebih dikenal dengan nama Ahok.

Faktanya sesuai Perppu Nomor 1 Tahun 2014 pemilihan gubernur, wali kota, dan bupati, melalui sidang paripurna DPRD. Jadi perjalanan Ahok menjadi Gubernur sebenarnya tidaklah mulus. Demikian disampaikan pengamat Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII), Masnur Marzuki,

Dia menerangkan secara rinci pemilihan kepala daerah lewat DPRD tertuang dalam Pasal 174 ayat (1) Perppu tersebut. “Dalam pasal itu disebutkan apabila sisa masa jabatan gubernur berhenti atau diberhentikan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan sisa masa jabatan di atas 18 bulan, makan dilakukan pemilihan gubernur melalui DPRD provinsi,” terangnya, seperti dikutip Okezone, pekan lalu Kamis.

Sementara dalam Pasal 174 ayat 2 tercantum bahwa gubernur hasil pemilihan melalui DPRD provinsi meneruskan sisa masa jabatan gubernur yang berhenti atau yang diberhentikan. Dia menambahkan, dalam Pasal 199 Kententuan Lain-Lain, ketentuan dalam undang-undang itu juga berlaku bagi penyelenggara pemilihan di daerah khusus seperti Aceh, DIY, termasuk DKI.

Menurutnya, kondisi tersebuat membuat Ahok sulit menjadi Gubernur DKI definitif. Apalagi, dia saat ini tidak bernaungan di bawah partai setelah memutuskan keluar dari Partai Gerindra. “Ya bisa saja dia menyesal keluar dari partai pengusungnya dulu,” ujar Masnur.

Hal senada juga ditegaskan kembali oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat menerima delegasi para ulama yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) Tolak Ahok di gedung DPR RI, Selasa 28 Oktober 2014.

Fadli menjelaskan, berdasarkan Perpu No 1 Tahun 2014 pasal 174 ayat 1, setelah Joko Widodo terpilih menjadi presiden RI seharusnya Basuki Purnama (Ahok) tidak otomatis naik menjadi Gubernur DKI.

“Apabila Gubernur berhenti atau diberhentikan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan sisa masa jabatan kurang dari 18 bulan, Presiden menetapkan pejabat Gubernur atas usul Menteri sampai berakhirnya masa jabatan Gubernur”.

Lalu, pada ayat 2 berbunyi; Apabila sisa masa jabatan Gubernur berhenti atau diberhentikan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dan sisa masa jabatan di atas 18 bulan, maka dilakukan pemilihan Gubernur melalui DPRD Provinsi. “Jadi dalam ayat 2 ini jelas sebenarnya, bahwa tidak otomatis Wakil Gubernur itu menjadi Gubernur, karena masa jabatannya masih lebih dari 18 bulan,” kata Fadli.

Menurutnya, memang ada ayat berikutnya pada pasal 203 ayat 1 yang berbunyi; Dalam hal terjadi kekosongan Gubernur Bupati dan Walikota yang diangkat berdasarkan UU no 32/20014 tentang pemerintah daerah Wakil Gubernur, Wakil Bupati dan Wakil Walikota menggantikan Gubernur, Bupati dan Walikota sampai berakhir masa jabatannya.

“Namun dalam kasus Jakarta, yang digunakan adalah Perpu 174. Artinya bahwa untuk urusan DKI, setelah berhentinya Jokowi karena menjadi presiden saat terjadi kekosongan jabatan Gubernur seharusnya pemilihan Gubernur dilakukan oleh DPRD DKI. Jadi jelas sekali aturan ini, tidak perlu ada interpretasi lain,” jelas Fadli, seperti dikutip Suara-Islam, Selasa 28 Oktober 2014.

Ia mengatakan, setidaknya bulan November atau Desember ini harus ada pemilihan Gubernur dan wakilnya yang baru. “Ini domain DPRD DKI, tapi nanti kita usulkan berdasarkan aturan mainnya. Rencananya minggu depan kita kumpul bersama DPRD DKI membahas masalah ini,” pungkas Fadli.

Tokoh Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ), yang hadir dalam pertemuan tersebut ialah, KH. Fachrurozi Ishaq (Ketua GMJ), KH. Muhammad al Khaththath (Sekjen FUI), Habib Muchsin al Attas (Ketua Umum FPI), KH. Misbahul Anam (Dewan Syuro FPI), Habib Muchsin bin Zeid (Tokoh Habaib Muda), Ustaz Alfian Tanjung (Ketua Taruna Muslim), Ustaz Endang Supardi (Ketua FBB) dan lainnya.

Pada 10 November 2014 mendatang, GMJ akan mengadakan aksi damai sejuta umat menolak Ahok. Selain melakukan aksi demo, GMJ juga menyebarkan angket penolakan Ahok kepada warga Jakarta untuk diserahkan kepada DPRD DKI Jakarta sebagai bahan untuk menggunakan hak angket, hak interplasi, dan hak impeachment untuk melengserkan Ahok. [KbrNet/Slm]

10 Tanggapan to “Ternyata Ahok Tidak Bisa Otomatis Jadi Gubernur”

  1. Anonim said

    Harga mati ahok harus turun

  2. Black7 said

    Ahok?? Hok hok hok. Kerjax cuman ngomporin. Ya merk komporlah..

  3. Pasal yg digunakan saya nilai tdk tepat, krn kekosongan jabatan yg dimaksud ialah krn alasan terpidana

  4. Paulus Nabi Palsu said

    Apa pula pasalnya tidak tepat, wong pasalnya akhlak si A Hok macem babi kok.

    Gitu aza kok repot

  5. adi said

    http://news.detik.com/read/2014/10/29/171013/2733472/10/di-depan-ahok-imam-istiqlal-kritisi-ormas-islam-yang-anarkis

    wahh memang dunia sudah dekat akhir zaman.
    Ngaku berilmu tapi ?

    Wahai Imam besar anda pasti faham ayat ini :

    QS Al mujadalah 58:22
    QS Al Fath 48:29
    QS Al Maidah 5 :51
    QS Al maidah 5 :57
    QS At taubah 9:23
    QS Al ahzab 33:67

    Tolong beri penjelasan pada kami yang masih ” bodoh ” ini.
    Dengan ketinggian ilmu bapak tolong beri pencerahan kepada kami

    wass

  6. adi said

    Kata ahok :
    ISIS bukan islam …fpi bukan islam
    Yang islam …tuh “ulama” yang nunduk nunduk sama ahok.

  7. adi said

    Kata ahok :
    ISIS bukan islam …fpi bukan islam
    Yang islam …tuh “ulama” yang nunduk nunduk sama ahok.

    Kebodohan mayoritas …….

  8. adi said

    Kata ahok :
    ISIS bukan islam …fpi bukan islam
    Yang islam …tuh “ulama” yang nunduk nunduk sama ahok di balaikota.

    Kebodohan mayoritas …….

  9. Anonim said

    ini baru hoax

  10. Paulus Nabi Palsu said

    Hoax gundulmu iku

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: