KabarNet

Aktual Tajam

Terima Suap, Kejaksaan Agung Lindungi Koruptor Telkom?

Posted by KabarNet pada 14/09/2014

Jakarta – KabarNet: Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Arief Yahya sudah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik, namun hingga delapan bulan berlalu penyidik kejaksaan agung tidak juga menjemput paksa Arief Yahya yang sebelumnya menjabat Direktur Enterprise and Wholesaler PT Telkom itu. Disebut-sebut Syarifudin Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung telah menerima suap miliaran rupiah dalam rangka pengamanan korupsi Direktur Utama PT Telkom.

Beberapa oknum petinggi Kejaksaan Agung juga diketahui telah menerima suap PT Telkom dan rutin bermain golf bersama pejabat-pejabat PT Telkom. Kesempatan bermain golf bersama kerap digunakan pejabat Telkom untuk memberikan suap kepada petinggi Kejaksaan Agung. Di samping Direktur Penyidikan Kejagung, terdapat juga seorang oknum Jaksa Agung Muda sering terlihat bermain golf bersama-sama pejabat Telkom yang seharusnya sudah dijadikan penyidik sebagai tersangka korupsi.

Tindakan Jaksa Agung bermain golf satu paring bersama anak buah terduga korupsi TELKOM Rp. 78 miliar benar – benar telah melanggar etika dan hukum. Sangat patut diduga Jaksa Agung dalam kesempat bermain golf bersama cecunguk – cecunguk TELKOM anak buah Arief Yahya, Jaksa Agung menerima sesuatu berupa uang suap dari PT. TELKOM.

Tindakan Jaksa Agung bermain golf bersama Rinto Dwi Pratomo dan kawan – kawan harus dihukum seberat – beratnya. Jaksa Agung telah melanggar hukum karena main golf bersama Rinto Dwi Pratomo yang adalah terduga penerima suap, pemeras dan pemungut upeti dari anak – anak perusahaan TELKOM seperti Telkomsel, Telkomvision, Dayamitra Telkom, Telkom Property dan lain – lain dengan nilai upeti atau uang perasan yang diterima Rinto Dwi Pratomo sekitar Rp 1-5 miliar per bulan. Jaksa Agung, Jampidsus dan direktur penyidikan kejaksaan agung harus diganti karena sudah terkontaminasi suap dari koruptor MPLIK Arief Yahya.

Kejaksaan Agung punya niat jahat mengalihkan korupsi Arif Yahya dengan cara mengusut kasus korupsi MPLIK lain yang non Telkom untuk mencari jalan mengulur-ulur waktu dan mengaburkan substansi korupsi Arief Yahya di TELKOM dan PT. Geosys.

Fakta – Fakta KOLUSI Kejagung dengan Arief Yahya terlihat dari sikap Kejaksaan Agung yanng tidak memfokuskan pengusutan korupsi MPLIK pada pelanggaran prosedur yang dilakukan Arief Yahya di PT. Telkom. Pelanggaran itu terjadi pada penunjukan dan penetapan PT. Geosys Alexindo sebagai subkontraktor PT. Telkom dalam pengerjaan 588 titik MPLIK di seluruh Indonesia.

Kejaksaan Agung tidak melakukan prosedur pemanggilan yang benar dan sesuai prosedur terhadap terduga Arief Yahya. Terlihat bagaimana Kejaksaan Agung terlalu lamban dalam melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Arief Yahya. Panggilan pertama tanggal 23 Desember 2013, panggilan kedua 24 Februari 2014, panggilan ketiga seharusnya dilakukan Kejaksaan Agung pada 25 Maret 2014. Namun, penyidik tidak menjemput paksa Arief Yahya.

3 Kejaksaan Agung patut diduga telah berkolusi dengan Arief Yahya untuk mengamankan korupsi Arief Yahya di PT. Telkom melalui PT. Geosys, dibuktikan dengan kehadiran Jaksa Agung di lapangan golf Royal Bogor bersama – sama pejabat TELKOM bernama Rinto Dwi Pratomo, Hendry Christiady dan Ary Sudrajat, pada hari sabtu 22 Maret 2014 lalu. [KbrNet/GebrakNews]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: