KabarNet

Aktual Tajam

Bos Bodoh

Posted by KabarNet pada 17/09/2014

Orang PINTAR biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang BODOH mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya. Namun Orang BODOH biasanya lebih berani dibanding orang PINTAR, kenapa? Karena orang BODOH sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang PINTAR telalu banyak pertimbangan.

Sebagian besar orang PINTAR sangat PINTAR menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang BODOH tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

Orang BODOH sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang PINTAR. Walhasil boss-nya orang PINTAR adalah orang BODOH.

Orang BODOH sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang PINTAR yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang BODOH memerintahkan orang PINTAR untuk keperluan orang BODOH.

Orang PINTAR belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja. Orang BODOH berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang PINTAR.

Orang BODOH tidak bisa membuat teks pidato, maka dia menyuruh orang PINTAR untuk membuatnya. Orang BODOH kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). oleh karena itu orang BODOH memerintahkan orang PINTAR untuk membuat undang-undangnya orang BODOH.

Orang BODOH biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang PINTAR percaya. Tapi selanjutnya orang PINTAR menyesal karena telah mempercayai orang BODOH. Tapi toh saat itu orang BODOH sudah ada di atas.

Orang BODOH berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan panjang-panjang oleh orang PINTAR. Walhasil orang orang PINTAR menjadi staf-nya orang BODOH.

Saat bisnis orang BODOH mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang PINTAR yang berkerja. Tapi orang-orang PINTAR DEMO. Walhasil orang-orang PINTAR
‘meratap-ratap’ kepada orang BODOH agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang BODOH maju, orang PINTAR akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang BODOH menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang BODOH selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang PINTAR selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Buktinya, Bill Gate, Dell, Henry Ford, Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong Adalah orang-orang yang tidak pernah dapat S1, tapi kemudian menjadi kaya raya. Ribuan orang-orang PINTAR bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang PINTAR bergantung pada orang BODOH.

PERTANYAANYA :

  • Mendingan jadi orang PINTAR atau orang BODOH ?
  • Pintaraan mana antara orang PINTAR atau orang BODOH ?
  • Mana yang lebih mulia antara orang PINTAR atau orang BODOH ?
  • Mana yang lebih susah, orang PINTAR atau orang BODOH ?

KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang PINTAR, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah DIBODOHI oleh orang BODOH.

Jadilah orang BODOH yang PINTAR dari pada jadi orang PINTAR yang BODOH.

Kata kuncinya adalah RESIKO dan BERUSAHA, karena orang BODOH perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang PINTAR perpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.

Sumber: Tidak Jelas

26 Tanggapan to “Bos Bodoh”

  1. agungs said

    Bodoh dan Pintar tidak bisa diukur dari Gelar Akademis yang diarih tetapi Succes dan Gagalnya dikehidupan dunia

  2. Anonim said

    Yang jelas, yang sebenarnya bodoh adalah YANG MAU JADI BODOH setelah tau kebodohan dan YANG PALING BERESIKO BESAR sebenarnya tentu saja adalah YANG BODOH, karena kebodohannya untuk memilih tetap menjadi bodoh setelah tahu kebodohan menjadikannya tidak tahu kalau ia sudah menjadi rugi dua kali, yakni saat masih hidup di dunia dan setelah mati. Benar-benar pantas dikasihani.

  3. Anonim said

    Dan YANG PINTAR KEBLINGAR sehingga malah terjun bebas menjadi YANG TERAMAT BODOH adalah YANG BERPRINSIP : “Tidak ada makan siang yang gratis”. Tahu, dimana peribahasa ini berlaku ?

  4. Anonim said

    Dan PINTAR KEBLINGAR adalah yang menjadikan prinsip TIDAK ADA MAKAN SIANG YANG GRATIS sebagai prinsip hidupnya sehingga iapun malah terjun bebas menjadi BODOH.

  5. qresten said

    ini kata Alkitab;

    “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti” (1 Korintus 1:27-28)

  6. Anonim said

    Haaah ????

  7. Anonim said

    Kalau Tuhan suka sama yang bodoh-bodoh, berarti Tuhan gak nyuruh belajar biar pintar dong ?

  8. Anonim said

    Berarti Tuhan benci sama sarjana, ahli, ilmuwan. Profesor dan juara olympiade dong ?

  9. Anonim said

    Berarti, berarti, berarti …. Tuhan nyuruh bangsa dan negara dipimpin sama orang bodoh, dong ?

  10. Anonim said

    Berarti Tuhan gak suka pengajar yang bikin orang jadi pintar dong ?

  11. Anonim said

    Berarti gak perlu bangg, bahkan harus malu jadi juara kelas, juara cerdas cermat, juara olimpiade, peraih beasiswa dan bahkan peraih hadiah NObel dong ?

  12. Anonim said

    Berarti wajib belajar 12 tahun dan kalimat “mencerdaskan kehidupan bangsa” menjadi sia-sia belaka dong ……..

  13. Anonim said

    Kalau dilemparkan pertanyaan begini, adakah yang mau jadi bodoh biar disayang Tuhan ?
    Kira-kira jawabnya apa yach ?

  14. Anonim said

    Berati tinggian orang bodoh dong derajatnya dibandingkan orang pintar yang i\udah ketahuan sumbangsihnya ?

  15. Anonim said

    Jadi apa jawabnya ?

  16. Anonim said

    Kenapa ya makin dekat akhir jaman sekolah, universitas, bimbel, tenaga pengajar, murid-murid, juara-2 berprestasi dan beasiswa justru main menjamur dimana-mana, yang berarti anjuran untuk menjadi orang bodoh gak ada yang mau mengikuti sama sekali ?

    Apakah pertanda manusianya yang makin pada nyaman dan senang menjadi orang pintar atau kesusahan yang terbukti melanda orang bodoh ?

  17. Anonim said

    Indonesia saja ketinggalan sama negara-3 maju karena dibodohi selama 350 tahun masa penjajahan orang yang mau maju dan pintar sendirian, yang berarti terbukti kalau kebodohan sama sekali tidak membawa manfaat apapun bagi manusia manapun, apalagi bagi Tuhan ya ?

    Jadi sampai di sini, masih mungkinkah kebodohan bisa dijadikan nasehat atau anjuran ?

  18. Anonim said

    Kayaknya o\yang pintar gak bakal ada yang mengiyakan deh …….

  19. Anonim said

    Ada lagi yang mau jadi bodoh sehingga bisa dijajah, dirampok kekayaan alamnya, dirusak kehormatannya, diinjak hak azazinya, dijajah tanah airnya dan dirampas kemerdekaannya seperti yang dialami nenek moyang bangsa Indonesia selama 400 tahun masa penjajahan Barat ?

  20. Anonim said

    Sekali lagi orang yang pintar, waras dan beriman pasti tidak mengiyakan, iya kan ?

  21. Anonim said

    Buat apa susah, buat apa susah, susah itu tak ada gunanya ………

    Nah lo, yang biasanya susah ini susah itu selama ini, yang bodoh atau yang pintar ya ?

    Mungkinkah yang pintar susah menjawab 10 % dari 1000 = berapa, sehingga lulus ujian dan mampu bekerja di perusahaan-2 bonafir dengan gaji tinggi dan menafkahi keluarganya, menjamin kesehatannya, mewujudkan cita-2nya diandingkan dengan yang bodoh sehingga tidak bisa menjawab 10% dari 1000 = berapa, sehingga susah cari kerjaan dan susah membiayai keluarganya, menjamin kesehatannya dan mewujudkan cita-2 nya ?

  22. Salim said

    Kepintaran Si Bodoh..

    Suatu ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak berusia 10 tahunan berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka.

    Tukang cukur berkata, “Itu Benu, dia anak paling bodoh yang pernah saya kenal”
    “Masak, apa iya?” jawab pengusaha.

    Lalu tukang cukur memanggil si Benu, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp.2.000 dan koin Rp.1.000, lalu menyuruh Benu memilih, “Benu, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo ambil!”

    Benu melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp.2.000 dan Rp.1.000, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp.1.000.

    Tukang cukur dengan perasaan bangga lalu melirik dan berbalik kepada sang pengusaha dan berkata, “Benar kan yang saya katakan tadi, Benu itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya ngetes dia seperti itu tadi dan dia selalu mengambil uang logam yang nilainya lebih kecil.”

    Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Benu. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Benu dan bertanya, “Benu, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp.2.000 dan Rp.1.000, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp.1.000, kenapa tak ambil yang Rp.2.000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp.1.000?”

    Benu pun tertawa kecil berkata, “Saya tidak akan dapat lagi Rp.1.000 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp.2.000, berarti permainannya selesai dan kapan lagi saya dapat uang jajan gratis setiap hari…”

    Catatan : Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya ALLAH yang mengetahuinya.

  23. Anonim said

    Pertanyaannya, siapa yang tau kalau diambil yang Rp 2.000 besok si Tukang Cukur gak memberi lagi ???

    Itulah ciri khas sibodoh, karena kebodohannya SISANYA ia hanya mampu terlalu memakai dan mengandalkan ilmu GAMBLING !

    Apa itu ilmu gambling ?

    Ilmu yang mengajarkan : “Sukur-sukur kalau sekarang cuma diambil Rp 1.000 besok dikasih lagi Rp 1.000 dan seterusnya.”

    Beda sama sipintar, yang memilih Rp 2.000, bedanya dimana ?
    Bedanya ketika ia mengambil Rp 2.000 ia berfikir :”Siapa tahu besok ia lagi gak punya uang untuk memberi Rp 1.000 … nah kalau terjadi begitu, setidaknya saya masih punya sisa uang Rp 1.000 untuk jajan hari itu.

    NAH LO ……. keliatan kan siapa YANG BERUNTUNG (TIDAK BERESIKO BESAR) dan siapa YANG RUGI (BERESIKO BESAR). ……

    Orang pintar akan berprinsip : “Semua peluang yang positif harus diraih semaksimal mungkin untuk mengurangi resiko yang juga semaksimal mungkin”. Jadi tidak terlalu mengharapkan atau mengandalkan sesuatu yang belum pasti (karena telan meminimumkan resiko)

    Orang bodoh akan berprinsip : “Tidak semua peluang musti diraih karena resiko kemudian tergantung keberuntungan kemudian. Jadi tetap mengandalkan sesuatu yang belum pasti (beresiko besar).

  24. Anonim said

    RELA MENJADI ORANG BODOH SETELAH TAHU KEBODOHAN berarti siap dan rela untuk menyediakan atau menggadaikan dirinya UNTUK DIJAJAH, DIPERDAYA, DIRUGIKAN, DIMANFAATKAN, DISEPELEKAN, DIANAKTIRIKAN, DIPINGGIRKAN, DIKUCILKAN, DIENTENGKAN, DIRAMPAS HAKNYA, DILUPAKAN, DIRENDAHKAN, DIKECUALIKAN, DILEWATKAN, TIDAK DIPERHITUNGKAN, DITERTAWAKAN, DISIKAT, DIANGGAP TIADA di dunia yang penuh dinamika ini.

    Selamat tinggal KEBODOHAN, hidup di dunia rugi, apalagi di akherat.

  25. Paulus Nabi Palsu said

    @all

    Ngapain kelen semua bahas pintar ato bodoh? Pintar adalah sifat mutlak Allah swt semata, kita manusia hanya diberikan setetes ilmu dari samudra ilmu Allah swt, jd opo yg musti dibanggakan sehingga kelen bahas pintar ato bodoh?

    Kedua, jk konteksnya sukses dlm artian materi gk bs dianalogikan dgn pintar ato bodoh, sebab orang menjadi kaya pada hakikatnya adalah Allah swt memilih orang tersebut menjadi kaya bs sebagai anugrah jika dia bersyukur dan menafkahkanya di jalan Allah tapi bs jg harta tsb menjadi ujian seperti menjadi sombong, pelit dan tak jarang hari ini seseorang kaya raya namun keesokan harinya jd gembel ibarat roda yg berputar kadang diatas kadang dibawah,

    Jd rezeki itu urusan Allah semata, kita hanya disuruh untuk beriktiar dan bertawakal dan gk ada hubunganya dgn pintar dan bodoh sebab baik org pintar dan bodoh sm2x bs jd kaya ato miskin karena harta hanyalah pinjaman sementara dari Allah, cukup hanya Allah saja yg Maha Pintar dan Maha Kaya, yang paling penting kata Rasulullah SAW, kriteria orang yg sukses didunia adalah Orang yg paling berguna bagi orang lain

    So, apakah kita pribadi2x sdh berguna bagi orang lain?

    Wallaahu’alam

  26. Bimbel STAN

    Bos Bodoh « KabarNet.in

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: