KabarNet

Aktual Tajam

Biadab! Densus 88 Tembak Kepala Nurdin Saat Sholat

Posted by KabarNet pada 23/09/2014

Dompu – KabarNet: Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Densus 88 Polri menembak mati Nurdin saat dia sedang shalat Ashar di rumah orang tuanya di Desa O”o, Kecamatan Dompu, Sabtu 20 September 2014. Terjangan timah panas Densus menembus kepala dan lehernya.

Laporan kontributor Fayis Umar kepada redaksi Arrahmah, istri Nurdin yang tidak bersedia disebut namanya menyesalkan tindakan biadab Densus 88 yang kembali menodai simbol-simbol Din Islam, yakni menembak suaminya yang sedang sholat Ashar. “Kami sekeluarga sangat terpukul dan tidak terima dengan cara Densus, karena saat itu aku dan suamiku sedang sholat berjamaah di rumah mertuaku. Kami sholat berdua, dan beliau imamnya, namun beberapa saat kemudian Densus langsung masuk dengan menendang pintu rumah dan langsung menembak suamiku yang sedang sholat, kepala pecah dengan otak berserakan serta bagian leher tembus oleh peluru,” ungkap istri almarhum Nurdin.

Dia menolak tuduhan dusta aparat tentang suaminya. “Dan kami juga tidak menerima penemuan sebuah bom yang ditemukan oleh Densus, karena saya yakin, sejak kami datang dari Bima, kami tidak membawa yang namanya bom” katanya.

Saat itu disebutkan, Densus datang dengan 3 mobil sejenis Avanza serta dikawal oleh satuan intel dan Brimob. Kesaksian istreri Nurdin ini bertolak belakang dengan ucapan petinggi Mabes Polri. Sebelumnya, Mabes Polri melalui Karopenmas Boy Rafli Amar menuding Nurdin melawan polisi saat penangkapan. “Pukul 16.30 WITA, ditangkap DPO atas nama Adnan alias Deo alias Nurdin alias si kecil,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar, melalui pesan singkat, Sabtu 20 September 2014, seperti dilansir Republika.

Namun, dari informasi yang dihimpun, Nurdin tidak melakukan perlawanan. Ia justru tengah melaksanakan shalat saat ditembak mati Densus 88. “Atas nama nurdin alias Deo ditembak selagi shalat Ashar pada raka’at ketiga. Ditangkap di Desa Oo, Kabupaten Dompu, NTB,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya, di lokasi kejadian, Ahad 21 September 2014.

“Yang bersangkutan pada saat akan dilakukan penangkapan di dalam rumahnya berusaha melempar bom kearah petugas sehingga dilakukan penembakan dan mengakibatkan yang bersangkutan meninggal dunia,” ungkap Boy kepada wartawan.

Sumber tersebut juga membantah pernyataan pihak kepolisian bahwa Nurdin melakukan perlawanan sehingga ditembak mati Densus 88. “Dikatakan memiliki dan melawan dengan bom padahal itu bohong. Yang dikatakan bom adalah mercon dan ketika diledakkan suaranya kecil, hal ini mengundang tertawaan masyarakat. Mereka yakin ini hanyalah sandiwara,” sanggahnya.

Sementara itu Wakil Amir Majelis Mujahidin Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman menyatakan dengan tegas tindakan Densus 88 menembak mati orang yang sedang sholat adalah tindakan Setan biadab. “Apapun alasannya, menembak atau memukul atau menangkap orang yang sedang melakukan ibadah baik dia dari golongan kaum Muslim atau golongan kafir yang melakukan serangkaian ritual agamanya tidak boleh sama sekali dilakukan, melainkan menunggu sampai dia selesai (beribadah-red),” terang Ustadz Abu Jibriel, Senin 22 September 2014.

Lebih jauh dia menerangkan bahwa Syariat Islam mengharamkan perbuatan seperti itu, demikian juga undang-undang negara RI yang melindungi hak rakyat untuk melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. “Jika Densusnya beragama Islam melakukan pembunuhan itu atau orang kafir maka akan dilaknat dan dikutuk Allah dunia akhirat dan akan dijerumuskan dalam neraka jahanam dan kekal di dalamnya, dan didunia harus dihukum karena melanggar undang-undang negara,” ulasnya.

Tak hanya itu, Ketua Badan Pengurus Pusat HAM Islam Indonesia (PUSHAMI), Muhammad Hariadi Nasution SH MH, pun mengecam keras atas penembakan Nurdin saat melaksanakan Shalat Ashar. “Penembakan terhadap orang yang sedang shalat untuk menghadap Allah Swt adalah tindakan orang yang tidak bertuhan, bahkan terlihat seperti bukan kelakuan sebagaimana kodrat manusia yang punya rasa kemanusiaan,” ujar Hariadi yang akrab disapa Ombat, sperti dikutip Suara Islam, Senin 22 September 2014.

Menurutnya, penembakan yang dilakukan Densus 88 terhadap seseorang yang belum terbukti teroris adalah perbuatan biadab dan psikopat. Bahkan orang yang memang teroris sekalipun tidak boleh dibunuh dengan keji tanpa ada proses hukum.

Ombat mengungkapkan, bahwa apa yang dilakukan Densus 88 saat melakukan penembakan tersebut diluar hukum dan tidak ada hukum yang mengatur hal itu. Untuk melakukan penyidikan saja, Densus 88 harus melakukan apa yang di amanatkan Undang-undang (UU) terorisme

Dijelaskannya, dalam UU terorisme pasal 26 UU No 15 tahun 2003 Ayat 1 dikatakan: Untuk memperoleh bukti permulaan yang cukup, penyidik dapat menggunakan setiap laporan intelijen. Ayat 2 : Penetapan bahwa sudah dapat atau diperoleh bukti permulaan yang cukup sebagaimana di maksud dalam ayat 1 harus dilakukan proses pemeriksaan oleh Ketua atau Wakil Ketua Pengadilan Negeri. Ayat 3: Proses pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 dilaksanakan secara tertutup dalam waktu 3 hari. Ayat 4: Jika dalam pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 di tetapkan adanya bukti permulaan yang cukup, maka Ketua Pengadilan Negeri segera memerintahkan dilaksanakan penyidikan.

“Jadi jelas, bahwa Densus tidak melaksanakan perintah undang-undang karena mereka tidak punya bukti dan tidak dapat membuktikan setiap kali terjadi penembakan. Densus menembak agar terduga teroris yang memang masih “diduga” langsung mati dan tidak dapat membela dirinya di pengadilan,” tegas Ombat.

Oleh karena itu, kata Ombat, PUSHAMI mendesak Komnas HAM untuk segera melakukan penyidikan atas kasus ini. “PUSHAMI mendesak Komnas HAM untuk melakukan penelusuran kasus ini ke Pengadilan Negeri setempat guna menanyakan proses yang mesti dilakukan oleh Densus 88 yaitu seperti yang termaktub pada pasal 26 UU tahun 2003 serta mendatangi keluarganya di Dompu untuk menanyakan kesaksian pihak keluarga terhadap penembakan ini. Jika terbukti benar bahwa tidak pernah Densus melakukan prosedur itu maka Komnas HAM bisa membawa masalah pelanggaran HAM berat ini ke Mahkamah HAM Internasional,” pungkas Ombat.

Atas peristiwa ini, pengamat kontra terorisme Harits Abu Ulya mengatakan ada keterkaitan antara peristiwa di Poso dan di Dompu. Sehingga dia berkesimpulan Densus 88 bukan melakukan tindakan law enforcement tapi dendam kusumat. Sehingga berujung ditembak matinya Nurdin saat shalat Ashar. “Terbunuhnya Fadli yang notebene orangnya Densus 88 di Poso oleh orang-orang yang ngaku MIT (Mujahidin Indonesia Timur) dibalas eksekusi dengan cara tidak kalah brutalnya oleh Densus88 terhadap Nurdin di Dompu,” kata Harits.

Bak berbalas pantun, imbuh Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst ini, kekerasan dibalas kekerasan. “Saya melihat siapapun yang melakukan tindak kekerasan yang biadab maka ia berkontribusi melahirkan kekerasan dan kebiadaban berikutnya. Penindakan hukum itu bukan dengan cara-cara melanggar hukum, karena jelas berbeda peran aparat penegak hukum dengan penjahat atas nama hukum,” ulasnya.

Namun Harits mengingatkan, cara-cara brutal Densus 88 seperti ini justru melahirkan efek kristalisasi radikalisme. “Saya menduga kuat tindakan Densus 88 terhadap Nurdin di Dompu akan melahirkan spiral kekerasan berikutnya,” prediksinya.

Telah diberitakan, diduga mata-mata Densus 88 seorang warga Poso digorok. Fadli (50 tahun) warga desa Bulog Taunca kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso Sulawesi Tengah menjadi korban pembunuhan oleh sekelompok orang tidak dikenal pada Kamis 18 September 2014 malam. Dia ditemukan tewas mengenaskan dengan luka bekas sayatan benda tajam dilehernya.

Menurut polisi, korban yang diketahui petani di Desa Taunca, Kecamatan Poso Pesisir ditemukan tewas didepan rumahnya setelah didatangi tiga orang tak dikenal yang mengenakan topeng. Selang dua hari kemudian, Densus 88 Polri menembak mati Nurdin saat dia sedang shalat Ashar di rumah orang tuanya di Desa O”o, Kecamatan Dompu, Sabtu 20 September 2014. [KbrNet/Arrahmah/SI]

14 Tanggapan to “Biadab! Densus 88 Tembak Kepala Nurdin Saat Sholat”

  1. Anonim said

    Keterlaluan!!!!! Ayo minta ke mk UUD polisi dibawahnya Mendagri ayo muslim bersatu densus 88 kan bentuk an Amerika …. Untuk menekan Islam.

  2. Paulus Nabi Palsu said

    Innalillaahi wa inna ilaihi roji’un, berbahagialah wahai penduduk surga, kebahagiaan hakiki nan abadi telah engkau raih. Kepada ahli bait semoga Allah swt memberikan ketabahan dan kesabaran, serta diteguhkan iman islam
    Amin.

    Sebaliknya bagi anggota densus 88, Ya Allah Yang Maha Adil, berikanlah keadilan bagi korban densus 88 yg telah dizalimi, timpakanlah azab yg pedih kepada para pelaku2x yg bertanggung jawab baik langsung maupun tidak langsung di dunia maupun diakhirat kelak.

    Habis satu tumbuh seribu, Allahu Akbar3x!

  3. Anonim said

    Pengujian UU ke mk POLISI biadab harus di bawah MENDAGRI … Biar tdk semau nya. Ayo kawal sampai ke mk

  4. P A N A S said

    Jangan anda lihat Nurdin itu mati, Sesungguhnya Nurdin dalam pelukan Allah ,Nurdin adalah orang yang paling beruntung memasuki Syurga Allah tanpa Hisab karena nasib muslim di akhir zaman akan menjadi korban Fitnahnya Dajjal, sedangkan Densus 88 tanpa disadari adalah kaki tangan Dajjal, apapun alasanya,
    Diakhir zaman sebelum munculnya Imam Mahdi merupakan hari kemenangan bagi kelompok Kafir,kelompok Munafik ,Kelompok Musyrik sedang bersatu untuk untuk memadamkan semangat Islam,
    hal seperti harus terjadi, seperti kasus Pilpres kemarin kekutan umat Islam terpecah menjadi dua golongan, disisi lain Umat Islam ada yang di Kubu Prabowo, dan ada yang dikubu Komunis,
    hal seperti ini sudah menjadi Sunahtullah sekalipun mereka ditunjukan kehadapanya panasnya api neraka mereka tidak mau juga untuk sadar, mereka adalah golongan yang dijanjikan Allah sebagai penduduk neraka yang bahan bakarnya adalah Batu dan manusia,

  5. Berita ditembak matinya terduga teroris ini sdh sangat banyak di dengar dn terakhir ditembak mati nya sdr Nurdin yg sdng melaksanakan sholat Asyar ( menurut berita diatas ). Saat ini sdh sangat mendesak Negara utk segera mengevaluasi operational Densus 88 dn BNPT agar penanggulangan teroris di Indonesia dpt mencapai sasarannya dn jangan malah sebaliknya dengan cara penanggulangan yg keliru menimbulkan tumbuh suburnya teroris. Disamping itu yg lebih penting lagi adalah dlm penanggulangan teroris kelihatannya kita sdh terjebak dlm kepentingan Asing. Di dunia Internasional sampai saat ini blm ada kesepakatan negara-negara dunia bahwa siapa yg dikatakan teroris krn semua hanya utk kepentingan masing-masing negara sebagai contoh ” orang Israel mengatakan orang Palestina adalah teroris dn sebaliknya, demikian pula Amerika dn sekutunya mengatakan Iran teroris dn sebaliknya dn seterusnya “. Dulu yg kita sebut teroris di Indonesia menyerang kepentingan Amerika dn sekutunya di Indonesia, krn penanganannya over dn keliru akhirnya sekarang mereka tdk lagi menyerang kepentingan Amerika dn sekutunya tetapi malah berbalik menyerang Polisi/ Densus 88. Kondisi seperti ini sdh saatnya negara utk mengevaluasi pelaksanaan tugas BNPT dn Densus 88 secara menyeluruh dn jujur. Kasihan orang yg blm tentu berdosa mati ditembak secara keji yg akan mengakibatkan bertambah suburnya teroris di Indonesia. Saya yg menyarankan ini adalah orang yg pernah menjadi Sekretaris Utama BNPT. !!!

  6. Black7 said

    MIT sangat membenci 88 aku setuju itu! Lagian bos 88 sudah mati!

  7. miris said

    umat islam bersatu, bubarin itu Densus 88 boneka Amerika itu,, demo ke MK, orang Densus 88 itu bukan orang islam, jelmaan setan ..

  8. Feri Agusmar said

    Berita yang mengejutkan diatas memang menjadi sesuatu yang, dlm ajaran Islam, sangat tidak dapat diterima. Jelas orang sdg melakukan ibadah menghadap Sang Khalik, tau2 peluru menembus kepala dengan benak yang berceceran ( itupun kalau benar ). Alangkah lebih baik Densus 88 menunggu proses religiusnya Nurdin selesai, baru dilakukan penangkapan. Semua kita yang hidup di bumi Nusantara ini punya hukum yang mengatur hidup dan kehidupan kita, ditambah lagi dengan hukum agama dan adat istiadat… Sekali lagi jika berita ini benar, aparat penegak hukum, dlm hal ini densus 88, telah mencoreng institusinya sendiri yang dapat menghilangkan citra densus 88 dimata masyarakat…. Namun jika berita ini kebenarannya berada pd pihak densus 88, otomatis juga sangat tidak masuk akal langsung melakukan pembantaian terhadap Nurdin…

  9. Anonim said

    Di dunia ini tidak ada yang kekal, begitulah kira-2 Einstein menggambarkan. Jadi sebaiknya kembali ke jalan yang benar, karena hanya kebenaranlah yang akan kekal di mata Sang Pencipta.

  10. Anonim said

    Seandai pun dia seorang teroris…tidak layak di perlakukan seperti itu…densus 88 sudah layak nya untuk di bubar…karena sudah meyalahi undand2…..densus 88 di bentuk bukan untuk membunuh…semoga..angota densus88 dan keluarga nya akan mendapat azab dari ALLAH….suatu saat nanti…..amin 40 x….

  11. Anonim said

    BUKAN BIADAB, TETAPI MEMBURU DAN MEMBUNUH ITU WAJIB BAGI ISLAM TERORIS, KARENA DENSUS 88 ADALAH WEKIL ALLAH DARI SURGA UNTUK TERUS MEMBURU DAN MEMBUNUH TERORIS ISLAM…KARENA WAHYU TERSEBUT SUDAH TURUN BAGI DENSUS 88

  12. Kecapi said

    Budha Maha Welas Asih…
    Alam punya cara tersembunyi untuk menyeleksi…
    Om Santi Santi Santi

  13. Anonim said

    umat islam bersatulah untuk melawan musuh-musuh islam……Allahu akbar…..kalu orang islam mau jadi polisi harus masukan dulu kepesantren selama 10 tahun biar hatinya g kaya orang amerika dan yahudi

  14. Anonim said

    biadab perbuatan densus 88……………………..

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: