KabarNet

Aktual Tajam

MUI Minta Buku yang Sebut Makam Wali Berhala Ditarik

Posted by KabarNet pada 17/09/2014

Makam Wali Allah, Al-Muhaddits Ibnu Hajar Al-Atsqalani.

Makam Wali Allah, Al-Muhaddits Ibnu Hajar Al-Atsqalani.

Jakarta – KabarNet: Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai makam wali disebut sebagai berhala adalah anggapan yang salah.Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Amirsyah Tambunan mengatakan, Buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kurikulum 2013 yang menyebut makam wali sebagai berhala, sama saja menghina para nabi yang telah menyebarkan dan mengajarkan Islam di muka bumi. “Nggak boleh itu soal makam wali disebut berhala dan tidak boleh diberhalakan juga,” ujar Amirsyah seperti dikutip Okezone, Selasa 16 September 2014.

Dia pun mengimbau agar Kementrian Agama (Kemenag) ikut tanggap atas buku MTs yang sudah beredar luas ke masyarakat. Jika sudah menyebarkan informasi yang tidak benar, buku itu harus segera ditarik. “Saya kira perlu dikaji lebih lanjut, dan Menteri Agama juga harus meluruskan. Saya minta itu kroscek atau kalau perlu ditarik,” tegasnya.

Sementara itu Kementerian Agama (Kemenag) diminta untuk segera merevis buku Sejarah Kebudyaan Islam tersebut. Pasalnya, kondisi ini bertentangan dengan tradisi dan budaya masyarakat Indonesia. Meskipun ada revisi, namun tetap tidak memberangus konten yang telah ada.

“Harus direvisi yakni dengan cara ditarik karena bertentangan dengan tradisi yang telah ada. Kawan-kawan NU pun menyikapi persoalan ini tidak perlu reaksioner dan perlu dikedepankan duduk bersama,” kata Kordinator Jaringan GusDurian (JGD) Jawa Timur Aan Ansori, Selasa 16 September 2014.

Menurutnya, dalam penafsiran berhala di era 2014 ini tidak harus dianalogikan dengan kuburan atau bahkan makam wali. Kata Aan, dalam pembelajaran mental anak didik  berhala adalah bisa dianalogikan dengan jabatan yang kerap disembah-sembah hingga menjadikan pribadi yang korupsi. “Jika tidak mampu ditarik, maka harus direvisi demikian. Berhala adalah jabatan yang membuat orang disembah-sembah yang kemudian mencetak pribadi yang korup,” ujarnya.

Selain itu, dalam revisi tersebut juga harus dicantumkan penjelasan tentang ziarah kubur yang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Ziarah kubur dalam hal ini, kata Aan, bentuk penghormatan bukan menyembah kepada kuburan. Dalam Islam manapun, kata Aan, yang namanya menyembah selain Alloh adalah sesat. “Buku harus ditarik kemudian direvisi. Dicarikan padan kata yang tepat tanpa menciderai tradisi masyarakat yang ada,” tutur Aan.

Sekadar informasi, Buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kurikulum 2013 yang diketahui terbitan Kementerian Agama RI tahun 2014 itu menyebutkan dalam buku tersebut, makam wali sebagai berhala.

Pernyataan ini mencuat setelah Faiq Aminuddin Kepala Sekolah MTs Irsyaduth Thulab, Tedungan, Wedung, Demak mengadu ke laman Nahdhatul Ulama terkait menculnya kalimat bahwa Berhala sekarang adalah kuburan para Wali.

Dalam buku tersebut pada Bab I: Kedamaian, Sub Bab A Kondisi Masyarakat Mekkah sebelum Islam pada halaman 13-14 ada petunjuk mengajar. Petunjuk pertama adalah guru meminta peserta didik tetap di kelompok besarnya untuk mendiskusikan tentang perbandingan antara kepercayaan Mekkah dengan kondisi sekarang.

Kedua, Guru meminta setiap kelompok menulis hasil diskusinya dikertas kemudian hasilnya diserahkan ke Guru untuk dinilai. Ketiga, guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya.

Dalam buku tersebut diberikan contoh untuk hasil belajar mengajar. Contoh jawabannya tertulis, a. Persamaanya:

  1. Masih ada yang menyembah berhala, mempercayai benda-benda dan selalu meminta kepada benda-benda.
  2. Mereka tidak bodoh secara keilmuan.
  3. Mendatangai dukun.

Sedangkan perbedaanya:

  1. Berhala dilakukan oleh agama selain Islam yakni Hindu dan Budha.
  2. Berhala sekarang adalah kuburan para Wali.
  3. Istilah dukun berubah menjadi paranormal atau guru spiritual.

[KbrNet/OkeZone]

8 Tanggapan to “MUI Minta Buku yang Sebut Makam Wali Berhala Ditarik”

  1. Dahsyatnya fitnah wahabi… sampai bisa memasukkan hal seperti ini dalam kurikulum MTs… apa maksudnya??
    Sangat kurang ajar mensejajarkan makam para wali dengan berhala!

    Hati busuk wahabi sampai kapan pun tak bisa terima bahwa ada manusia2 yg dimuliakan اللهﷻ… bersihkan hatimu hei wahabi.. hatimu sebusuk akhlakmu!

  2. Weleh weleh koq terus menyalah-nyalahkan wahabi. Memangnya itu kerjaannya pak wahab. kan ya enggak. Kan harusnya menyalakan jokower yang memberhalakan jokowi. kalau masalah makam wali diberhalakan, ya memang banyak orang minta keberhasilan kesana seperti nasehat muhaimin kepada jokowi: “kunjungilah makam-makam wali ……” …. ngaku sajalah

  3. adi said

    kuburan dijadikan berhala ?

    jujur saja lah ada sebagian umat islam ini yang menjadikan kuburan sebagai sarana wasilah , tempat meminta kaya, cari jodoh dan lainnya.
    Dan ada komersialisasi kuburan dengan mengelabui umat yang” bodoh” .
    Kenapa “tradisi” yg demikian dipelihara dan dilanggengkan ? dengan alasan warisan budaya ..( budaya jahiliyah tepatnya ).
    Ziarah kubur adalah salah satu sunnah rasul tapi ada adab adabnya,

  4. Anonim said

    Agenda si mata satu

  5. Anonim said

    Jadilah bangsa yang cerdas dan kritis sehingga tetap mampu menjaga akhlak yang baik.

  6. nenggolan siraid said

    buku keluaran dajal ia begitu isinya…apapun dihalalkal dan yang haram dihalalkan…..

  7. Anak Negeri said

    Kalau teliti + bijak dalam membaca dan memahami tidak perlu ada yang disalahkan, jadilah Muslim yang cerdas.
    Coba re-definisi istilah “berhala”, gak perlu grusa-grusu.
    Sekali lagi jadilah Muslim yang cerdas, jangan kampungan yaaaa……

  8. Paulus Nabi Palsu said

    Jangan gara-gara buah duren berduri, dilarang makan buah duren, dibalik durinya tg tajam ternyata terdapat buah yg sangat lezat rasanya, yg penting hati2x membukanya jgn sampe terluka, ambil yg baiknya buang yg tdk baiknya.

    Tapi menurut gue lebih enak belah duren daripada makan duren hehehe… Kayak lagu jupe aza.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: