KabarNet

Aktual Tajam

Gentari: Polisi Jangan Berlebihan !

Posted by KabarNet pada 29/10/2014

Jakarta – KabarNet: Mabes Polri melakukan penangkapan terhadap MA (23), warga Ciracas, Jakarta Timur, dengan tudingan membully Joko Widodo alias Jokowi, lewat akun facebook miliknya saat Pilpres 2014 lalu.

MA ditangkap di rumahnya pada Kamis 23 Oktober 2014 oleh empat penyidik Mabes Polri berpakaian sipil. Pria yang bekerja sebagai buruh pembuat tusuk sate itu langsung dibawa ke Mabes Polri, lalu ditahan setelah menjalani pemeriksaan 1×24 jam.

Diketahui, pelapor MA adalah politikus PDIP Henry Yosodiningrat. Menurut Henry, dia tidak pernah mengenal MA. “Saya tidak tahu dia siapa, tinggal di mana. Saya melaporkan dia sebagai koordinator tim hukum Jokowi-JK,” kata Henry, Rabu 29 Oktober 2014, seperti dikutip okezone.

Henry mengungkapkan alasan tim hukum melaporkan MA. “Dia merekayasa foto seronok Jokowi dengan Megawati dan ditambahkan kalimat-kalimat yang merendahkan. Ini persoalannya bukan dia tukang sate atau bukan. Tapi ini telah merendahkan martabat Jokowi,” kata Henry.

Ibunda MA, M, pun syok berat saat mengetahui anaknya ditangkap. Hampir setiap hari M menangis karena tak menyangka sang anak harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Pengacara MA, Irfan Fahmi, mengatakan, M berencana memohon maaf kepada Presiden Jokowi agar anaknya dibebaskan. “Ibunya ingin bersimpuh di hadapan orang-orang yang dirugikan anaknya, mau minta maaf,” ujarnya.

Ibunda berharap anaknya tidak di penjara meskipun dianggap telah melakukan tindakan kejahatan yakni pencemaran nama baik. M berharap Jokowi memaafkan dan kasus tersebut dapat diselesaikan dengan jalur kekeluargaan. “Andai kata itu kejahatan, penyembuhannya bukan di penjara, apalagi Jokowi mengusung ide gagasan revolusi mental. Revolusi mental apa yang kira-kira bisa dilakukan oleh tersangka,” kata Irfan menirukan ucapan sang ibunda.

Atas peristiwa tersebut, ketua Umum Generasi Cinta Negeri (Gentari), Umar Moch Alhamid, menyesalkan kejadian ini. Menurutnya sekarang ini isu pro dan anti terhadap Jokowi sudah tidak relevan lagi, karena Jokowi sudah menjadi presiden dan sudah selayaknya yang pro maupun yang kontra bersatu dalam satu kapal yang dinahkodai Jokowi.

“sekarang ini ngga ada lagi yang mendukung atau tidak mendukung Jokowi, kita semua sudah berada dalam satu kapal, nahkodanya Jokowi. Jadi semuanya harus bersatu dan saling mendukung pemerintahan” Kata Umar Moch Alhamid kepada KabarNet, Rabu 29 Oktober 2014, di Gedung Gentari, Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta – Selatan.

Umar juga menanggapi penangkapan Mabes Polri terhadap MA warga Ciracas, Jakarta Timur. Seharusnya Polri tidak membuat blunder dengan kasus-kasus penangkapan semena-mena dengan dalih ‘pencemaran nama baik’ yang sebenarnya tidak perlu dan malah kontra-produktif. Menurutnya kasus ‘bully membully’ terhadap Jokowi seharusnya diletakkan dalam proporsi yang tepat dan dalam konteks yang layak, bukan malah dijadikan momentum untuk menakut-nakuti rakyat.

“Jadi polisi ngga perlu lah main tangkap sana-sini hanya karena hal-hal semacam ini, seolah ingin menakut-nakuti rakyat. Jangan berlebihan, ini kan bisa memperburuk citra pemerintahan baru” lanjut Umar.

Diketahui, MA ditangkap di rumahnya pada Kamis 23 Oktober 2014 oleh empat penyidik Mabes Polri berpakaian sipil. Dia langsung dibawa ke Mabes Polri, dan dalam waktu 1×24 jam langsung dilakukan penahanan.

MA dijerat beberapa pasal berlapis, yaitu pasal pencemaran nama baik dalam Undang-Undang ITE dan UU Pornografi. Pasal berlapis yang dimaksud adalah pasal 310 dan 311 KUHP, Pasal 156 dan 157 KUHP, Pasal 27, 45, 32, 35, 36, 51 UU ITE. Ancaman hukuman untuk MA mencapai 10 tahun penjara. [KbrNet/Slm]

9 Tanggapan to “Gentari: Polisi Jangan Berlebihan !”

  1. Black7 said

    Menurut aq boleh mengkritik,tp membangun walaupn pedas. Itulah kehidupan pak jokowi. Tp kalo spt itu ya menuduh berzina tanpa bukti. Tp yg gpp untk pelajaran kita semua. Setuju??

  2. Hebat pelapor ini
    Luar biasa

  3. Alwi said

    Pelajaran buat yg lain…Jempol.

  4. Paulus Nabi Palsu said

    Kalo mo jujur di sosmed, masalah bully membully, fitnah memfitnah, merekayasa gbr masing2x dilakukan oleh pihak2x baik yg pro jokowi maupun pro prabowo. Lantas sekarang yg jd pertanyaan dan tanda tanya yg besar adalah ada apa gerangan sehingga polri latah dgn menangkap pihak yg melecehkan jokowi saja? Kenapa tdk menangkap juga pihak2x yg melecehkan pihak lain? Apakah karena jokowi skrg sdh dilantik menjadi presiden versi KPU? Ato polri mo cari muka br diberi perhatian lebih? Ato ada maksud2x lainya seperti wacana polri tdk dibawah presiden lg tp dibawah naungan depdagri ato depkumham?

    Polri sbg penegak hukum seharusnya bekerja secara profesional, independen, transparan, jauh dr intervensi pihak manapun. Ini nggak, kok malah mudah disetir sm pihak2x yg sarat dgn muatan politik.

    Polri…. Polri bikin malu institusinya kasihan sm polisi2x yg baik dan jujur, gara2x kepentingan para oknum petingginya semua polisi rusak jdnya.

  5. Syukurin said

    Mampus loh …

  6. Syukurin said

    Bentar lagi paulus nabi palsu mudah2an ditangkap juga hehe…

  7. Paulus Nabi Palsu said

    @ syukurin mampus

    Hehehe.. Kayaknya elo tipikal manusia yg seneng melihat orang lain dizalimi ye hehehe…

    Manusia tipe itu biasanya adalah org yg dihatinya penuh rasa benci, dendam, iri dan dengki makanya belum merasa puas bila belum melihat org yg dibencinya menderita hehehe…

    Gue kasih saran, mending lo jauhi kelakuan dan kebiasaan lo yg dikampung itu sebelum lo kena penyakit qolbu yg kronik
    Seperti kotoran yg menutupi hati dari kebenaran

    Dan terakhir, mo nangkep gue? Hehehe…. Mimpi basah di siang bolong lo ye…

    Aya aya wae lo

  8. Syukurin said

    @Paulus Nabi Palsu
    kita liat aja ntar haha…

    Penghasut dan provokator

  9. Paulus Nabi Palsu said

    @syukurin mampus

    Hehehe… Daripade lo ngedumel gk jelas juntrunganya mending lo netek sm mamak lo sono, anak ingusan kemaren sore mo ngomong politik.

    Aya aya wae lo, gitu aza kok repot

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: