KabarNet

Aktual Tajam

Koruptor Kelas Kakap Lolos Jadi Menteri Jokowi

Posted by KabarNet pada 26/10/2014

Jakarta – KabarNet: Jokowi telah mengumumkan susunan kabinetnya yang dia beri nama Kabinet Kerja. Jokowi memperkenalkan satu per satu anggota kabinetnya yang secara umum dia sebut sebagai pekerja keras. Ada 34 menteri yang diumumkan pada Ahad 26 Oktober 2014. Pengumuman dilakukan di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Namun yang cukup mengagetkan munculnya satu nama menteri yang diduga kuat terlibat korupsi proyek Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) senilai Rp 1,4 triliun. Nama tersebut adalah Arief Yahya yang ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Pariwisata. Padahal kasus dugaan korupsi Arief Yahya pada proyek MPLIK BP3TI Kementerian Kominfo di PT Telkom sedang disidik Kejaksaan Agung.

Pada 23 Desember 2013, usai memaparkan hasil kinerja akhir tahun Kejaksaan Agung di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Basrief Arief mengatakan akan melakukan penjemputan paksa terhadap Arief Yahya. “Pemanggilan dilakukanlah secara formal. Kami panggil 1, 2 kali tidak hadir, kami panggil lagi tetap tidak hadir, kami lakukan penjemputan paksa. Kan ada aturan itu. Kenapa tidak?” kata Basrief.

Lalu, pada 17 Januari 2014, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Widyo Pramono juga sesumbar mengatakan, Kejaksaan Agung berencana memanggil paksa Arief Yahya bila Arief kembali mangkir dari pemanggilan Kejaksaan Agung. “Nanti akan dipanggil lagi. Pokoknya jangan sampai menuntut jaksa itu mengambil sikap untuk melakukan penjemputan paksa. Jadi nanti kami panggil paksa. Tidak masalah,” kata Widyo setelah solat Jumat di masjid Kejaksaan Agung. Dia juga mengatakan, penyidikan berjalan terus, tidak ada yang berhenti.

Anehnya, Arief Yahya yang sudah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik, hingga saat ini penyidik kejaksaan agung tidak menjemput paksa Arief Yahya. Kejaksaan Agung tidak melakukan prosedur pemanggilan yang benar dan sesuai prosedur terhadap terduga Arief Yahya. Terlihat bagaimana Kejaksaan Agung terlalu lamban dalam melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Arief Yahya. Sudah sepuluh bulan berlalu, proses hukum dan penyidikan terhadap Arief Yahya macet.

Elemen gerakan mahasiswa pun telah sering mendesak Kejaksaan Agung untuk menuntaskan kasus ini. Pada 24 Maret lalu, misalnya, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Antikorupsi menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Kejakasaan Agung. Mereka mendesak Jaksa Agung segera menangkap Arief Yahya karena bukti-bukti korupsinya kata mereka sudah memadai. Mereka juga menilai Kejaksaan Agung lamban menetapkan dan menahan Arief Yahya.

Lalu, mahasiswa yang tergabung dalam Front Rakyat Menggugat Telkom juga pernah mengadakan demonstrasi terkait hal tersebut. Mereka bahkan menuntut agar Arief Yahya bertanggung jawab atas dugaan adanya kutipan dana kepada anak perusahaan PT Telkom.

Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat Indonesia (Gempur) pun pernah berunjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung pada 25 September 2014 lalu. Demo itu menuntut Kejaksaan Agung untuk juga menetapkan Arief Yahya, Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk, untuk juga dijadikan tersangka. Gempur menduka telah terjadi penyuapan di tubuh Kejaksaan Agung terkait belum ditetapkannya Arief Yahya sebagai tersangka.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Kehormatan Kongres Advokad Indonesia (KAI) Dr Eggi Sudjana SH, MSi mengatakan, sulit diterima akal sehat ketika suatu proses hukum tertunda hingga hampir satu tahun. “Wajar jika ada masyarakat yang menuding telah terjadi kolusi antara pihak penyidik dengan calon tersangka,” kata Eggi.

Ia menambahkan, dirinya akan mendorong Komisi III DPR dan Komisi Kejaksaan untuk menyelidiki latar belakang atau penyebab kelambanan proses hukum terhadap Arief Yahya itu di tingkat Kejaksaan Agung. Jika diperlukan, mantan Ketua Umum Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) itu akan menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mendesak pengambilahan penanganan kasus korupsi MPLIK tersebut, yang diduga juga bukan hanya melibatkan Arief Yahya, tapi juga Alex J Sinaga, Abdus Somad dkk, dan PT Geosys Alexindo, yang diduga milik Adiseno (staf khusus Menteri Kominfo) dan Arief Yahya.

Terima Suap
Korupsi pada proyek MPLIK Rp. 1.4 triliun yang telah diusut Kejagung tidak jelas juntrungannya. Direktur Penyidikan Kejagung Syarifudin dan Jampidsus ‘masuk angin’. Bahkan Santoso Kepala BP3TI yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung, masih bebas berkeliaran di luar.

Kejaksaan Agung punya niat jahat mengalihkan korupsi Arif Yahya dengan cara mengusut kasus korupsi MPLIK lain yang non Telkom untuk mencari jalan mengulur-ulur waktu dan mengaburkan substansi korupsi Arief Yahya di TELKOM dan PT. Geosys.

Fakta – Fakta KOLUSI Kejagung dengan Arief Yahya terlihat dari sikap Kejaksaan Agung yang tidak memfokuskan pengusutan korupsi MPLIK pada pelanggaran prosedur yang dilakukan Arief Yahya di PT. Telkom. Pelanggaran itu terjadi pada penunjukan dan penetapan PT. Geosys Alexindo sebagai subkontraktor PT. Telkom dalam pengerjaan 588 titik MPLIK di seluruh Indonesia.

3 Kejaksaan Agung patut diduga telah berkolusi dengan Arief Yahya untuk mengamankan korupsi Arief Yahya di PT. Telkom melalui PT. Geosys, dibuktikan dengan kehadiran Jaksa Agung di lapangan golf Royal Bogor bersama – sama pejabat TELKOM bernama Rinto Dwi Pratomo, Hendry Christiady dan Ary Sudrajat, pada hari sabtu 22 Maret 2014 lalu.

Disebut-sebut Syarifudin Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung telah menerima suap miliaran rupiah dalam rangka pengamanan korupsi Direktur Utama PT Telkom. Beberapa oknum petinggi Kejaksaan Agung juga diketahui telah menerima suap PT Telkom dan rutin bermain golf bersama pejabat-pejabat PT Telkom. Kesempatan bermain golf bersama kerap digunakan pejabat Telkom untuk memberikan suap kepada petinggi Kejaksaan Agung. Di samping Direktur Penyidikan Kejagung, terdapat juga seorang oknum Jaksa Agung Muda sering terlihat bermain golf bersama-sama pejabat Telkom yang seharusnya sudah dijadikan penyidik sebagai tersangka korupsi.

Tindakan Jaksa Agung bermain golf satu paring bersama anak buah terduga korupsi TELKOM Rp. 78 miliar benar – benar telah melanggar etika dan hukum. Sangat patut diduga Jaksa Agung dalam kesempat bermain golf bersama cecunguk – cecunguk TELKOM anak buah Arief Yahya, Jaksa Agung menerima sesuatu berupa uang suap dari PT. TELKOM.

Tindakan Jaksa Agung bermain golf bersama Rinto Dwi Pratomo dan kawan – kawan harus dihukum seberat – beratnya. Jaksa Agung telah melanggar hukum karena main golf bersama Rinto Dwi Pratomo yang adalah terduga penerima suap, pemeras dan pemungut upeti dari anak – anak perusahaan TELKOM seperti Telkomsel, Telkomvision, Dayamitra Telkom, Telkom Property dan lain – lain dengan nilai upeti atau uang perasan yang diterima Rinto Dwi Pratomo sekitar Rp 1-5 miliar per bulan. Jaksa Agung, Jampidsus dan direktur penyidikan kejaksaan agung harus diganti karena sudah terkontaminasi suap dari koruptor MPLIK Arief Yahya.

Kejagung sejauh ini telah menetapkan dua orang tersangka yaitu Doddy Nasiruddin Ahmad (Direktur PT Multi Data Rencana Prima) dan Santoso (Kepala Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BPPPTI). Berbagai pihak mendorong Kejagung untuk bertindak lebih tegas termasuk keterlibatan Arief Yahya yang saat proyek digulirkan menjabat sebagai Direktur EWS (Enteprise Whole Sale) PT Telkom, Abdussomad, Arif dan Alex J Sinaga : Tiga Perampok Uang Negara dari Telkom.

Korupsi proyek IT di PT. Pelindo II senilai 105 milyar. Proyek PT. Telkom dan PT Pelindo II yang ditujukan untuk migrasi IT Pelindo itu dimark up. Dari harga semula Rp. 26 Milyar menjadi Rp. 105 M. Arif Yahya yang dulu adalah Direktur EWS Telkom melakukan KKN dengan tunjuk dan subkon kan proyek tersebut kepada PT. Sigma. Penunjukan PT. Sigma sebagai pelaksana proyek Migrasi Pelindo II tanpa persetujuan dan sepengetahuan dewan direksi PT. TELKOM. Direktur Utama PT Sigma Riskan Chandra mendapat upah tutup mulut dengan menjadikannya sebagai Direktur PT Telkom.

Jika pada proyek MPLIK Kemenkominfo, Arif Yahya transfer Rp. 28.5 Milyar ke perusahaan bodong PT. Geosys, pada proyek Pelindo modusnya mark up. Pada proyek migrasi IT Pelindo II tersebut, selisih mark up sebesar Rp. 79 milyar dibagi-bagi dan dinikmati oleh Arif Yahya dan direksi PT. Pelindo II. Untuk melanggengkan korupsinya, Dirut Telkom Arif Yahya dan Dirut PT Pelindo II RJ Lino membentuk anak perusahan patungan PT Telkom dan PT Pelindo II.

Alhasil dengan segudang kasus korupsi di PT Telkom Indonesia Tbk, publik masih terus menunggu penetapan tersangka “Para Perampok Uang Negara”Arief Yahya (Direktur Utama Telkom), Rinto Dwi Pratomo (Direktur Telkom), Alex J Sinaga (Direktur Utama PT Telkomsel), Abdussomad (Direktur Telkomsel) dan seterusnya oleh Kejaksaan Agung, sebagaimana dijanjikan Jaksa Agung Basrief Arief pada akhir Tahun 2013 lalu. [KbrNet/GebrakNews]

Korupsi Arief Yahya di Mplik Melalui PT. Geosys Alexindo

Korupsi MPLIK dimana dirut Telkom Arief Yahya terbukti telah korupsi Rp. 28.5 mililar hingga 78 miliar melalui PT. Geosys Alexindo. Korupsi Arif Yahya Dirut Telkom tsb dilakukan bersama-sama adiseno, Abdus Somad Arif, Alex J Sinaga cs. untuk apa uangnya? untuk suap ke Menteri BUMN

Uang muka pembayaran proyek MPLIK dari BP3TI ke Telkom sbeesar 78 miliar ditransfer ke Geosys, kemudian dirampok Arif. Yahya untuk pribadi. Tahap I uang muka sebesar 28.5 miliar dirampok arif yahya dari PT Geosys subkon PT Telkom. Dimana Geosys adalah perusahaan Arif Yahya cs.

Geosysy dijadikan subkon oleh PT Telkom cq Arif Yahya & Abdus Somad Arif (skrg direktur Network Telkomsel) dengan scara melanggar hukum. Perjanjian atau kontrak kerja antara Telkom dan Geosys ditanda tangani oleh Abdus Somad Arif yg saat itu menjabat VP EWS Telkom

Seharusnya sudah lama Arif Yahya, Abdus Somad & Alex J Sinaga (skrg dirut Telkomsel) menjadi tersangka, tapi ditunda-tunda, ada suap dibaliknya. Kejaksaaan agung terkesan sengaja menunda-menunda penetapan tersangka Arif Yahya, Abdus Somad dan Alex J Sinaga. Koruptor-koruptor di Telkom & Telkomsel.

Jangan terkecoh degan laporan keuangan Telkom, yang catat Telkom laba besar. Bohong itu semua. TELKOM nyaris bangkrut !! Cek laporan keuangan unconsolidated !

PT @TelkomIndonesia diambang kehancuran. Terkesan laba karena ditutupi oleh performace anak perusahaan dalam hal Telkomsel.

Telkom diambang kehancuran karena inefisiensi, duplikasi program dengan TelkomselL, korupsi besar-besaran dan banyak setor ke aparat-aparat hukum. Sebagai contoh duplikasi Program yang rugikan Telkom 20 triliun adalah program broanband Telkom yang tumpang tindih dgn Upgrade 2G > 3G > 4G

Telkom bikin proyek Broadband atau palapa Ring untuk kebutuhan Telkomsel 90% – 100%. Tetapi Telkomsel juga buat program serupa ! Program Broadband di Telkom dan Program up grade 2G ke 4G di Telkomsel pada dasarnya kegunaannya sama.untuk apa duplikasi proyek ? Idle !

Mohon Presiden RI Bapak @SBYudhoyono, @Hatta_Rajasa @Dipoalam49 @Iskan_dahlan tolong dicek laporan keuangan Telkom Unconsolidated ! Paraah !!! Telkom sekarang seperti Induk yang menetek pada anaknya yakni Telkomsel. Arif Yahya kerahkan semua Resources Telkom untuk bantu Telkomsel

Bahkan Telkom kini tidak lagi fokus pada core bisnisnya yakni fixed seluler. Perawatan dan operasional jaringan malah di outsourcing kan. Akibatnya, biaya oprasional membengkak, keahlian operator Telkom berkurang, korupsi menjadi-jadi, karyawan telkom gelisa, telkom menuju kehancuran.

Direksi lain, diluar Arif. Yahya sang Dirut Telkom yang kini kayak raja di Telkom, tidak berani melawan korupsi & penyimpangan Arif Yahya. Kenapa direksi Telkom, komisaris dan pejabat-pejabat Telkom. Tidak berani sama Arif Yahya ? Ini rahasianya .

Arif Yahya ternyata telah menyadap nomor-nomor handphone direksi dan pejabat Telkom lainnya dengan bantuan direksi Telkomsel Alex J Sinaga Cs. Contoh Riskan Candra, salah seorang direktur Telkom yang mau protes terhadap korupsi gila-gilaan Arif Yahya malah disodori rekaman sadapan.

Ternyata Arif Yahya menyadap handphone Riskan Chandra dan disana ketahuan Riskan Chandra punya gundik atau wanita simpanan ! Skat Mat !! Apakah anda ingat kasus penyadapan terhadap Presiden @SBYudhoyono dan 10 pejabat tinggi negara ? Semua nomor tersadap adalah nomor Telkomsel

Telkomsel diketahui bekerjasama dengan AMDOCS perusahaan entitas AS tapi sesungguhnya milik Israel. Siapa yang bocorkan nomor-nomor presiden cs? Tanpa bantuan feeding info tentang nomor-nomor telpon presiden @SBYudhoyono, Ibu ani sby dll, dan tanpa bantuan AMDOCS mustahil HP tersebut bisa disadap.

TELKOM – TELKOMSEL sering & s/d skrg melakukan penyadapan tanpa hak dan secara melanggar hukum terhadap WNI, pejabat-pejabat, karyawan sendiri !!

Terhadap Pelanggaran UU No. 36/1999 tentang TELEKOMUNIKASI oleh TELKOM dan TELKOMSEL yang menyadap tanpa hak itu, ancamannya 15 thn penjara ! [@TrioMacan2000]

17 Tanggapan to “Koruptor Kelas Kakap Lolos Jadi Menteri Jokowi”

  1. Anonim said

    Wani piro

  2. Jeehan said

    berita abal abal dari media abal abal

  3. Anonim said

    coba deh… kasih berita yg benar donk… jangan menjadi provokator…

    biarin dulu lah… pemerintah bekerja… jangan direcokin dengan isu2x yg bikin negara ini ngga bisa maju2x…

    JANGAN CUMA OMDO (OMONG DOANK) BANYAK BACOT….. KASIH DONK SOLUSI… kita tuh butuh solusi… bukan masalah terus… goublok

  4. Anonim said

    JANGAN CUMA OMDO (OMONG DOANK) BANYAK BACOT….. KASIH DONK SOLUSI… kita tuh butuh solusi… bukan masalah terus… goublok

    Lo yang goublok kampret, udah tau salah ngehe lo setan,.

  5. willy said

    ayo… trio macan…. itu dari gerombolan M P R … MEDIA PENCARI RIBUT… DPR …DALANG PEMBUAT RIBUT….??? berita copy paste… dgn bumbu-bumbu… pemanis…??? orang pintar cari duwit….(yg halal) orang Bodoh.. cari-cari duwit…!(utk ongkos yg dikerjakannya.)

  6. taUbat said

    KPK DIDESAK USUT KORUPSI DI PT TELKOM

    SELASA, 9 APRIL 2013 21:02 WIB

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – MASSA YANG TERGABUNG DALAM GERAKAN SELAMATKAN TELKOM (GAS-TELKOM) MENGGELAR UNJUK RASA DI DEPAN KANTOR KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK), SELASA (9/4/2013).

    DALAM ORASINYA PARA PENDEMO MENDESAK KEPADA PIMPINAN KPK UNTUK SEGERA MENGUSUT KASUS KORUPSI YANG TERJADI DI PERUSAHAAN PLAT MERAH TERSEBUT.

    KEPADA WARTAWAN, ACIL BOTA KOORDINATOR GAS-TELKOM MENYATAKAN BAHWA KORUPSI DI TUBUH TELKOM SUDAH BERLARUT-LARUT DAN BELUM KUNJUNG USAI.

    KARENA ITU PIHAKNYA MEMINTA KEPADA LEMBAGA YANG DIPIMPIN ABRAHAM SAMAD CS UNTUK SEGERA MENGUSUT TUNTAS KASUS KORUPSI TERSEBUT.

    “ARIEF YAHYA MANTAN DIREKTUR EWS TELKOM/DIRUT TELKOM SEKARANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN NEGARA TERSEBUT,” KATA ACIL.

    LERBIH LANJUT, MENURUTNYA, PEMERINTAHAN PRESIDEN SBY YANG HAMPIR PENUH DAPAN TAHUN DENGAN CITA-CITA YANG MULAI DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI TERNYATA BELUM JUGA MEMBERIKAN HASIL YANG MAKSIMAL. HAL ITU TERBUKTI, TERANG DIA DENGAN LAMBATNYA PENYELESAIAN KASUS-KASUS BESAR SAAT INI.

    “DI BERBAGAI SEKTOR MASIH BANYAK PRAKTEK-PRAKTEK JAHAT YANG DILAKUKAN PARA PETINGGI ATAU PEMANGKU KEPENTINGAN DI REPUBLIK INI. CONTOHNYA, DALAM BEBERAPA KAJIAN YANG KAMI LAKUKAN, BANYAK SEKALI DITEMUKAN BERBAGAI KEJANGGALAN DAN UNSUR TINDAK PIDANA KORUPSI DI TUBUH PT. TELKOM, DALAM KASUS MPLIK (MOBILE PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN),” UJARNYA.

    SEPERTI DIKETAHUI, PADA TAHUN 2010 PERUSAHAAN PELAT MERAH ITU MEMENANGI TENDER DI KEMENKOMINFO UNTUK MELAKSANAKAN PROYEK MPLIK. NAMUN DALAM PELAKSANAANNYA BANYAK TERJADI KEJANGGALAN SEPERTI, BELUM TERDISTRIBUSIKANNYA SECARA MAKSIMAL ATAU TERLAMBAT DARI TARGET YANG SUDAH DITETAPKAN.

    BAHKAN KARENA KETIDAK JELASAN PELAKSANAAN PROYEK TERSEBUT, DPR RI MEMBENTUK PANJA UNTUK MELAKUKAN PENGAWASAN ATAU MONITORING.

    DALAM PERJALANANNYA, PANJA DPR BANYAK MENEMUKAN PELAKSANAAN PROYEK MPLIK DILAPANGAN TIDAK MAKSIMAL. JUGA MENEMUKAN KETIDAK SESUAIAN, MULAI DARI ALAT YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR HINGGA LEMAHNYA PENGAWASAN.

    IRONISNYA, PROYEK YANG TELAH BERJALAN SEJAK TAHUN 2010 TERSEBUT DITEMUKAN ADA DANA YANG BELUM DIPERTANGGUNG JAWABKAN. DIDUGA DANA TERSEBUT ADALAH SEBAGAI DP DARI KEMENKOMINFO MELALUI BP3TI KEPADA TELKOM.

    DANA TERSUBUT SEKITAR 30 MILLIAR RUPIAH YANG DIALIRKAN KE PT. GEOSYS (SALAH SATU PELAKSANA PROYEK MPLIK) YANG DITUNJUK TELKOM. SEKARANG PT. GEOSYS TERSEBUT TUTUP DAN DUIT NEGARA TERSEBUT HILANG BAK DITELAN BUMI.

    “BERHEMBUS KABAR, DANA TERSEBUT MENGALIR KE ARIEF YAHYA YANG SAAT ITU MENJABAT SALAH SATU DIREKTUR DI TELKOM DAN YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS PROYEK MPLIK TERSEBUT, ” KATA ACIL.

    USAI MENGGELAR AKSI DI DEPAN KANTOR KPK, PARA PENDEMO YANG MEMBAWA POSTER DAN SPANDUK BERTULISKAN ‘TANGGAP DAN ADILI ARIEF YAHYA’ TERSEBUT LANGSUNG MELANJUTKAN AKSINYA KE KANTOR TELKOM, JALAN GATOT SUBROTO, DENGAN DI KAWAL PULUHAN PETUGAS KEPOLISIAN SETEMPAT.

    EDWIN FIRDAUS / JOHNSON SIMANJUNTAK

  7. Anonim said

    NEGARA DI DALAM SARANG PENYAMUN……………………..BAHAYA AKAN DATANG KEPADA BANGSA INDONESIA

  8. handuk said

    bangsat

  9. Anonim said

    GORO-GORO makin dekat….!!!!!

  10. Anonim said

    Bayar berapa sama mama banteng…….

  11. […] KABAR NET. Jokowi telah mengumumkan susunan kabinetnya yang dia beri nama Kabinet Kerja. Jokowi memperkenalkan satu per satu anggota kabinetnya yang secara umum dia sebut sebagai pekerja keras. Ada 34 menteri yang diumumkan pada Ahad 26 Oktober 2014. Pengumuman dilakukan di halaman Istana Merdeka, Jakarta. […]

  12. iki tenan po ra?

  13. Anonim said

    Harus dibuktikan..

  14. Anonim said

    Ini bener gak broooo,,,,,,?kalu bener di share2 in ke banyak group aja,,,

  15. Anonim said

    baca kabarnet cuma buat hiburan/intermezo skalian ketawa baca tulisan org ke blinger

  16. Paulus Nabi Palsu said

    Kek gini inilah hasil rekayasa revolusi mental PKI ala jokowi seperti komen si onani diatas.

  17. taUbat said

    DPR MINTA JOKOWI EVALUASI 100 HARI KINERJA KABINET

    RABU, 07 JANUARI 2015, 08:42 WIB

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — WAKIL KETUA DPR, FAHRI HAMZAH MEMINTA PRESIDEN JOKO WIDODO (JOKOWI) MENGEVALUASI KINERJA KABINETNYA SETELAH 100 HARI DIBENTUK.

    FAHRI MELIHAT ADA BANYAK PERSOALAN YANG TELAH DICIPTAKAN JOKOWI MAUPUN PARA MENTERINYA.

    “SEHARUSNYA ADA EVALUASI KINERJA 100 HARI PEMERINTAHAN JOKOWI. INI MUTLAK DAN MENJADI HAK PUBLIK UNTUK MENGETAHUINYA,” KATA FAHRI KEPADA WARTAWAN DI JAKARTA, SELASA(6/1).

    FAHRI MENCATAT ADA SEJUMLAH KEBIJAKAN JOKOWI YANG BERBAHAYA BAGI DEMOKRASI.

    DIA MENCONTOHKAN PERINTAH JOKOWI AGAR PARA MENTERINYA TIDAK MENANGGAPI UNDANGAN DPR SAAT PEMERINTAHAN BARU DIBENTUK.

    MENURUT FAHRI PERINTAH ITU KELIRU KARENA MENGESANKAN PEMERINTAH BERMUSUHAN DENGAN DPR.

    PADAHAL MUSUH DPR ADALAH SESAMA ANGGOTA DPR ITU SENDIRI.

    WAKIL SEKRETARIS JENDRAL DPP PKS INI JUGA MEMPERSOALKAN KEPUTUSAN JOKOWI MENAIKAN HARGA BBM TANPA BERKONSULTASI DENGAN DPR.

    APALAGI MENAIKAN HARGA BBM BERSUBSIDI DILAKUKAN SAAT HARGA MINYAK MENTAH DUNIA SEDANG TURUN DRASTIS.

    “APAKAH BENAR HARGA BBM BERSUBSIDI ITU MASIH DISUBSIDI?,” TANYA FAHRI.

    KEBIJAKAN-KEBIJAKAN JOKOWI JUGA TERKESAN TIDAK MENGHARGAI KEBERHASILAN PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY). PADAHAL, SBY SUDAH MEWARISKAN STABILITAS POLITIK, SOSIAL, EKONOMI, DAN KEAMANAN KEPADA PEMERINTAHAN JOKOWI. SBY BAHKAN MAU MENGUNDANG JOKOWI DAN MENJELASKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN.

    “JOKOWI JUGA MENDAPATKAN RUANG FISKAL SEBESAR RP 250 TRILIUN,” UJAR FAHRI.

    TAPI APA YANG DILAKUKAN PEMERINTAHAN JOKOWI? PEMERINTAHAN JOKOWI MALAH MENGUBAH BERBAGAI PROGRAM SOSIAL YANG SUDAH DICANANGKAN SBY DENGAN NAMA BARU.

    SEOLAH SEGALA PROGRAM SEPERTI BEASISWA BAGI SISWA MISKIN, JAMINAN KESEHATAN UNTUK RAKYAT, DAN PROGRAM KESEJAHTERAAN BAGI KELUARGA TIDAK MAMPU ADALAH HASIL PEMIKIRAN JOKOWI.

    “HARUSNYA DIA BERTERIMA KASIH, TAPI JUSTRU YANG DIA LAKUKAN MERUBAH PROGRAM-PROGRAM ITU DENGAN NAMA LAIN DAN MENGKLAIM ITU ADALAH HASIL KERJANYA,” KATA FAHRI.

    SEJAUH INI JOKOWI JUGA BELUM BERHASIL MEMBUKTIKAN JARGON-JARGON KAMPANYE YANG DIA GEMBAR-GEMBORKAN. FAHRI MENCONTOHKAN SAMPAI SAAT INI TIDAK JELAS APA YANG DIMAKSUD JOKOWI DENGAN REVOLUSI MENTAL.

    SEBAB TIDAK GERAKAN PERUBAHAN MASIF YANG DILAKUKAN PEMERINTAH.

    “KALAU REVOLUSI MENTAL HARUSNYA ADA GERAKAN YANG MASIF DONG, TAPI INI TIDAK ADA KAN,” TEGASNYA.

    CEPAT ATAU LAMBAT RAKYAT AKAN BEREAKSI DENGAN BERBAGAI KEBIJAKAN PEMERINTAH.

    FAHRI MENGATAKAN KEMARAHAN RAKYAT AKAN MELEDAK APABILA PEMERINTAH TERUS MELAKUKAN KEBIJAKAN-KEBIJAKAN YANG NGAWUR.

    “TAPI KALAU SUDAH WAKTUNYA MAKA DIA AKAN MELEDAK DAN MENIMBULKAN BANYAK KERUSAKAN.

    INI BISA TERJADI KALAU PEMERINTAH TERUS TIDAK CERMAT. DI NEGARA MAJU SAJA ADA REVOLUSI KOK,” KATA FAHRI.

    MUHAMMAD AKBAR WIJAYA | WINDA DESTIANA PUTRI

    nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/15/01/07/nhsa2l-dpr-minta-jokowi-evaluasi-100-hari-kinerja-kabinet

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: