KabarNet

Aktual Tajam

Lagi, Jokowi Terbukti Ingkar Janji

Posted by KabarNet pada 22/09/2014

Jakarta – KabarNet: Kata ‘INGKAR JANJI’ dan ‘BOHONG’ seolah melekat dengan Jokowi. Kini Jokowi kembali terbukti inkar janji terkait bagi-bagi jabatan menteri untuk mengisi kabinet dalam pemerintahannya.

Wakil Bendahara Umum DPP Golkar Bambang Soesatyo mengatakan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) telah melanggar janji karena akan menggunakan 34 menteri pada pemerintahannya mendatang. “Pengingkaran ini mempertontonkan Jokowi seorang yang inkonsisten,” kata Bamsoet, Ahad 21 September 2014. 

Saat kampanye Pilpres, Jokowi secara terang-terangan menyebut akan merampingkan kabinet dari yang ada sekarang. Namun, kata Bamsoet, Jokowi saat ini justru mengcopy paste postur Kabinet Indonesia Bersatu-II yang gendut.

Jokowi juga telah mengingkari janji membangun koalisi ramping dan membangun koalisi tanpa syarat. Sebelum mendaftarikan diri menjadi presiden, Jokowi berjanji tidak akan membagi kursi menteri kepada partai politik pengusungnya. Dia menyatakan tidak ada transaksi politik apa pun bagi partai yang ingin bergabung dalam dalam koalisi PDI Perjuangan untuk mengusung dirinya bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Tapi kini dialokasikan 16 jabatan menteri untuk Parpol,” sesal dia.

Sejak pencalonan hingga penetapannya sebagai presiden terpilih, kata dia, memang Jokowi sarat janji sehingga ekspektasi publik pun terbilang tinggi. Saat ini, ketika Jokowi merancang kabinet, publik pun ingin melihat realisasi janji-janji tersebut. Namun sayangnya, nyaris tak satu pun janji bisa diwujudkan Jokowi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mantan Ketua MPR yang juga mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid. Ia meminta kubu Jokowi-JK tidak merayu pihak PKS untuk mengisi jabatan menteri. Menurut Hidayat, akan lebih adil jika jabatan tersebut diserahkan kepada partai yang saat ini berkoalisi dengan kubu Jokowi-JK. “Bagi-bagi habis aja dulu kepada rekan-rekan di sana. Orang mereka yang berjuang luar biasa untuk Pak Jokowi, masa enggak dibagi, malah dibagi- bagi ke yang lain?” kata Hidayat di Jakarta, seperti dikutip gebraknews, Ahad 21 September 2014,

Hidayat juga menyindir Jokowi-JK yang memberikan 16 kursi menteri dari kalangan politik untuk kabinetnya nanti. Menurut Hidayat, itu inkonsistensi Jokowi-JK, yang pernah menyatakan akan membenntuk koalisi tanpa syarat saat masa kampanye. “Sekalipun mereka mengatakan ‘ya, nanti bergabung enggak ada transaksional, enggak ada tawaran kursi menteri’, di saat bersamaan Pak Jokowi dan Pak JK sudah menyampaikan tentang postur kabinet yang dari 34 itu, 16-nya dari parpol,” ujar Hidayat.

Hidayat juga mengaku telah mendengar penyataan dari PDIP bahwa Lukman Hakim Syaifuddin akan kembali diangkat menjadi Menteri Agama, namun syaratnya PPP harus merapatkan dukungan ke pihak Jokowi-JK. “Itu kan bagian dari apa yang sudah dibuka oleh mereka, bahwa ternyata di balik itu ada juga transaksi tentang barter menteri dan sebagainya,” kata Hidayat. [KbrNet/Rmol]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: