KabarNet

Aktual Tajam

Dibalik Jero Wacik, KPK sedang Lindungi Penyuap

Posted by KabarNet pada 15/09/2014

Jakarta – KabarNet: Pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Khairul Huda, mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggunakan standar ganda dalam penangangan kasus suap di lingkungan SKK Migas dan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Khairul menilai, dakwaan berbeda yang digunakan kepada Rudi Rubiandini yang mantan Kepala SKK Migas, Waryono Karno yang mantan Sekjen Kementrian ESDM, dan Jero Wacik yang Menteri EDSM membingungkan. Menurut dia, KPK tidak bisa menggunakan satu undang-undang terhadap satu peristiwa yang masih berkaitan dengan alasan yang berbeda. 

“KPK menetapkan Jero Wacik dengan pasal pemerasan. Pimpinan KPK harus menjelaskan, siapa yang diperas. Kalau dikatakan Jero memeras kepala SKK Migas dan Sekjen ESDM, seharusnya kedua orang itu tidak bisa dijadikan tersangka, tapi korban pemerasan. Tapi kan kedua orang itu sudah ditetapkan dulu oleh KPK sebagai penerima suap, kenapa Jero dikenakan pasal pemerasan terhadap mereka? Tidak ada yang namanya pemerasan tapi tidak ada korban pemerasannya. Ini jadinya standar ganda,” kata Khairul di Jakarta.

Penggunaan pasal pemerasan, tambahnya, akan menutup kemungkinan dilanjutkannya perkara atau munculnya tersangka lain yang umum terjadi pada kasus suap-menyuap. Pemerasan itu juga logikanya satu diuntungtkan dan satu dirugikan. Kalau ada pihak yang katanya diperas tapi mendapatkan keuntungan dari pemerasan tersebut, pidana pemerasan tidak bisa diterapkan.

Mengamati hal itu, Khairul mencurigai ada pihak lain yang menjadi penyuap yang ingin dilindungi KPK. “Yah…, kalau ada pihak yang katanya diperas tapi diuntungkan dengan dapat proyek, itu bukan pemerasan namanya. Lagi pula aneh dengan nilai pemerasan yang dituduhkan kepada Jero Wacik yang hanya Rp 9,9 miliar sebagai obyek perkara. Untuk ukuran kasus ini, di mana banyak mafia yang bermain, hal ini tentunya tidak sesuai yang diharapkan. Nilainya tidak fantastis, dari 2011 cuma Rp 9,9 miliar. Ini jauh dari harapan dan dugaan adanya mafia migas yang beroperasi di sektor migas yang nilainya triliunan rupiah,” ungkapnya.

Khairul melihat sikap KPK yang menetapkan Jero dan pejabat lainnya seperti Suryadharma Ali sebagai tersangka terlalu cepat, tanpa melihat efek penetapan itu pada sesuatu hal. Dengan Jero menjadi tersangka, otomatis dia harus mundur dari kabinet dan Menteri ESDM akan diganti.

Menurut dia, efeknya yang bisa diduga, dalam waktu dekat akan ada potensi kenaikan harga BBM karena Jero sejak awal sikapnya menolak kenaikan BBM, apa pun alasannya. “Faktanya, Suryadharma Ali menjadi tersangka jelang pilpres, tapi sampai sekarang belum juga ditahan. Begitu juga dengan Sutan Bhatoegana, kenapa baru dia sendiri saja yang kena, padahal anggota DPR yang memeras dan menerima uang banyak dalam kasus SKK Migas? Sekarang jelang kenaikan BBM, Jero Wacik yang menolak kenaikan BBM menjadi tersangka, ada apa?” tuturnya.

Ia berpendapat, KPK memiliki tujuan dari penetapan orang sebagai tersangka yang tujuannya bukan untuk penegakan hukum. Ini bisa saja terjadi karena ketidaksadaran KPK yang terjebak dalam situasi yang dimainkan orang di luar KPK. Kalau murni penegakan hukum setelah bukti terkumpul, tambahnya, ada tersangka, untuk kemudian berkas diserahkan ke kejaksaan yang akan melanjutkan dan membawa kasus itu ke pengadilan. “Sekarang kan orang jadi tersangka tapi tidak langsung ditahan. Ini yang aneh,” katanya.

Khairul khawatir , dengan menetapkan Jero sebagai tersangka pemerasan, itu membuat KPK tidak punya keinginan membongkar mafia migas sampai ke akar-akarnya, seperti yang kerap didengungkan. Ia tidak melihat bahwa di belakang ini adalah perusahaan-perusahan minyak besar yang beroperasi di Indonesia. Namun, Khairul tidak membantah mengenai kemungkinan adanya pihak yang meskenariokan KPK. [KbrNet/Slm]

Source: asatunews

7 Tanggapan to “Dibalik Jero Wacik, KPK sedang Lindungi Penyuap”

  1. kpk masuk angiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin

  2. kpk yang katanya angker ternyata cuma sehitu … beraninya dengan yang small small gurem gurem, somad somat persis seperti somad-nya ANAK-ANAK MANUSIA – bembeng bembeng wijanarka, omong banyak ternyata kampret juga. jakawa itu berani nggak …

  3. Paulus Nabi Palsu said

    Cocoknya 2 orang difoto diatas diserahkan ke ISIS aza, gue jamin besok pagi2x buta si joko ama si mega udah ‘diproses’ sm mereka, harap sodare2x maklum, bukan urat malunya lg yg udah putus tapi urat syarafnya udah pada keseleo semua, mknya pikiranya jd aneh2x gitu.

    Lebih takut sm manusia krn jabatan daripada sm Allah yg telah menciptakan mereka berdua dari seekor mani yg encer.

    Gitu aza kok repot.

  4. Anonim said

    Jangan di pilih lagi….

  5. Jabal said

    Banyak bacot aja yg komen. Coba kalo ente2 yg jadi pejabat, tahan gak tuh mata ente ngeliat duit?. Selama ini, yg sok soleh2 aja yg ketangkep KPK hahaha…..Noh liat

  6. Paulus Nabi Palsu said

    Woi jabal bin bebal!
    Kenape lo mencak2x? Ape bokep lo tukang nyolong duit rakyat makanya lo bisa maklum same itu para perampok berdasi yg memperkaya diri diatas penderitaan orang lain dan yg paling parahnya para penegak hukum yg seharusnya menegakan kebenaran dan keadilan turut serta melindungi perampok berdasi tersebut?

    Pade dikemanain otak lo, ato jgn2x lo emang gk punya otak.

    Dasar bebal mental korup lo

  7. pastidiantara anda ada yang mampu berbuat lebih benar. Ayo maju …

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: