KabarNet

Aktual Tajam

Jokowi Bohong ! Kejaksaan Agung Didesak Periksa Jokowi

Posted by KabarNet pada 19/09/2014

Jakarta – KabarNet: Kuasa hukum mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Eggy Sudjana mendesak Kejaksaan Agung memeriksa Gubernur DKI Joko Widodo terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bus TransJakarta senilai Rp 1,5 trilun. “Udar itu bawahan Jokowi, kenapa tidak diperiksa. Mengapa Jokowi salahin anak buahnya. Kami mendesak Jaksa untuk konfrontir antara Jokowi dengan Udar. seyogyanya jaksa harus memeriksanya,” cetus Eggy kepada wartawan saat mendatangi Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat 19 September 2014.

Eggy datang bersama belasan massa pendukung tersangka Udar Pristono yang sudah ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung, sejak Rabu 17 September lalu. Mereka datang untuk menjenguk Udar. Namun belasan massa yang rata-rata dari kaum Ibu-ibu itu tidak sempat masuk ke Rutan tersebut.

Menurut Eggi, pemeriksaan presiden terpilih periode 2014-2019 dianggap penting guna mengungkap kasus tersebut. Sebab dalam kasus ini posisi Udar hanyalah Penguna Aggaran sebagaimana SK Gubernur No 2082 Tahun 2012, sedangkan sebagai Penguasa Anggaran adalah Gubernur. “Gubernur sebagai penguasa anggaran memiliki kapasitas dan otoritas terhadap kebijakan keuangan daerah telah menunjuk Kuasa Penguna Anggaran (KPA) sesua UU No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara,” kata Eggi di Komplek Kejagung.

Ia menjelaskan sesuai SK itu maka tanggungjawab dan kewenangan Udar telah diambil oleh KPA. “Sehingga klien kami tidak lagi memiliki kewenangan dalam hal segala urusan yang menyangkut pengadaan barang/jasa. Karena sudah dilaksanan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” papar dia.

Dengan kata lain Udar selaku PA telah gugur sebab sudah ada KPA dan PPK. Namun karena Udar sebagai kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI tugasnya hanya bersifat koordinatif. “Dengan demikian posisi klien kami harusnya sebagai saksi sehingga konsekuensi logis dan hukumnya tidaklah tepat dijadikan tersangka,” ungkap dia.

Ia juga menilai Kejagung sudah salah menahan kliennya sebab jaksa penyidik Gedung Bundar mengunakan audit BPKP. Padahal hasil audit BPK tidak ada letak kerugian negara dari proyek senilai Rp1,5 triliun tersebut. “Kami minta pihak penyidik meminta keterangan BPK tentang Laporan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (LPDTT) atas pendapatan dan belanja pada Dishub DKI Jakarta,” tandasnya.

Udar : Pak Jokowi Bohong !

Dalih Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang mengatakan, “Saya pesan sabun wangi tapi yang dibeli sabun colek,” terkait dengan sangkaan korupsi pada pengadaan Bus Trans Jakarta Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun 2013, yang merugikan negara Rp 54 miliar, terbantahkan melalui pengakuan tersangka Prawoto (BPPT) dan Udar Pristono (mantan Kadishub DKI Jakarta).

“Sehubungan dengan pernyataan Pak Jokowi yang membebankan semua tanggung jawab atas kesalahan pada pengadaan Busway tahun 2013 kepada saya, dapat dijelaskan bahwa sebagai Kadishub DKI saya telah mengerjakan sesuai spek yang diinginkan Pemprov DKI. Buktinya, saya sampai sembilan kali melaporkan perkembangan dan penyelesaian proses pengadaan busway tersebut kepada Gubernur DKI Pak Jokowi,” ujar Eggi Sudjana, mengutip penjelasan langsung dari tersangka Udar Pristono mantan kadishub DKI Jakarta, Jumat 19 September 2014, sekitar jam 11.30 Wib di Kejaksaan Agung, Jakarta.

Udar menambahkan, bahwa saat kedatangan 125 unit bus eks impor dari China di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jokowi ikut langsung datang ke pelabuhan Tanjung Priok menyambut kedatangan bus impor itu, sekaligus ikut memeriksa langsung bus tersebut. Saat itu, menurut Udar tidak ada complain apapun dari Jokowi. “Jadi, tidak benar pernyataan Pak Jokowi bahwa kami telah membeli barang yang tidak sesuai keinginan Pak Jokowi. Tidak benar pula, Pak Jokowi pesan sabun wangi, kami beli sabun coleh,” ujar Udar Pristono membantah tegas pernyataan Jokowi.

Mantan Kadishub DKI Jakarta itu menambahkan, justru Pak Jokowi telah ‘melauncing’ dan meresmikan penggunaan perdana busway tersebut sebanyak empat kali. “Ini membuktikan bahwa tidak benar bahwa bus tersebut tidak sesuai dengan keinginan Pak Jokowi”, tegas Udar Pristono sebagaimana disampaikan oleh Eggi Sudjana advokat tersangka Udar.

Keterangan Udar Pristono Sinkron Dengan Prawoto

Tidak hanya Udar Pristono mantan Kadishub DKI Jakarta yang ditemui di ruang tahanan Kejaksaan Agung cabang Salemba lantai 7 A, oleh advokat senior Dr. Eggi Sudjana. Direktur BPPT Prawoto yang juga dijadikan tersangka dalam kasus Bus Trans Jakarta tahun anggaran 2013, juga ditemui oleh tokoh aktifis nasional itu.

Pada pertemuan Jumat pagi tersebut, Prawoto yang juga menjadi penghuni sel tahanan Kejagung cabang Salemba itu menjelaskan, bahwa sehubungan dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), “Pesan sabun wangi belinya sabun colek”. Prabowo menjelaskan, dirinya tidak tahu dan tidak mengerti maksud dari ungkapan Jokowi itu. Prawoto menegaskan, yang dia pahami adalah bekerja berdasarkan permintaan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, sehubungan dengan pengadaan bus Trans Jakarta tahun angggaran 2013.

“Saya mengerjakan sesuai dengan spesifikasi yang ada, yaitu bus harus berdasarkan syarat Bahan Bakar Gas (BBG), bus highlevel (ketinggian tangga naik bus) setinggi 110 cm dan pemenuhan ketentuan pemerintah terkait pengadaan bus. Sebab itu, saya bekerja sesuai dengan spesifikasi tersebut,” ujar Prawoto, Jumat 19 September 2014 sekitar pukul 11.30 Wib kepada avokat senior Dr. Eggi Sudjana, yang juga merupakan penasihat hukum Udar.

Eggi menemui tersangka Prawoto dalam rangka meminta kesediaan menjadi saksi Udar saat masuk persidangan nanti. “Pernyataan Prawoto tersebut sejalan atau sinkron dengan penjelasan klien saya, Udar Pristono sebelumnya. Dengan kata lain, publik dapat menilai sendiri siapa yang sesungguhnya telah berbohong,” tegas Eggi Sudjana.

Berdasarkan data empiris dapat disimpulkan bahwa karakter Joko Widodo (Jokowi) senantiasa melemparkan tanggung jawab dan kesalahan kepada anak buah, bawahan atau pihak lain. Misalnya, saat mencuatnya tudingan adanya hubungan khusus antara Jokowi dengan Michael Bimo Putranto yang dibantah Jokowi seolah-olah tidak mengenal Bimo Putranto sama sekali.

Namun, faktanya Jokowi kemudian mengaku terus terang bahwa dia sebenarnya teman baik sejak lama dengan Bimo Putranto. Bahkan keterangan tersangka Udar Pristono yang mengatakan, justru dirinya diperkenalkan dengan Bimo Putranto oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Bahkan pada saat perkenalan itu, Jokowi mengatakan kepada Udar melanjutkan pembicaraan dan temani Bimo Putranto. [KbrNet/Slm]

Source: GebrakNews

5 Tanggapan to “Jokowi Bohong ! Kejaksaan Agung Didesak Periksa Jokowi”

  1. Anonim said

    Tdk berani jaksa Agung ….

  2. Black7 said

    Sopo suruh pilih berukkk…
    Salam gigit jari!

  3. Anonim said

    Mampusssss…… Pilih Jokowi……

  4. Anonim said

    Baru tau ya kalau si jokowi penjahat berdasi..!!!

  5. Anonim said

    Ayo beri suport buat mahkamah agung utk nengusut jokowi

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: